
Kenyataan Pak Wibi adalah Ayah kandung nya tak membuat Anan terpuruk akan keadaan nya. Dia lebih memilih menjalani kehidupan nya seperti sebelum nya, dengan tetap menganggap Pak Budi Ayah kandung nya, karena biara bagaimana juga Pak Budi lah yang sudah membantu Almarhumah Ibu Anan menjaga dan mengurus Anan sejak masih di dalam kandungan.
" Ayah tak akan menghalangi Kamu, kalau Kamu ingin bertemu dengan nya " Ucapan tulus Pak Budi itu selalu terucap ketika berbincang-bincang dengan Anan.
Seara yang menyadari kalau Anan masih enggan menerima kehadiran Pak Wibi pun hanya bisa menunggu Anan untuk bisa membuka hati dan menerima kenyataan kalau Dia adalah anak Pak Wibi yang bisa di pastikan Pak Wibi akan memberikannya hak yang sama dengan apa yang di oleh Pras, mantan tunangan Seara.
Namun tak bisa di pungkiri terkadang Seara merasa bahagia ketika mengetahui kalau Anan juga anak kandung Pak Wibi, karena secara tidak langsung Dia dan Anan telah menepati janji Papa Gunawan dan Om Wibi yang akan menjodohkan anak-anak mereka ketika dewasa, dan kini apa yang di janjikan oleh kedua nya menjadi kenyataan. Seara menikah dengan anak yang baru di ketahui oleh sahabat Papa nya.
Anan merenggang tubuh nya dengan mengangkat kedua lengan nya keatas kepalanya. Sesekali Anan menggerakkan kepala nya ke kanan dan ke kiri.
Pijitan lembut di kedua pundak Anan membuat pria yang kini berusia 25 tahun ini memejamkan kedua mata nya.
" Cape banget ya? " Suara lembut itu di balas Anan dengan anggukan kepala.
Sudah lebih dari enam bulan Anan dan Seara tidak bertemu dengan Pak Wibi, kerjasama dengan Wisnu pun sudah hampir rampung mereka kerjakan.
Hubungan Anan dan Wisnu sempat canggung selama beberapa kali pertemuan, setelah Pak Wibi mengutarakan kepada Wisnu kalau Anan adalah Putra nya dari pernikahan pertama nya.
Ya Wisnu kecil yang saat itu masih berusia 3 tahun memang sempat mengenal Aaliyah yang menjadi istri Paman nya itu sebelum Paman nya itu menceraikan Aaliyah dan menikahi wanita yang Wisnu kecil tahu sebagai Kakak Aaliyah. Dan hal itu hanya terjadi beberapa kali pertemuan saja.
Tapi setelah kecanggungan itu justru kini hubungan Anan dan Wisnu terlihat lebih akrab, bahkan Wisnu merasa hubungan persaudaraan dengan Anan lebih akrab dibandingkan dengan Pras yang sudah di kenal nya sejak Pras masih kecil.
" Beda server kali Bang " Celoteh Seara menanggapi ucapan Wisnu saat mengatakan kalau Dia lebih nyaman bersaudara dengan Anan ketimbang dengan Pras.
" Ck, Kamu pikir Dia komputer rakitan, mentang-mentang udah jadi mantan " Seara menatap tajam Wisnu setelah pria itu menyelesaikan ucapan nya.
" Nggak usah bawa bawa mantan deh Bang " Protes Seara yang justru di tertawakan oleh Anan dan Wisnu.
__ADS_1
Ya sejak Anan dan Wisnu bertemu sebagai saudara sepupu, Seara pun mengganti panggilan Pak dengan menjadi Abang mengikuti Anan yang memanggil Wisnu dengan panggilan Abang.
Mereka pun sering menghabiskan waktu santai mereka untuk sekedar berbincang-bincang layak nya saudara di saat selepas pulang kerja atau pun hari libur.
Hanya dengan Pak Wibi saja Anan masih menjaga jarak. Entah mengapa Dia masih belum bisa menerima kenyataan kalau Pak Wibi adalah Ayah kandung nya. Ayah kandung yang sudah tega membuang Ibu nya hanya untuk mendapatkan anak lain.
Miris saat Anan mengetahui fakta itu, namun takdir yang sudah digariskan tidak bisa di tolak nya. Terbuang oleh Ayah kandung dan di rawat oleh Ayah yang ternyata Kakak kandung Ibu nya.
