
" Kami membeberkan bukti bukan tuduhan tak berbukit " Ucap Bu Yumna tegas sambil menampilkan beberapa slide bukti yang di maksud nya.
Wajah Fatah, Wawan juga Ricky langsung memucat ketika slide yang berisi kecurangan mereka berganti satu persatu.
" Kalian memata-matai Kami " Fatah masih saja tidak Terima akan kecurangan yang di lakukannya.
" Bukan memata-matai, tapi ini hasil audit." Ucap Bu Yumna tegas.
" Kalian melakukan audit tanpa pemberitahuan, sama saja Kalian telah kecurangan kepada Kami! " Kali ini Wawan yang membela diri mereka.
" Audit dilakukan memang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan bersifat mendadak. Kami melakukan audit juga atas perintah dan permintaan Pak Gunawan selalu pemilik utama" Bu Yumna memperlihatkan bukti surat perintah Pak Gunawan untuk melakukan audit di masing-masing usaha yang di pegang adik nya itu ke layar proyektor.
" Jadi tak ada alasan untuk Bapak-bapak sekalian untuk mengelak dari apa yang telah kami beberkan tadi. Pilihan hanya dua, menyerahkan usaha sesuai dengan keputusan wasiat atau tetap bertahan dan Kami akan memproses nya secara hukum " Ucap Bu Yumna tegas.
" Kalian pikir kami tidak tau kalau surat wasiat itu hanyalah akal akalan kalian untuk menyingkirkan kami! " Fatah bangkit dari duduk nya lalu menghampiri Bu Yumna dan Pak Bambang.
" Ini adalah fakta, dan surat wasiat itu pun benar ada nya. Bukankah kalian lihat sendiri kalau amplop besar itu masih bersegel nama dan juga tanda tangan Pak Gunawan?. Jadi bagaimana kami membuat akal akalan seperti itu " Seolah tak takut dengan Fatah yang menghampiri nya Bu Yumna pun maju untuk berhadapan dengan Fatah, namun Pak Bambang menarik tangan Bu Yumna untuk tetap di belakang nya, jadi kini Pak Bambang lah yang berhadapan langsung dengan Fatah.
" Cukup " Seara berucap dengan lantang. Sejak tadi wanita cantik itu hanya menyimak apa yang telah terjadi. Melihat bukti apalagi hasil test DNA yang memberitahu kalau antara dia dan keluarga tiri sang Papa tidak mempunyai hubungan darah membuat Seara harus mengambil keputusan.
" Semua bukti sudah terlampir. Pak Fatah, Bu Lena, Bu Tiwi dan Bu Susan. Jadi sebagai pewaris sah dari Papa Gunawan dengan ini Saya Seara Gunawan mencabut semua fasilitas yang saat ini di pegangan oleh Bapak dan Ibu " Protes dari pihak keluarga Fatah pun langsung terdengar bersahutan.
Yoga suami Susan yang sejak tadi hanya diam itu pun mulai angkat bicara.
" Kalau begitu Kami akan menempuh jalur hukum " Keluarga Fatah terdiam mendengar ucapan Yoga.
__ADS_1
Seara tersenyum kecil, suami Susan memang tidak di berikan usaha oleh Pak Gunawan karena Yoga sudah mempunyai usaha sendiri, namun usut punya usut ternyata Susan lah pemodal utama di usaha Yoga, yang tentu saja modal nya itu bersumber dari Pak Gunawan yang di ambil Susan secara diam-diam.
Secara diam-diam Susan memanipulasi data para klien yang seharus nya masuk kedalam usaha Pak Gunawan, justru memasukkan nya kedalam usaha suami nya. Dan sayang nya usaha Yoga tidak berjalan lancar, sehingga membuat usaha itu pun mulai mengalami kebangkrutan. Sementara para klien yang tidak tahu kalau mereka tergabung si usaha Yoga tidak mengetahui hal itu, mereka justru kini tengah menagih keuntungan atas dana yang sudah mereka serahkan kepada Susan dengan mengatasnamakan Pak Gunawan.
" Silahkan. Bapak dan Ibu bisa mengajukan nya. Tapi ingat, kalau kalian nekat melakukan nya maka hal yang lebih buruk akan kalian alami nanti nya " Ucap Seara dengan nada mengancam.
