
Anan hanya bisa menatap takjub kepada wanita yang kini tengah tertidur lelap setelah tiba-tiba ditengah jalan Seara memberikan hak istimewa nya sebagai suami, dan memaksa Anan mengalihkan jalan pulang kerumah menjadi ke sebuah hotel yang berada tidak jauh dari pintu keluar tol.
Tak hanya sekali, Seara memberikan hak Anan hingga tiga kali dengan jeda melaksanakan sholah Maghrib dan dilanjutkan sholat Isya.
Mereka kemudian melanjutkan kegiatan panas mereka hingga waktu menunjukkan pukul 9 malam. Alhasil wanita cantik itu kini tengah tertidur lelap dalam balutan selimut menutupi tubuh polos nya.
" Sleep tight honey " Anan mengecup kening Seara dengan lembut dan kemudian ikut merebahkan tubuh polos nya di samping Seara dan mendekap nya erat dari belakang dan menyusul Seara mengarungi alam mimpi.
🌹🌹🌹
Sudah berkali-kali Anan keluar masuk kamar mandi hanya untuk memuntahkan isi perut nya yang kini hanya cairan bening yang Anan keluar kan saat memuntahkan nya.
" Kita ke dokter ya Mas. Aku khawatir ngeliat Kamu kaya gini Mas " Seara memijati tengkuk Anan dengan lembut, guna membantu Anan meredakan mual nya.
" Nggak apa-apa Sayang. Kata Mbak Yulia ini masih wajar " Ucap Anan lemah.
" Tapi nggak kaya gini juga Mas, Aku kasihan sama Kamu " Melihat Anan yang selama seminggu ini terus mual dan muntah membuat Seara mencari cemas dan kini wanita cantik itu tengah menangisi keadaan sang suami.
" Hust, jangan nangis. Mas rela kok kaya gini, asalkan Kamu dan Dede sehat" Anan memeluk erat tubuh Seara.
" Maaf ya Mas, karena Kami, Mas jadi harus merasakan hal seperti ini. " Tangis Seara semakin menjadi kala Anan memeluk nya.
" Ya ampun Sayang. Nggak apa-apa kan bukan hanya Mas saja yang mengalami hal seperti. Banyak lho yang sama kaya Mas, ketika istri mereka hamil. Jadi Mas mohon Kamu jangan menyalahkan diri Kamu lagi Sayang" Seara memeluk tubuh Anan dengan erat.
__ADS_1
Kalau Anan merasakan kehamilan simpatik setelah Seara di nyatakan hamil dua bulan yang lalu, hal berbeda justru di alami oleh Wisnu dan Nita yang lagi lagi harus menjadi korban mengidam Seara.
" Please Abang. Mau ya. Abang tega kalau keponakan yang nanti ilera. Iyuh nggak banget kan Bang. Ibu nya cantik, Ayah nya ganteng masa nanti karena Om nya nggak mau kabulin keinginan nya sewaktu di dalam perut, keponakan om yang pasti nya kalau cowok ganteng kaya Ayah nya dan kalau perempuan cantik kaya ibu nya itu ileran pas udah di lahirkan cuma gara-gara Om nya nggak ngabulin keinginannya aja " Baik Wisnu dan Nita terlihat mencembikkan bibir mereka masing-masing mendengarkan ucapan panjang calon Ibu yang satu itu.
" Itu cuma mitos Ra. Nggak ada hubungannya karena kepengen sesuatu saat didalam perut, anak itu pas lahir jadi ileran " Ucap Wisnu yang secara tidak langsung menolak keinginan ngidam aneh Seara saat ini.
" Ck Abang ih. Utun tuh cuma pengen liat Om sama Aunty nya tarik ayam bekakak terus siap suapan doang. Nggak di suruh ngadain akad dulu sebelum narik bekakak Bang " Wisnu dan Nita mendengus kesal ketika pandang mereka saling bertemu.
" Nggak " Tolak Wisnu dan Nita bersama-sama, hingga membuat Seara pun mencembikkan bibir nya.
" Kenapa sih Utun demen banget ngerjain Om nya bukan Ayah nya " Protes Wisnu melihat kearah Anan yang sedang duduk sambil memeluk tubuh Seara. Harum tubuh Seara adalah obat ketika Anan merasakan mual akibat kehamilan simpatik yang tengah dijalani Seara ketika morning sick itu datang.
