
Dan disinilah Wisnu berada di depan teras keluarga Wibisana. Kediaman Wibisana semakin terasa memanas saat kedua orang tua Marina tak terima dengan nasib keponakan nya yang mendekam di dalam penjara, sementara Pak Wibi memilih angkat tangan tak mau mengurus masalah Pras karena Pras bukanlah anak kandung nya.
"Biar bagaimana juga Pras sudah menjadi anak Kamu selama puluhan tahun Bi. Jangan karena Dia merebut Clara dari Kamu, Kamu dendam dan membalas sakit hati Kamu dengan tidak membantu menyiapkan pengacara yang bagus buat Dia!" Wisnu dapat mendengar suara lantang seorang pria yang Wisnu yakni adalah suara David adik dari Maria, Mama Pras.
"Tak ada dendam Vid. Biar bagaimana pun juga Pras harus mempertanggung jawabkan perbuatannya yang sudah menghilangkan 2 nyawa sekaligus. Kekasih dan juga anak nya yang tengah di kandung kekasih nya!" Balas ucap Pak Wibi tegas.
"Jangan lupa Maria membohongi Saya, sehingga Alya istri Saya pergi meninggalkan Saya, padahal saat itu alya tengah mengandung anak Saya Vid!" Pak Wibi berucap dengan kesal, dan Anan tampak mengusapi lembut punggung belakang Papa nya untuk meredakan emosi nya.
" Kamu harus tahu walaupun Maria membohongo Saya, Saya sudah memberikan sebuah perusahaan yang di kelola Pras sebelum akhir nya Dia tangkap polisi karena telah membunuh!" Ucap Pak Wibi yang membuat Pak David meradang.
Belum kelar urusan Pras, Pak David semakin di buat pusing juga rengekan Marina yang ingin kedua orang tua nya meminta agar Dia bertunangan dengan Wisnu, karena sejak dulu Marina menaruh hati kepada Wisnu.
Namun sikap Wisnu justru terlihat biasa saja. Bahkan tadi saat Marina sengaja menunggu Wisnu di kantor nya. Pria itu justru meninggalkan Marina untuk mengejar sebuah taksi yang di yakini Marina di tumpangi oleh istri Wisnu.
"Satu lagi Vid. Masalah permintaan Kamu agar Wisnu dan Marina bertunangan Saya tolak. Karena sekarang Wisnu sudah memiliki seorang istri" Pak Wibi menujuk kearah Nita yang sedang duduk manis di samping Seara, sementara Anan duduk di samping Pak Wibi yang juga di dampingi oleh Alvin.
__ADS_1
Seulas senyuman terbit di kedua sudut bibir Wisnu sebelum Dia mengucapkan salam pada saat akan memasuki ruang keluarga yang sudah ramai.
"Assalamu'alaikum" Wisnu mengucapkan salam. Setelah mencium punggung tangan kanan para orang tua, Wisnu menghampiri Nita dan tanpa permisi langsung mengecut kening Nita dengan lembut setelah Nita mencium punggung tangan kanan nya dengan takzim.
Nita tampak terkejut dengan Wisnu yang tanpa sungkan mengecup kening nya apalagi Wisnu langsung mendudukkan tubuh nya di pinggiran sofa yang tengah di duduki oleh Nita dan Seara.
"Maaf ya, tadi Mas kaget maka nya diam, eh malah Kamu tinggal" Gerutu Wisnu tak tahu tempat yang seperti di sengaja untuk memberikan penjelasan kepada Marina dan juga nya keluarga kalau Dia sudah menikah seperti yang Pak Wibi ucapkan sebelum Dia mengucapkan salam tadi.
"Ck, alasan. Palingan Dia takut nanti malam di suruh tidur di luar. Maka nya bilang kaget sebagai alasan nya." Kedua bola mata Wisnu membulat kepada si pemilik suara yang sejak kehamilan nya itu sangat bawel dan cerewet. Yang di tatap justru tampak santai menikmati setoples snack yang di klaim si ibu hamil sebagai camilan sehat khusus Ibu hamil.