🌹🌹🌹🌹🌹
Sementara itu di keluarga Wibisana juga tengah terjadi ketegangan. Sejak pertama kali melihat Anan di apartemen Seara ketika melakukan penggerebekan Pras dan Clara beberapa bulan lalu, pria itu menaruh curiga dengan sosok Anan.
Diam-diam Pak Wibi menyelidiki siapa Anan. Bahkan pria itu meminta di lakukan tes DNA secara diam-diam melalui bantuan Wisnu, klien Seara yang ternyata masih kerabat dengan Pak Wibi.
Pak Wibi kini tengah berada di ruangan salah seorang dokter di sebuah rumah sakit ternama di kota mereka.
" 99%" Jawab pria itu. Dan hal itu membuat wajah Pak Wibi terlihat bahagia namun juga gelisah.
" Bagaimana bisa. Jelas jelas anak yang di lahirkan Maria itu berada di dalam inkubator dan... " Pak Wibi tidak melanjutkan ucapannya.
" Kamu yakin anak itu adalah Pras? , bisa saja ada orang yang memang dengan sengaja menukar bayi kalian? " Wajah Pak Wibi langsung berubah kala mendengar ucapan Pak Dibyo, Dokter yang mengawasi test DNA yang di lakukan Pak Wibi terhadap Anan.
" Tidak Aku yakin anak yang di dalam inkubator itu adalah anak dari Maria, karena pada saat Pras di lahirkan Aku ada di ruang persalinan, menyaksikan persalinan Pras, dan ada tanda putih di bahu Pras " Ucap Pak Wibi yakin.
" Apa jangan jangan, ini anak Kamu dengan... " Dokter Dibyo tak melanjutkan ucapannya. Pak Wibi menggelengkan kepala nya seolah menolak ucapan Dokter Dibyo.
" Itu tidak mungkin Byo, jelas jelas hasil tes kesuburan Aliyah itu menyatakan kalau Aliyah mandul. Jadi bagaimana mungkin Dia bisa hamil. Bahkan ketika Aku ceraikan Dia, Dia .. " Pak Wibi kembali terdiam tak melanjutkan ucapan nya.
__ADS_1
" Astaghfirullahalazim. Apakah saat Aku menceraikan nya demi menikahi Maria yang tengah hamil Pras itu Aliyah tengah hamil? " Dokter Dibyo terdiam, Pak Wibi terlihat panik dan terlihat rona penyesalan tampak di wajah patih baya nya.
" Hasil test ini membuktikan kalau anak itu 99% adalah darah daging Kamu " Ucapan Dokter Dibyo membuat Pak Wibi pun menangis. Apalagi bayangan masa lalu ketika dia menyakiti wanita yang bernama Aliyah itu datang kembali.
Setelah mengetahui Aliyah mandul, Pak Wibi masih tetap setia kepada Aliyah. Namun kedatangan Maria sebagai sekretaris Pak Wibi membuat Pak Wibi mulai goyah. Diam-diam Pak Wibi menjalin hubungan dengan Maria hingga membuat Maria hamil.
Maria meminta pertanggungjawaban kepada Pak Wibi, dan Pak Wibi pun berjanji akan menikahi Maria, namun Dia harus izin terlebih dahulu kepada Aliyah.
Namun sayang keinginan Pak Wibi untuk menikahi Maria dia tolak oleh Aliyah, dan hal itu membuat Pak Wibi kesal.
# Flash back
" Maria hamil anak Aku. Dan Kamu hanya perlu menyetujui Maria untuk menjadi madu Kamu " Ucap Pak Wibi kala itu.
" Tak ada sekarang wanita pun yang mau di madu Mas " Ucap Aliyah sambil berderai air mata.
" Kalau begitu lebih baik Aku ceraikan Kamu, karena sampai kapan pun Kamu tidak bisa mengandung anak Ku, karena Kamu hanyalah wanita mandul "
" Astaghfirullahalazim Mas. Istighfar, Kamu yang bilang akan tetap bertahan bersama Aku walaupun Aku mandul " Ucap Aliyah.
" Kamu pikir Aliyah, saat ada wanita yang sudah jelas jelas hamil anak Aku, apa Aku harus mempertahankan wanita mandul seperti Kamu hah ".
# Flash back off
" Astaghfirullahalazim. Jadi saat Aku menceraikan Aliyah, Dia pun tengah hamil? " Pak Wibi mengusap kasar wajah nya saat menyadari kesalahan dan juga ketidak tahuan nya tentang Aliyah saat itu.
__ADS_1