
Desas desus hubungan Nita dan Wisnu langsung menyebar dengan cepat dan semakin liar. Kabar yang beredar pernikahan itu terjadi karena Nita yang menjebak Wisnu pada saat Wisnu berkunjung ke kost Nita.
Namun beberapa orang yang mengenal Nita cukup dekat, terutama divisi pemasaran tempat Nita dulu bekerja tentu saja tidak mempercayai hal tersebut.
Apalagi kalau melihat sikap Nita yang selalu menjauhi Wisnu membuat mereka tidak yakin Nita menjebak Wisnu untuk terikat dalam pernikahan.
Beberapa dari mereka yang sempat sesekali melihat Wisnu acap kali memperhatikan Nita dengan cukup intens dan terkadang pria itu sering kali terlihat menatap Nita dengan tatapan memuja kala wanita itu tengah membacakan hasil pertemuan karyawan.
"Editan kali" Ucap Lia masih menolak fakta yang Nita tunjukkan tadi.
"Tapi ya masa Pak Wibi, Mbak Seara juga Asisten Mbak Seara juga ada di dalam foto?" Ucap Loli membantah pernyataan Lia, hingga membuat Lia berdecak kesal.
"Eh denger denger ada gosip kalau Bu Seara itu hamil anak nya Asisten nya lho" Kedua bola mata Lia membulat dengan sempurna, lalu duduk merapat kepada Loli untuk mendengar gosip lanjutan nya.
"Jangan jangan yang selingkuh itu Bu Seara kali, bukan Pak Pras" Ucap Lia sok tahu.
"Kasian dong Pak Pras sama Bu Clara udah di tuduh selingkuh, padahal yang selingkuh itu Bu Seara" Loli mengangguk menyetujui ucapan Lia.
Ya Pak Wibi memang belum menampilkan Anan sebagai putra nya, menganggantikan kepemimpinan nya di kantor tersebut atas permintaan Anan.
Hanya para petinggi perusahaan yang mengetahui siapa Anan sebenar nya dan hubungan nya dengan Seara. Jadi wajar apabila para karyawan di perusahaan Pak Wibi tidak mengetahui fakta tersebut.
__ADS_1
"Kalian ini kalau masih mau bekerja di sini lebih baik bekerja dengan benar, jangan cuma bisa nya bergosip dan menyebarkan fitnah saja" Pak Alam pimpinan staf direksi yang mengetahui hubungan Anan dan Seara juga siapa Anan sebenarnya mengingatkan Lia dan Loli untuk menjaga bicara nya.
"Ck Pak Alam tau apa sih tentang mereka." Ucap Lia tak menanggapi ucapan Pak Alam.
"Lebih baik kalian bersiap pergi ke ruangan meeting besar. Ada pengumuman penting yang akan Pak Wibi sampaikan kepada para karyawan" Ucap Pak Alam lalu beranjak pergi meninggalkan dua wanita yang ternyata hanya mereka saja yang tertinggal di dalam ruangan, karena seluruh staf direksi lain nya ternyata sudah berada di dalam ruang meeting besar.
Lia dan Loli memasuki ruangan meeting yang sudah mulai ramai di penuhi oleh karyawan. Kantor pun sudah di tutup hingga jam makan siang berakhir nanti, yang mengartikan akan ada jamuan makan siang setelah meeting besar berlangsung.
Seluruh staf sengaja di kumpulkan Pak Wibi dari staf direksi, karyawan tetap, karyawan magang hingga bagian pantry. Hanya bagian keamanan saja yang di wakilkan oleh komandan nya saja yang di minta hadir di ruangan meeting besar.
"Tumben semua staf di kumpulkan Pak Wibi" Terdengar bisik bisik dari beberapa karyawan saat melihat karyawan divisi lain pun mulai berdatangan.
Alvin menarik kursi kebesaran Pak Wibi, dan Pak Wibi pun segera duduk di kursi yang tadi di siapkan Alvin. Dan kemudian Alvin pun duduk di sisi kiri Pak Wibi.
