Antara Aku Dan Kau

Antara Aku Dan Kau
C60. Vonis Pras


__ADS_3

Hari ini adalah sidang putusan pengadilan kasus yang melibatkan Pras sebagai tersangka pembunuhan Clara.


Semua bukti, keterangan para saksi ahli dalam hal ini kepolisian membuat hakim pun menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Pras karena selama persidangan kesaksian yang di berikan oleh Pras selalu berubah-ubah hingga membuat hakim merasa Pras dengan sengaja mempermainkan pengadilan dan tidak beritikad baik selama menjalani persidangan.


Pihak keluarga Clara yang dalam hal ini di wakilkan oleh Bram sebagai Ayah dari putri semata wayang Clara pun meminta pertanggungjawaban kehidupan putri nya kepada Pras dengan meminta bagian perusahaan Pras agar di serahkan kepada putri Clara sebagai bentuk kompensasi dari Pras yang sudah menghilangkan nyawa Clara.


Sidang sempat ricuh karena pihak keluarga Pak David menghalangi jalan nya persidangan, beruntung pihak pengadilan bisa mengamankan jalan nya sidang akhir itu dengan tertib.


Namun justru kericuhan terjadi antara Pak David dan Bram sesaat setelah Pras di bawa kembali ke Lembaga Permasyarakan oleh pihak terkait.


Pak David tak terima ketika Bram mengajukan kompensasi dengan meminta perusahaan Pras yang diberikan oleh Pak Wibi untuk anak semata wayang Clara, Vania.


Hal itu membuat Pak David marah sehingga memicu kericuhan di luar pengadilan.


Wisnu dan Nita yang di tugaskan hanya bisa menggelangkan kepala mereka, ketika mendengar perdebatan Pak David dan Bram yang sama-sama tidak mau mengalah, hingga perdebatan itu pun menjadi pidana ketika Pak David melayangkan pukulan kepada Bram.


Bram pun langsung melaporkan perbuatan Pak David kepada Putra yang pada saat itu sedang bersama Wisnu dan Nita setelah selesai mengawasi persidangan Pras.


"Mas Putra!" Ketiga langsung mengalihkan pandangan mereka kearah Bram yang berjalan dengan tergesa gesa menghampiri Putra.


"Tolong Mas, lihat perbuatan Pak David kepada Saya!" Adu Bram bertepatan dengan Pak David yang juga menghampiri Putra.


Melihat situasi yang mulai memanas dengan kedua belah pihak yang mulai beradu fisik, Wisnu pun segera merapatkan tubuh Nita kepada nya.


"Kamu bisa langsung melaporkan nya ke kantor polisi terdekat, bukan melaporkan hal itu kepada saya!" Ucap Putra tegas.


Jelaslah Pria itu kesal, karena sikap Bram yang sok kenal setelah Dia membuat Nita yang merupakan tetangga istri nya dulu sebelum menikah dan masih berkomunikasi hingga saat ini, itu kecewa bahkan sampai harus kehilangan kedua orang tua nya akibat perbuatan Bram yang tidak hadir pada saat akad nya dengan Nita.

__ADS_1


Padahal Bram lah yang memohon kepada Nita dan keluarga nya untuk tetap melangsungkan pernikahan nya dengan Nita karena Clara sudah meninggalkan nya karena lebih memilih hidup bersama dengan Pras.


"Tolonglah Mas_"


"Sudah saya bilang buat laporan Anda kepada kantor polisi terdekat bukan kepada Saya!" Putra langsung memotong ucapan Bram sebelum Dia menyelesaikan ucapan nya.


"Anda pikir bisa membuat laporan langsung kepada Saya tanpa ke kantor polisi terdekat?. Disini bukan tempat Saya, jadi Saya tidak bisa sembarangan menerima laporan tanpa prosedur yang jelas!" Ucap Putra tegas tak terbantahkan membuat Bram harus menelan pil pahit karena Putra acuh kepada nya.


Ketiga nya mengabaikan keberadaan Pak David dan Bram yang hanya terdiam memperhatikan interaksi Putra, Wisnu dan Nita.


"Kalian kembali ke kantor. Urusan selanjutnya akan Abang kabari lagi nanti" Wisnu dan Nita mengangguk lalu Wisnu menjabat tangan kanan Putra, sementara Nita menangkup kedua telapak kepada Wisnu.


