
"Ck, biar lagi hamil aura Bu Seara lebih menggoda dari Lo Lia." Ucapan Loli membuat Lia naik darah, hingga mendorong tubuh Loli dengan jari telunjuk kanan nya.
" Maksud Lo apa ngomong kaya gitu hah?. Lo sekarang lebih pro ke Bu Seara, biar bisa ngejilat Dia kaya Nita yang bisa dapetin Pak Wisnu karena Dia deket sama Bu Seara gitu?" Tuduhan Lia membuat Loli pun membalas balik Lia dengan mendorong balik bahu Lia hingga Lia mundur beberapa langkah dari Loli.
"Lama-lama Lo nyebelin tau nggak sih. Sok kecantikan padahal mah Lo biasa aja!" Sentak Loli sarkas.
"Eh, kok jadi malah ribut sih. Loli bisa nggak sih Lo tuh jaga omongan Lo sama Lia?!" Ucap Abigail seolah membela Lia sehingga membuat Lia tersenyum senang sementara Loli merotasi malas bola mata nya.
"Lo bela si Lia Bi?. Fix otak kalian udah rusak, serusak tabiat kalian!" Lia dan Abigail sontak langsung marah kepada Loli yang saat ini menentang mereka berdua.
"Kalau janur kuning belum melengkung Gue bakal dukung rencana Lo berdua buat deketin para bos. Tapi berhubung janur kuning udah melengkung, sori lebih baik Gue cabut dari grup. Lo berdua tau kan Gue paling benci sama pelakor?. Jadi mulai sekarang Gue out dari grup!" Ucapan tegas Loli membuat Lia dan Abigail semakin meradang.
"Kalau begitu Lo siap-siap jadi salah satu karyawan yang bakal di pecat oleh perusahaan. Ingat di belakang Gue masih ada Pak Bian yang bisa bikin Lo di pecat tanpa pesangon!" Ucap Abigail dengan nada mengancam.
"Kampret pantesan aja kerjaan nya selalu beres ternyata di bantu sama si buaya buntung Bian!" Gerutu Nita kesal membuat kedua alis Seara menukik heran.
"Siapa Bian Nit?" Tanya Seara berbisik penasaran.
"Nanti Saya kasih tau yang nama nya Bian Mbak" Seara hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Nita, sementara itu dua orang pria yang masih setia berada di belakang mereka tampak menggelengkan kepala nya bersamaan melihat ulah kedua wanita nya yang masih menguping.
"Cih, Lo pikir Pak Bian bakalan aman?. Inget kinerja nya juga nggak bagus bagus amat. Masih jauh di atas nya Aldo. Karena Dia sahabat Pak Pras aja maka nya Dia bisa jadi kepala bagian HRD, coba kalau nggak!" Ucap Loli seolah tak takut.
"Waduh, ternyata banyak KKN juga nih kantor. Ntar Gue aduin ke Mas Anan, biar di rombak struktur bagian" Bisik Seara yang di angguki oleh Nita.
__ADS_1
"Iya Mbak. Sayang yang kerja nya bagus, malah di manfaatin doang" Kali ini Seara yang menyetujui ucapan Nita dengan anggukan.
"Jaga ucapan Lo!" Ucap Abigail.
"Kalian yang harus jaga ucapan!" Kedua wanita yang sedang menguping itu langsung mengalihkan pandangan mereka kearah suara yang membuat pertengkaran grup ghibah itu jadi terhenti.
"Bang Wisnu / Pak Wisnu" Ucap Seara dan Nita bersamaan dan kemudian saling berpandangan dengan tatapan terkejut.
"Mau sampai kapan kalian menguping nya?" Kedua nya kembali terkejut ketika terdengar suara Anan di belakang mereka.
Kedua wanita itu pun mengarahkan pandangan kearah suara Anan dengan memasang wajah tak berdosa. Bahkan Seara langsung mengaitkan kedua lengan nya ke lengan kanan Anan dengan senyuman yang mengembang.
