
"Sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang suami untuk membela istri Saya jika ada yang menginjak harga diri nya. Masalah harta, sepertinya Pak David perlu tahu, Kami menikah sebelum Saya mengetahui kalau Saya adalah anak kandung Pak Wibi. Dan saya pasti akan menegur nya kalau istri Saya berbuat salah dan pasti nya dengan cara saya sendiri tanpa takut kehilangan harta yang di miliki istri saya sejak lahir " Ucap Anan tegas.
"Sudah sudah sudah. Sebenarnya maksud tujuan kalian sekeluarga datang ke rumah Kami ini untuk apa?" Pak Wibi melerai dan mengakhiri perdebatan Anan dan Pak David.
"Kalau masalah Pras, Anda sudah dapat jawaban nya sendiri Pak David, Pras bersalah mau pengacara terbaik sekalipun bisa Saya jamin pihak keluarga korban akan tetap menuntut keadilan. Kalau Saya turun tangan hal itu sama saja dengan Saya turut andil dengan menyakiti keluarga korban. Untuk permintaan Kamu agar Wisnu dan Marina bertunangan, sudah pasti Saya menolak hal itu. Saya tidak akan membiarkan Wisnu melepas berlian demi apa pun juga!" Ucapan panjang Pak Wibi berhasil memancing amarah Pak David dan keluarga nya apalagi penolakan nya tentang permintaan mereka menjodohkan Wisnu dengan Marina.
"Berlian?. Jelas Dia dan Marina jauh berbeda. Bisa Saya pastikan kalau wanita itu berasal dari keluarga miskin_"
"Wow ... Berani sekali Anda menghina istri Saya. Miskin atau kaya tak menjadikan orang itu bermartabat atau tidak Pak. Anda menghina istri, sama saja dengan Anda menghina Saya dan keluarga besar Saya Pak!" Kali ini Wisnu yang unjuk gigi membela Nita dengan langsung memotong ucapan Pak David, dan memaksa pria paruh baya itu tak melanjutkan ucapan nya.
"Asal Bapak tau, Saya juga bukan lah orang kaya kalau Paman Saya tidak memiliki perusahaan. Jadi yang kaya di keluarga ini adalah Paman Saya, sementara Saya hanya keponakan Beliau yang kebetulan Beliau berikan kepercayaan setelah keponakan Bapak mengkhianati Beliau, sehingga aib yang selama puluhan tahun di tutup oleh adik Bapak itu terbongkar dengan sendiri!" Ucap Wisnu seolah turut mengungkapkan rasa hati Pak Wibi juga.
"Jadi kalau Bapak mau menyalahkan keadaan keluarga Bapak terutama Pras, sebaiknya Bapak menyalahkan Pras. Karena Dia lah biang dari semua kekisruhan semua nya ini yang menyebakkan semua nya terbongkar. Dan karena kesalahan yang di perbuat itulah Dia harus menerima konsekuensi nya. Bukan justru menyalahkan keluarga Paman Saya karena menolak membantu Anda menolong Pras!" Ucapan Wisnu membuat Pak David terdiam.
"Bapak boleh menghina dan menyudutkan Saya. Tapi kalau Bapak sudah mulai menghina dan menyudutkan keluarga Saya terutama Paman juga istri Saya, maka Saya tidak akan tinggal diam Pak!" Ucap Wisnu tegas.
"Ingat Kami bisa saja melaporkan semua kebusukan yang sudah dilakukan oleh Almarhumah Bu Maria kepada Paman Saya. Penipuan yang membuat Paman Saya harus mengakui anak yang bukan anak nya dan terpisah dengan istri juga anak nya yang sebenarnya!" Ancam Wisnu membuat posisi Pak David semakin terancam.
"Satu hal lagi yang harus Bapak ketahui, kesalahan Pras dan juga Almarhumah Bu Maria sudah membuat keluarga Paman Saya berantakan, dan apa Bapak bisa mengganti itu semua?." Lagi-lagi ucapan Wisnu membuat Pak David terdiam.
__ADS_1
"Maaf Pak David. Papa Saya masih kurang sehat, dan tidak boleh terlalu banyak pikiran. Jadi kalau tidak ada yang harus di bicarakan lagi, maka Saya akan membawa Papa Saya ke kamar untuk beristirahat" Ucap Anan melerai.
"Dengan secara tidak langsung Kamu mengusir Saya?" Pertanyaan Pak David membuat Anan menyunggingkan senyuman kecil.
"Kalau hal itu membuat Bapak merasa di usir tak masalah buat Saya. Ini sudah waktu bagi Papa juga Istri Saya untuk beristirahat." Ucap Anan membantu Seara untuk bangkit dari duduk nya.
