Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C67. Malam Pertama


__ADS_3

Dava merebahkan tubuh nya di kasur yang berada di dalam kamar Zahra, sementara sang empu nya kamar tengah membersihkan diri nya di kamar mandi.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam. Beberapa menit lagi adzan maghrib akan berkumandang menandakan petang akan berganti malam.


Ceklek


Pintu kamar mandi pun terbuka menampakkan sosok gadis cantik yang sudah mengenakan setelan piyama lengan pendek dan celana panjang sambil mengusap rambut basah nya dengan handuk kecil yang bertengger manis di kepala nya.


"Mau mandi sekarang?" Tanya Zahra ketika melihat Dava bangkit dari posisi rebahan nya.


Gadis cantik itu pun mendudukkan tubuhnya di pinggiran ranjang nya ketika Dava akan turun dari ranjang Zahra.


"Eh" Zahra terpekik terkejut ketika Dava tiba-tiba saja mengangkat tubuh nya untuk duduk di pangkuan Dava.


Refleks Zahra pun mengalungkan kedua tangan nya di leher Dava, sementara Dava melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Zahra dan membuat jarak kedua nya menjadi sangat dekat.


"Ternyata kalau pacaran halal itu enak ya. Bisa kaya gini tanpa ketakutan di gerebek juga dosa."


Zahra mengaduh pelan mana kala Dava menggigit dengan gemas pucuk hidung minimalis Zahra setelah gadis cantik itu selesai berucap.


"Sakit Dava" Zahra merengek kecil lalu balik menggigit gemas pucuk hidung mancung Dava yang di balas Dava hanya dengan senyuman dan kecupan singkat di bibir Zahra sebelum pria muda itu menurunkan kembali tubuh Zahra dari pangkuannya, akibat sudah terasa ada yang berontak di bagian bawah nya.


Wajah Zahra dan Dava sontak merona saat menyadari bagian bawah Dava yang terasa saat masih berada dalam pangkuan Dava. Kedua saling melempar senyuman canggung manakala tatapan mereka bertemu.


"Mandi dulu sana, sebentar lagi mau maghrib" Dava menggaruk belakang leher nya yang tidak gatal itu dengan malu-malu dan langsung melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar Zahra.

__ADS_1


Zahra menutup wajah nya yang terasa memanas kala mengingat benda yang awal nya tak terasa saat dirinya baru dipangku Dava namun lama kelamaan terasa ada yang mengganjal di bawah nya yang berasal dari pusat si pemangku.


"Astaghfirullah... Nggak dosa kan bayangin nya. Kan udah ada label halal nya?" Zahra terkekeh geli sendiri saat pikiran nya terlintas hal konyol tentang suami nya itu.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka bertepatan dengan Zahra yang baru saja menggelar sajadah untuk bersiap sholat maghrib karena adzan baru saja berkumandang di gadget nya.


Ya rumah yang keluarga Zahra tempati memang berada cukup jauh dari tempat ibadah, sehingga suara adzan hanya terdengar sayup saja di kediaman mereka membuat Zahra mendownload aplikasi adzan agar bisa sholat tepat waktu.


"Nggak ganti baju?" Tanya Zahra saat melihat Dava keluar dari kamar mandi dengan masih mengenakan kaos dan juga celana bahan yang tadi di pakai nya saat acara nikah dadakan mereka.


"Tadi lupa bawa baju gantinya Yang" Panggilan terakhir yang Dava sematkan untuk memanggil Zahra membuat pipi gadis cantik itu langsung merona.


"Cie yang malu-malu" Goda Dava saat melihat wajah Zahra yang semakin merona mendengar panggilan baru nya.


Selepas melaksanakan sholat maghrib berjamaah di kamar sepasang pengantin baru dini itu pun keluar dari dalam kamar.


Kalau Zahra akan membantu Umi nya menyiapkan makan malam sementara Dava akan berbincang dengan Abi nya.


Hal itu memang sudah biasa Dava lakukan kalau tengah menginap di kediaman Zahra ketika adik bungsu Zahra Zachari yang biasa di sapa Zach itu pulang dari pondok pesantren.


