Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C25. Wasiat 2


__ADS_3

" Cukup " Bentak Seara yang masih dalam pelukan Anan.


" Apa yang kalian ribut kan?. Harta?. " Sentak Seara dengan suara parau menahan tangis.


" Segitu gila nya kalian akan harta yang kalian ketahui kalau itu bukanlah hak kalian, karena kalian hanyalah adik tiri Papa!". Seara membentak dengan kencang.


" Jangan lancang Kamu Ara" Bentak Fatah tak kalah kencang.


" Cukup. Sekali lagi kalian meneriaki Seara, maka tak segan segan Saya yang akan menarik kalian keluar dari sini" Kali ini Anan yang berbicara tegas memasang badan kala Fatah, Wawan juga Ricky akan menghampiri Seara. Tak hanya Anan, Andi pun terlihat sudah mendekati Anan untuk melindungi Seara.


" Siapa Kamu berani menarik Kami keluar dari sini! " Fatah membentak saling berhadapan dengan Anan. Anan tersenyum smirk kearah Fatah membuat Fatah semakin kesal.


" Apa Tuan Fatah yang terhormat tidak menyimak apa yang tadi Saya bacakan?. Sesuai dengan wasiat Almarhum Papa Gunawan untuk menjaga Seara, maka Saya lah yang akan menjaga Seara mulai saat ini hingga nanti. " Wawan dan Ricky menahan Fatah saat akan mengangkat tangan nya kearah Anan.


" Oh iya satu lagi, sekarang saya adalah suami sah Seara secara agama, hukum dan negara, jadi sudah bisa dipastikan keamanan dan keselamatan Seara menjadi tanggung jawab saya " Ucap Anan. " Jadi saran Saya, kalau Tuan dan Nyonya yang terhormat masih ingin mengetahui wasiat dari Papa Gunawan, bisa duduk dengan tenang dan tidak membuat keributan. Atau dengan tanpa sungkan Saya selalu suami dari Seara dan menantu dari Papa Gunawan akan melaporkan kalian kepada pihak berwajib karena telah mengganggu ketenangan Kami" Ancam Anan kepada keluarga tiri Pak Gunawan.


" Sudah Mas, Ayo kita kembali duduk " Wawan menarik tangan Fatah memaksa nya untuk kembali duduk di tempat mereka masing-masing.


" Lebih baik kita dengarkan dulu wasiat Mas Gun hingga selesai, bukankah Mas Gun juga memberikan amplop yang berisikan wasiat nya kepada Mas Fatah? " Fatah menarik menarik nafas menanggapi ucapan Ricky.


Setelah suasa kembali tenang, Pak Bambang meminta Andi untuk membuka amplop yang diberikan Pak Gunawan untuk nya.

__ADS_1


Andi mengambil nafas lalu menghembuskan nya kembali sebelum membaca wasiat Pak Gunawan.


" Assalamu'alaikum Ndi. Mas harap Kamu selalu baik-baik saja saat ini juga nanti. Mas titip Ara, karena bisa Mas pastikan ketika Kamu membaca surat ini, Mas sudah tidak berada di antara kalian. Mas tahu Kamu pasti akan berat menerima amanat Mas ini, tapi hanya kepada Kamu lah Mas bisa dengan mengutarakan keinginan Mas. Ndi, Mas sangat meminta tolong kepada Kamu, jikalau pertunangan Seara dan Tyo tidak sampai ke jenjang pernikahan, Mas minta tolong lamarkan Anandito atas nama Mas untuk Seara. Karena hanya Dia lah yang InsyaAllah Mas yakin bisa menjaga Ara dari saudara Mas, yang Kamu tahu sendiri mereka seperti apa. Mas juga meminta Kamu untuk mengambil alih usaha yang Fatah pegang, karena menurut informasi yang Mas terima terdapat banyak kebohongan juga kecurangan selama Fatah memegang usaha tersebut. Mas minta agar Kamu melanjutkan usaha tersebut bersama Seara juga Anan jika Anan bersedia menikah dengan Seara. Sekali lagi Mas titip Seara dan tolong lamarkan Anan untuk Seara. Wassalammualaikum. " Andi mengakhiri membaca surat wasiat Pak Gunawan.


" Untuk amanat Mas Gunawan, Alhamdulillah secara nggak langsung Mas sudah melakukan nya dengan menikahkan Kamu dengan Anan Dek. InsyaAllah Mas akan tetap menjaga Kalian " Ucap Andi kepada Seara dan Anan yang di angguki kedua nya bersamaan.


