Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C55. Sebuah Kisah


__ADS_3

Nita masih meringis kala hendak bangun posisi nya. Terdengar suara kucuran air shower dari dalam kamar mandi yang menandakan suami nya sedang mandi.


Jam di dinding sudah bertengger di angka empat, menandakan beberapa menit lagi akan masuk waktu shubuh. Nita merenggangkan tubuh nya sebelum menurunkan kaki nya dari ranjang.


Ceklek


Wisnu keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan handuk yang hanya menutupi bagian bawah tubuh nya.


"Sudah bangun?" Nita mengangguk seraya meringis kecil merasakan inti tubuh nya yang terasa nyeri dan menganjal, sekaligus grogi karena lagi lagi Wisnu membuat deg deg an dengan tampilan setengah polos nya.


Hal yang wajar terjadi bagi wanita yang baru pertama kali melakukan nya. Beruntung Wisnu hanya melakukan sekali dengan durasi hampir lima belas menit.


Seketika itu juga Nita meremang kala mengingat beberapa novel yang sempat di baca nya di mana ada yang baru pertama kali melakukan dengan durasi hingga berkali-kali dan berdurasi hingga berjam-jam.


Astaga dia saja yang hanya melakukan lima belas menit sudah seperti ini apalagi yang melakukan nya berkali-kali hingga berjam-jam. Kepala nya menggelang membayangkan nasib wanita yang melakukan itu hingga berjam-jam dengan berbagai gaya.


"Masih sakit?" Nita tercekat kaget saat tiba-tiba Wisnu berjongkok di hadapan nya. Sorot mata penuh penyesalan terlihat dari kedua bola mata yang baru pertama kali Nita perhatikan itu berwarna amber, dan hal itu membuat Nita memperhatikan dengan seksama bola mata Wisnu yang terlihat berbeda dengan yang lain nya.


Kedua tangan Nita menangkup wajah Wisnu, dan dengan seksama Nita memperhatikan lebih jelas warna bola mata Wisnu yang bagi nya sangat unik karena berwarna orange sedikit kecoklatan.


"Kenapa?. Apa mata Mas ada belek nya?" Lagi-lagi pertanyaan konyol Wisnu membuat Nita merotasi malas kedua bola mata nya.


"Iya banyak banget belek nya!" Jawaban Nita hanya di tertawai kecil oleh Wisnu.


"Mas masih ada darah Spanyol dari kakek Mas, jadi jangan heran kalau bola mata Mas lain dari yang lain. Karena itulah Mas menggunakan kacamata untuk menutupi nya. Takut banyak kaum hawa yang tergila-gila dengan bola mata dan juga ketampanan Mas" Ucapan penuh percaya diri Wisnu membuat Nita gemas dan melayangkan cubitan gemas di hidung mancung Wisnu.


"Kalau Mas ngomong tuh suka bikin emosi" Ucap Nita gemas.

__ADS_1


"Tapi cuma sama Kamu aja lho Mas bikin emosi" Balas Wisnu berucap.


"Kenapa?" Alis Wisnu mengernyit mendengar pertanyaan Nita.


"Kenapa Mas demen banget bikin Aku emosi?"


Wisnu menatap dalam Nita lalu mengusap lembut rambut Nita hingga membuat Nita salah tingkah.


"Karena Kamu spesial. Karena hanya Kamu yang bisa membuat ini_" Wisnu meletakkan kedua telapak tangan Nita di dada nya, "Ini akan berdecak dengan kencang saat dekat dengan Kamu" Nita dapat merasakan debaran jantung Wisnu yang berdetak dengan kencang.


"Kamu tau, ini sudah berdebar ketika pertama kali melihat Kamu" Nita menatap Wisnu dengan terkejut.


"Waktu pertama kali bertemu?. Di rumah Pak Wibi?" Wisnu menggelengkan kepala nya menjawab pertanyaan Nita, dan hal itu membuat Nita heran.


Karena setahu nya mereka pertama kali bertemu saat di rumah Pak Wibi, ketika Pak Wibi meminta nya mengantarkan berkas dan Pak Wibi mengenalkan Wisnu sebagai pengganti Pras.


"Kamu salah mengenali orang yang sudah Kamu tabrak sekaligus menolong dan mendonorkan darah nya buat Kamu, hanya karena berpatokan kepada jam tangan yang di kenakan nya" Nita memandang Wisnu dengan tatapan penuh tanya.


