Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C34. Jangan Bercanda Pak


__ADS_3

" Berhubung Bapak memanggil Saya kesini, maka sekalian Saya meminta izin kepada Bapak untuk mengundurkan diri menjadi sekretaris Bapak dan kembali ke departemen perencanaan!"


Kedua bola mata Wisnu membulat dan menatap tajam kepada Nita yang kini tengah menundukkan kepalanya, setelah sebelum nya Dia bertatapan sekilas dengan Wisnu.


" Jangan bercanda Kamu. Saya nggak bakalan setujui keinginan Kamu itu! " Nita berjengit terkejut mendengar gebrakan meja yang dilakukan Wisnu.


" Tapi Pak_"


" Nggak ada tapi tapi an. Saya tidak akan menyetujui pengunduran diri Kamu, titik " Nita menghela nafas pelan.


"Kalau mau jujur, Saya juga nggak mau Pak pindah ke bagian perencanaan lagi, tapi mau gimana, Saya nggak tahan sama gunjingan karyawati yang lain Pak. Kalau sekali masih wajar, tapi kalau setiap hari, setiap papasan kan lama-lama jadi kesel juga Pak." Ucap Nita yang akhir nya merasa lelah juga mendiamkan gunjingan para karyawati lain nya.


"Ya udah, Kamu jadiin aja gunjingan mereka jadi nyata?" Nita yang terkejut atas ucapan Wisnu sontak langsung berdiri dan menghampiri Wisnu, sehingga kini kedua nya saling bertatapan dengan jarak hanya beberapa langkah saja.


Nita yang tinggi nya hanya sebatas dada Wisnu tampak mendongakkan kepala nya untuk menatap Wisnu dengan tajam.


"Mengabulkan bahan gunjingan kata nya?. Bukankah itu sama saja dengan Dia dan Wisnu menjalin hubungan istimewa. Big To The No" Gumam bathin Nita kesal. Namun yang ditatap justru menampilkan wajah santai yang sayang nya membuat hati Nita bergumam "MasyaAllah ganteng nya".


Nita menggelengkan kepala nya berkali kali menepis gumaman nya, bahkan tanpa Dia sadari posisi nya dan Wisnu kini semakin dekat, dengan dapat dirasakan nya hembusan nafas Wisnu yang mengenai pucuk kepala nya.


" Nggak ada musik kok malah geleng-geleng " Ucapan Wisnu menyadarkan Nita kalau posisi nya dengan Wisnu sangat lah dekat.


Menyadari posisi nya terlalu dekat dengan Wisnu, Nita pun memundurkan tubuh nya beberapa langkah ke belakang. Dan sayang nya Nita tidak menyadari kalau di belakang nya ada kursi yang tadi di duduki nya, hingga_


" Hati hati_"

__ADS_1


"Stop, apa yang kalian lakukan."


Wisnu belum menyelesaikan ucapan nya ketika tiba-tiba saja terdengar suara Seara dari arah pintu ruangan Wisnu, membuat Wisnu yang tengah merengkuh pinggang Nita dan menarik nya hingga tubuh Nita menyentuh dada nya, di karena kan Wisnu takut gadis itu terjatuh terjengkang kebelakang dan akan membuat kepala belakang Nita cedera.


Anan tampak menggelengkan kepalanya sambil berjalan memasuki ruang kerja Wisnu menemani Seara yang sudah masuk kedalam ruangan terlebih dahulu.


" Ini nggak seperti yang Kamu dan Anan / Mbak dan Bapak pikirkan " Wisnu dan Nita kembali saling berpandangan setelah mengucapkan kalimat yang sama disaat bersamaan.


" Ck. Emang nya saya mikir apaan? " Dengan santai Seara mendudukkan tubuh nya di sofa ruang kerja Wisnu di susul Anan yang duduk di samping Seara.


" Mau sampai kapan kalian kaya gitu? " Ucapan Anan menyadarkan Wisnu yang masih melingkarkan tangan nya di pinggang Nita, sementara kedua telapak tangan Nita berada di dada Wisnu.


Kedua telapak tangan Nita pun mendorong pelan dada Wisnu membuat Wisnu pun melepaskan tangan nya dari pinggang Nita.


Wisnu berpura-pura berjalan santai menghampiri Anan dan Seara yang sudah duduk di sofa ruang kerja nya. Sementara Nita berpura-pura sibuk merapikan berkas yang sudah di tanda tangani Wisnu tadi.