" Om Wibi pengen banget ngobrol sama Kamu Nan " Ucapan Wisnu membuat suasana ceria itu berubah menjadi senyap.
" Nggak sekarang Bang. Rasanya masih sakit kalau ingat perlakuan Pak Wibi " Balas ucap Anan. Wisnu hanya bisa mengangguk pasrah.
Sebenarnya Wisnu sudah memberitahu Anan kalau perusahaan yang kini di pegang oleh Pak Wibi sudah di pindah namakan atas nama Anan sebagai salah satu ahli pewaris nya selain Pras dan juga Wisnu yang sudah di anggap Pak Wibi sebagai anak nya sendiri.
Namun Anan menolak perusahaan tersebut. Walaupun Anan menolak, Pak Wibi tetap pada pendirian nya dan tetap mewariskan perusahaan nya itu kepada Anan.
" Sudah sore, Abang balik duluan " Wisnu pun bersiap-siap beranjak dari kursi nya untuk pulang, namun pertanyaan usil Seara membuat Pria berusia 27 tahun itu mendeliki Seara kesal
" Ehm, gimana perkembangan hubungan nya sama Nita? "
" Nggak usah nanya, kalau udah tau jawabannya " Wisnu berucap kesal. Istri sepupu nya yang ini memang paling suka menggoda nya dengan membawa bawa Nita sekretaris Wisnu yang sederhana namun ceplas ceplos, hingga tak jarang Wisnu di buat kesal oleh Nita, dan membuat hubungan mereka ibarat Tom dan Jerry kalau sedang tidak berada dalam ruang lingkup pekerjaan.
" Cantik lho Bang, sederhana nggak bakal banyak jajan make-up Bang " Anan tersenyum kecil melihat wajah Wisnu yang terlihat mendengus kesal mendengar ucapan Seara.
" Udah beralih profesi jadi makcomblang Bu Arsitek? " Seara tertawa geli mendengar ucapan Wisnu.
" Ya kali aja berhasil Bang, Iya nggak Sayang? " Wisnu mencembik kesal mendengar Seara memanggil Anan sayang dengan manja dan merebahkan kepadanya di lengan Anan yang dibalas Anan dengan senyuman dan anggukan kecil.
__ADS_1
" Ck, kalau comblang an Kamu berhasil, Abang bakal berikan kalian paket honeymoon ke Maldives selama seminggu " Tantang Wisnu. Seara langsung menggebrak meja pelan lalu menyodorkan tangan kanan nya kepada Wisnu.
Wisnu melihat heran kepada sodoran tangan kanan Seara kepada nya.
" Deal? " Seolah paham maksud Seara, Wisnu pun langsung menjabat tangan kanan Seara.
" Deal. Tapi nggak pakai trik apa lagi main belakang sama Nita dengan cara bagi hasil " Seara melepaskan kasar jabatan nya dengan Wisnu lalu merajuk.
" Mana ada. Bakal Aku bikin Abang bucin sama Nita " Ucap Seara mengancam.
" Nggak usah ngancam. Buktiin aja, lagi pula kata bucin itu cuma berlaku buat kalian aja " Anan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ulah Istri dan juga saudara sepupu nya itu.
" Balik duluan Nan, Ra. Assalamu'alaikum " Anan mengangguk saat Wisnu pamit dengan menepuk bahu kiri nya.
" Waalaikumsalam " Balas sapa Anan dan Seara bersamaan.
Selepas kepergian Wisnu, Seara dan Anan pun juga pergi meninggalkan cafe tempat mereka bertemu di Jum'at sore itu.
Entah mengapa sejak seminggu ini na*** bi**** Seara meningkatkan tajam kalau sedang berdua dengan Anan suami nya, ya sedang berdua saja tidak ada yang lain.
Seperti saat ini ketika mereka masih berada di dalam mobil dengan Anan yang masih fokus menyetir di tengah lalu lintas lengang jalan tol dalam kota, harum parfum Anan bercampur keringat Anan saat ini membuat Seara berg****.
" Mas..." Seara memanggil manja Anan, membuat Anan mengubah jalur ke jalur lambat.
" Pengen .. " Kedua bola mata Anan membulat sempurna mendengar ucapan istri nya yang tengah fokus memainkan jemari lentik nya di dada Anan yang masih berbalut kemeja kerja.
" Hah???? "
__ADS_1