"Semoga di segerakan mendapat momongan" Ucapan Putra dengan lantang dan penuh semangat di Aamin kan oleh Wisnu hingga membuat Nita yang malu dengan teriakan lantang suami nya itu pun mencubit gemas pinggang kanan Wisnu dan membuat pria itu terkejut lalu berpura-pura meringis kesakitan.


"Sakit sayang" Tepukan keras di bahu Wisnu di hadiahkan oleh Putra melihat aksi lebay Wisnu.


"Lebay" Ucap Putra dan Nita bersamaan.


"Siap komandan." Wisnu menurunkan tangan kanan nya setelah Putra membalas salam hormat nya.


"Assalamu'alaikum Bang / Kak" Salam Wisnu dan Nita bersamaan kepada Putra.


"Waalaikumsalam" Balas salam Putra.


"Pamit dulu Bram, Pak David. Semoga urusan nya bisa cepat selesai." Ucap Wisnu sebelum beranjak pergi meninggalkan area parkiran, sementara Putra sudah jalan lebih dahulu meninggalkan mereka setelah mendapat panggilan telepon.


Wisnu merangkul pinggang Nita dan meninggalkan Bram dan Pak David yang terlihat masih bersitegang mengenai perusahaan Pras.

__ADS_1


Padahal sejati nya perusahaan itu pun sedang masa pailit setelah Pras memegang perusahaan yang di berikan oleh Pak Wibi kepada nya tersebut.


"Mau kemana Kamu!" Pak David mencegah Bram yang akan berjalan menyusul Wisnu dan Nita.


"Kita lanjutkan urusan ini nanti!" Ucap Bram mengabaikan Pak David. Pria itu bergegas berjalan menyusul Wisnu dan Nita.


"Nita" Wisnu menghentikan gerakan nya saat akan membuka pintu penumpang di mobil nya untuk Nita, ketika terdengar suara Bram memanggil nama istri nya dengan lembut dan mesra.


Kedua alis Nita menukik tajam ketika melihat Bram tersenyum ramah kepada nya. Padahal setelah hubungan mereka berantakan, Bram selalu menghindari nya dan kalau pun bertemu pria itu akan enggan menemui nya walaupun hanya untuk meminta maaf atas perlakuan nya kepada Nita dan keluarga nya.


Nita segera masuk kedalam mobil setelah Wisnu membuka lebar pintu mobil dan mengabaikan keberadaan Bram yang sudah hampir mendekati mobil Wisnu.


"Ada perlu apa memanggil ISTRI SAYA?" Ucap Wisnu menghadang Bram yang akan mendekati pintu penumpang mobil nya dengan sengaja menekan kata Istri Saya sebagai status Nita saat ini.


"Istri?" Cicit Bram tak percaya.


"Ya ISTRI" Lagi-lagi Wisnu menekan kata Istri untuk Nita.


Bram memang sudah mendengar kabar burung tentang pernikahan Nita dan Wisnu, namun begitu ucapan langsung Wisnu tetap saja membuat nya terkejut.


Bagaimana bisa seorang Nita yang selalu berpenampilan biasa saja dab jutek terutama selalu menjadi lawan debat Wisnu menjadi istri Wisnu?. Pertanyaan itu terus menerus mengganggu pikiran nya.


Selain tak rela kalau Nita dan Wisnu telah menikah, ternyata Bram masih menyimpan rasa kepada Nita.


Ya Bram memang mencintai Nita, namun ancaman Clara saat itu membuat Bram harus tidak hadir di akad nikah nya dengan Nita. Bahkan sampai saat ini Bram belum mengucapkan maaf ataupun bela sungkawa atas meninggal nya kedua orang tua Nita akibat ulah nya tersebut.


"Jangan pernah punya pikiran untuk menemui nya lagi, kalau Anda masih sayang diri Anda!" Ancam Wisnu kepada Bram.

__ADS_1


"Kenapa?. Anda takut kalau Nita masih mempunyai rasa terhadap Saya?" Wisnu tertawa kecil menanggapi ucapan Bram.


"Takut bersaing dengan Anda?. Apa yang membuat Nita harus melepaskan Saya hanya demi pria rendahan seperti Anda?"


__ADS_2