
" Ah maaf, seperti nya kedatangan Saya mengganggu ". Anan membalikkan tubuh nya hendak menutup pintu ruangan Seara, tanpa Dia sadari Seara sudah berada di samping nya dan memegang tangan kanan nya yang masih memegang handle pintu
" Mas Dito tunggu dulu." Seara menarik tangan Anan dan membawanya untuk duduk di samping nya berhadapan dengan Bryan yang kini menatap Seara dan Anan bergantian dengan tatapan heran.
" Ehm. Maaf Bryan Saya harus menolak permintaan Kamu, karena saat ini Saya sudah berkeluarga." Kedua bola mata Bryan membulat dengan sempurna menatap tak percaya kepada Anan dan Seara secara bergantian.
" Jangan bohong Kamu Ara" Ucap Bryan tak percaya, pria itu bahkan sampai menggebrak meja dengan cukup kencang hingga membuat Seara terkejut dan secara spontan melilitkan kedua tangan nya ke lengan kanan Anan mencari perlindungan. Bahkan Seara menyembunyikan separuh wajah nya di bahu Anan, kala Bryan menatap tajam kepada nya.
Anan mengusapi lembut tangan Seara yang melingkar di lengannya, tatapan teduh Anan membuat Seara yang ketakutan pun menjadi tenang.
Anan menghela nafas pelan berniat memperkenalkan diri nya setelah mendapatkan persetujuan dari Seara melalui anggukan kepala pelan.
" Maaf Pak. Perkenalkan Saya Anandito, suami Seara " Ucapan Anan di balas Bryan dengan tawa kencang, lalu menatap Anan dengan tajam.
" Jangan bercanda Kamu, mana mungkin Seara menikah dengan anak supir seperti Kamu " Ucap Bryan meninggi sambil menunjukkan telunjuk kanan nya kepada Anan.
Ya saat Seara dan Bryan masih menjalin hubungan dulu, Seara memang sempat mengenalkan Anan yang kala itu sedang menggantikan Pak Budi menjadi supir Ayah nya itu kepada Bryan, ketika pria itu datang berkunjung ke rumah Seara saat berlibur guna bertemu dengan Pak Gunawan Ayah nya Seara.
" Mana mungkin Ayah Kamu merelakan Kamu untuk pria miskin seperti Dia Ara. Buka mata Kamu, apa yang Kamu lihat dari pria seperti Dia " Ucap Bryan semakin meninggi.
" Cukup Bryan. Tak sepantasnya Kamu menghina Dito seperti itu " Ucap Seara kesal, Anan menepuk lembut punggung tangan Seara yang sedang kesal.
__ADS_1
Seara melihat kepada Anan, lalu mengambil nafas dan membuangnya dengan perlahan saat melihat Anan menggelengkan kepalanya agar Seara tidak ikut terpancing emosi.
" Lalu apa hebat nya Kamu dibandingkan Dito? " Ucap Seara balik bertanya.
" Saat Kamu datang tadi Saya masih menganggap Kamu sebagai teman setelah kita berpisah dulu. Namun ketika Kamu mengutarakan keinginan Kamu, jangan pikir Saya tidak tau niat tersembunyi di balik keinginan yang Kamu utarakan tadi! " Ucap Seara seraya menyunggingkan senyuman kecil mengejek kepada Bryan membuat Bryan pun menjadi gugup.
" Apa maksud Kamu Ara, Aku tulus datang dan ingin kembali menjalin hubungan dengan Kamu. " Seara tertawa kecil mendengar ucapan Bryan.
" Kamu pikir Saya tidak tau maksud dan niat Kamu datang kesini Bryan?" Bryan terdiam, ekspresi nya saat ini sudah bisa ditebak, terkejut dan kebingungan.
Bagaimana Seara bisa tau apa yang di inginkan nya, padahal berita kebangkrutan usaha nya masih bisa di tutupi nya dengan bantuan mertua nya.
Ya mertua nya, Bryan dan istri nya belum bercerai, namun karena istri nya tak ingin hidup susah, maka Dia pun mengizinkan Bryan untuk pindah agama demi menikahi Seara, dan hanya memberikan waktu selama setahun untuk menikahi Seara, setelah itu Bryan harus menceraikan Seara dan kembali ke negara asal nya, kalau tidak istri dan mertua Bryan akan membuat Bryan jatuh miskin dan tak akan bisa bangun lagi.
