Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C20. I Love You Sea


__ADS_3

" Lho Ayah belum pulang Mas? " Tanya Seara saat baru keluar dari kamar mandi selepas mandi, dan hanya melihat Anan sendiri di ruang tamu. Padahal ketika mereka pulang dari pasar malam, Pak Budi sudah berada di ruang tamu menonton TV.


" Malam ini giliran Ayah ronda " Jawab Anan yang meminta Seara duduk di samping nya. Seara pun menghampiri Anan yang tengah duduk melantai di atas raftur dan duduk di samping Anan.


" Kenapa? " Seara mengajukan pertanyaan beberapa setelah mendudukkan tubuh nya di samping Anan, ketika Anan mengusap lembut kepala nya dan mengarahkan wajah Seara menghadap kearah arah nya.


" Terima kasih dan maaf " Jawaban Anan membuat kening Seara mengernyit. " Terima kasih karena telah membantu membebaskan dari jerat balas budi kepada keluarga Ratna serta telah bersedia menerima Aku, pria yang tidak mempunyai apa apa ini sebagai pendamping hidup Kamu " Seara menangkup wajah Anan dengan kedua telapak tangan nya lalu menatap Anan dengan lembut.


" Maaf karena harus menggunakan uang Kamu untuk membebaskan jerat balas budi tersebut dan telah membuat Kamu harus menjadi bagian dari kehidupan Kami yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan Kamu " Seara sengaja menekan pipi Anan yang masih dalam tangkupan kedua telapak tangan nya hingga membuat bibir Anan mengerucut.


" Sudah ngomong nya? " Anan mengangguk pelan, Seara mengec*** singkat bibir Anan yang masih mengerucut itu.


" Semua nya tidak seberapa, dengan pengorbanan Kamu yang sudah membantu Aku di malam laknat itu, yang harus nya mengucapkannya terima kasih dan maaf itu adalah Aku bukan Kamu, Mas " Seara melepaskan tangkupan di bawah Anan, dengan memberanikan diri Seara mendudukkan tubuhnya di pangkuan Seara dan membuat Mereka duduk saling berhadapan.


" Terima Kasih karena sudah menjaga Aku selama ini, dan maaf karena harus mengikat Kamu dalam pernikahan " Anan memeluk erat tubuh Seara setelah Seara selesai berucap.


" Jangan ucapkan terima kasih atau maaf, karena semua itu sudah seharusnya Aku lakukan untuk selalu melindungi dan menjaga Kamu dari apa pun " Seara melingkarkan kedua tangan di pinggang Anan hingga membuat tubuh kedua nya semakin erat dan membangkitkan sesuatu yang telah mereka tahan selama berberapa minggu ini.

__ADS_1


" Maaf jika Aku lancang mengatakan hal ini kepada Kamu " Anan melerai sedikit pelukan nya tanpa melepaskan tangan Seara yang masih melingkar di pinggang nya, lalu menatap Seara dengan lembut dan mengecup kening Seara lalu berbisik " I Love you Sea " Wajah Seara langsung merona mendengar bisikan Anan, dan kemudian menenggelamkan kepala nya dalam ceruk leher Anan hingga membuat Anan harus menghela nafas tertahan.


" Jangan banyak bergerak sayang " Bisikan Anan dengan nada meringis membuat Seara terdiam dalam pangkuan. "Maaf sayang, Kamu membangun kan naga kecil yang tengah bertapa selama seminggu ini " Seara memukul pelan lengan kanan Anan saat Anan selesai berbisik, membuat Seara akhirnya menyadari ganjalan yang mengganggu di bawah sana.


" Mau mengulang dalam keadaan sadar Sayang?" Bulu kuduk Anan langsung berdiri sehingga membuat naga kecil itu semakin menggeliat kala Seara sengaja berbisik dan mengigit kecil cuping telinga Anan.


