Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C57. Kisruh Pras 1


__ADS_3

Wajah Seara seketika itu juga muram setelah terdengar helaan nafas Anan.


"Kalau Mas keberatan nggak apa-apa kok" Seara berucap dengan nada lirih.


"Bukan Mas keberatan sayang, hanya saja jarak ke makan Bunda cukup jauh dan jalan nya juga kurang layak untuk dilintasi, apalagi dengan Kamu yang sedang hamil sayang. Mas takut Baby kenapa-kenapa karena perjalanan yang jauh dab juga jalanan yang pasti nya akan banyak gucangan" Wajah Seara masih juga muram walaupun Anan sudah menjelaskan alasan nya menolak keinginan Seara.


"Mas tau kan usia Papa Wibi tidak akan lama lagi. Ara hanya takut, ketika waktu itu tiba Papa Wibi belum berkunjung ke makam Bunda. Ara_".


"Kalau begitu biar Mas, Ayah dan Papa Wibi saja yang ke makam Bunda. InsyaAllah setelah Kamu melahirkan baby dan baby juga sudah cukup besar, baru Mas ajak Kamu juga baby ke makan Bunda?" Ucap Anan memotong ucapan Seara.


"Ya sudah begitu juga nggak apa-apa. Ara hanya ingin Papa Wibi ke makan Bunda, Ara suka melihat Papa Wibi sedang menangis di ruang kerja nya sambil melihat foto Bunda yang ada di meja kerja nya. Ara merasa kalau Papa Wibi sangat menyesal dan bersalah kepada Bunda karena sudah melepaskan Bunda dan tidak mencari tahu keberadaan Bunda hingga Bunda menutup mata" Ucap Seara mengutarakan alasan nya.


"Iya, nanti Mas akan izin ke Ayah dulu untuk mengajak Papa Wibi berziarah ke makam Bunda" Ucapan Anan membuat wajah muram Seara pun menjadi cerah.


"Makasih Mas" Seara meraih tengkuk Anan dengan lembut dan kemudian mengecup singkat bibir Anan.


Anan menahan wajah Seara ketika akan menjauh dari wajah Anan, dan membuat kening mereka saling beradu. Seulas senyuman Anan membuat Seara menelan saliva nya dengan kasar, dan lagi lagi hormon kehamilan membuat nya menuntut pelepasan dan hal itu jelas terlihat oleh Anan.


"Baby, Ayah kangen pengen jenguk Baby" Bisikan Anan semakin membuat Seara meremang dan kemudian akhirnya Ayah Anan pun kembali menjenguk Baby setelah kemarin mereka berpisah.


Lain hal nya dengan Seara yang sedang mendapatkan kunjungan dadakan Anan mengunjungi Baby.


Pasangan Wisnu dan Nita kini tengah berada dalam perang dingin di karenakan saat akan pulang kantor seorang wanita berpakaian seksi langsung memeluk Wisnu dan yang membuat Nita kesal Wisnu yang terkejut dengan kedatangan wanita itu justru diam saja tak menolak pelukan itu, malab justru Wisnu mengabaikan Nita yang tengah melihat pemandangan itu dengan kesal.


Pernah merasakan bagaimana di khianati dan ditinggalkan di hari pernikahan membuat Nita langsung pergi meninggalkan Wisnu yang masih memeluk wanita seksi itu tanpa Wisnu ketahui.

__ADS_1


Setelah satpam penjaga pintu kantor menyapa Nita, barulah Wisnu menyadari kalau Nita sudah bisa dipastikan melihat apa yang Dia dan wanita seksi itu lakukan.


Flash back on


Wisnu langsung mendorong tubuh wanita itu dan langsung berlari menuju pintu depan kantor nya guna menyusul Nita yang ternyata baru saja masuk kedalam taksi yang baru saja menurunkan penumpang.


"Jalan Pak" Supir taksi pun segera menjalankan mobil yang di kendarai nya setelah Nita berbicara bertepatan dengan Wisnu yang baru saja keluar pintu gerbang kantor.


"Si Alan" Umpat Wisnu kesal karena taksi yang di tumpangi Nita berjalan meninggalkan kantor.


Wisnu pun masuk kembali kedalam lobi kantor guna menuju parkiran mobil nya yang berada di basement kantor dengan mengabaikan wanita berpakaian seksi yang ternyata masih menunggu nya di lobi kantor.


