Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C41. Tuduhan Kepada Nita


__ADS_3

Nita baru saja merebahkan tubuh nya di atas kasur lantai yang berada di dalam kamar kost nya setelah mandi dan melaksanakan sholat Ashar, gadis itu berencana merebahkan tubuh nya hingga waktu Maghrib nanti.


Namun suara ketukan pintu membuat gadis itu bangkit dari posisi tiduran dan langsung membuka pintu nya.


"Astaghfirullahalazim... "


"Waalaikumsalam bukan Astaghfirullahalazim" Nita mengusap pelan kening nya kala sebuah sentilan baru saja mendarat dengan sempurna di kening nya.


"Bapak mau ngapain lagi kesini" Ucap Nita kesal, karena lagi-lagi bos yang bikin nya bisa darah tinggi itu kini sudah berdiri dengan gagah nya di depan pintu sambil memasukkan kedua telapak tangan nya kedalam saku celana cargo selulut nya.


"Kenapa?. Emang nya nggak boleh kalau atasan berkunjung kerumah anak buah nya?" Jawaban santai Wisnu kembali membuat Nita meradang dan akan menutup pintu kamar kost nya.


Namun Wisnu yang lebih cepat dan tenaga nya lebih kuat itu berhasil menahan pintu yang akan di tutup Nita, dan akhir nya adegan buka tutup pintu itu pun terjadi, hingga pada akhir nya Nita harus pasrah ketika Wisnu berhasil mendorong pintu kamar kost Nita hingga terbuka lebar.


Tanpa permisi Wisnu melangkah memasuki kamar kost Nita, setelah melepaskan alas kaki nya berupa sandal sejuta umat yang banyak di jual di warung-warung kelontong rumah, bukan sandal bermerek dengan harga fantastis.


Dengan tanpa dosa pria itu merebahkan tubuh nya di kasur lantai Nita, hingga membuat Nita pun terpekik kaget.


"Hei" Nita menarik paksa tangan kiri Wisnu yang tengah menutupi kedua mata nya untuk segera bangkit dari tiduran nya.


"Bangun Pak. Pulang sana. Astaghfirullahalazim, bisa nggak sih Bapak tuh sehari aja nggak bikin Saya kesel Pak" Ucap Nita sambil terus menerus menarik tangan kiri Wisnu agar bangkit dari posisi tiduran nya. Namun Wisnu bergeming dan tetap berada dalam posisi nya.


"Ya ampun Pak, Saya mau istirahat, kenapa malah Bapak yang rebahan sih. Ih Pak Wisnu bangun Pak!" Rengek Nita dengan nada memelas juga kesal, karena Wisnu masih saja menganggu hari libur nya yang hanya tersisa beberapa jam lagi sebelum otak nya kembali berperang dengan rutinitas pekerjaan juga ocehan Wisnu yang selalu membuat nya darah tinggi.

__ADS_1


"Berisik" Wisnu menarik kencang tangan Nita hingga membuat gadis itu pun terhuyung.


Brugh


Tubuh mungil Nita pun terjatuh keatas tubuh Wisnu lalu membuat kedua terkejut kemudian saling bertatapan dalam diam.


Brugh


"Astaghfirullahalazim" Nita dan Wisnu yang masih terkejut atas jatuh nya Nita keatas tubuh Wisnu itu dengan tiba-tiba.


Dan Mereka semakin terkejut saat mendengar teriakan istighfar dari beberapa orang yang tengah berdiri di depan pintu kamar kost Nita dengan tatapan curiga kearah Nita yang berada di atas tubuh Wisnu.


Entah di sengaja atau tidak Wisnu justru melingkarkan tangan kiri nya di pinggang Nita, sehingga bagi yang melihat posisi mereka tersebut sangat intim dan semakin mengundang kecurigaan beberapa orang yang masih berdiri di depan pintu kamar Nita.


"Wah nggak beres nih" Ucapan salah seorang warga menyadarkan Nita yang lalu segera bangkit dari posisi nya, dengan sengaja menekan keras dada Wisnu hingga membuat Wisnu meringis kesakitan.


Wisnu terlihat santai kala tatapan para tetangga kost Nita menatap tajam kepada nya dan Nita bergantian saat mereka di bawa kerumah pemilik kost yang masih berada di dalam lingkungan kost Nita.


