BABY ALUNA

BABY ALUNA
Mommy Kelepasan


__ADS_3

Matahari menegakkan diri, kicauan burung dibawah teduhan dedaunan pohon. Diatas tempat tidur big size terdapat


dua wanita cantik, ibu dan anak yang sedang berpelukan damai dalam mimpi, hingga salah satu dari mereka menyudahi mimpi indahnya dan berniat membangunkan wanita lainnya. Sebelum itu, ia menatap mata wanita lainnya dengan tatapan cinta.


"By, bangun yuk cintanya mommy." Mommy, sambil mengusap punggung baby. Baby, membuka mata


perlahan-lahan dan tidak lupa senyum manisnya. Karena dia sangat mengenali suara siapa yang barusan membangunkannya.


"Morning cintanya, mommy." Mommy, sambil memberikan ciuman di wajah anaknya diakhiri dengan kecupan di bibir putrinya.


"Morning too, mommynya, baby." Baby, cekikikan karena perbuatan mommynya yang membuat dia kegelian.


"Tidur nyeyak sayang?" Mommy, bertanya dengan putrinya.


"Iya, mommy, tidur baby nyenyak sekali. Hem ... mommy, apa mommy, ke kantor hari ini?" Baby, sambil menatap mata mommynya.


"Syukurlah, kalau baby tidur nyenyak. Iya sayang, hari ini mommy ke kantor, kenapa by? Baby, butuh sesuatu


sayang?" Mommy, mengelus rambut putrinya.


"Apa baby akan ikut ke kantor mommy?" Tanya baby.


"Iya, baby akan ikut mommy ke kantor seperti biasanya. Kenapa sayang, katakan baby ingin apa?" Tanya mommy.


"Hemm ... mommy apa boleh baby tidak ikut mommy, ke kantor?" Baby.


"Kenapa sayang? Apa ada yang membuat baby merasa tidak nyaman sayang?" Tanya mommy, sambil mendudukkan dirinya dan mendudukkan putrinya yang saat ini sedang berhadapan dengan dirinya.


"Tidak mommy, baby ingin bermain saja bersama Sintia unnie, Leo dan rabbit, mommy." Jawab baby.


"Hari ini aunty Airin, masuk untuk pertama kalinya bekerja di agensi aunty Chu sayang. Sintia unnie, akan ikut


aunty Airin, dan aunty Chu, sayang. Jadi untuk hari ini baby ikut mommy dulu ya sayang." Jelas mommy, sambil mengusap pipi gembul putrinya.


"Iya mommy, apa Leo dan rabbit boleh ikut, mommy?" Tanya Baby.


"Tentu sayang, baby boleh membawa Leo dan rabbit baby." Jawab mommy.


"Ayo, sekarang waktunya untuk kita bersiap-siap sayang. Sebelum membersihkan diri kita harus apa sayang?" Tanya mommy.

__ADS_1


"Minum air putih mommy." Jawab baby dengan semangat.


"Good girl." Mommy tersenyum, memberikan putrinya air putih.


Setelah selesai minum air putih kegiatan mereka di lanjutkan dengan mandi bersama, bernyanyi di kamar mandi,


setelah dirasa sudah pas, barulah mereka turun ke lantai bawah menuju ruang makan. Di mana di meja makan sudah tersedia makanan dan sudah sangat dinantikan kedatangan ibu dan anak ini oleh mereka.


***


"Morning." Sapa ketiga wanita dewasa dan satu anak kecil.


"Morning too." Jawab ibu dan anak itu dengan kompak.


"Bagaimana tidur semalam, apa nyenyak unn, Sintia?" Tanya Mommy.


"Sangat nyenyak aunty, terima kasih aunty karena mengizinkan aku dan ibu tidur disini, kasurnya benar-benar lembut aunty. Sampai-sampai aku, tidak ingin bangun dari tidur kalau bukan ibu paksa bangun untuk ikut melihat pekerjaan ibu bersama aunty Chu." Sintia dengan semangatnya menceritakan suasana hatinya.


