
Ucapan pedas Alvin sontak membuat kelompok julit itu diam tak bersuara lagi.
"Baiklah. Sesuai dengan apa yang sudah sampaikan sebelum nya. Mari kita memberikan kesempatan kepada Pak Anan sebagai putra kandung Pak Wibi yang sekarang menjadi pemimpin perusahaan untuk memberikan sambutan. Waktu dan tempat Kami persilahkan"
Para karyawan yang tidak memperhatikan ucapan Alvin sejak awal terlihat terkejut dan bingung. Apalagi kelompok julit yang kini menatap tak percaya kearah depan saat Anan memberikan sambutan nya.
Kejutan selanjutnya disampaikan oleh Pak Wibi yang mengatakan kalau Anan adalah putra kandung nya, sementara Pras bukanlah putra kandung nya. Dan mulai saat ini Pras tidak ada sangkut paut nya dengan perusahaan.
Barang siapa yang masih memberi informasi kepada Pras, maka Pak Wibi dengan tidak segan-segan akan memberikan peringatan bahkan sanksi pemecatan akan di lakukan oleh perusahaan apabila setelah ini masih ada karyawan yang memberikan informasi tentang perusahaan kepada Pras.
Bukan hanya itu pernikahan Anan dan Seara pun di sampaikan oleh Pak Wibi dan lagi lagi hal itu membuat para karyawan terkejut, berarti kabar burung yang mengatakan kalau Seara tengah hamil dengan Anan adalah benar.
Mereka lebih terkejut lagi saat Pak Wibi juga memberikan kabar tentang pernikahan Wisnu dan Nita yang baru dilaksanakan kemarin.
Karena itulah sebagai bentuk rasa syukur atas pertemuan kembali nya kembali dengan Anan, lalu pernikahan Anan dan Seara serta kehamilan Seara, juga pengangkatan Anan sebagai Direktur Utama perusahaan, serta pernikahan Wisnu dan Nita, Pak Wibi sengaja mengumpulkan para karyawan untuk makan siang bersama di kantor.
Sontak saja pengumuman itu membuat berapa karyawan mulai keter ketir. Apalagi Anan tadi sempat memberitahukan bahwa akan diadakan evaluasi kinerja bagi para karyawan tetap juga karyawan magang yang ada kemungkinan akan ada perubahan posisi kerja dari karyawan tetap menjadi karyawan kontrak dan juga sebaliknya.
Tanpa karyawan ketahui bahwa sejak beberapa minggu terakhir ini, kinerja mereka sedang dalam pengawasan dan sudah ada beberapa nama karyawan tetap yang akan di mutasikan ke kantor cabang atau penurunan pangkat.
Sudah ada beberapa nama karyawan tetap yang di kantongi Anan juga Wisnu untuk di rumah kan karena kinerja mereka yang buruk.
"Gimana nih" Gumam Lia di sela acara santai setelah sambutan para petinggi perusahaan dan juga direksi lain nya. Loli hanya mengangkat kedua bahu nya membuat Lia menghela nafas kesal.
Lia melihat kearah Nita yang tengah berjabat tangan dengan beberapa petinggi direksi bersama Wisnu yang berada di samping nya. Bahkan kini tanpa sungkan Wisnu melingkarkan tangan kanan nya di pinggang Nita, dan terlihat Nita sesekali mencoba melerai lingkaran tangan Wisnu di pinggang nya.
"Wah kaya nya bakal ada yang di rumah kan nih" Celetuk salah seorang karyawan yang berada tidak jauh dari Lia dan Loli beserta kelompok nya.
__ADS_1
"Kenapa harus takut di rumah kan kalau kinerja kita bagus" Celetuk salah seorang lagi sambil melirik sinis kearah Lia dan kelompok nya.
"Mbak Nita" Nita mengalihkan pandangan nya kearah yang memanggil nya, seulas senyuman di berikan Nita kearah sang pemanggil nama nya yang tengah berada tidak jauh dari Lia dan kelompok nya.
"Izin ngobrol sama bagian pemasaran boleh kan Pak?" Nita bertanya dengan berbisik.