" As you wish baby " Dengan sekali hengakat Anan bangkit dari duduk nya dan menggendong Seara ala koala lalu melangkahkan kaki nya memasuki kamar nya. " Tolong bantu kunci pintu nya, tangan Ku sibuk dibawah sana " Seara mengunci pintu kamar Anan seraya meringis kecil kala kedua tangan Anan mulai bergerak di bawah sana.


" Sudah siap? " Seara mengangguk kecil ketika Anan mulai berada di diatas nya setelah beberapa saat lalu mereka saling bertukar saliva sambil menanggalkan pakaian satu persatu. Setelah menutupi sebagian tubuh polos mereka dengan selembar selimut, Anan mulai menggumamkan sebait do'a, sesaat sebelum memajukan naga kecil nya memasuki sarang yang sudah seminggu ini tak di masukin nya itu.


Desa*** kedua nya saling bersahutan di iringi suara kipas angin yang tengah berputar, sehingga aktifitas panas mereka di dalam kamar cukup tersamarkan oleh bunyi deru mesin kipas anginangin tersebut.


Seara menggeliatkan tubuh nya, udara dingin yang masuk dari balik jendela kamar Anan dan juga hembusan angin dari kipas, membuat tubuh polos nya terasa dingin.


" Kenapa? " Bisik Anan saat Seara merapatkan tubuh nya dalam pelukan nya. " Dingin " Bisik Seara. Anan pun merapatkan tubuh polos nya dengan tubuh polos Seara yang masih berbalut selimut. " Mau yang hangat? " Goda Anan yang di balas dengan cubitan kecil di pinggang Anan, hingga membuat Anan tertawa kecil.


" Little Dragon masih mau menjelajah lagi " ucapan Anan membuat Seara menenggelamkan kepala nya dalam dada polos Anan. Anan meringis kala Seara mengigit pelan dada Anan, memacing dan membuat naga kecil itu pun kembali memasuki sarang nya dan kembali menyemburkan lahar nya di dalam sarang berkali-kali.

__ADS_1


Anan mengusap lembut kepala Seara selepas aktifitas panas yang kedua kali nya itu, membuat Seara enggan membuka mata nya. Anan tersenyum kecil saat mendengar dengkuran halus yang keluar dari helaan nafas Seara yang menandakan nona nya tengah tertidur karena kelelahan setelah menjamu naga kecil.


" I love you Sea " Anan kembali berbisik lalu mencium pucuk kepala Sea sebelum akhir nya mengikuti Seara tidur sejenak sebelum adzan shubuh berkumandang.


" Mau ikut cari sarapan? " Tanya Anan setelah selesai bermurottal selepas melaksanakan sholat shubuh berjamaah dengan Seara di dalam kamar nya.


" Jauh? " Seara balik bertanya sambil merapikan mukena yang semalam di berikan Anan sebagai hadiah pernikahan.


" Nggak, sekalian kita mampir ke rumah nya Mbok Jum " Seara mengangguk menyetujui ucapan Anan.


" Ayah pulang jam berapa Mas? " Tanya Seara karena tidak menemukan Pak Budi di ruang tamu.


" Biasanya pulang jam 1 pagi. Kalau jam segini Ayah masih di masjid depan gang, biasa nya baru pulang jam 6 " Jawab Anan membuka pintu rumah nya membuat udara pagi di jam setengah enam itu masuk kedalam rumah dan membuat sejuk ruangan tamu.


" Udara nya segar Mas " Ucap Seara saat di teras rumah Anan, wanita cantik itu merenggangkan tubuh nya yang masih terasa pegal akibat kunjungan naga kecil semalam.


" Masih sakit? " Anan bertanya yang di balas gelengan kepala Seara. " Beneran nggak sakit? Tanya Anan penasaran lalu melihat kebagian bawah tubuh Seara.

__ADS_1


" Nggak sesakit waktu pertama kali Mas, kalau ini cuma pegal aja " Jawab Seara. " Udah yuk kita cari sarapan dulu, dede lapar " Anan tertawa kecil karena ucapan Seara sambil mengusap usap perut rata nya.


__ADS_2