
Anan terdiam mendengar penjelasan Andi, selama ini yang menjadi pegangan nya adalah pendapat dari nomor tiga, namun Anan masih tetap menolak untuk menerima pernikahan nya dengan Ratna yang memang karena desakan dari keluarga nya.
" Dalam Islam sendiri hukum menikah karena terpaksa juga tidak diperbolehkan dalam pernikahan. Status pernikahan tersebut juga dianggap tidak sah karena calon pria ataupun wanita yang tidak bersedia untuk menikah. Jadi sudah sangat jelas bahwa hukum menikah karena terpaksa atau menikah dibawah ancaman tidak bisa dilakukan dan pernikahan tersebut dianggap tidak sah. " Andi kembali memberikan pendapat nya ketika Anan menanyakan status pernikahan karena paksaan.
" Berdasarkan Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Perkawinan, pernikahan yang dilakukan secara paksa karena adanya ancaman bisa dibatalkan yang dilakukan oleh istri atau suami. Dalam hal ini yang dilakukan adalah pembatalan nikah dan bukan perceraian. Hal ini karena status pernikahan yang dilakukan adalah tidak sesuai dengan aturan UU Perkawinan dimana tidak boleh ada ancaman atau paksaan dari pihak lain." Andi kembali menjelaskan kepada Anan dan Seara.
" Pembatalan pernikahan tersebut bisa diajukan dalam jangka waktu paling lama 6 bulan sejak dilakukan pernikahan. Namun jika sudah melebihi dari batas waktu tersebut, maka selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan mengajukan gugatan perceraian. Namun juga perlu ada alasan yang menyertai mengapa perceraian tersebut dilakukan."
" Selain dalam peraturan negara yang melarang untuk melakukan pernikahan secara paksa, dalam Islam sendiri juga ada aturan mengenai hukum menikah karena terpaksa. Menurut HR. Al-Bukhari no 5136 dan Muslim no 1419 menyatakan bahwa tidak boleh menikahkan janda sebelum dimusyawarahkan dan tidak boleh menikahi anak gadis sebelum meminta izin padanya. Jadi bisa dikatakan hukum menikah karena terpaksa dalam Islam adalah haram. Hal ini karena bisa saja kedua belah pihak tidak mencintai atau hanya salah satu pihak saja. Jika kedua orang tua memaksa anak perempuannya untuk menikah, maka status pernikahan tersebut akan bergantung pada kerelaan wanita. Jika ia rela atau menerima menerima, maka akadnya sah. Namun jika tidak rela, maka akad tersebut batal atau tidak sah. Namun perlu diperhatikan bahwa batalnya akad atau tidak sahnya akad bukan berarti bercerai. Hal ini karena perlu ada pembatalan pernikahan yang diajukan pada pengadilan agama atau negeri."
" Lalu bagaimana jika wanita itu rela dinikahkan, namun pria nya terpaksa Kak? " Kali ini yang mengajukan pertanyaan itu adalah Seara. Andi menyunggingkan senyuman kecil lalu melihat kearah Anan.
" Karena wanita nya sudah ridha untuk di nikahkan kepada pria itu, maka keputusan nya kembali kepada si pria, apakah ingin melanjutkan pernikahan atau membatalkan pernikahan tersebut. " Jawab Andi lalu melihat kapada Anan.
####
Anan melajukan mobil menuju kediaman Seara, kedua saling diam ketika beranjak pulang dari rumah Andi dan Yulia. Hingga tiba di rumah Seara, kedua nya masih saja terdiam.
Diam nya Anan, membuat Seara menganggap kalau Anan berat untuk membatalkan pernikahan nya dengan Ratna. Apalagi Anan selama ini selalu berpegangan pada pendapat yang di kemukakan Mahzab nomor tiga yang menganggap pernikahan Anan dan Ratna yang tengah hamil dari pria lain tetap sah di mata agama.
Sementara Anan sendiri diam karena sedang memikirkan ucapan yang akan di sampaikan kepada Ayah nya juga Ratna nanti.
Anan menghela nafas pelan ketika selesai memarkirkan mobil. Anan menahan tubuh Seara yang akan keluar dari mobil.
" Bisakah Nona ikut ke rumah Saya?, bantu Saya untuk menjelaskan kepada Ayah juga Ratna " Seara membatalkan niat nya keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
" Maaf, Saya rasa ini urusan keluarga Kalian, dan saya tidak pantas untuk ikut campur. Apalagi jika mereka tau status Saya sebagai istri kedua Kamu, tentu itu akan dijadikan alasan mereka kalau Kamu meninggalkan Ratna hanya demi Saya, sehingga mereka akan menganggap Saya Pelakor" Ucap Seara menolak permintaan Anan.
