Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C63. Bukan Upin Ipin


__ADS_3

Davi menerobos masuk kamar Dava ketika remaja itu baru saja selesai mandi di dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar nya.


Dengan kasar Davi mendorong tubuh Dava hingga membuatnya terdorong ke tembok kamar nya.


"Jauhin Zahra. Dia punya gue!" Ancam Davi menarik leher kaos yang Dava kenakan saat di dalam kamar mandi.


"Kak Zahra itu saudara kita, gimana bisa Aku jauhin Dia. Lagi pula siapa yang akan jagain Kak Zahra kalau Aku nggak bareng sama Dia" Ucap Dava santai hingga memancing amarah Davi dan membuat nya semakin mencengkram erat leher kaos Dava, bahkan posisi Dava saat sedikit terangkat dan membuat nya kesulitan bernafas karena cengkraman kuat yang Davi lakukan kepada nya.


"Nggak usah alesan Lo, ada juga Elo yang di jagain Zahra gara-gara Elo lemah" Ucap Davi melepaskan cengraman nya dari Dava dan mendorong tubuh Dava hingga membentur tembok dengan keras.


"Gue nggak mau tau, mulai besok jauhin Zahra. Atau Gue nggak segan-segan bikin Lo babak belur!" Ucap Davi tak main-main. Dava menghela nafas pelan.


"Kita ini bersaudara, kembar pula. Buat apa harus bertengkar apalagi karena Kak Zahra_"


Bught


"Banyak bacot Lo!" Davi langsung memukul rahang Dava hingga membuat wajah Dava menghadap ke kanan dengan cepat, bahkan sampai mengeluarkan darah di sudut kiri bibir nya dan membuat Dava meringis kesakitan karena pukulan Davi yang keras.


"Inget pesen Gue, jauhin Zahra, atau Gue bakal_"


"Bakal apa?" Suara Zahra memaksa Davi menghentikan ucapannya.


"Lo apain Dava?" Zahra mendorong kasar tubuh Davi dan langsung meraih wajah Dava untuk melihat luka di wajah Dava dengan membolak balikan wajah Dava, lalu mengalihkan pandangan nya kearah Davi yang tengah melihat nya dengan tatapan tajam melihat kearah Dava.


"Ck. Lo lupa Dia sodara Lo, sekandung. Bahkan sejak dalam perut Lo berdua sama Dia berbagi nafas, makanan juga kotoran. Kenapa Lo_" Zahra menggantung ucapan nya kala Dava menyentuh lembut lengan nya.


"Aku nggak apa-apa Kak" Davi dan Zahra berdecak kesal karena ucapan Dava namun dengan alasan yang berbeda.

__ADS_1


Kalau Davi kesal karena Dava bersikap seolah tak masalah dengan perbuatan Davi karena brrusaha menarik perhatian Zahra. Dab Zahra kesal karena Dava hanya diam saja atas perbuatan Davi yang jelas jelas sudah membuat nya terluka.


"Nggak ada alasan Dava jauhin Gue ataupun Elo." Ucap Zahra menatap tajam Davi. "Kita bersaudara dan sudah seharusnya saling melindungi bukan saling menyakiti. Lo tau kan Gue sayang sama Elo berdua karena kalian adalah saudara Gue. Jadi Gue harap Kalian berdua, terutama Elo Vi, jaga sikap Lo karena biar gimana Dava itu saudara Lo kembaran Lo". Ucap Zahra panjang lebar.


"Minta maaf sama Dava" Titah Zahra yang di acuhkan Davi. Remaja itu justru melangkahkan pergi keluar kamar Dava walaupun Zahra berteriak memanggil nya.


"Davi!" Zahra berdecak kesal setelah Davi tak menanggapi panggilan nya hingga Davi tak terlihat lagi.


"Udah Kak. Aku nggak apa-apa kok" Ucap Dava pelan, namun justru membuat Zahra kesal lalu menatap tajam Dava yang tengah tersenyum kepada Zahra.


"Gimana nggak apa-apa liat ini. Berdarah Dava!. Memar pula. Kalau Papa sama Mama liat gimana?" Ucap Zahra kesal.


