Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C45. Sarapan Perdana


__ADS_3

"Kamu ngapain Dek?" Nita membalikkan tubuh nya kearah suara Wisnu berasal. Seulas senyuman diberikan Wisnu kepada Nita dan baru kali ini senyuman Wisnu membuat Nita salah tingkah sehingga membuat gadis itu pun membalikkan tubuh nya kembali kearah kitchen set untuk melanjutkan merajang bahan masakan.


"Bikin sarapan Pak eh Mas." Balas ucap Nita mulai mengocok telur dan yang lain nya.


"Astaghfirullah, Mas lupa belum belanja mingguan. Harus nya kemarin belajar, eh malah nikah dadakan hehehehe" Wisnu berucap tanpa dosa hingga membuat Nita mendengus kesal mendengar nya.


" Nanti pulang ngantor kita belanja dulu ya Dek" Nita kembali mengangguk hingga membuat Wisnu gemas dan kemudian dengan sengaja memeluk Nita dari belakang dan membuat Nita terkejut.


"Pak eh Mas" Nita yang baru kali ini di peluk dari belakang oleh pria itu pun hampir saja menjatuhkan teflon panas.


"Kebiasaan ih ngingetin melulu" Nita menepuk punggung tangan Wisnu yang melingkar di pinggang nya dengan menggunakan ujung pegangan sutil.


"Udah ih sanaan ini lagi masak" Wisnu tak mengindahkan ucapan Nita dan lebih memilih tetap memeluk Nita dari belakang.


"Mas ih. Ganggu tau" Senyuman Wisnu langsung terukir kala Nita tak lagi canggung memanggil nya Mas.


"Habis ini Kamu ganti baju dulu. Baru kita sarapan" Nita kembali mengangguk, dan Wisnu pun melepaskan pelukan nya karena di lihat nya Nita akan menganggat omlet yang di buat nya.


Dengan sigap Wisnu menyiapkan piring datar untuk menampung omlet yang dibuat Nita, dan bertepatan dengan nasi di magic com berbunyi yang menandakan nasi nya sudah matang.


"Biar Mas yang bereskan, Kamu lebih baik ganti baju dulu" Nita pun beranjak meninggalkan pantry menuju kamar yang tadi di tunjukkan oleh Wisnu.


Setelah mengganti pakaiannya Nita pun bergegas keluar dari dalam kamar Wisnu menuju pantry yang menjadi satu dengan ruang makan.

__ADS_1


Mereka berdua pun sarapan untuk pertama kali nya sebagai suami istri, walaupun sebelum sebelum nya mereka sering makan bersama di luar pada saat sebelum menikah.


Jam menunjukkan pukul setengah sembilan ketika Wisnu dan Nita tiba di kantor dengan wajah Wisnu yang terlihat kesal menahan amarah.


Pasal nya saat perjalanan menuju kantor, di dalam mobil tadi Nita meminta kepada Wisnu untuk merahasiakan pernikahan mereka dari rekan kerja di kantor dengan alasan takut menjadi gunjingan para rekan kerja nya.


Sebelum menikah saja Nita setiap hari selalu mendapat hujatan, apalagi kalau mereka tau kalau Dia dan Wisnu sekarang sudah menikah, bisa dipastikan akan ada berita kalau Nita sengaja menjebak Wisnu agar menikahi nya.


"Mas" Nita menarik pelan lengan kanan Wisnu saat memasuki lift khusus direksi karena hanya ada mereka berdua di dalam nya.


"Mas marah?" Wisnu menatap tajam Nita seraya menjawab "Menurut Kamu?!" Nita hanya menghela nafas pelan di hold nya lift yang tengah melaju karena beberapa saat lagi lift akan tiba di lantai mereka bekerja.


"Akan ada banyak hujatan kalau Kita mengumumkan status pernikahan Kita sekarang Mas." Ucap Nita memelas.


"Iya. Aku terpaksa menerima pernikahan ini. Dan Bapak sendiri tahu alasannya. Tapi untuk malu mengakui nya ucapan Bapak itu salah besar!" Ucap Nita sambil menunjuk dada Wisnu dengan telunjuk kanan nya.


"Justru yang seharusnya malu mengakui pernikahan ini adalah Bapak bukan Saya!" Wisnu memegang tangan kanan Nita, namun di tepis oleh Nita yang kini tengah menahan tangisannya.


