Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C52. Tanggung Jawab


__ADS_3

"Nggak usah pakai santet menyantet, kalaupun berhasil pasti akan kembali kepada yang menyantet bahkan bisa lebih buruk yang di santet!" Ucap Seara menatap tajam Lia yang masih menundukkan kepala nya dalam-dalam.


"Hasil yang di capai dengan instan pasti tidak akan bertahan lama dan pasti nya akan menghasilkan hal yang tidak baik kedepannya bagi yang melakukannya. Namun apabila Kita memulai semua nya dari awal dan menikmati proses untuk menjadi sukses itu akan membawa kebanggaan dan kebahagiaan bagi diri kita sendiri saat Kita sudah berada di posisi yang Kita harapkan" Ucap Seara memberikan pendapat nya kepada keempat orang yang tengah di sidang oleh nya yang di saksikan Anan, Wisnu dan Nita.


"Saya harap kedepan nya Anda berempat dapat memulai sesuatu nya dengan jauh lebih baik lagi. Terutama kepada Anda berdua". Tatapan Seara di alihkan kepada Lia dan Abigail.


"Anda ibarat kan Anda yang mengenakan pakaian juga berpenampilan sopan adalah sebuah pakaian yang di jual di sebuah toko. Jika pakaian itu di lapisi oleh plastik sudah tentu pakaian itu akan selalu terjaga kebersihan nya dan harga nya pun akan tetap meskipun jarang yang akan menyentuhnya karena enggan membuat pakaian itu menjadi kotor dengan menyentuhnya ataupun mencobanya, hingga nanti akan datang pembeli yang benar-benar ingin membeli dan memakai pakaian tersebut, tanpa harus mencoba nya terlebih dahulu."


"Namun apabila Anda mengobral tubuh Anda dengan berpakaian dan berpenampilan tidak terjaga, maka samakanlah Anda dengan pakaian yang selalu di pajang tanpa plastik, dan jangan salahkan jika banyak orang yang akan memegang bahkan mencoba nya hingga pakaian itu tidak akan layak pakai lagi bahkan mungkin bisa saja pakaian itu akan di jadikan keset kaki karena tidak layak lagi untuk di jual ataupun di beli." Seara menghentikan ucapan panjang nya. Terlihat Loli memulai meneteskan air mata nya sementara Lia dan Abigail semakin tak berani mengangkat kepala nya dari menunduk.


Desas desus nasib ketiga wanita pengghibah juga Bian menjadi perbincangan hangat menjelang jam pulang kerja.


Awal hari setelah weekend di warnai dengan acara makan makan dan di akhiri dengan berita yang menggemparkan, membuat anggota grup ghibah lain nya pun mulai ketar ketir setelah tiga pentolan mereka mendapatkan hasil dari semua perbuatan mereka karena sibuk bergosip dab tebar pesona, hingga membuat mereka lalai akan tanggung jawab nya dalam bekerja dan membuat salah satu diantara mereka di pecat, dirumahkan dan di pindah kan ke bagian lain nya sebagai staf.


"Kayanya mereka udah pecah deh!" Bisik-bisik beberapa karyawan saat melihat Lia dan Loli yang terlihat menjaga jarak satu sama lain.


Kedua nya merapikan barang-barang di meja mereka masing-masing. Walaupun meja mereka berdampingan kedua hanya saling terdiam sibuk dengan barang yang tengah mereka rapikan, tak seperti tadi mereka sebelum mereka pergi ke pantry yang penuh canda tawa.

__ADS_1


Diruangan lain nya Abigail pun tengah merapikan meja kerja nya, sementara rekan kerja seruangan nya hanya diam dan melakukan pekerjaan mereka sebelum jam pulang kerja sebentar lagi.


Tak ada haru biru melepas kepergian Abigail, para rekan kerja nya justru bahagia dan senang karena mereka tidak akan bertemu dengan Abigail lagi dan bisa di pastikan grup ghibah kantor cetusan nya itu bubar.