Wisnu melihat sekilas kearah beberapa karyawan yang tengah melambaikan tangan kearah Nita dan mengajak nya Nita untuk bergabung bersama dengan mereka, dan anggukan kepala pun diberikan oleh Wisnu sebagai tanda nya memberikan izin kepada Nita untuk menghampiri rekan-rekan kerja nya dulu.
"Nit, mau kemana?" Pertanyaan Seara membuat Nita membatalkan langkahnya menuju tempat rekan kerja nya dulu.
"Ketemu sama rekan aku di bagian pemasaran Mbak. Ikut yuk, Aku kenalin sama mereka. Salah seorang diantara mereka ada yang ibu nya jualan rujakan enak Mbak" Sorot mata Seara langsung cerah ketika Nita mengucapkan kata rujak di sela ucapan nya.
"Ikut" Tanpa sungkan Seara menarik tangan Nita menuju bagian pemasaran, tentu nya setelah meminta izin kepada Anan terlebih dahulu.
"Assalamu'alaikum" Sapa Nita dan Seara saat tiba di kumpulan bagian pemasaran.
"Selamat ya Bu Seara juga Mbak Nita" Seorang wanita muda langsung menjabat tangan Seara dan Nita bergantian lalu memeluk Nita dengan erat.
"Makasih Ulfa. Nih Mbak kenalin ini Ulfa tangan Enyak nya punya lapak rujakan, gado-gado serta kerabat lain nya" Ulfa menundukkan kepala nya kepada Seara sebagai tanda hormat, yang justru di balas Seara dengan menepuk punggung Ulfa dengan pelan setelah wanita itu menjabat tangan kanan Seara.
"Santai aja Ul" Ulfa tersenyum kecil mendengar ucapan Seara yang menyadari kegugupan nya berada dekat istri pemilik perusahaan.
"Ini Lasmi, kalau Lasmi kue kering nya juara" Ucap Nita memperkenalkan seorang wanita berhijab dan berkaca mata. Seara menganggukkan kepala nya dan menjabat tangan kanan Lasmi.
"Ini Mita yang juara nya aneka kue basah" Seorang wanita berambut sebahu diperkenalkan oleh Nita yang kembali di jabat tangan nya oleh Seara.
"Ini Joana bagian penghabisan" Ucap Nita mengulum senyuman saat melihat wajah masam wanita bertubuh agak tambun yang di perkenalkan nya kepada Seara.
__ADS_1
"Ish Mbak Nita nih suka nya bilang bener aja" Ucapan Joana membuat Seara tertawa kecil.
"Lho Pak Budi mana kok nggak keliatan?" Tanya Seara saat melihat tak menemukan kepala bagian pemasaran yang baru beberapa minggu bekerja.
"Kenapa nyariin, kangen?" Terdengar suara pria yang menjawab pertanyaan yang Seara ajukan kepada bagian pemasaran.
"Bukan kangen lagi, banget malah" Tanpa sungkan Seara memeluk Pak Budi yang membuat bagian pemasaran juga karyawan lain nya terkejut.
"Kenalkan Pak Budi ini juga Ayah nya Pak Anan"
"Hah" Ucapan Seara membuat semua orang yang mendengar nya terkejut.
"Kaget ya?" Semua nya mengangguk tak percaya.
"Sama saya juga" Pak Budi mengusap lembut pucuk kepala Seara setelah berucap.
"Yah" Tiba-tiba Anan datang lalu mencium punggung tangan kanan Pak Budi dengan takzim yang di balas Pak Budi dengan mengusap pucuk kepala Anan.
"Pak" Sapa para karyawan yang dibalas anggukan kepala oleh Anan.
"Jangan tegang begitu muka nya. Pak Anan nggak galak kok" Ucapan Seara membuat wajah wajah tegang ketika Anan datang perlahan mulai terlihat santai.
"Penilaian kinerja sudah di mulai. Saya harap apa pun keputusan yang di dikeluarkan oleh perusahaan bisa di terima" Para karyawan mengangguk pelan. Dalam hati mereka sudah pasti was-was karena besok adalah pengumuman hasil kinerja mereka.
"Pak Anan" Suara Alvin membuat atensi para karyawan beralih kepada pria tersebut.
Kedua bola mata Anan membulat saat Alvin selesai berbisik kepada nya.
__ADS_1
"Kita berangkat sekarang!" Alvin mengangguk.