Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C49.Kelompok Ghibah


__ADS_3

"Mbak Abigail PIC nya Mbak"


Nita merotasi malas kedua bola mata nya kala mendengar nama yang merupakan salah satu penggosip di perusahaan.


Seara sekilas melihat perubahan wajah Nita kala nama itu di sebut membuat seulas senyuman kecil di sudut bibir Seara terangkat.


"Baiklah. Kalau begitu Saya mau melihat laporan minggu kemarin sekarang." Ucap Nita.


"Bukankah Bu Merry selalu menyerahkan nya langsung kepada Pak Wisnu atau Pak Wibi?" Ucapan Abigail membuat Nita dan Seara melihat kearah wanita yang berpakaian cukup sexy dengan make up yang cukup tebal.


"Rupanya Kamu nggak tau, kalau Bu Merry selalu memberikan laporan via email dulu ke Saya setiap minggu malam sebelum menyerahkan nya kepada Pak Wisnu atau Pak Wibi?" Ucap Nita membalikkan tanya kepada Abigail dan berhasil membuat Abigail malu.


"Lagi pula bukankah biasa nya Kamu yang jadi PIC kalau Bu Merry libur Do?" Nita berucap sambil melihat kearah Aldo yang terlihat kebingungan untuk menjawab.


"Sebenarnya Aldo yang di tunjuk Bu Merry Mbak, tapi Mbak Abi memaksa Aldo agar Dia yang menjadi PIC menggantikan Bu Merry" Salah seorang karyawati yang sejak tadi diam bersama Aldo tak ikut bergosip itu angkat bicara.


Abigail menatap tajam wanita yang Nita kenal bernama Ratna, dan Ratna kembali menundukkan kepala nya.


"Ck. Jadi Bu Merry tidak tau kalau Abi menggantikan Aldo sebagai PIC?" Tanya Nita tegas.


Aldo hanya terdiam hanya anggukan kepala yang Ratna berikan sebagai jawaban atas pertanyaan Nita.


Nita dan Seara menghela nafas kesal menanggapi hal yang dilakukan oleh Abigail secara sepihak


"Kalau begitu mana laporan yang biasa nya Bu Merry berikan kepada Saya, sebelum beliau menyerahkannya kepada Pak Wisnu?" Abigail tampak kebingungan, karena sebenarnya Dia belum membuat laporan itu karena selama weekend kemarin Dia pergi dengan grup ghibah kantor ke sebuah club malam pada malam hari dan pagi nya istirahat hingga siang dan kemudian semalam Dia pun masih pergi ke club malam bersama Lia dan Loli, dan baru pulang pada jam tiga pagi tadi.


"Itu_"

__ADS_1


"Maaf Mbak. Ini laporan nya" Aldo menyerahkan laporan yang sengaja di buat nya, karena Aldo sudah tahu, pasti Abigail tidak akan mengerjakan laporan karena melihat status Abigail sejak sabtu hingga pagi tadi.


"Kalau nggak sanggup jadi PIC ya jangan mengajukan diri apalagi tidak di ketahui oleh kepala bagian" Ucap ketus Seara yang tiba-tiba ikut mengeluarkan suara nya.


"Saya_"


"Akan ada penilaian kinerja kalian selama bekerja di perusahaan, tak menutup kemungkinan karyawan tetap pun akan terkena sanksi kalau kinerja nya buruk!" Ucap Seara tegas membuat para staf keuangan menundukkan kepala nya.


"Saya harap Kalian bisa bekerja sesuai dengan job desk kalian, tak perlu mencari muka didepan pimpinan."


"Kalian pasti tau kan kalau pimpinan Kalian bukanlah orang yang bisa kalian suap dengan mulut manis tapi kerja nol!"


"Penilai kinerja bukan hanya di nilai dengan pekerjaan Kalian saja. Bagi Kami yang terpenting adalah bagaimana Kalian bisa bekerja sama dalam tim dan karyawan lain. Penampilan juga akan jadi penilaian, jangan Kalian samaan cara berpakaian Kalian saat bekerja dengan saat Kalian pergi ketempat hiburan malam!" Abigail menundukkan kepala nya dalam-dalam, bahkan sesekali wanita itu menurunkan dres ketat nya yang diatas dengkul.


"Ingat penampilan juga cara berpakaian Kalian menentukan sifat juga karakter Kalian masing-masing. Tak perlu berpakaian dengan merk terkenal asalkan rapi, sopan dan pantas di kenakan di lingkungan kerja" Ucap Seara tegas.


