
"Kita berangkat sekarang!" Alvin mengangguk.
"Sayang Kamu nanti pulang dengan Ayah juga Nita ya. Mas, Papa, Bang Wisnu juga Bang Alvin mau ke rumah sakit dulu" Ucap Anan yang tentu saja membuat Seara, Pak Budi dan juga Nita bingung.
"Ada kabar tentang Pras" Bisik Anan yang di angguki oleh Seara.
"Anan pamit ya Yah. Maaf Anan titip Seara dulu ya Yah" Pak Budi mengangguki permintaan Anan dan menepuk pelan bahu Anan.
"Kabari Kami kalau sudah sampai" Anan mengangguk lalu mencium punggung tangan kanan Pak Budi.
"Hati-hati Mas" Seara mencium punggung tangan kanan Anan yang di balas dengan mengecup kening Seara singkat.
"Nanti langsung istirahat ya Sayang" Seara mengangguk dan Anan pun bergegas pergi menghampiri Pak Wibi dan Alvin yang sedang bersiap-siap.
"Mas pergi dulu" Kali ini Wisnu yang pamit kepada Nita. Gadis itu mengangguk lalu mencium punggung tangan kanan Wisnu.
"Wisnu titip Nita juga ya Yah" Pak Budi menepuk punggung Wisnu dan mengangguk.
"Hati-hati" Pesan Pak Budi, sebelum Wisnu berjalan menghampiri Anan, Pak Wibi dan Alvin.
" Mau langsung pulang atau masih mau melanjutkan makan siang nya?" Tanya Pak Budi melihat kedua wanita muda itu hanya terdiam setelah suami mereka masing-masing pergi keluar ruangan.
"Pulang aja Pak. Kasihan Mbah Ara, pasti cape dan butuh istirahat" Ucap Nita yang di setujui oleh Pak Budi.
Setelah berpamitan dengan rekan kerja lain nya Pak Budi, Seara dan Nita pun pulang ke rumah dengan menyisakan tanda tanya besar bagi para karyawan karena di tinggalkan oleh para pemimpin perusahaan.
Sementara itu setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, rombongan Anan pun tiba di sebuah Rumah Sakit Pemerintah yang biasa melayani para tahanan dan para tersangka yang sedang masa penyelidikan.
"Bang Putra" Wisnu memanggil nama seorang pria yang mengenakan baju seragam kepolisian dan saat itu tengah berbincang dengan seorang dokter di depan ruangan IGD.
"Wisnu" Balas sapa Putra.
"Apa kabar Om" Putra menyapa Pak Wibi lalu mencium punggung tangan Pak Wibi.
"Alhamdulillah, baik. Perkenalkan ini Anan" Pak Wibi memperkenalkan Anan kepada Putra.
"Anan/Putra" Kedua nya saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing.
"Anan ini Putra kandung Om dengan Tante Aaliyah." Putra yang baru mendengar kabar tersebut sontak langsung terkejut.
__ADS_1
"Biasa aja muka nya Pak. Nggak usaha kaget kaya gitu" Putra berdecak kesal mendengar ucapan Alvin.
"Nyamber aja bensin" Kali ini Alvin yang berdecak kesal mendengar panggilan kesayangan dari Putra untuk nya.
"Ck. Nggak bakal beres nih urusan kalau sumbu sama bensin udah ngomong" Alvin dan Putra melihat Wisnu dengan kesal.
"Kalian bertiga kalau sudah bertemu selalu seperti ini" Ucap Pak Wibi berpura-pura kesal.
"Bagaimana dengan Pras?" Tanya Pak Wibi.
"Masib dalam penanganan Om. Tadi pada saat Kami melakukan penanganan Pras melawan. Dan terpaksa kami harus menembak kaki nya" Pak Wibi hanya menyimak ucapan Putra.
"Jadi belum ada keterangan?" Tanya Pak Wibi.
"Untuk saat ini Kami masih menetapkan Pras sebagai saksi, namun karena Pras hendak melarikan diri, tidak menutup kemungkinan kalau status nya akan naik menjadi tersangka sama seperti Bram" Keempat nya melihat Putra dengan terkejut dan heran.
"Bram memberikan keterangan kalau Dia dan Pras memang merencanakan untuk memberikan pelajaran kepada Clara yang ternyata di belakang Pras Clara menjalin hubungan dengan Gio sahabat Pras" Pak Wibi menghela nafas mendengar ucapan Putra.