"Hilih, ngajak nya keliling Mall aja beliin kagak. Om Wis mau bikin Baby brojol di Mall?" Celotehan Seara membuat suasana tegang tadi menjadi sedikit rileks.
Sementara pasangan kedua makhluk yang tengah berdebat itu hanya bisa menggelangkan kepala mereka masing-masing tanpa bermaksud menyela perdebatan receh mereka.
"Kamu nemu di mana menantu Kamu Wibi?. Dibandingkan Dia, jelas Marina jauh beretika dan bersikap sopan saat berbicara ketika ada orang tua" Sindiran Pak David membuat Seara meradang, namun tatapan teduh Anan membuat wanita itu tak jadi menyahuti ucapan Pak David.
__ADS_1
"Alhamdulillah, menantu Saya adalah pemilik beberapa perusahaan properti. Ingat Seara Gunawan mantan tunangan yang di khianati Pras dan Clara. Nah Dia lah Seara yang justru kini menjadi menantu dari anak kandung Saya" Ucap Pak Wibi membanggakan Seara.
"Masalah etika dan kesopanan, saat ini Kita tengah berada di dalam lingkungan keluarga. Dan hal yang wajar bagi keluarga Saya ketika Kami saling bercakap-cakap dengan santai layak nya keluarga, seperti yang Pak David lihat tadi, saling melempar canda dalam percakapan dan tentu nya masih dalam kesopanan itu sudah menjadi kebiasaan di keluarga kami, selama ucapan dan tindakan tersebut tidak menyinggung satu sama lain" Ucapan Pak Wibi santai.
"Tetap saja di mana sopan santun nya saat ada orang tua sedang berbicara mereka justru bercanda. Benar-benar tak ada sopan santunnya" Ucap Pak David tak mau kalah.
"Seperti yang sudah Papa Saya bilang tadi. Kami keluarga, apakah di keluarga Anda tidak seperti keluarga Kami Pak David?. Istri saya memang orang nya seperti itu, bagi yang sudah mengenal Seara, mereka pasti akan setuju kalau istri saya bukanlah orang yang gila akan hormat walaupun Seara berasal dari keluarga yang berada. Selama masih menjaga etika baik bicara, tata krama dan juga pakaian nya, maka bagi Saya hal tersebut tidaklah masalah" Anan kini membalikkan ucapan Pak David dengan tenang.
"Alah tentu saja Kamu akan membela tingkah laku juga ucapan nya kalau Dia salah karena Dia adalah istri Kamu. Lagi pula tentu saja Kamu pasti takut kehilangan Dia karena Dia sudah kaya raya sejak lahir bukan?. Jadi mau Dia bikin salah bahkan bikin malu Kamu di muka umum pun Kamu pasti hanya akan diam. Iyakan?" Sarkas Pak David yang membuat situasi semakin memanas.
Anan menahan Pak Wibi yang akan membalas ucapan Pak David. Sementara Seara mulai menampakkan wajah sedih nya dan hal itu membuat Anan pun tersulut emosi nya.
Anan menghampiri Seara dan duduk di pinggiran sofa seperti yang Wisnu lakukan. Anan segera menarik tubuh Seara kedalam pelukan nya.
Semenjak di ketahui baby utun adalah perempuan, emosi dan mood Seara selalu turun naik, dan hal itu di wajarkan oleh Anan dan keluarga besar nya, karena pasti nya itu adalah bawaan dari baby.
__ADS_1
"Sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang suami untuk membela istri Saya jika ada yang menginjak harga diri nya. Masalah harta, sepertinya Pak David perlu tahu, Kami menikah sebelum Saya mengetahui kalau Saya adalah anak kandung Pak Wibi. Dan saya pasti akan menegur nya kalau istri Saya berbuat salah dan pasti nya dengan cara saya sendiri tanpa takut kehilangan harta yang di miliki istri saya sejak lahir " Ucap Anan tegas.