
" Apa yang ingin Kamu sampaikan, hingga meminta Kami datang? " Tanya Bagus saat Anan baru mendudukkan tubuh nya di samping Pak Budi setelah Anan mencium punggung tangan sang Paman.
" Maaf, kalau Anan meminta Paman untuk datang secara mendadak seperti ini " Ucap Anan yang di angguki oleh Bagus.
Ratna dan Rini tiba di ruang tamu dan langsung mendudukkan tubuh di mereka di samping Bagus.
" Tak perlu basa basi, Ayah Kamu tadi sudah sempat menyampaikan kalau Kamu sudah mengetahui kehamilan Ratna " Ucap Rini tanpa basa basi.
" Ya karena itulah, Anan ingin segera membahas masalah ini dengan Ayah, Paman, Bibi, dan terutama Ratna " Ucap Anan tak kalah tegas.
" Saya ingin membatalkan pernikahan Saya dengan Ratna" Ucap tegas Anan yang langsung membuat yang lain nya terkejut.
" Atas dasar apa Kamu ingin membatalkan pernikahan ini hah? " Bagus menahan tangan Rini saat wanita itu hendak menghampiri Anan setelah selesai membentak Anan.
" Pernikahan ini dilakukan atas dasar paksaan terhadap Saya " Anan memberikannya alasan yang benar ada nya.
" Bohong, ini semua pasti karena Kak Anan selingkuh dengan Nona Seara majikan nya " Kali ini Ratna yang angkat bicara dan langsung melayangkan tuduhan nya kepada Anan.
" Aku melihat dengan mata kepala sendiri Kak Anan marah saat Nona Seara meninggalkan Kakak di Mall beberapa minggu lalu, dan tadi juga Kakak menerima telepon dan pasti itu dari Nona Seara kan? " Todong Ratna berucap. Anan yang tak ingin menjawab ucapan Ratna karena apa yang Ratna ucapkan benar ada nya.
" Aku menolak pernikahan ini di batalkan " Ratna berucap lantang dan langsung membuat Anan tertawa.
" Kamu lupa, kalau Saya juga punya hak untuk menjatuhkan talak kalau Kamu menolak pernikahan ini di batalkan " Ucap Anan tak kalah sengit, hingga membuat Ratna langsung terdiam.
__ADS_1
" Kamu tinggal pilih, masih berstatus single karena pernikahan ini batal, atau janda karena Saya akan menjatuhkan talak kepada Kamu " Anan kembali berucap dengan tegas kepada Ratna.
" Kamu tidak bisa membatalkan pernikahan ini seenaknya saja Anan. Ingat, hutang kalian terlalu banyak kepada Kami, sehingga wajar kalau Kami meminta Kamu untuk membayar hutang Kalian tersebut dengan menikahkan Kamu dengan Ratna " Ucap Rini sengit namun di balas kekehan kecil oleh Anan.
Pak Budi yang sejak tadi hanya terdiam pun mulai angkat bicara dan menatap tajam kepada adik ipar nya tersebut.
" Berapa hutang yang harus Kami lunasi, agar pernikahan ini di batalkan? " Anan tersenyum kecil mendengar ucapan Ayah nya yang berhasil membuat Rini langsung terdiam dan Ratna menggelengkan kepala nya kepada Bagus.
" Kalian tidak akan pernah sanggup untuk membayar nya " Ucap Rini sombong.
" Berapa yang harus Kami bayar hah? " Bentak Pak Budi, kali ini pria paruh baya yang selalu diam saat adik ipar nya itu menghina ekonomi nya yang pas pas an itu pun akhirnya berontak. Dia sudah tidak tahan dengan hinaan yang terus menerus dilontarkan adik ipar nya tersebut. Bahkan ketika mereka meminta Anan untuk menikahi Ratna yang tengah hamil pun pria itu hanya bisa terdiam pasrah, tak berani menolak permintaan keluarga adik nya hingga tega membiarkan putra nya itu menderita.
