Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C37. Fakta Tentang Anan


__ADS_3

"Jangan, biar Kita selesaikan masalah ini sekarang juga. Agar jika Tuhan memanggil Papa saat ini, Papa bisa tenang karena sudah memberikan kewajiban Papa kepada orang yang berhak"


"Papa yakin?" Pak Wibi tersenyum terharu karena Anan akhir nya bersedia mengakui keberadaan sebagai ayah kandung nya. Pak Wibi pun menepuk pelan bahu Anan yang menandakan kalau Dia baik-baik saja.


"InsyaAllah Papa masih bisa Nak" Anan mengangguk pelan.


"Maaf Pak Bambang, silahkan di lanjutkan kembali penjelasan nya. Dan Saya harap Kamu tidak menginterupsi lagi ucapan Pak Bambang. Kamu cukup membaca, memahami dan nanti akan di sediakan waktu untuk Kamu berbicara" Ucap Pak Wibi secara formal kepada Pras.


Pak Bambang kembali melanjutkan dan membacakan keputusan yang sudah di buat Pak Wibi, dan tentu saja hal itu semakin membuat Pras marah besar.


Brak


Pras menggebrak meja ketika Pak Bambang menyampaikan kalau Pras hanya akan mendapatkan bagian sebuah perusahaan travel yang berada di Sulawesi yang merupakan kampung halaman Maria ibu nya, sebagai bentuk hadiah kepada Maria.


Sementara perusahan dan usaha lain nya milik Pak Wibi di berikan kepada Anan sebagai anak kandung nya, Seara yang kelak akan di berikan kepada anak-anak nya dengan Anan, Wisnu dan tak ketinggalan Alvin yang sempat terkejut kalau mendapat bagian sebuah perusahaan properti di Jakarta.


"Cukup, tidak usah di lanjutkan lagi" Lagi-lagi Pras menginterupsi ucapan Pak Bambang, Pak Wibi mengangguk pelan saat Pak Bambang melihat kearah. Melihat anggukan Pak Wibi pun Pak Bambang mengurungkan niat nya untuk melanjutkan membaca wasiat Pak Wibi.


"Jadi berdasarkan hasil ini Papa, tidak menganggap Aku sebagai anak kandung Papa begitu?" Ucap Pras seraya menunjukkan selembar kertas yang berisikan hasil test DNA nya dengan Pak Wibi.


" Lalu bagaimana mungkin Dia menjadi anak kandung Papa, kalau usia nya saja beda beberapa tahun dengan Aku. Bukankah seharusnya usia kami sama, karena Ibu kami hamil secara bersamaan bukan?. Jadi apa Papa yakin kalau Anak itu adalah anak Papa, bukan anak dari pria lain yang menjadi selingkuhan mantan istri Papa?" Ucap Pras seraya tersenyum mengejek kepada Anan.

__ADS_1


"Jaga bicara Kamu" Suara Pak Budi terdengar kencang membalas ucapan Pras. "Seharusnya pertanyaan itu Kamu ajukan kepada diri Kamu sendiri. Bagaimana mungkin seorang wanita hamil yang menceraikan suami nya karena hamil dengan pria lain, meminta pertanggung jawaban kepada pria yang bukan ayah biologis dari anak yang di kandung nya tersebut!." Pak Budi berucap dengan nada sangat mendengar tuduhan Pras.


"Anan adalah anak kandung Wibisana dan Aaliyah, Saya sengaja mengubah tahun kelahiran Anan agar Wibisana tidak akan curiga kalau Anan itu adalah anak nya jikalau Dia menanyakan keberadaan Aaliyah" Penjelasan Pak Budi tak hanya membuat Pras terkejut, semua yang berada di dalam ruangan itu pun terkejut, bahkan Anan terlihat lebih terkejut mendengar penjelasan Pak Budi mengenai usia nya.


"Anan berusia 28 tahun saat ini. Saya sengaja membuat dua berkas dengan tahun yang berbeda dan dengan nama kedua orang tua yang berbeda pula untuk menutupi keberadaan Anan dari Wibisana" Ucap Pak Budi memberi penjelasan dan hal itu membuat Pak Wibi tampak menatap Pak Budi dengan kecewa.


"Itu pasti hanya akal-akalan Anda" Pak Budi menyerahkan selembar kerja berisikan surat kelahiran Anan kepada Pak Wibi. "Itu bukti akurat yang menyatakan kelahiran Anan" Pras seketika itu juga terdiam. Tak menyangka kalau pria muda yang berada di hadapan nya itu berusia sama dengan nya, tetapi wajah Anan masih terlihat lebih muda di bandingkan nya.