"Mas Wisnu" Wanita itu menghampiri Wisnu dan langsung melingkarkan tangan nya di lengan kanan Wisnu bertepatan dengan Seara dan Anan yang baru saja keluar dari dalam lift.


"Siapa Kamu?!" Bentak Seara kepada wanita yang masih berdiri di samping Wisnu.


"Kelakuan Kamu ya Bang. Nita mana?" Ucap Seara menatap tajam Wisnu sementara Anan menggelengkan kepala nya melihat Seara memarahi Wisnu.


Wisnu tampak tergagap menjawab pertanyaan Seara, belum juga di jawab Seara sudah memasang wajah marah nya.


"Sayang sabar" Anan mengusap lembut punggung Seara yang tengah berkecak pinggang di hadapan Wisnu dan wanita seksi itu.


"Mas sana. Jaga mata jangan liat kerak neraka yang di depan mata!" Seara mendorong pelan tubuh Anan agar tidak melihat kearah wanita berpakaian seksi tersebut.


"Siapa yang Elo bilang kerak neraka hah?" Sentak wanita berpakaian seksi itu kepada Seara.

__ADS_1


"Cih nggak nyadar pakai baju kurang bahan, badan di umbar kemana-mana. Apalagi yang pantas disebut kalau bukan kerak neraka?!" Sentak Seara kesal.


"Berani Elo menghina Gue. Lo nggak tau siapa Gue hah?. Gue ini keponakan pemilik kantor ini!" Ucap wanita itu yang di tertawai oleh Seara.


"Jangan asal ngomong Lo. Pak Wibi itu cuma punya keponakan Bang Wisnu. Nggak usah ngaku-ngaku Lo!" Ucap Seara bertambah kesal karena wanita itu mengaku sebagai keponakan Pak Wibi yang otomatis wanita itu masih ada hubungan kerabat dengan Anan.


Padahal menurut silsilah keluarga, Pak Wibi hanya memiliki seorang saudara perempuan dan itu adalah Almarhumah Ibu dari Wisnu. Lantas dari mana hubungan kerabat nya kalau Wisnu adalah anak tunggal dari Almarhumah Ibu nya.


" Heh gendut. Gue ini Marina keponakan Mami Maria, adik sepupu nya Pras pemilik perusahaan ini!" Bentakan lantang wanita itu justru membuat Seara tertawa kencang.


" Dasar mata Lo kotok, orang hamil di bilang gendut. Katarak mata Lo?" Wanita bernama Marina itu langsung menatap tajam Seara setelah mendengar ucapan Seara.


"Tadi apa Lo bilang?. Lo ponakan Mami Maria, adik sepupu nya Pras?. Lo tinggal di hutan ya. Sampai nggak tau berita kalau kakak sepupu Lo itu masuk penjara gara-gara membunuh?" Marina terkejut dengan ucapan Seara.


"Sayang, sudah jangan emosi nggak baik buat baby" Anan kembali mengingatkan Seara dan hal itu berhasil membuat emosi Seara mereda.


"Asal Lo tau ya. Ini suami Gue Anan Wibisana. Anak semata wayang Bapak Wibisana pemilik perusahaan ini" Marina melihat kearah Wisnu seolah meminta penjelasan. Wisnu mengangguk membenarkan ucapan Seara.


"Dan satu hal yang perlu Lo tau. Pras itu bukan anak kandung Papa Wibi tapi anak kandung supir pribadi tante Lo. Satu lagi, Bang Wisnu udah nikah. Dan Lo Bang. Lo harus ingat itu, kalau kerak neraka ini nggak ada hubungan kerabat sama Lo juga keluarga suatu Gue!" Ucap Seara kesal lalu menarik tangan Anan meninggalkan Wisnu dan Marina.


Marina masih terdiam tak percaya dengan apa yang di sampaikan Seara. Wisnu pun memilih melanjutkan langkah nya meninggalkan Marina


Benar apa yang di katakan Seara, Dia sudah menikah dan tak ada hubungan kerabat dengan wanita yang selalu bergelayut manja saat bertemu dengan nya itu. Karena itulah Dia lebih memilih menyusul Nita yang sudah meninggalkan nya dengan mengabaikan Marina yang terus menerus memanggilnya.


Flash back Off

__ADS_1


__ADS_2