"Baik Bu" Ucap karyawan bagian keuangan.


"Laporan nya Saya bawa ya Do. Bu Merry juga sudah memberikan salinan laporan yang Kamu buat. Selama Bu Merry cuti Kamu lah yang bertanggung jawab atas bagian keuangan dan Ratna yang akan membantu Kamu, dan Pak Wisnu sudah menyetujuinya" Aldo dan Ratna menganggukkan kepala nya menanggapi ucapan Nita.


"Dan Pak Wisnu meminta kejadian seperti ini tidak terjadi lagi." Ujar Nita melirik kearah Abigail yang sekilas menampakkan wajah kesal nya.


"Baik Bu" Ucap karyawan bagian keuangan bersamaan.


"Ayo Nit, Kita sidak lagi bagian lain nya. Padahal tadi sudah kenyang di bagian pemasaran, eh jadi lapar deh" Keluh Seara kepada Nita membuat Nita tersenyum kecil.


"Nggak bisa Mbak. Pak Anan sudah nyariin. Beliau pikir kita udah balik Mbak" Ucap Nita mengajak Seara ke ruangan Anan.

__ADS_1


"Padahal Saya pengen banget lho kenalan sama yang namanya Lia sama Loli. Kan kata Joana mereka yang paling sok kecantikan di kantor" Ucap Seara penasaran.


"Ck masih jauh cantik Mbak lah. Jauh Mbak" Seara tertawa kecil mendengar ucapan Nita.


"Eit panjang umur, lagi di omongin Mereka keluar kandang" Bisik Nita saat melihat Lia dan Loli keluar dari ruangan staf direksi menuju ruangan pantry


"Itu mereka?" Tanya Seara terkejut. Nita mengangguk. "Cantik dari mana, Aku yakin kalau dempul mereka di hapus, mereka kalah jauh dari Kamu Nit" Ucap Seara tertawa pelan.


"Ih kepo deh, jadi pengen tau mereka mau ngapain" Seara berucap dan membelokkan langkahnya mengikuti Lia dan Loli dengan menarik tangan Nita hingga membuat Nita terkejut dan terpaksa mengikuti langkah Seara menuju pantry.


"Kenapa Bi?" Suara Lia terdengar bertanya saat tiba di pantry. Seara dan Nita pun segera bersembunyi dari balik pintu pantry.


"Si Alan tuh Nita, Dia udah mulai tunjukin kuasa nya mentang mentang udah jadi istri nya Pak Wisnu dan juga dekat dengan istri big bos yang baru" Ucap Abigail kesal.


"Ish, pengaduan banget tuh wadon." Gerutu Seara kesal yang justru di senyumi Nita. Kedua nya sedang asyik menguping tiga orang personil kelompok ghibah tanpa menyadari kalau kedua suami mereka sudah berada di belakang mereka masing-masing.


"Hust. Mbak jangan berisik, nanti nggak kedengaran" Bisik Nita. Kedua kembali terdiam mendengar perbincangan trio ghibah.


"Emang, Bu bos baru justru nggak kalah nyebelin. ish pengen Gue santet aja tuh laki nya, biar tau rasa Dia kalau di tinggal laki nya" Ucap Lia yang mendapat toyoran dari belakang dari Loli, hingga membuat Lia mendengus kesal.


"Jangan suka asal Lo kalo ngomong" Ucap Loli kesal.


"Ya habis nyebelin banget jadi orang. Nggak kapok apa waktu masih gadis aja Pak Pras lebih milih Bu Clara dibandingkan Dia. Apalagi sekarang lagi hamil gendut kaya gitu, nggak nutup kemungkinan lah kalau Pak Anan nanti juga sama kaya Pak Pras, lebih memilih yang seksi" Ucap Lia sambil memeragakan gaya seksi nya.


"Ck, biar lagi hamil aura Bu Seara lebih menggoda dari Lo Lia." Ucapan Loli membuat Lia naik darah, hingga mendorong tubuh Loli dengan jari telunjuk kanan nya.


" Maksud Lo apa ngomong kaya gitu hah?. Lo sekarang lebih pro ke Bu Seara, biar bisa ngejilat Dia kaya Nita yang bisa dapetin Pak Wisnu karena Dia deket sama Bu Seara gitu?"

__ADS_1


__ADS_2