" Lagi pula, pernikahan paksa itu bukan hanya terjadi pada pernikahan Kamu dan Ratna. Ingat pernikahan Kita juga kita lakukan karena terpaksa " Seara membuka pintu mobil lalu berjalan meninggalkan Anan sendiri di dalam mobil.
Seara menatap kepergian Anan yang mengendarai motor sejuta umat nya dari balik jendela kamar nya. Hati terasa sakit karena lagi lagi Dia menjauhi Anan. Namun Seara juga tidak mau egois dengan terus memaksa Anan untuk tetap berada di sisi nya, karena itulah wanita cantik itu lebih memilih menjauhi Anan sebelum rasa sayang nya pada Anan bertambah.
*****
" Assalamu'alaikum " Salam sapa Anan saat tiba di rumah nya.
" Waalaikumsalam, Kak Anan sudah pulang " Anan menarik tangan kanan nya saat Ratna tiba tiba ingin meraih nya. Ratna pun hanya bisa tersenyum kikuk melihat penolakan yang kembali Anan berikan setiap hari nya.
Anan bergegas menghampiri Ayah nya yang tengah menonton TV dan kemudian mencium punggung tangan Ayah nya dengan takzim.
" Ayah, bisakah Ayah meminta Paman untuk datang, ada yang ingin Anan sampaikan mengenai pernikahan Anan dan Ratna " Pak Budi hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Anan, sementara Ratna tampak menatap Anan dengan tatapan mengiba.
*****
" Ngapain Kamu di kamar Saya Ratna? " Bentak Anan saat mendapati Ratna tengah duduk di atas kasur nya setelah Anan masuk ke dalam kamar nya setelah selesai mandi.
" Menurut Kak Anan apa yang dilakukan seorang istri saat bersama dengan suami nya? " Anan berdecak kesal mendengar ucapan balik Ratna.
Untunglah Anan sudah membawa baju ganti saat akan mandi, jadi Dia tidak perlu risih ketika Ratna tiba tiba saja sudah berada di dalam kamar nya tanpa permisi.
" Keluar lah kembali ke kamar Kamu " Ucap Anan mengabaikan keberadaan Ratna, Anan lebih memilih mengambil gawai nya saat melihat gawai nya kerlap kerlip menandakan ada pesan yang masuk.
__ADS_1
Sebuah pesan dari Seara yang menanyakan keberadaan Anan diterima Anan hingga tanpa sadar Anan menyunggingkan senyuman dan membalas pesan Seara.
Tak ingin lama mendapat balasan chat dari Seara, Anan lebih memilih melakukan panggilan telepon.
" Assalamu'alaikum " Sapa Anan.
" Alhamdulillah sudah sampai, Kamu sudah makan malam? "
Ratna menukik kedua alis nya dengan tajam, saat mendengar suara Anan yang lembut saat bertelepon.
" Ah iya, lupa harus nya Saya tanya sudah mandi atau belum" Anan terkekeh geli dan masih tetap mengabaikan Ratna yang masih tetap berada di dalam kamar nya.
Senyuman licik Ratna terbit ketika melihat wajah Anan yang bersemu saat berbicara di telepon.
" Siapa yang menelpon Mas? " Panggil Ratna manja dan sengaja mendekatkan tubuh nya kepada Anan, hingga membuat Anan refleks mendorong pelan Ratna agar menjauhi nya.
" Halo " Anan memandang Ratna dengan kesal ketika panggilan dimatikan secara sepihak oleh Seara, sebelum Anan menjelaskan maksud ucapan Ratna tadi.
" Kak Anan selingkuh? Kedua bola mata Anan kembali menatap Ratna dengan tajam.
" Bukankah Kamu yang sejak awal sudah selingkuh, bahkan hingga hamil " Sindir Anan yang membuat Ratna mati kutu.
" Jaga ucapan Kamu Anan " Bentak Bu Rini yang tiba tiba sudah berada di depan pintu kamar Anan.
Anan tersenyum menanggapi ucapan Bibi nya yang tengah menatap kesal kepada nya.
__ADS_1
" Baiklah, berhubung Paman dan Bibi sudah datang, ada hal penting yang ingin Anan sampaikan " Anan melenggang keluar kamar nya dengan santai meninggalkan Ratna dan juga ibu nya saling melepar pandangan heran.