Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C56. Status Pras


__ADS_3

"Ck. Gara-gara Mas jadi telatkan masuk kantor nya!" Oceh Nita saat mobil yang dikemudikan oleh Wisnu memasuki parkiran kantor.


"Kan Kamu juga punya andil bikin Kita telat" Ucap Wisnu berpura-pura tak mau kalah.


Nita mengerucutkan bibirnya kesal, karena Wisnu masih saja dalam mode usil.


"Ish, siapa coba yang usil, orang lagi mau mandi malah main-main" Gerutu Nita. Wisnu tertawa mendengar gerutuan Nita.


"Iya, Mas minta maaf. Besok bangun nya lebih pagi main nya ya, supaya nggak telat ngantor"


"Aduh-" Wisnu mengaduh karena Nita memukul kencang bahu nya pada saat berjalan menuju lift.


"Itu mah mau nya Mas!" Ucap Nita menghentakkan kaki nya memasuki lift di ikuti Wisnu yang berjalan di belakang nya.


"Iya Mas salah, maaf ya" Nita menghela nafas pelan karena perlakuan manis Wisnu yang tengah mengusap lembut pucuk kepala nya.


"Iya dimaafkan" Ucap Nita dengan tersipu malu.


Entah mengapa sejak pengakuan Wisnu semalam, semua perlakuan Wisnu kepada nya selaku saja membuat detak jantung Nita berdegub dengan kencang.


Jika dulu setiap berdekatan dengan Wisnu aura ingin selalu marah, tapi kini setiap berdekatan dengan Wisnu Dia akan mudah salah tingkah. Bahkan saat Wisnu tak terlihat dalam jangkauan pandangan nya rasa penasaran selalu menghinggapi nya.


"Widih pengantin baru. Ehm ehm gimana? gimana?" Seara langsung menarik tangan Nita ketika wanita yang semalam sudah tidak gadis itu baru saja melangkahkan kaki nya akan memasuki ruangan meeting.


Anan hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat tingkah ajaib istri nya sambil merapikan berkas berisikan data karyawan yang akan di panggil oleh nya.


"Enak?" Nita menepuk pelan kening nya sendiri mendengar pertanyaan juga senyum usil Seara.


"Menurut Mbak?" Pertanyaan balik Nita membuat Seara menghela nafas kasar, dan seketika itu juga Nita teringat kalau malam pertama Seara sangat ajaib. "Maaf Mbak, Saya_"


"Ck nggak usah minta maaf, yang bikin salah aja nggak minta maaf malah kabur ke Luar Negeri" Ucap Seara kesal ketika mengingat Jasmine yang langsung kabur ke China setelah Andi dan Anan mencari keberadaannya.

__ADS_1


"Tapi, kaya nya sih sama kaya Kamu deh Nit. Malah Aku nggak bisa bangun gara-gara efek minuman" Nita menatap takjub ibu hamil di samping nya itu yang berceloteh nyeleneh.


"Kalau nggak enak nggak mungkin kaya gini kan?" Nita hanya meringis mendengar ucapan Seara yang di sertai tawa bahagia.


"Semoga di segerakan ya, supaya Baby ada temen main nya" Nita mengaminkan doa Seara yang dengan cuek nya mengusap perut Nita.


🌹


🌹


Ditengah pemanggilan beberapa karyawan, Anan mendapatkan kabar dari pengacara keluarga nya kalau status Pras saat ini sudah berubah menjadi tersangka.


Dia terbukti melakukan pembunuhan terhadap Clara, dan hal itu di buktikan dengan rekaman CCTV pintu tol yang merekam jejak mobil Pras yang memasuki pintu tol tersebut.


Dan setelah di selidiki lebih lanjut, ternyata di dalam mobil Pras terdapat bekas darah yang Clara yang tersembunyi di pinggiran jendela penumpang saat Pras dengan sengaja membenturkan kepala Clara ke jendela.


"Status Pras sudah jadi tersangka" Bisik Wisnu yang diangguki Anan.


"Sudah sepantasnya Om Wibi berbuat seperti itu. Lalu apa tuntunan hukuman Pras saat ini?" Kembali Wisnu bertanya.