"Tinggal bilang kepentok Kak." Jawab Dava santai. Zahra merebahkan tubuh nya di kasur Dava.


Hal itu sudah biasa di lakukan nya ketika menginap di rumah kakek nya bersama Dava dan Davi yang memang tinggal di kediaman Kakek Wibisana setelah Kakek nya meninggal sepuluh tahun yang lalu.


"Davi tuh udah sering berbuat kaya gini. Masa Kamu diem aja sih Va. Sekali kali Kamu lawan dong" Dava tersenyum kecil lalu mendudukan tubuh nya di pinggir kasur nya lalu menghampiri Zahra yang tengah merebahkan tubuh nya di kasur Dava.


Tangan kanan Dava terulur lalu mengusap lembut pucuk kepala Zahra hingga membuat gadis itu mengalihkan pandangan kearah Dava yang tengah menyungingkan senyuman nya, membuat Zahra menjadi salah tingkah.


"Nggak lucu kan kalau Upin Ipin berantem" Jawaban nyeleneh Dava membuat Zahra mencubit pinggang Dava gemas.


"Kalian itu bukan Upin Ipin!" Dava tertawa kecil mendengar gerutuan Zahra.


"Menurut Kamu kalau keluarga kita tahu hubungan Kita, mereka_" Belum sempat Zahra melanjutkan ucapannya, telunjuk tangan kanan Dava sudah bertengger manis di bibir Zahra dan memaksa Zahra tak melanjutkan ucapan nya.


"Nggak usah mikir terlalu jauh. Biar nanti Aku yang bicara dengan keluarga Kita. Tapi tidak untuk saat ini." Zahra menghela nafas pelan lalu merebahkan kepala nya di paha Dava.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Davi?. Kamu tau sendiri kan kembaran Kamu itu orang nya nekat." Dava mengusap lembut rambut Zahra.


"Kamu yang lebih tahu kalau Aku justru lebih nekat di bandingkan Davi. Bukti nya Aku lebih berani mengungkapkan perasaan kepada Kamu " Ucap Dava seraya tertawa kecil dan Zahra pun lagi-lagi mencubit gemas pinggang Dava kala remaja itu selesai berucap.


"Sakit Sayang" Rengek Dava membuat Zahra pun dengan kesal menepuk dada Dava dengan pelan.


"Gombal" Gerutu Zahra yang justru di kekehi Dava dan dengan gemas Dava menangkup wajah Zahra dan mereka pun saling bertatapan dan membuat irama detak jantung mereka berdetak dengan kencang.


"Ehm" Beberapa dehaman membuat kedua remaja itu langsung mengalihkan pandangan mereka dan juga wajah mereka yang akan mendekat satu sama lain.


Zahra dengan refleks langsung bangkit dari rebahan nya di paha Dava, namun Dava justru menahan Zahra saat gadis cantik itu akan menjauhi nya.


Dua pasangan dewasa tengah menatap tajam kepada kedua nya sambil menyedapkan kedua tangan mereka di dada mereka masing-masing.


Dua pria yang masih berdiri di depan pintu kamar Dava itu kini tengah menatap kepada Dava dan Zahra secara bergantian seolah meminta penjelasan mengenai posisi mereka.


Sementara dua wanita dewasa itu berjalan menghampiri kedua anak mereka masing-masing.


"Ma" Panggil Dava lirih kepada wanita cantik yang kini menepuk bahu nya pelan.


"Umi" Zahra memanggil dengan lembut wanita yang masih terlihat cantik di usia nya yang semakin bertambah.


"Siapa yang mau menjelaskan?" Suara lantang Abi Anan membuat Zahra menundukkan kepala nya dalam-dalam.


"Biar Dava yang jelaskan Abi" Jawab Dava dengan berani.


"Jelaskan" Dava mengambil nafas pelan lalu menghembuskan nya dengan perlahan-lahan.

__ADS_1


"Dava dan Kak Zahra menjalani hubungan diluar hubungan Kami sebagai kerabat"


__ADS_2