Dan secara kebetulan Dava dan Zach memang sudah akrab sejak kecil di bandingkan dengan Davi. Sikap dan sifat Davi yang kurang bersahabat dan nakal membuat Zach yang pendiam lebih cocok dengan Dava yang memiliki sifat sebelas dua belas dengan nya.


Apalagi kalau mereka sudah berkomplot untuk menggoda Zahra yang belum akan berhenti sebelum nada teriakan Zahra menjadi 10 oktaf.

__ADS_1


Zahra mengulum senyuman nya kala mengingat akad dadakan nya siang tadi dengan Zach yang menyaksikan akad melalui sambungan Videj Call di aplikasi hijau.


Remaja itu terus menerus berceloteh kesal karena harus menyaksikan akad tersebut via online. Karena menurut nya sebagai mak comblang hubungan kakak dan sepupu nya itu, Dia wajib menjadi salah peserta penyumbang suara sah ketika ikrar akad di ucapkan Dava.


Namun karena keputusan dadakan para orang tua, Zach justru terpaksa harus menyuarakan teriakan nya tersebut via online.


"Ehm. Cengar cengir aja. Umi jadi takut kalau Kamu sawan. Habis lihat penampakan apaan hayo?" Ucapan usil Umi Ara membuat wajah Zahra merona kala menyambungkan ucapan Umi nya dengan ingatan sesuatu yang mengeras ketika dia berada dalam pengakuan Dava.


"Umi. Ih" Umi Ara justru tertawa dengan keras kala melihat wajah Zahra seperti kepiting rebus yang merah merona.


Makan malam dilakukan setelah mereka sholat isya berjamaah dengan Dava sebagai imam nya setelah Abi Anan meminta nya untuk menjadi imam.


Selepas makan malam, Abi dan Umi mengajak Zahra dan Dava untuk berbincang-bincang di ruang keluarga guna membahas langkah kedepan nya pasangan dini itu dalam menjalani bahtera rumah tangga di usia yang masib bisa di bilang belia.


Walaupun tak bisa di pungkiri, Dava walaupun masih berusia muda pria itu sudah memiliki sebuah usaha bisnis clothing yang cukup sukses bersama salah seorang sahabat nya.


Selain memiliki toko online di setiap e-commerce empat buah toko online di dua kota menjadi bisnis tersembunyi Dava dari saudara kembar nya Davi dan yang lain nya. Hanya kedua orang tua nya dan keluarga Zahra lah yang mengetahui apa saja bisnis remaja tampan yang selalu berpenampilan cupu itu sejak kecil.


"Pesan Abi dan Umi hanya satu. Kami tidak melarang kalian melakukan apa yang sudah halal bagi kalian lakukan. Hanya saja untuk saat ini demi keadaan agar kondusif Abi dan Umi meminta saat Kalian berada diluar tetap lah berhubungan seperti sebelum nya dan membatasi pergaulan kalian dengan lawan jenis, agar tidak menjadi fitnah dan bisa merusak rumah tangga kalian" Pesan Abi ketika mereka berbincang santai selepas makan malam.


"Berarti izin untuk ehm ehm udah turun dong Abi" Abi Anan dan Dava menggelengkan kepalanya sementara Umi Ara menatap horor Zahra setelah gadis cantik itu selesai berucap.


"Heleh kaya siap aja Kamu ehm ehm. Nggak takut sakit apa?. Emang Kamu pikir ehm ehm cuma enak aja gitu?." Lagi-lagi Abi Anan dan. Dava hanya bisa menggelengkan kepala melihat perdebatan dua wanita kesayangan mereka.


"Ya enaklah bukti nya Umi dapat dua" Gemas dan takut kalau gadis nya semakin berbicara melantur Dava pun mencolek hidung Zahra dan membuat gadis cantik itu menoleh kepada Dava.

__ADS_1


Wajah nya merona sementara Abi dan Umi tersenyum kecil ketika Dava selesai mengucapkan "Awas aja kalau nanti pas ehm ehm teriak teriak manggil Abi sama Umi."


__ADS_2