" Kalau semua usaha sudah Mas Gun serahkan kepada Mereka, untuk apa juga Dia menitipkan ini, kalau tidak harta yang di bagi untuk Kami " Fatah melempar amplop bagian nya ke meja dengan kesal.


Tak hanya Fatah, seluruh anggota keluarga tiri Pak Gunawan pun tampak kesal dengan isi surat wasiat Pak Gunawan yang mengambil alih usaha yang tengah mereka jalankan dan menyerahkan semua nya kepada Seara, Anan dan juga Andi.


" Ada baik nya Mas lihat dulu isi wasiat Mas Gun. " Bisik Amel yang sebenarnya penasaran dengan isi wasiat Papa Gunawan untuk suami nya.


Fatah mengalihkan pandangan nya menatap saudara juga adik ipar nya masing-masing yang serempak mengangguk kepala nya karena penasaran dengan isi surat wasiat Papa Gunawan.


" Cih, tadi aja di buang. Sekarang malah di ambil lagi " Gerutu Yulia. Andi yang has mendengar gerutuan itu pun mencolek pucuk hidung Yulia, yang di balas dengan cembikan Yulia.


" Ayo Mas, buruan di buka amplop nya" Ucap Tiwi tak sabar yang di angguki keluarga Fatah lain nya.


Fatah langsung merobek ujung amplop, dan langsung membaca isi nya tanpa menelaah lebih dahulu surat wasiat Papa Gunawan.


" Teruntuk Fatah dan juga adik adik Ku. Dengan ini Saya Gunawan Prastawa memutuskan untuk memutuskan tali persaudaraan dengan kalian semua. Berdasarkan hasil tes DNA yang sudah Saya lakukan kepada kalian satu persatu beberapa waktu yang lalu, ternyata tidak ada persamaan diantara Saya dan kalian, dengan kata lain, kalian bukan lah saudara tiri Saya dari Ayah Saya. Maka daripada itu, Saya Gunawan Prastawa menarik semua usaha yang kalian jalani serta rumah dan yang lain nya yang saat ini kalian pakai. Terima kasih. "

__ADS_1


Fatah dan keluarga nya terdiam, seperti nya mereka masih belum menyadari maksud dari ucapan Fatah saat membaca wasiat Pak Gunawan.


Namun beberapa saat kemudian, pria paruh baya itu langsung melempar isi surat itu kearah Anan dan Seara. Beruntung Anan masih melindungi Seara, sehingga kertas itu hanya mengenai Anan saja.


" Apa maksud nya ini semua! " Bentak Fatah tak terima. Beberapa lembar surat berlogo sebuah rumah sakit ternama di kota meraka pun ikut tercecer akibat lemparan Fatah.


Anan pun bergegas mengambil ceceran lembaran kertas berlogo rumah sakit itu membacanya sekilas lalu menyerahkan kepada Seara, dan kemudian Seara menyerahkannya kembali kepada Anan.


Anan menyerahkan lembaran itu kepada Andi. Andi dan Yulia melihat sekilas untuk kemudian diserahkan kepada Pak Bambang.


" Jadi berdasarkan surat wasiat yang Pak Gunawan sampaikan, maka dengan ini saya selaku pengacara pribadi keluarga Pak Gunawan akan mengawal pelaksanaan surat wasiat ini dengan di bantu oleh pihak kepolisian untuk mengawasi nya " Putus Pak Bambang.


" Kalian tidak bisa seenak nya begitu saja terhadap Kami". Protes Lena yang di setujui keluarga Fatah lain nya.


"Selama ini Kami punya andil mengembangkan usaha Mas Gun." Ucap Ricky bersuara.


" Iya itu benar, usaha Mas Gun maju juga atas kerja keras Kami. " Ucap Wawan tak mau kalah.


" Tapi berdasarkan hasil audit, usaha yang Kalian pegang justru mengalami kerugian bahkan ada beberapa klien yang menanyakan dana investasi mereka yang tidak kembali " Ucap Bu Yumna menyerahkan bukti yang di ucapkan nya tadi.


" Kalian menuduh Kami menggelapkan dana? " Todong Fatah tak terima.

__ADS_1


Bu Yumna yang memang di percaya oleh Pak Gunawan sebagai pengawas usaha nya itu pun menyalakan proyektor yang berada di ruang kerja Pak Gunawan.


" Kami membeberkan bukti bukan tuduhan tak berbukit " Ucap Bu Yumna tegas sambil menampilkan beberapa slide bukti yang di maksud nya.


__ADS_2