" Karena Utun tau kalau Ayah nya nggak bakalan mau ngabulin apa yang Dia mau " Ucap Seara yang kini menjadi sedih. Padahal Seara sendiri belum mengutarakan apa keinginan nya kepada Anan.
" Kenapa?. Marah?. Ya nggak usah marah lah. Kan setiap apa yang Utun mau Aku yang kabulin, bukan Ayah nya " Hardik Wisnu membuat Seara mengulum senyuman diam-diam.
" Sea nggak pernah minta yang aneh-aneh sama Aku Bang " Balas ucap Anan.
" Kamu nggak denger apa yang Ara bilang. Bukan nghak mau minta tapi Ara udah tau kalau apa yang Utun minta pasti nggak bakalan Kamu kabulin " Ucap Wisnu.
" Memang apa sih yang Kamu mau Dek? " Lagi lagi Anan menepis tangan Wisnu saat akan menyentuh perut Seara.
" Nggak boleh pegang " Ucap Anan kesal.
__ADS_1
" Ya kalau tau itu anak Kamu, ya Kamu harus turutin apa yang Dia mau " Ucap Wisnu. " Emang Kamu itu sebenarnya ngidam apaan sih Ra? " Tanya Wisnu memelas.
Jujur saja Dia cukup merasa risih dan tak enak hati karena Seara yang mengidam ingin selalu melihat Nita dan Wisnu bersama di setiap pertemuan mereka.
Seara hanya terdiam lalu melirik kearah Anan dengan ragu ragu.
" Memang utun mau minta apa?, sampai harus nyusahin Om Wisnu sama Aunty Nita? " Anan mengusap lembut perut rata Seara, namun hal itu justru membuat Seara menjadi sedih dan menangis kecil.
" Ck malah nangis. Bilang sama Ayah Kamu Dek, kamu mau nya apa biar pas lahir nanti Kamu nggak perlu buka pabrik iler "
" Pak Wisnu / Abang " Wisnu berdecak kesal mendapatkan protes bersamaan dari Nita, Seara juga Anan saat selesai berucap.
" Sea mau ngerasain makan di rumah Papa Wibi, tapi Sea takut Mas Dito pasti nggak bakal mau antar Sea kesana "
Tepat dugaan Anan kalau Seara pasti akan meminta sesuatu yang berhubungan dengan Ayah kandung nya itu. Dan permintaan Seara itu pun dibalas Anan dengan helaan nafas beratnya.
" Jadi sebenarnya ngidam Kamu cuma mau makan di rumah Om Wibi, bukan ngeliat Aku sama Nita barengan terus? " Seara mengangguk pelan seraya bergumam dengan bersuara seperti anak kecil yang tengah menyesali kesalahannya. " Maaf ya Om juga Aunty. Dede terpaksa "
" Ya udah kalau begitu, kalau Anan nggak mau nganter Kamu kerumah Om Wibi, biar Kamu pergi sama Abang aja. " Seara langsung bertepuk tangan senang mendengar ucapan Wisnu yang akan mengajak nya kerumah Pak Wibi.
" Jadi mulai sekarang Aku nggak harus selalu bareng Pak Wisnu lagi kan Ra?." Pertanyaan Nita membuat tiga pasang mata itu mengalihkan pandangan nya kearah Nita.
" Jujur aja, Aku risih kalau harus kemana-mana bareng Pak Wisnu selain di jam kerja. Kamu tau kan Ra, gimana deretan fans garis keras Pak Wisnu itu bersikap sama perempuan yang dekat sama Dia. Dan Aku nggak mau nanti malah kena imbas kegarangan mereka hanya karena Kami kemana-mana selalu bersama di luar jam kerja?" Ucapan panjang Nita itu membuat Wisnu terkejut. Pasal nya Dia kurang paham dengan maksud Nita mengenai fans garis keras nya. Memang nya sejak kapan Dia menjadi artis sehingga Dia mempunyai fans apalagi fans garis keras.
__ADS_1
" Maksud nya fans garis keras itu apa Ta? "