"Heleh, siapa juga yang main langsung nyelonong masuk. Kita udah ngetuk pintu sampai merah nih tangan. Kirain ada di kamar mandi eh nggak tau nya... Ck Nita nggak usah pura-pura sibuk gitu deh" Seara sengaja tak melanjutkan ucapan nya dan justru mengajukan protes karena Nita berpura-pura tak menanggapi kedatangan nya.


" Ini sibuk beneran Mbak" Ucap Nita membalas protesan Seara.


" Terus tadi pas berduaan sibuk boongan? " Anan mengulum senyuman nya mendengar ucapan istri nya yang sedang mode usil.


" Mana ada sibuk boong Ra. Ck susah jelasin sama Kamu" Kedua bola mata Seara membulat karena jawaban yang di ucapkan Wisnu.


Senyum kecil Seara pun terbit " Nanya sama Nita, yang jawab Abang. Ish so sweet banget sih kalian " Nita dan Wisnu memutar malas kedua bola matanya, Ibu hamil yang satu ini memang selalu sukses kalau menggoda mereka, sementara Suami nya terlihat hanya senyam senyum saja melihat ulah usil Istri nya.

__ADS_1


"Kapan Kamu ada waktu Nan?. Om Wibi pengen ngobrol sama Kamu " Senyum Anan langsung menghilang selesai Wisnu berucap. " Abang tau, Kamu masih belum bisa menerima kenyataan kalau Om Wibi itu Ayah kandung Kamu. Tapi mau bagaimana lagi, suka tidak suka, terima atau tidak terima ada darah nya yang mengalir di dalam diri Kamu. Abang rasa Kamu lebih paham dalam hal ini."


Anan menghela nafas nya perlahan, Seara memilih diam tak menyahuti ucapan Wisnu, namun jemarinya tampak sibuk mengusapi jemari Anan yang sejak tadi berada dalam genggaman sebagai tanda menguatkan Anan atas ucapan Wisnu.


"Saya tau Bang, cuma_" Anan kembali menghela nafas.


" Usia Om Wibi sudah tidak muda lagi Nan, Kamu hanya melihat fisik nya yang masih terlihat sehat walafiat, tapi Kamu tidak mengetahui kalau usia nya mungkin tidak bisa bertahan hingga kelahiran Utun nanti" Tak hanya Anan yang terkejut atas ucapan Wisnu, Seara bahkan Nita yang sejak tadi menyimak perbincangan itu pun terkejut.


"Jadi berita kalau Pak Wibi menderita kanker itu benar Pak?"


Nita yang mengenal Pak Wibi cukup dekat itu akhir nya ikut berbicara, bukan nya tidak sopan dan ikut campur dalam urusan keluarga Pak Wibi, hanya saja Seara memang sengaja memberitahukan kepada Nita masalah keluarga Pak Wibi, karena Nita termasuk salah satu orang kepercayaan Pak Wibi, jadi menurut Seara tak ada salah nya jika Nita mengetahui permasalahan tersebut. Lagi pula Nita adalah orang yang bisa dipercaya dan kecil kemungkinan akan membocorkan rahasia keluarga Pak Wibi kepada orang lain.


Wisnu mengangguk pelan, "Om Wibi terkena Kanker Kolorektal dan sudah stadium lanjut"


" Kanker Kolorektal?" Tanya Anan, Seara juga Nita bersamaan yang di angguki Wisnu dengan pelan.


" Kanker Kolorektal adalah kanker yang tumbuh di usus besar (kolon) atau di bagian paling bawah usus besar yang terhubung ke a**s (rektum)." Wisnu menjeda ucapan dengan menghela nafas berat sebelum melanjutkan ucapan nya.


"Om Wibi sempat drop dua minggu yang lalu ketika Pras dan Clara datang ke rumah nya dan meminta warisan dengan cara paksa, dan kejadian itu membuat Om Wibi harus dilarikan kerumah sakit karena terkena serangan jantung."


"Kami baru mengetahui kalau ternyata selain terkena penyakit jantung, Om Wibi juga terkena kanker itu dan parahnya kanker tersebut sudah stadium empat."


"Kanker nya sudah menembus dinding kolon dan menyebar ke organ yang jauh dari usus besar, ke hati dan paru-paru, dengan ukuran tumor yang cukup besar"


" Om Wibi menolak semua pengobatan yang Dokter tawarkan, karena rasa sakit hati nya terhadap Pras juga Clara dan merasa sangat bersalah kepada Kamu terutama Tante Aaliyah membuat nya enggan sembuh"

__ADS_1


Keempat nya menghela nafas berat setelah Wisnu menyelesaikan ucapan panjang nya.


"Abang berharap Kamu bisa membuka sedikit hati Kamu untuk menerima Om Wibi."


__ADS_2