Bagaimana Wisnu mengetahui kecelakaan yang menimpanya saat baru lulus SMK beberapa tahun yang lalu, dan tunggu salah mengenali orang?. Bukankah yang menolong dan mendonorkan darah untuk nya saat itu adalah Bram?.


"Bukannya_"


"Apa Bram mempunyai luka seperti ini?" Nita yang shock dengan ucapan Wisnu menyentuh bekas luka jahitan yang berada di lengan kiri Wisnu.


Nita ingat betul, pada saat kecelakaan itu terjadi Dia yang tidak konsentrasi menabrak seorang pria yang baru saja keluar dari dalam mobil dan menggores lengan pria itu dengan spion motor yang kebetulan lancip.


Bahkan pria itu sempat terjatuh sebelum akhirnya menolong Nita yang jatuh dan sebelum tak sadarkan diri, Dia tak sempat melihat wajah pria uang di tabrak dan justru malah menolong nya dengan membopong tubuh nya yang nyaris tak sadarkan diri, Dia hanya mengingat jam tangan yang di kenakan oleh pria tersebut saat itu.

__ADS_1


"Jam itu Bram minta sebagai hadiah ulang tahun nya tepat sebelum Dia bertemu dengan Kamu. Bahkan Kamu tidak mengetahui status Bram saat itu yang ternyata sudah berhubungan dengan Clara bahkan memiliki anak dari Clara. Namun Kamu memberitahu Bram tentang kecelakaan itu dan mengucapkan terima kasih kepada Bram karena sudah menolong dan mendonorkan darah nya buat Kamu" Wisnu mulai berkisah dan membuat Nita tak percaya dengan apa yang di ucapkan Wisnu.


"Bahkan Kamu langsung menyetujui Bram yang ingin menjalin hubungan dengan Kamu, padahal tanpa Kamu ketahui Bram sengaja menjalin hubungan dengan Kamu hanya untuk menutupi hubungan nya dengan Clara" Nita memandang Wisnu dengan tatapan penuh rasa bersalah.


Hanya karena jam tangan Dia sudah salah mengenali orang dan berterima kasih kepada orang yang salah. Untung saja saat menjalin hubungan dengan Bram, Nita selalu menolak keinginan Bram untuk menjadikan nya teman ranjang dengan dalih akan menikahi nya setelah mereka melakukan nya.


Nita menghela nafas lega, walaupun terlambat setidaknya Dia kini sudah mengetahui siapa dewa penolong sebenarnya.


"Maaf" Nita berucap lirih. Wisnu tersenyum lalu bergantian menangkup wajah Nita dengan kedua telapak tangan nya.


"Dimaafkan. Dan terima kasih sudah menjaga nya" Nita memukul punggung tangan kanan Wisnu yang dengan tiba-tiba sudah bergeriliya serta membelai manja bagian inti Nita.


"Masih aja modus!" Gerutu Nita dan membuat Wisnu tertawa kecil lalu mengacak-acak rambut Nita dan membuat wanita itu semakin kedua dengan ulah jahil suami nya itu.


"Ish nyebelin" Omel Nita hendak beranjak dari duduk nya. Namun hal itu urung di lakukan nya karena ternyata inti tubuh nya masih terasa ngilu dan membuat nya meringis sambil menahan tubuh nya untuk berdiri.


"Sakit?" Tanya Wisnu khawatir.


"Nggak Mas, cuma ngilu kaya masih ada yang ganjel" Jawab Nita membuat seulas senyuman usil Wisnu pun terbit.


Tanpa aba-aba apalagi permisi, Wisnu pun mengangkat tubuh Nita dan menggendong nya ala bridel style, membuat Nita yang takut jatuh pun langsung melingkarkan kedua lengan nya di leher Wisnu.


"Berdasarkan perbincangan para wanita yang sudah berpengalaman melayani para suami di ranjang. Pertama kali pasti sakit selanjutnya bikin nagih" Nita menggigit gemes ceruk leher kanan Wisnu karena ucapan Wisnu yang lagi-lagi nyeleneh.


"Itu mah cuma bisa omongan para kaum pria yang selalu minta di puaskan" Balas ucap Nita tak kalah nyeleneh dan membuat gemas Wisnu hingga menggigit pelan pucuk hidung Nita.


"Lanjut?_" Wisnu berbisik dengan lembut kala tiba di dalam kamar mandi, membuat tubuh Nita langsung meremang setelah Wisnu dengan sengaja melepaskan handuk yang dikenakannya.

__ADS_1


"Mas Wisnu_"


__ADS_2