
" Nita, keruangan Saya sekarang juga " Titah Wisnu melalui panggilan telepon kantor dari ruang kerja nya.
Nita menghela nafas pelan sebelum beranjak dari duduk nya. Sejak sebulan ini gadis manis nan sederhana itu menempati ruang kerja staff Direksi yang berada di samping ruang kerja Wisnu, ketimbang harus menempati meja yang berada di depan ruangan Wisnu dan mendapat ocehan juga sindiran dari para fans garis keras Wisnu yang berada di kantor termasuk beberapa staff direksi wanita lain nya ketika bertemu atau hanya sekedar berpapasan dengan nya.
Belum lagi berita yang mengabarkan kalau Nita sekarang menjadi sahabat Seara yang mereka ketahui sebagai pemilik perusahaan properti yang tengah menjalin kerjasama dengan perusahaan tempat mereka bekerja, sehingga membuat gosip kedekatan hubungan Nita dan Wisnu pun semakin menyebar.
Tak hanya gunjingan, Nita juga mendapat teror panggilan atau chat yang entah berasal dari fans garis keras Wisnu mana lagi yang selalu mengganggu waktu kerja juga waktu istirahat nya di rumah yang selalu meminta nya agar menjauh dari Wisnu, membuat Nita akhir nya meminta kepada Pak Wibi untuk memindahkan meja kerja ke ruang staff direksi lain nya.
Tapi seperti nya hal itu juga percuma, terbukti dengan pindah nya Dia ke ruang staff Direksi, gunjingan dari para staff perempuan justru membuat nya harus mendengar langsung gujingan yang berujung menjadi sindiran kepada nya.
Dengan lesu Nita mengetuk pintu ruangan Wisnu.
Tok Tok Tok
Setelah mendengar kata masuk dari dalam ruangan, Nita pun memasuki ruang Wisnu dengan ragu-ragu.
Sejak kepulangan dari kediaman Seara beberapa minggu yang lalu, sikap Wisnu kepada Nita memang sedikit berubah. Wisnu yang biasa nya selalu mengomeli nya kini lebih sering terdiam saat dalam bekerja bersama nya.
" Ada apa Pak? " Tanya Nita saat tiba di hadapan Wisnu yang masih terlihat berkutat dengan lembaran berkas di meja kerja nya.
Nita memilih untuk tetap berdiri di depan meja Wisnu yang masih berkutat dengan lembaran berkas yang berserakan di atas meja kerja nya.
"Duduk! " Ucap Wisnu tanpa mengalihkan pandangan dari berkas yang tengah di tanda tangani nya. Nita pun menghela nafas pelan dan kemudian mendudukkan tubuh nya di kursi yang berada di depan meja kerja Wisnu.
Wisnu sudah menyelesaikan pekerjanya, pria itu pun kemudian merapikan berkas yang sudah di tanda tangani dan meletakkan berkas itu di sisi kanan meja nya.
__ADS_1
" Saya penasaran dengan omongan Kamu sewaktu di rumah Ara dan Anan minggu lalu" Ucap Wisnu memecah keheningan diantara Dia dan Nita yang sejak tadi hanya diam sambil sesekali melirik kearah Wisnu yang tengah sibuk dengan berkas berkas nya tadi.
" Mengenai apa Pak?. Kayanya banyak yang kita bicarakan dengan Mbak Ara juga Pak Anan " Ucap Nita berpura-pura tak paham.
" Ck, Saya tau kamu pura-pura nggak paham maksud Saya Ta. " Wisnu berjalan menghampiri Nita yang sedang duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi nya.
Wisnu berdiri di hadapan Nita dengan menyandarkan tubuh nya di ujung meja kerja nya.
" Kamu pikir Saya artis yang punya fans garis keras " Nita hanya ber oh ria setelah Wisnu selesai berucap.
" Kenapa cuma oh saja? "
" Lantas Saya harus bilang apa selain oh? "
" Apa kek selain oh " Protes Wisnu yang di tanggapi helaan nafas pelan Nita.
Perlahan gadis itu menggerakkan posisi kursi putar yang di duduki nya kearah Wisnu yang masih berdiri bersandar di pinggir meja tak jauh dari tempat kursi yang Nita duduki berada. Sejenak gadis manis itu melihat kearah Wisnu dan segera mengalihkan pandangan kearah rak buku ketika pandangan mereka bertemu, dan hal itu sempat membuat kedua nya menjadi kikuk untuk sesaat.