"Bang Alvin, tolong bawa Papa ke kamar nya. Biarkan Papa istirahat dulu, setelah itu Abang dan Bang Wisnu Saya tunggu di ruang kerja" Ucap Anan mengajak Seara ke kamar mereka.
"Kamu juga istirahat Nit, langsung ke kamar Abang aja" Nita mengangguki ucapan Seara.
"Kami pamit Pak Bu. Assalamualaikum" Salam Anan sebelum berjalan merangkul Seara menuju kamar mereka.
Sementara Pak Wibi dan Alvin memilih pergi tanpa pamit kepada keluarga Pak David. Sekarang hanya tersisa Wisnu dan Nita yang menemani Keluarga David yang rupanya masih memilih tetap bertahan meskipun sudah di tinggalkan oleh tuan rumah.
"Kami belum memesan hotel Mas. Biasanya kan Kami menginap di rumah Om Wibi" Ucap Marina yang secara tak langsung mengungkapkan alasan keluarga nya tak beranjak pergi dari kediaman Pak Wibi.
Wisnu melihat sekilas kearah Nita yang terlihat biasa saja.
"Mohon maaf Bapak dan Ibu, berhubung Pak Wibi sudah berada di kamar nya dan akan kurang sopan jikalau Kami mengganggu istirahat beliau, jadi Kami tak bisa mengizinkan Keluarga Bapak David untuk menginap disini" Ucap Nita yang pada akhirnya menyampaikan alasan yang kemungkinan akan menjadi alasan yang sama yang akan di kemukan keluarga Pak Wibi.
__ADS_1
"Apa hak Kamu melarang Kami menginap di sini?" Wisnu menghela nafas kesal, seperti nya perdebatan kali ini akan melibatkan Nita dan Marina.
Nita tersenyum kecil kepada Marina dan keluarga nya yang tengah menatap nya dengan penuh kesal karena Nita sengaja memeluk lengan Wisnu hingga membuat pria itu melihat kearah Nita dengan tatapan tak percaya.
"Mbak lupa, kalau Saya ini istri Mas Wisnu, yang otomatis menjadi keponakan Pak Wibi. Maka secara tidak langsung Saya adalah anggota keluarga Wibisana juga bukan?. Jadi Saya mewakili keluarga suami Saya merasa keberatan jika ada orang asing yang menginap di kediaman Kami" Ucap Nita yang secara tidak langsung menyinggung keluarga Pak David.
Dan ucapan Nita membuat Pak David marah hingga membentak Nita, " Dasar orang miskin. Siapa Kamu berani mengusir Kami hah!" Wisnu pun memasang badan nya ketika Pak David hendak menghampiri Nita.
"Seperti yang Nita bilang, Dia adalah istri Saya. Jadi Nita pun berhak mengutarakan keinginannya selama itu berhubungan dengan keluarga besar Saya. Dan atas nama Om Wibi dan keluarga, Saya menolak keinginan keluarga Pak David untuk menginap di sini. Karena Kita tidak memiliki hubungan kerabat ataupun bisnis" Ucap Wisnu tegas.
"Nu, Anan udah nunggu di ruang kerja nya. Kalah masih nyesel juga Gue panggilan Bang Jhon di depan ya" Wisnu berdecak kesal mendengar teriakan Asisten pribadi Paman nya yang kini merangkap menjadi asisten Anan itu dari balik pintu ruang kerja Anan.
"Iya bawel. Maaf Pak David dan keluarga, pintu depan nya ada di sana." Pak David mendengus kesal demikian juga Istri nya dan Marina yang terpaksa keluar dari rumah Pak Wibi dengan kesal.
"Kelamaan Lo, ngusir mereka tuh nggak bisa baik-baik" Ucap Alvin.
"Kenapa nggak Lo aja yang ngusir mereka" Balas Wisnu kesal yang justru ditanggapi Alvin dengan tertawa kencang.
Wisnu mengajak Nita ke kamar nya dengan Alvin yang mengekori mereka. Karena ruang kerja Anan memang berada tidak jauh dari kamar Wisnu.
__ADS_1
"Kamu langsung istirahat aja di dalam. Mas mau ketemu Anan juga Asisten gendeng" Ucap Wisnu membuat kedua bola mata Alvin membulat karena tindakan Wisnu yang langsung mengecup bibir Nita dengan sengaja di depan Alvin.
"Kenapa? Iri?. Maka nya nikah. Jangan cuma nikah sama berkas!" Cicit Wisnu yang membuat Alvin kesal