"Pihak keluarga Clara yang di wakilkan oleh Bram meminta hukuman mati untuk Pras" Jawab Anan.


"Seperti nya itu hukuman yang layak untuk manusia kejam seperti Pras. Nggak habis pikir Aku Nan, tega-tega nya Dia membunuh wanita yang sedang mengandung anak nya itu tanpa rasa bersalah. Benar-benar bukan manusia!" Ucap Wisnu kesal.


🌹


🌹


Anan dan Wisnu pun melanjutkan kembali memanggil karyawan yang kinerja buruk dan baik.


Rata-rata para anggota grup pengghibah banyak yang di mutasi ke bagian lain nya, karena kinerja mereka yang buruk. Bahkan ada beberapa yang di rumahkan dan entah kapan pihak perusahaan akan memanggil nya kembali.

__ADS_1


Beberapa karyawan kontrak ada yang di angkat menjadi karyawan tetap. Keputusan dan langkah yang Anan lakukan dengan melakukan perombakan karyawan dan beberapa staf direksi menjadi angin segar bagi para karyawan.


Tak ada istilah senioritas lagi dalam lingkungan kerja perusahaan Anan saat ini, semua nya sama di lingkungan perusahaan. Grup ghibah pun sudah di bubar kan karena Anan melarang dengan keras ada nya grup di luar ruang lingkup pekerjaan.


Waktu berjalan dengan cepat, selepas melaksanakannya sholat isya berjamaah, Seara dan Anan pun bersantai.


Seara merebahkan kepala nya di pangkuan Anan yang tengah menselonjorkan kaki nya selepas melantunkan beberapa a'in Surah Maryam sambil mengusapi perut Seara.


Hal itu sudah menjadi kebiasaan nya selepas melaksanakan sholat, dan baby sangat menyukai nya.


Seolah mengerti jika Ayah nya sedang mengaji, Si jabang bayi akan bergerak dengan tenang ketika mendengar suara Ayah nya yang mengalun merdu, bahkan tak jarang Bunda nya sampai terlelap tidur kala mendengar suara mengaji Ayah nya itu.


" Semoga dengan banyak nya perubahan dalam struktur karyawan perusahaan semakin bisa berkembang ya Mas" Ucap Seara setelah Anan menyelesaikan pekerjaan.


"Aamiin. InsyaAllah sayang. Doa kan agar swmua nya di mudahkan dan berjalan dengan semestinya" Balas ucap Anan.


"Aamiin. Oh iya Mas, tugas Ayah sudah selesai kan?" Tanya Seara.


"Alhamdulillah sudah Sayang. Kenapa?" Seara menggaruk pelan belakang leher nya yang tak gatal, Dia bingung ingin mengutarakan keinginannya yang juga keinginan Pak Wibi, yang di sampaikan Papa mertua nya itu beberapa waktu yang lalu ketika Seara berkunjung ke rumah Pak Wibi.


"Itu. Em. Gimana ya ngomong nya. Aku takut nggak enak sama Kamu juga Ayah Mas" Ucap Seara ragu.


"Bilang aja, InsyaAllah Mas juga Ayah akan berikan, selama hal itu baik buat Kamu dan juga Baby" Ujar Anan mengusap lembut perut Seara yang selalu saja akan mendapatkan tendangan kecil kalau Anan mengusap perut Seara.


"Bener ya Kamu dan Ayah nggak keberatan sama permintaan Aku saat ini?" Seara bertanya dengan ragu. Anan tersenyum lalu mengecup singkat kening Seara.


"InsyaAllah nggak sayang" Seara memeluk pinggang Anan dengan erat, yang di balas Anan dengan mengusap lembut pucuk kepala Seara.


Seara menghirup aroma tubuh Anan yang sudah menjadi candu bagi nya sejak awal kehamilan. Aroma tubuh yang harum sabun menthol tanpa parfum Anan menjadi favorit Seara sejak saat itu.


"Memang apa yang Kamu inginkan?" Seara mendongakkan kepala nya menatap Anan yang tengah menatap nya dengan lembut dan penuh cinta.

__ADS_1


"Aku ingin ziarah ke makam Bunda ditemani Kamu juga Ayah dan Papa Wibi" Ucap Seara ragu ragu.


__ADS_2