Sementara Wisnu yang biasa nya langsung menarik bangku untuk diri nya sendiri, kini terlihat menarik kursi yang biasa Nita duduki dan setelah itu baru mendudukkan tubuh nya di kursi yang berada di samping Nita, dan hal itu membuat beberapa orang mulai berisik bisik karena perlakuan Wisnu kepada Nita itu.
Ruang meeting pun berubah sunyi setelah kedatangan orang nomor satu di perusahaan termasuk Lia dan Loli yang turut merapatkanulit mereka untuk tak mengeluarkan suara sedikit pun.
Pintu ruangan meeting kembali terbuka, membuat atensi seluruh karyawan beralih kearah pintu yang menampakkan Anan yang tengah menuntun lembut Seara memasuki ruangan meeting.
Anan dan Seara menganggukkan kepala nya pelan saat bersitatap dengan para dewan direksi dan kemudian melangkahkan kaki mereka kearah Pak Wibi.
__ADS_1
Alvin bergegas berdiri dari posisi duduk nya dan meminta Anan untuk duduk di kursi yang tadi di duduki nya setelah Anan mengantarkan Seara untuk duduk di kursi sebelah kanan Pak Wibi,setelah sebelum nya Pak Wibi meminta Anan agar Seara duduk di samping nya sesaat setelah Anan dan Seara mencium punggung tangan kanan Pak Wibi bergantian.
Lagi lagi hal itu menjadi perbincangan bisik bisik pada karyawan, apalagi saat tanpa sungkan Pak Wibi mengusap lembut perut buncit Seara yang dibalas senyuman oleh Seara dan Anan.
"Seperti nya hubungan Pak Wibi sama Bu Seara masih baik-baik saja setelah putus dengan Pak Pras. Bahkan Asisten nya Bu Seara terlihat lebih dekat dengan Pak Wibi dibandingkan dengan Pak Pras" Kembali bisik-bisik karyawan yang belum mengetahui fakta siapa Anan dan Seara sebenar nya mengutarakan pemikiran sendiri berdasarkan apa yang di lihat nya saja.
"Sst. Gosip Pak Wisnu yang udah nikah sama Nita emang bener ya?" Karyawan yang berada di bagian belakang mulai terdengar kasak kusuk membahas gosip panas pagi ini yang di sebarkan oleh Lia dan Loli melalui grup chat yang di khususkan untuk saling bertukar gosip di ruangan mereka masing-masing.
"Kata Lia dan Loli sih Iya."
"Kaya nya iya deh. Liat aja Pak Wisnu kan selalu jaga jarak sama perempuan, tapi liat deh Dia sama Nita posisi nya kaya deket gitu"
"Hust. Gosip aja. Dengerin tuh Pak Alvin udah mulai ngomong. Mau kena SP 3 apa langsung pemecatan kalau kedengaran kalian lagi gosipin mereka!" Ucapan peringatan Pak Alam kembali membuat pasukan para pengghibah itu langsung terdiam. Apalagi saat mereka melihat kearah Alvin yang sudah mulai berbicara dan menatap mereka kearah gerombolan mereka dengan tajam.
"Kalau masih ada yang ingin bicara dengan kelompok nya, silahkan bicara di luar!" Ucap Alvin dengan tegas dan secara spontan para karyawan melihat kearah kelompok yang berada di belakang setelah mereka melihat sorot mata Alvin yang menatap tajam kearah yang sekarang menjadi sasaran tatapan serempak para karyawan.
"Rasain. Kena batu nya sekarang mereka" Bisik beberapa karyawan yang tidak menyukai kelompok yang sudah terkenal sebagai kelompok julit di kantor yang di angguki karyawan lain nya.
Ucapan pedas Alvin sontak membuat kelompok julit itu diam tak bersuara lagi.
"Baiklah. Sesuai dengan apa yang sudah sampaikan sebelum nya. Mari kita memberikan kesempatan kepada Pak Anan sebagai putra kandung Pak Wibi yang sekarang menjadi pemimpin perusahaan untuk memberikan sambutan. Waktu dan tempat Kami persilahkan"
__ADS_1