" Apa Bapak nggak pernah sadar, sejak Bapak datang menggantikan posisi Pak Pras sudah membuat banyak karyawan perempuan mencari perhatian Bapak? " Ucap Nita.
" Termasuk Kamu? " Wisnu tersenyum kecil nyaris tak terlihat oleh Nita, namun senyuman kecil tak terlihat itu langsung hilang ketika Nita berdecak dan menjawab pertanyaan nya.
" Ck, kan Saya sudah pernah bilang sama Bapak, kalau Bapak itu nggak termasuk dalam kategori pria idaman Saya." Jawaban Nita semakin membuat Wisnu meradang.
Wisnu menatap tak percaya kearah Nita.agaimana bisa pesona nya tidak menarik perhatian Nita, gadis yang berpenampilan sederhana bahkan terkadang mengenakan kacamata saat gadis itu tengah berhadapan dengan lembaran kertas dan layar komputer.
__ADS_1
" Kamu pikir Kamu juga termasuk gadis idaman Saya? " Balas tanya Wisnu yang di balas Nita dengan mengangkat kedua bahu nya cuek.
Ya itulah Nita, gadis itu sudah terbiasa mendapatkan ucapan yang kurang menyenangkan kalau berhubungan dengan fisik, sehingga jika Dia mendapatkan ucapan buruk mengenai penampilan nya, gadis itu lebih memilik cuek dan tidak memasukkan nya ke dalam hati.
"Tapi tetap saja, walaupun sudah berkali kali Saya bilang, kalau Saya nggak tertarik sama Bapak masih banyak perempuan yang selalu menggunjingkan. Dibilang nggak pantas lah jadi sekretaris Pak Wisnu. Dikatai si punuk merindukan bulan lah, di gunjingkan cupu yang mimpi jadi Cinderella lah, dan masih banyak lagi gunjingan juga umpatan yang harus Saya terima sejak menjadi sekretaris Bapak."
" Cape lho Pak di gunjingkan kaya gitu. Apalagi gunjingan itu nggak terbukti ada nya "
Wisnu hanya terdiam mendengarkan curhatan panjang Nita, tanpa mengalihkan pandangan nya kearah gadis yang menceritakan curahan hati nya itu dengan menatap lurus kedepan melihat kearah tak buku tanpa berani menatap kearah Wisnu yang sedikit pun.
" Ya resiko Kamu menjadi sekretaris pria tampan seperti Saya"
Nita berdecak kecil seraya bergumam "Narsis"
Dengan alasan Nita selalu berpenampilan sederhana, cekatan dan selalu bertindak tegas membuat Pak Wibi tertarik untuk menjadikan Nita yang awal nya bekerja di departemen perencanaan itu pun menjadi sekretaris Pras yang setiap tiga bulan sekali selalu mengganti sekretaris dan semua sekretaris yang di pilih Pras selalu tak bisa bekerja secara profesional.
Bukan tanpa alasan Pak Wibi memindahkan Nita menjadi sekretaris Pras yang menjabat sebagai Direktur Operasional kala itu. Selain cekatan, Nita juga pribadi yang tegas dan itu terbukti dengan Nita yang menegur langsung kinerja Pras yang di anggap hanya main main dengan para sekretaris nya sehingga membuat beberapa pekerjaan yang di ajukan Nita menjadi terbengkalai bahkan harus gagal di setujui klien karena kecerobohan sekretaris Pras.
Bukan nya mengabulkan keinginan Pras untuk memecat Nita, Pak Wibi justru menjadikan Nita sebagai Sekretaris Direktur Operasional yang saat itu di pegang Pras dan kini setelah Pak Wibi mencoret nama Pras dari perusahaan jabatan itu pun di pindah alihkan kepada Wisnu yang merupakan keponakan dari Pak Wibi.
" Berhubung Bapak memanggil Saya kesini, maka sekalian Saya meminta izin kepada Bapak untuk mengundurkan diri menjadi sekretaris Bapak dan kembali ke departemen perencanaan!"
#####
Kita beralih sejenak ke kisah nya Wisnu dan Nita. Nanti balik lagi ke konflik nya Anan dan Pak Wibi juga Pras.
__ADS_1