"Lapar Mas" Rengekan Seara membuat Nita menatap kearah Seara tak percaya, padahal belum satu jam wanita itu mengemil aneka jajanan juga makanan di ruangan pemasaran, dan sekarang Dia sudah bilang lapar lagi?.
Nita menggelengkan kepala nya tak percaya melihat kearah Seara yang terlihat nyaman saat Anan mengusap lembut surai nya dengan mesra.
"Sudah saya bilang berkali-kali kerja kalian akan ada penilaian nya. Bukan hanya duduk manis dan sibuk bergosip!" Wisnu berucap dengan nada tinggi hingga membuat ketiga wanita itu menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Kalian bertiga termasuk dalam karyawan yang kinerja nya buruk, bahkan dua diantara kalian sangat buruk dalam bekerja. Hanya mengandalkan penampilan dan pakaian yang kurang bahan. Ini kantor bukan club malam!" Ucap Wisnu bertambah keras.
"Apa bagian HRD tidak pernah memberikan teguran kepada Kalian, sehingga Kalian masih saja bekerja dengan pakaian dan penampilan seperti ini?. Tanya Wisnu yang masih membuat ketiga nya terdiam ketakutan.
"Nita." Panggil Wisnu dan Nita pun langsung menampakkan batang hidung nya yang sejak tadi mendengar pertikaian ketiga anggota grup ghibah, dan lagi-lagi kemunculan Nita membuat ketiga nya semakin terkejut.
__ADS_1
"Iya Pak" Ucap Nita menyahuti panggilan Wisnu.
"Tolong Kamu panggilkan kepala HRD keruangan meeting sekarang juga. Kita selesaikan masalah ini sekarang juga!" Ucap Wisnu. Nita pun segera menghubungi Bian kepala bagian HRD untuk segera keruangan meeting menemui Wisnu.
"Dan kalian bertiga keruangan meeting sekarang juga!" Titah Wisnu tak terbantahkan yang di angguki Lia, Loli dan juga Abigail bersamaan.
Wisnu pun membalikkan tubuh nya guna meninggalkan ruangan pantry di ikuti oleh Nita dan ketiga anggota grup ghibah kantor.
Lagi-lagi ketiga terkejut ketika melihat Anan dan Seara yang sudah berjalan terlebih dahulu di depan Wisnu dan Nita.
"Mampus Kita" Gumam Lia ketakutan.
Abigail terlihat sibuk dengan HP nya, seperti nya Dia sedang berkomunikasi dengan Bian di dunia maya.
Sedangkan Loli tampak sudah pasrah akan nasib nya di perusahaan, dan pasti nya Dia akan keluar dari grup ghibah kantor, karena menyesal telah terbawa arus agar di kenal karyawan lain. Namun ternyata bukan kebaikan yang di dapatkan oleh Loli setelah berteman dengan Lia dan teman ghibah nya.
"Bakalan ada yang pecah kongsi nih Nit" Bisik Seara saat sudah tiba di ruangan meeting.
Anan dan Wisnu tampak berdiskusi tentang perusahaan, kedua wanita mereka justru tampak memperhatikan ketiga wanita yang duduk di hadapan mereka.
Kalau Abigail dan Lia terlihat duduk merapat. Lain hal nya dengan Loli yang duduk sedikit menjauh dari kedua sahabat ghibabers nya. Entah apa yang Loli pikirkan, wanita itu terlihat sesekali menghela nafas pasrah dan menundukkan kepala nya saat bersitatap dengan Nita ataupun Seara.
Tak lama kemudian pintu ruangan dengan menampakkan seorang pria seusia Wisnu. Dari penampilan nya Seara bisa melihat kalau pria yang berada di hadapan mereka saat ini hanya lah bermodalkan penampilan tapi otak zonk.
__ADS_1
Ya, sering bertemu orang banyak dengan bermacam dan beragam karakter juga sikap dan sifat, membuat Seara bisa menilai kinerja seseorang berdasarkan penampilan, sikap juga tatapan mata dan tingkah yang sedang di lakukan oleh seseorang yang sedang berhadapan dengan nya.
"Tampang doang, otak zonk!"