
Seluruh mata melihat kearah Zahra yang berjalan sedikit lelet karena area sensitif nya yang masih terasa nyeri akibat ulah bablas nya bersama Dava semalam.
Dava hanya mengulum senyuman nya setiap kali Zahra menatap tajam kepada nya ketika mereka bertemu pandang.
Apalagi setelah Dava tadi pagi kembali mengajak nya berolah raga selesai mereka sholat shubuh, alhasil sekarang mereka pergi ke sekolah bersama dengan Zahra yang berjalan sedikit mengang****.
"Kenapa Lo Za. Jalan udah ngeng**ng gitu?" Zahra menepak kencang bahu Lena teman sebangku nya akibat ucapan lantang Lena.
"Ish. Sakit ogeb. Lo tuh kalau nepak pedes Za!" Prores Lena. "Woi Dava. Nona muda Lo kenapa?. Pagi-pagi udeh sewot aja!" Oceh Lena seraya mengusap bahu nya yang masih terasa nyeri akibat tepakan tangan Zahra di bahu nya.
Dava hanya diam tak menyahuti ocehan Lena. Membuat Lena berdecak kesal. Karena lagi-lagi Dava selalu mengabaikan ocehan nya.
"Dih, udah culun sombong pula. Masih mending Davi ganteng, ramah_"
" Tapi playboy nggak setia. Mending culun tapi setia" Lena menghentikan ocehannya ketika tanpa permisi Merry menyahuti ucapan nya.
"Cih. Darimana Lo tau si culun tuh setia?. Lagi juga tuh ya wajar kali kalau ganteng playboy. Daripada culun tapi_"
"Ngoceh lagi Gue rujak mulut Lo sama cabe setan lengkap sama setan setan nya mau Lo!" Lena langsung menutup mulut nya tak berani melanjutkan ucapannya ketika Zahra kini yang memotong ucapan nya.
"Widih tambah galak aja nih penga_"
" Ngapain Lo. Mau ngomong apa Lo Davi!" Davi yang baru memasuki kelas Zahra sampai terkejut ketika baru saja berucap Zahra langsung memarahi nya.
"Za" Zahra berdecak kesal ketika terdengar suara Dava yang ternyata sudah berdiri di samping nya.
"Setdah, galak amat sih Non. Lagi PMS apa nggak dapat jatah?" Ocehan Davi membuat Zahra menatap tajam Davi yang justru mendapatkan tawa dari Davi.
__ADS_1
"Astaga, Kakak Gue yang satu ini galak banget euy. Hati-hati Lo Bang" Dava dan Zahra melihat kearah Davi dengan tatapan heran karena Davi tanpa sungkan merangkul bahu Dava.
Padahal biasa nya melihat Dava dari jauh saja Davi langsung membuang mata nya, dan kalau terpaksa berpapasan Davi pasti selalu menyenggol bahu Dava dengan kencang.
Jadi jangan salahkan mereka yang melihat saudara kembar itu terlihat akrab walaupun Dava terlihat masih terkejut dengan perubahan sikap Davi yang tiba-tiba tak memusuhi nya.
"Pajak jadian kapan nih Bang, Kak?" Tanya Davi sambil menaik turunkan alis nya kepada Dava dan Zahra.
"Kalian jadian?" Tanya Lena dan Merry bersamaan lengkap dengan tatapan terkejut teman sekelas mereka yang mendengar ucapan Davi yang tengah memasang senyum smirk nya kepada Dava.
"Bukan jadian lagi tapi udah halal, mau apa Lo?" Tanya Zahra kesal kepada Davi seraya memperlihatkan cincin di jari manis kanan nya kepada Davi.
"Za" Dava kembali memanggil Zahra dengan lembut, tapi kali panggilan lembut Dava di acuhkan Zahra, mantan gadis itu justru berdiri di hadapan Davi sambil berkecak pinggang.
"Kenapa?. Kalian kaget kalau kita udah nikah?. Kalian aja pacaran biasa aja cerita ke yang lain, malah bangga bisa pacaran. Giliran ada yang berani nikah Kalian malah kaget" Ucap Zahra lantang.
"Terus kalau pacaran kalian biasa aja gitu?. Dih, kalau cowok yang bener tuh ngajak nikah bukan ngajak pacaran terus di putusin. Apalagi kalau udah perang bibir selagi pacaran, malu banget kan kalau ujung-ujung nya di putusin nggak di halalin!" Balas ucap Zahra membuat Lena dan Merry yang menjadi mantan Davi itu terdiam tak berkutik.