Nita berkali-kali menjelaskan kepada pemilik kost dan juga tetangga kost nya kalau Dia dan Wisnu tidak melakukan perbuatan yang mereka tuduhkan.


Gadis manis itu bahkan sampai menangis saat para tetangga kost Nita tetap menuduhnya dengan tuduhan yang membuat Nita sakit hati, apalagi saat melihat tersangka utama nya yang hanya terdiam tak menanggapi tuduhan dan lebih memilih duduk santai.


"Astaghfirullahalazim.Saya tidak mungkin melakukan perbuatan tersebut Pak Bu. Saya juga masih punya malu untuk melakukan hal tersebut apalagi dengan pintu kamar yang di buka lebar!" Lagi-lagi Nita membantah tuduhan itu dengan derai air mata.

__ADS_1


Wisnu yang sejak tadi hanya diam dan menyimak pun menjadi tidak tega ketika melihat gadis itu terus menerus menjelaskan kalau tuduhan para tetangga kost nya itu tidak benar bahkan kini Nita menjelaskan nya dengan sesungukan menahan tangisan nya.


"Kalau begitu kenapa Bapak-bapak sekalian tidak menikahkan Kami saja" Ucapan Wisnu sontak membuat Nita mengalihkan pandangan kearah Wisnu dan menatap pria yang juga tengah menatap nya.


"Kamu nggak usah menjelaskan berkali-kali. Mau Kamu jelaskan sampai Kamu ileran darah pun mereka nggak bakalan percaya Nita. Jadi biarkan saja mereka menikahkan kita" Ucapan Wisnu semakin membuat Nita naik darah, hingga gadis itu pun menjadi gelap mata dan


Plak


Semua mata terkejut tertuju kepada Nita yang menampar pipi kanan Wisnu kencang. Wisnu tercekit ngeri saat melihat sorot mata penuh kebencian kini terpancar dari tatapan Nita kepada nya.


Nafas Nita bahkan sampai turun naik guna meredam amarah nya kepada Wisnu, hingga membuat Wisnu yang masih terkejut itu pun diliputi perasaan bersalah kepada gadis yang selalu saja menjawab ucapan Wisnu apabila ucapan Wisnu tidak berkenan.


"Nita" Wisnu memanggil Nita dengan sangat, dengan tidak memperdulikan pipi kanan nya yang masih terasa panas juga memerah akibat stempel tangan Nita.


Wisnu mencoba meraih tangan Nita namun ditepis dengan kasar oleh Nita. Gadis itu mengusap dengan kasar lelehan air mata yang keluar dari kedua kelopak matanya dengan mengenakan lengan piyama panjang yang dikenakan nya.


Pemilik kost menghela nafas nya dengan pelan. Dia tau Nita dan Wisnu tidak tengah melakukan hal yang di tuduhkan oleh warga kost nya kepada mereka berdua.


Pria dan wanita paruh baya itu pun tak tega kalau harus memaksakan kehendaknya para warga kost nya kepada Nita dan Wisnu, apalagi saat melihat Nita yang menolak terang-terangan Wisnu, jadi mereka bisa memastikan kalau Nita sama sekali tidak tertarik kepada pria yang berada di samping nya.


Entah apa yang dipikirkan oleh Nita hingga menolak terang-terangan Wisnu yang amat sangat layak untuk dijadikan imam pilihan. Dilihat dari wajah, penampilan, juga sikap Wisnu, pemilik kost meyakini kalau Wisnu adalah pria yang baik. Namun lagi-lagi kedua nya hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat Nita yang masih saja terus menepis tangan Wisnu ketika hendak memegangnya.


"Nak Nita. Bisa kita bicara sebentar" Ucapan lembut Ibu kost di angguki oleh Nita. Gadis itu pun beranjak dari duduk nya mengikuti Ibu kost yang berjalan menuju ruang sholat yang berada di dalam rumah nya.

__ADS_1


Dengan lembut Ibu Kost yang bernama Bu Rahma itu menuntun Nita untuk duduk di sebelah kiri nya.


"Kenapa menolak permintaan Nak Wisnu?"


__ADS_2