"Kamu lupa kalau Saya lah yang mengajukan keinginan untuk menikahi Kamu. Jadi jangan Kamu berpikir kalau Saya malu mengakui pernikahan Kita!" Wisnu menekan kembali tombol hold agar lift kembali bergerak.


"Ingat, saya yang meminta Kamu, bukan Kamu yang meminta Saya. Jadi sampai kapanpun saya tidak akan merasa malu mengakui telah menikahi Kamu!" Ucap Wisnu tegas lalu bergegas keluar dari lift meninggalkan Nita yang terdiam menahan tangisan.


Wisnu menutup pintu ruang kerja dengan kencang hingga membuat Nita yang baru saja akan memasuki ruangan staf direksi terkejut begitu pula dengan para staf direksi lain nya yang langsung melihat kearah Nita denga tahapan penuh selidik di sertai seringai yang berujung gunjingan dari para staf wanita.

__ADS_1


"Kaya nya bakal ada yang di pindahin nih" Sindir seorang staf wanita yang sering di panggil Lia.


"Wah posisi sekretaris bakal terbuka lebar nih. Lumayanlah kali aja bisa naik pangkat di ajak ninjau kasur nggak cuma nijau lapangan doang" Sindir lanjut seorang wanita yang di panggil Loli.


"Kalau yang modelan gitu mah nggak mungkin kali di ajak ninjau kasur, liat nya aja udah ilfiil" Kedua nya tertawa setelah Lia melontarkan ucapan sindiran.


"Kalian yakin bisa diajak nijau kasur kalau di angkat jadi sekretaris?" Nita membalas sindiran dengan tetap merapikan meja kerja nya.


Beberapa staf yang tadi hanya diam kini mulai melihat kearah Nita, Lia dan Loli bergantian. Mereka heran dengan Nita yang biasa nya diam kini mulai membalas sindiran Lia dan Loli.


"Kerja bukan cuma ngayal dengan modal tubuh juga dandanan" Ucap Nita sarkas hingga membuat Lia dan Loli pun beranjak dari posisi duduk mereka menghampiri Nita yang tengah duduk dengan santai sambil memainkan kursor komputer.


Brak


"Hei cupu. Lo pikir kenapa Pak Bram lebih milih Bu Clara di bandingkan Lo. Di liat dari sudut mana juga Elo tuh nggak ada menarik-menarik nya" Ucapan Lia hanya di balas dengan senyuman kecil Nita.


"Jadi menurut kalian, kalian lebih menarik dibandingkan saya?" Pertanyaan Nita membuat Lia dan Loli merapikan penampilan nya mengejek Nita.


Nita tersenyum mengejek kepada Lia dan Loli "Sayang nya Pak Wisnu sama sekali tidak tertarik kepada kalian. Dan beliau justru lebih tertarik kepada Saya!". Ucap Nita sambil menunjukkan layar HP nya kepada Lia dan Loli hingga membuat kedua bola mata mereka membulat dengan sempurna dan menatap tak percaya kepada Nita yang masih menyunggingkan senyuman mengejek kepada kedua nya.


Beberapa staf direksi yang lain nya tampak saling berisik penasaran dengan apa yang di tunjukkan oleh Nita, hingga berhasil membuat dua orang wanita yang terkenal sok kecantikan itu terlihat terkejut menatap layar hp Nita.


"Jadi saran Saya, mulai sekarang Kalian harus bisa jaga sikap, ucapan dan kalau memungkinkan Kalian itu seharusnya segan dengan Saya. Karena bisa saja, Saya mengadukan perbuatan tidak menyenangkan kalian selama ini terhadap Saya kepada Pak Wisnu, dan tidak menutup kemungkinan hal itu akan di sampaikan pak Wisnu kepada Pak Wibi. Belum lagi penilaian kerja kalian yang masih di bawah standar. Seperti nya yang harus bersiap-siap di ganti adalah kalian bukan Saya!" Ucap Nita panjang lebar.

__ADS_1


"Sayang, keruangan sekarang!" Nita tersenyum mengejek kepada Lia dan Loli saat mendengar suara Wisnu dari balik telepon yang sengaja di loudspeaker oleh Nita setelah beberapa saat yang lalu telepon meja Nita yang berasal dari dalam ruangan Wisnu berbunyi.


__ADS_2