Pras tertawa sumbang meratapi kehidupan nya setelah perselingkuhan nya dengan Clara terbongkar Seara dan membuat Seara menghubungi Pak Wibi, hingga membuat Pak Wibi bertemu dengan Anan dan mencurigai Anan yang memiliki wajah mirip dengan nya.


"Semua ini gara-gara Kamu Ra" Pras menujukkan jari telunjuk nya kepada Seara seraya menatap tajam kepada Seara.


"Jangan melimpahkan kesalahan Kamu kepada orang lain" Bela Anan membentak Pras. Dia tidak rela Pras menyalahkan Seara akan keadaan nya saat ini.


"Diam Kamu anak pembantu" Bentak Pras Sarkas.


"Hahahaha Masih mending menjadi anak pembantu tapi ketauan siapa orang tua kandung nya, lah Anda?" Ucapan Sarkas Alvin membuat Pras semakin tersulut emosi, Pria itu berdiri dan berjalan menghampiri Alvin yang juga tengah berdiri menunggu Pras menghampiri nya.


"Cukup" Teriak Pak Wibi, membuat Pras menghentikan langkah nya menghampiri Alvin.


"Keputusan Saya sudah bulat. Saya memberikan Kamu bagian ibu Kamu sebagai mantan istri Saya. Dan Kamu_" Pak Wibi menggantungkan ucapan nya dan melihat kearah Clara dengan tajam.

__ADS_1


"Tidak ada bagian yang layak Saya berikan untuk manusia seperti Kamu. Jadi jangan berharap Kamu mendapatkan apa yang Kamu inginkan!" Ucap Pak Wibi tegas.


"Masalah Vania, Saya rasa kalian lebih tau siapa ayah kandung anak tersebut!" Sorot mata Clara langsung meredup saat Pak Wibi tidak mengakui Vania anak yang di lahirkan dan di akui Clara sebagai anak Pak Wibi.


"Vania itu anak Kamu Mas" Ucap Clara tak terima.


"Kalau begitu mari kita lakukan tes DNA terhadap Vania dengan Saya, Pras dan juga Bram" Tak hanya Clara yang terkejut dengan nama terakhir yang Pak Wibi ucapkan. Pras yang terkejut juga kini menatap Clara dengan tajam.


Bram, nama yang di ucapkan Pak Wibi tidaklah asing di telinganya, nama yang selama ini menjadi asisten Pras itu kini disebutkan oleh Pak Wibi untuk turut serta dalam pemeriksaan DNA Vania anak Clara yang kini berusia 8 tahun.


"Semua ini tidak ada hubungan dengan Vania. Vania itu anak Mas, ingat Mas menikahi Aku saat Aku hamil Vania. Bahkan demi menikahi Aku Mas menceraikan Nyonya Maria" Pak Wibi tertawa kecil mendengar ucapan Clara.


"Kamu tau Clara, Saya sengaja menikahi dan mengakui kehamilan Kamu, agar Saya bisa terbebas dari jeratan Maria. Asal Kamu Bram lah yang memberitahukan kepada Saya kalau Dia lah ayah Vania. Bahkan perselingkuhan Kamu dengan Pras pun sudah terlebih dahulu Bram laporkan kepada Saya. Kalian mau tau sebuah rahasia yang Saya dan Bram sembunyikan dari kalian_?"


Pak Wibi tersenyum smirk kepada Pras dan juga Clara yang menunggu ucapan lanjutan Pak Wibi.


"Saya lah yang merencanakan penjebakan perselingkuhan Kalian dengan mengikut sertakan Seara kedalam drama tersebut. Saya sengaja meminta Wisnu untuk mengadakan pertemuan di tempat yang berada tidak jauh dari apartemen Pras, sengaja meminta Wisnu mengulur pertemuan hingga membuat Seara yang selalu taat beribadah itu pun ingin melaksanakan ibadah di apartemen kalian. Dan bom... "


"Rencana Saya berhasil. Selain membebaskan Saya dari pernikahan dengan Clara, Saya pun berhasil membuat Seara membatalkan pertunangan nya dengan Pras dan mendapatkan apartemen yang Pras tempati karena Pras telah mengkhianati Seara".


"Tak hanya terkuaknya perselingkuhan Kalian, Saya pun akhir nya mengetahui kalau Saya memiliki seorang anak kandung asli dari wanita yang sampai saat ini masih sangat Saya cintai. Dan kalian tau?, kalau perselingkuhan kalian justru membawa kebahagiaan bagi Saya dan penderitaan bagi kalian" Pak Wibi tersenyum puas setelah menyelesaikan ucapan panjang nya kepada Pras dan Clara.

__ADS_1


"Jadi Pras dan Clara, saran Saya lebih baik kalian menerima keputusan yang sudah Saya buat, atau kalian tidak akan mendapat apa pun!"


__ADS_2