Bian memasuki ruangan Abigail, pria itu menatap datar wanita yang tadi pagi masih berbagi selimut dalam kamar apartemen Bian. Abigail hanya terdiam saat mendapati Bian sudah berdiri di depan nya, sementara rekan kerja seruangan Abigail satu persatu mulai meninggalkan ruangan karena sudah jam pulang kerja.


"Kita putus!" Ucap Bian datar sesaat setelah Ratna sebagian orang terakhir yang keluar ruangan menyisakan Bian dan Abigail saja.


"Apa maksudnya?. Kita putus?. Gila Kamu Bi!" Ucap Abigail kesal, namun Bian tetap acuh dan tak perduli dengan ucapan Abigail.


"Setelah apa yang kita lalui, dengan gampangnya Kamu mutusin Aku gitu aja?." Abigail yang kesal dengan permintaan putus Bian pun memukuli lengan kanan Bian dengan bertubi-tubi.


"Jadi mulai sekarang jangan pernah lagi menghubungi Aku lagi!" Ucap Bian lalu membalikkan tubuh nya untuk meninggalkan Abigail.


Pergerakan Bian terhenti karena Abigail menahan lengan kanan Bian hingga Bian tak bisa melanjutkan langkah nya dan kemudian membalikkan tubuh nya menghadap kembali kepada Abigail yang tengah menatap wajah Bian dengan tatapan mengiba.


"Kamu nggak bisa mutusin Aku segampang itu Bi. Kamu harus bertanggung jawab atas semua yang sudah Kamu lakukan sama Aku Bi" Ucap Abigail mengiba.

__ADS_1


"Tanggung jawab?. Kamu sadar apa yang Kamu ucapkan Bi?. Tanggung jawab atas dasar apa. Toh saat pertama kali Aku menyentuh Kamu, Kamu sendiri sudah tidak perawan lagi. Bahkan saat itu Aku menjadi selingkuhan Kamu dari Pak Beni. Jadi kalau Kamu ingin meminta pertanggungjawaban ke Aku, jelas Kamu salah orang Bi!" Sergah Bian tak terima.


"Tetap saja Kamu harus tanggung jawab Bi. Karena Aku saat ini sedang hamil, dan itu adalah anak Kamu!" Abigail berucap dengan sedikit berteriak. Beruntung suasana kantor saat itu sedang sepi, karena pada karyawan sudah membubarkan diri sejak setengah jam yang lalu.


Bian terdiam dan kemudian tertawa sumbang menanggapi ucapan Abigail.


"Kamu hamil?" Abigail mengangguk mengiyakan pertanyaan Bian.


Tawa sumbang Bian semakin terdengar keras membalas anggukkan kepala Abigail.


"Berapa bulan?. Kita baru melakukan itu lagi setelah dua minggu yang lalu?" Pertanyaan Bian membungkam Abigail.


"Jangan cuma kepada Saya saja Kamu meminta pertanggungjawaban, tapi minta juga kepada para pria yang sudah menjajal Kamu!" Abigail mencengkram erat lengan kanan Bian, membuat pria itu meringis kesakitan.


Seulas senyuman kecil tampak di kedua sudut bibir Abiagail. "Jangan lupa satu hal sayang. Kamu selalu menolak menggunakan sarung. Dan satu hal yang harus Kamu tau, dua minggu lalu adalah masa subur Aku!" Bisik Abigail sambil tersenyum kecil.


Bian terdiam ketika Abigail mengusap penuh goda rahang kanan Bian. "Tanggung jawab atau Aku bikin keluarga Kamu berantakan!" Abigail kembali berbisik dan tanpa permisi sebuah kecupan di pipi kanan Bian di sarangkan Abigail dan membuat Bian mendelik kesal kepada wanita yang kini sudah berjalan meninggalkan ruangan nya dengan membawa sebuah kotak berisikan barang-barang nya.

__ADS_1


"Si Alan. Dasar ja**** brengsek." Umpat Bian kesal.


__ADS_2