" Alhamdulillah, Kami sudah menikah, dan pihak sekolah juga sudah mengetahuinya. InsyaAllah setelah acara kelulusan Kami akan menyelenggarakan resepsi. Tapi kalau sekarang juga bisa kok Kami traktir sekelas di kantin, hitung-hitung sebagai PAJAK JADIAN" Ucap Dava yang sengaja menekan kata pajak jadian sambil menepuk bahu Davi.
Davi tersenyum kecut mendengar ucapan Dava. Apalagi tanpa sungkan Dava mengecup singkat bi*** Zahra di depan kelas.
"Njim, si culun. Untung banget dia dapat bidadari" Bisik beberapa siswa teman sekelas mereka yang melihat kearah Dava.
Zahra yang kesal mendengar ucapan itu dengan spontan langsung membuka kacamata tebal Dava hingga membuat Dava terkejut.
"Diem Bee, biar mereka tau muka Kamu. Walaupun Aku nggak rela, kalau nanti bakalan banyak yang ngiler liat Kamu" Ucap Zahra sambil melirik tajam kepada para siswi yang mulai terbuka mulut mereka ketika Zahra membuka kacamata Dava dan mengacak-acak rambut Dava yang klimis hingga membuat kelas pun menjadi ramai karena pekikan para kaum hawa yang takjub melihat penampilan Dava yang lebih tampan dari Davi.
__ADS_1
"Njim. Definisi cowok sempurna. Sayang udah ada label halal nya" Celotahan salah seorang siswi membuat tawa di kelas pun pecah.
"Gila Lo Za, tau aja yang mana berlian di tumpukan batu kali" Lagi-lagi celotoh siswi lain nya membuat kelas menjadi ramai.
"Eh di apain lagi Za. Pelit banget Lo, pemandangan indah di tutupin di nikmati sendiri" Ucap siswi lain nya ketika Zahra kembali merapikan penampilan Dava ke model culun.
"Fix, si Za tipe bini yang posesif" Celoteh seorang siswi lain nya.
"Hilih kaya Lo nggak aja Sis. Lo lebih parah masih pacaran udah posesif sama si Zaky" Bukan nya marah, Siswa justru tertawa kencang bersama Zaky.
"Hahaha Di pikir mereka aja yang udah halal kali Yang. Kita juga udah kaleeee" Ujar Siska menunjukkan sebuah cincin yang menjadi liontin di leher nya disertai tawa Zaky.
"Njim. Pantesan aja Lo berdua nggak takut di grebek, udah label halal nya ternyata hahaha" Ucapan seorang siswa membuat siswa itu me dapat toyoran di belakang kepala nya dari Zaky.
"Bener kata Zahra kalau cowok yang bener tuh ngajak nikah bukan ngajak pacaran apalagi kawin tanpa nikah" Ucapan spontan Siska membuat pucat wajah beberapa siswi di dalam kelas.
"By The Way. Selamat ya Bang Kak. Gue doa in pernikahan kalian SaMaRa. Da. Semoga Gue cepet punya keponakan. Aamiin" Ucap Davi yang langsung di hadiahi Zahra pukulan kencang di bahu Davi hingga membuat Davi meringis kesakitan.
"Astaghfirullah Kak Zahra, pedes banget pukulan Lo. Awas Lo KDRT sama Abang Gue. Gue laporin Lo ke Kak Aris Sirait" Ucap Davi yang mendapat tatapan heran dari Zahra dan juga Dava karena Davi mengucapkan nama Ketua KPAI.
"Sadar diri woi. Lo berdua. Eh salah berempat masih di bawah umur. Jadi bukan ke polisi tapi ke KPAI!" Sontak ucapan Davi membuat Dava menoyor kening Davi dengan pelan.
"Udah tau masih di bawah umur malah jadi playboy. Insyaf Dek" Davi merengut kesal karena Dava kembali memanggil nya Dek.
"Denger tuh kata Abang, Dek!" Bibir Davi semakin merengut karena Zahra pun ikut-ikutan memanggil nya Dek.
"Ck. Nyebelin" Ucap Davi lalu melihat kearah paling pojok kelas Zahra dan Davi.
__ADS_1
Seulas senyuman terukir di sudut bibir Davi, kala melihat seorang gadis berhijab dan ber kacamata yang sejak tadi hanya menyimak perdebatan di kelas nya dengan sesekali tersenyum ketika mendengar ucapan yang mengundang tawa.