Namun kali ini Dia tidak akan diam. Lebih baik Dia meminta tolong kepada Seara untuk membayarkan hutang keluarga kepada keluarga Adik nya dan mengorbankan seumur hidup nya menjadi supir pribadi sang majikan hingga akhir hidup nya, daripada Dia harus melihat Anan tersiksa dan menderita karena pernikahan yang terpaksa di lakukan nya.
" Ck, buat makan saja hidup Mas Budi sudah susah, ini malah mau sok sok an membayar hutang?. Bangun Ms jangan mimpi " Sarkas Rini semakin merendahkan keluarga Pak Budi.
" Maaf, kalau kehadiran Saya menganggu " Seara mengangguk ramah kepada Pak Budi, bahkan wanita cantik itu tanpa sungkan menarik tangan kanan Pak Budi dan mencium punggung tangan Pak Budi dengan takzim, hingga membuat Pak Budi terkejut.
" Nona Sea " Anan, bergegas bangkit dari duduk nya menyambut Seara dan mengajak nya duduk di sebelah Pak Budi, sementara Anan mendudukan tubuh nya di pinggiran bangku, karena bangku yang tengah Seara dan Pak Budi duduki itu hanya cukup di tempati oleh dua orang saja.
" Siapa Kamu " Sentak Bu Rini kepada Seara.
" Dia ini selingkuhan nya Kak Anan Bu " Jawab Ratna dengan menatap tajam Seara yang justru terlihat santai melihat keluarga Bagus yang duduk di seberang nya.
__ADS_1
" Jaga ucapan Kamu Ratna " Bentak Anan, Seara mengusap lembut punggung tangan Anan dan membuat emosi Anan pun mereda.
" Lihat, benarkan apa yang Ratna bilang, kalau Dia itu selingkuhan Kak Anan " Ujar Ratna sambil menunjuk kearah tangan Anan yang tengah menangkup tangan Seara di paha Anan.
" Yang sopan bicara nya Nona, Saya ini ... "
"Nona Seara adalah istri Saya " Ucapan Anan membuat Pak Budi dan Bagus sekeluarga terkejut.
" Maksud Kamu? Kalian sudah menikah? " Tanya Rini gagap yang di angguki oleh Anan.
" Kurang ajar " Bentak Rini, merangsek maju hendak menyerah Seara yang bersebrangan dengan nya.
" Bu " Teriak Bagus menangkan Rini yang tengah marah, sementara Ratna hanya terdiam mencoba mencerna ucapan Anan yang mengatakan kalau Seara adalah istri Anan.
" Jelaskan kepada Kami, apa maksud ucapan Kamu ' Ucap Pak Budi menatap tajam Anan, sementara Bagus kini tampak tengah berusaha keras meredam emosi istri nya dengan cara memeluknya dengan erat, agar tidak menyakiti keluarga Kakak nya terutama Seara yang baru saja di akui Anan sebagai istri nya, yang berarti madu untuk anak nya.
" Anan dan Nona Sea sudah menikah setelah Anan dan Ratna menikah " Jawab Anan lantang dan hal itu membuat Ratna pun kesal.
" Dasar pelakor " Bentak Ratna langsung menunjuk kepada Seara yang masih saja memasang wajah santai nya.
" Siapa yang pelakor?. Saya dan Anan sudah bersama sejak lama, namun tiba tiba Dia di paksa menikah dengan Kamu yang ternyata tengah hamil dari pria lain?. Jangan bodoh Nona, suami Saya tidak pernah mencintai Anda, bahkan Saya yakin kalau selama Kalian, Dito lebih sering menyentuh Saya dibandingkan Kamu " Ucapan Seara memancing amarah Rini yang merasakan Seara sudah menghina Ratna di depan nya.
" Dasar wanita murahan " Bentak Rini kembali berusaha meronta dalam dekapan Bagus untuk menyerang Seara.
__ADS_1
" Lebih murahan mana, Saya selaku wanita yang masih bersegel saat pertama kali dijamah suami Saya, atau wanjta yang ternyata tetap menikahi pria yang bukan menghamili nya? " Ucap Seara lantang, hingga membuat Rini pun terdiam tak berontak lagi.
" Jadi, berapa yang harus Saya bayar, agar suami Saya bisa membatalkan pernikahan nya dengan anak Anda? "