"Dasar wanita nggak bener!" Gerutu Alvin kesal.
"Jadi ada kemungkinan Pras memang sengaja melenyapkan nyawa Clara, sebelum di pergi? Putra mengangguki ucapan Pak Wibi.
"Lain kali Om akan jelaskan kepada Kamu" Ucap Pak Wibi.
Beberapa saat kemudian pintu IGD pun terbuka. Pras keluar dengan di bopong oleh dua orang polisi di sisi kanan kiri nya dengan kedua kaki nya yang di balut perban akibat luka tembak di kedua betis nya.
Sorot mata kecewa Pak Wibi terlihat saat melihat kearah Pras yang hanya bisa tertunduk malu.
"Pak" Sapa Pras kepada Pak Wibi saat tiba di depan Pak Wibi.
"Kamu harus mempertanggung jawaban apa yang sudah Kamu perbuat" Pras semakin menundukkan kepala nya mendengar ucapan Pak Wibi.
"Jangan kabur lagi" Pesan Alvin kepada Pras, membuat Pras mendengus kesal.
Anan menyikut lengan Wisnu ketika pria itu tertawa kecil mendengar pesan Alvin kepada Pras, dan hal itu membuat Wisnu mengulum senyuman nya.
🌹
🌹
__ADS_1
Wisnu dan Anan memutuskan kembali ke perusahaan, sementara Alvin menemani Pak Wibi memeriksa kesehatan nya di rumah sakit biasa Pak Wibi kontrol, setelah selesai bertemu dengan Pras.
Suasana kantor sudah kembali seperti biasanya. Selepas makan siang bersama, para karyawan kembali ketempat mereka masing-masing.
Kini kedua orang pria muda itu tengah duduk di ruang kerja Anan, guna membahas para karyawan yang akan di nilai kinerja nya besok, dan tidak mengetahui kalau istri mereka masih berada di kantor.
Lebih tepat mereka berdua tengah berpesta kuliner di ruangan pemasaran dengan di temani Pak Budi yang ternyata sengaja di utus Pak Wibi sebagai mata-mata untuk melihat kinerja karyawan.
Ruangan pemasaran terlihat lebih ramai dari biasa nya, terdengar tawa juga percakapan hangat yang membuat beberapa bagian keheranan terutama bagian yang banyak berisikan para karyawan yang hobi nya bergosip.
"Rame banget pemasaran" Bisik dari ruang sebelah yang berisikan bagian keuangan.
"Kata nya ada Bu bos" Balas yang lain nya.
"What?. Nggak salah main nya di pemasaran?" Ucap tak percaya karyawan lain nya.
"Wah bakalan naik pangkat sama naik gaji tuh mereka. Apalagi tadi kalau nggak salah dengar, Pak Budi manajer bagian pemasaran itu Ayah nya Pak Anan" Celotah yang lain nya.
"Aneh banget, anak nya yang punya perusahaan Ayah nya malah jadi manajer bagian pula" Cibir seorang karyawati yang merupakan salah satu teman gosip lain bagian Lia dan Loli.
"Memang nya kenapa kalau Ayah pemilik perusahaan menjadi manajer bagian?, masalah buat Anda?" Percakapan di ruangan keuangan langsung terhenti ketika terdengar suara yang baru mereka kenal.
Lima orang karyawan bagian keuangan langsung terdiam ketika melihat Seara sudah berdiri di depan pintu ruangan dengan Nita yang berada di belakang Seara.
"Perusahaan menggaji kalian untuk bekerja bukan berghibah!" Ucap Seara tegas.
Wanita yang tengah hamil memasuki usia 6 bulan itu pun memasuki ruangan bagian keuangan. meneliti satu persatu karyawati yang berada di ruangan keuangan.
" Aldo, dimana Bu Merry?" Tanya Nita kepada salah seorang karyawan.
" Sudah seminggu ini, Bu Merry sedang cuti Mbak" Jawab karyawan yang bernama Aldo.
"Siapa PIC nya?. Saya mau mengecek laporan keuangan minggu ini?". Ucap Nita, sementara Seara masih berkeliling ruangan keuangan.
Ternyata sebelum mereka pesta kuliner di bagian pemasaran, Seara meminta Nita untuk menemani nya berkeliling bagian.
"Mbak Abigail PIC nya Mbak"
Nita merotasi malas kedua bola mata nya kala mendengar nama yang merupakan salah satu penggosip di perusahaan.
__ADS_1