" Sampai sini Kamu paham kan, kalau Dito itu jauh lebih baik di bandingkan Kamu " Ucapan Seara membuyarkan keterdiaman Bryan yang sudah bisa menebak hasil akhir dari permintaan nya kepada Seara.
" Maaf, Kami masih ada pekerjaan yang harus Kamu selesaikan, Kamu bisa meninggalkan ruangan Saya. Dan terima kasih atas kunjungannya " Ucapan Seara yang secara tidak langsung mengusir Bryan itu membuat Bryan semakin kesal, dan dengan tanpa permisi pria itu pun berjalan keluar dari ruang kerja Seara.
" Astaghfirullahalazim, ada ada saja " Gumam Seara di sela helaan nafas lega nya.
" Setelah Mas Dito memperkenalkan diri sebagai suami Sea?, apa Mas masih mau tetap menyembunyikan pernikahan kita dari publik dan terutama keluarga Papa? " Anan terdiam memikirkan ucapan Seara.
__ADS_1
" Bryan cukup dekat dengan Paman Fatah karena mereka menjalin kerjasama secara diam diam, dan Sea bisa pastikan Bryan akan menemui paman dan mengatakan kepada paman tentang pernikahan kita, dan hal itu pasti akan membuat seluruh keluarga Papa tahu tentang pernikahan kita" Anan mengambil nafas panjang can menghembuskan nya dengan perlahan.
" Maaf" Ucap Anan membuat Seara kebingungan.
" Karena Kamu menikah dengan pria seperti Saya, Kamu akan berseteru dengan keluarga Papa". Seara berdecak kesal.
" Sea sudah bilang berkali-kali kepada Mas, Sea nggak pernah menyesal menikah dengan Mas. Apa yang Mas takutkan sekarang? " Ucap Seara.
" Mas hanya seorang anak supir sayang " Ucap Anan lirih, Dia sudah bisa menebak keadaan yang akan terjadi saat keluarga Pak Gunawan mengetahui pernikahan nya dengan Seara, karena itulah Anan meminta Seara untuk bersedia menutupi pernikahan mereka dari keluarga Papa nya.
" Ck, apa Mas Dito mencintai Sea? " Anan mengangguk. Seara tersenyum menanggapi anggukan Anan.
" Sea juga mencintai Mas Dito" Anan membulatkan kedua bola matanya tak percaya mendengar ucapan Seara.
" Jadi jangan pikirkan status Mas Dito dulu itu apa, saat ini, esok, nanti bahkan saat ajal yang memisahkan, Mas Dito adalah suami Sea, dan Sea adalah istri Mas Dito. Harta dan tahta tidak akan di bawa mati, tapi kasih sayang dan cinta suci lah yang akan menemani kita saat ini hingga nanti. " Anan memeluk erat tubuh Seara, berkali kali kecupan di kening Seara dihadiahkan Anan atas ucapan yang Seara ucapkan, dan hal itu membuat semangat Anan untuk membahagiakan Seara semakin bertambah.
" Jadi berhentilah menjadi orang yang selalu rendah diri, Mas Dito pria yang hebat dan Papa mengakui hal itu, bahkan bukankah Papa sudah berkali-kali meminta Mas dIto untuk menjadi asisten nya?." Seara menangkup wajah Anan dengan kedua telapak tangan nya dan menyatukan kening mereka.
" Buktikan kepada Mereka siapa Anandito sebenarnya, jangan selalu merasa rendah diri seolah Mas Dito tidak memiliki sesuatu yang Mas Dito banggakan, Sea akan selalu bersama Mas tak perduli ocehan juga hujatan yang akan kita terima nanti, karena yang tahu kebahagiaan kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain " Seara mengecup sekilas bi*** Anan.
" Jadi, marilah kita hadapi bersama apa yang akan terjadi di kemudian hari. Yakinlah bahwa yang kita jalani saat ini dan nanti adalah takdir yang sudah di gariskan dan harus kita jalani" Anan menahan tengkuk Seara, dan kemudian pria itu me***** dengan lembut bi*** Seara. Untuk beberapa saat kedua nya saling menik**** permainan bi*** mereka, hingga Anan terpaksa melepaskan pang**** Mereka karena merasakan Seara mulai kekurangan oksigen akibat aksi panas mereka.
__ADS_1
" I love Mas Dito " Bisik Seara menyembunyikan wajah nya di dada Anan.
" I Love you more My Sea ". Anan membelai dengan lembut surai Seara dan memeluk Seara dengan erat.