"Sayang, tidak boleh berbicara seperti itu. Cukup berterima kasih pada aunty Jane dan jangan terus-terus merepotkan aunty Jane, oke sayang. (Sambil mengusap kepala Sintia). Unnie, berterima kasih Jane, karena sudah mengizinkan unnie dan Sintia, menginap disini." Airin.


"Tidak papa unn, sama sekali tidak merepotkan. Biarkan Sintia mengeluarkan isi hatinya, unn. Sintia, dengar


aunty, Sintia, boleh kapan pun datang kesini dan tidur di sini, jangan sungkan. Karena Sintia, sekarang adalah unnienya baby, jadi anggap ini juga mansion Sintia, ya." Mommy.


"Wah, ini menjadi salah satu pagi yang menyejukkan hati.  Di mana bisa berkumpul bersama dengan


orang-orang yang kita sayangi, berbincang ringan sebelum beraktivitas, makan bersama. Terima kasih Tuhan sudah memberikan pagi yang begitu kami syukuri." Aunty Chu.


"Benar sekali unn, pagi yang sangat di syukuri dengan melihat keadaan ruang meja makan saat ini." Aunty Osi.


"Ya sudah, sekarang waktunya mulai makan sebelum kita beraktivitas dengan kegiatan sehari-hari". Mommy J


"Baby ingin sarapan dengan apa sayang?". Mommy J


"Boleh tolong susu coklat dan nasi goreng sosis mom, untuk baby".


"Tentu sayang, baby akan mendapatkannya. (Sambil mengambil permintaan putrinya). Ini sayang. Sebelum


makan baby pimpin doa terlebih dahulu".  Mommy J. Baby pun melakukannya dan yang lainnya mengikutinya.

__ADS_1


"Terimakasih mommy, selamat makan mommy, aunty, dan Sintia unnie." Ujar baby dengan nada cerianya


"Selamat makan juga, baby." Jawab mereka kompak.


***


Selesai mereka dengan urusan makan saat ini mereka sedang berbincang ringan di meja makan. Kebetulan meja makan langsung dibersihkan begitu mereka semua selesai makan.


"By, hari ini baby ikut dengan siapa?"  Aunty Osi.


"Baby ingin bermain dengan Sintia unnie, Leo dan rabbit, aunty. Tapi kata mommy, Sintia unnie ikut aunty Airin dan aunty Chu, ke kantor." Baby sedih.


"Sayang, kita sudah membahasnya tadi. Jadi, jangan pasang muka sedih, princess mommy lebih cantik


dengan senyum manisnya." Mommy, yang duduk di sebelah baby dan sedang mengelus sayang rambut baby.


"Iya mommy." Baby, menampilkan senyum manisnya.


"Maaf baby, hari ini aunty Chu akan mengajak aunty Airin dan Sintia unnie, berkeliling agensi dan memberitahukan tugas aunty Airin, sayang. Nanti bosan disana sayang, jadi baby tidak papa ya ikut dengan mommy dulu." Aunty Chu.


"Apa tidak apa baby di tinggal? Unnie, bisa menjaga Sintia dan baby, tanpa mengganggu kegiatan pengenalan tanggung jawab unnie di kantor." Aunty Airin.


"Sintia, juga akan mengajak baby berbicara agar baby tidak bosan selama berkeliling tempat kerja ibu nanti, Sintia akan menjaga baby aunty." Sintia.


"Terima kasih unn, Sintia. Tidak papa, baby akan ikut dengan aunty Jane saja." Mommy, masih membelai kepala putrinya.


"Jane, sepertinya setelah pulang kerja nanti, unnie akan membantu mencari apartemen untuk di tempati unnie Airin


dan Sintia. Sepertinya tidak akan menginap malam nanti di mansion baby. Unnie, sekalian ikut memilih barang-barang untuk mengisi apartemen unnie Airin, apa tidak apa Jane?" Aunty Chu.


"Why ... (Dengan suara keras yang di keluarkan). Why, mommy, aunty Airin dan Sintia unnie, tidak tinggal disini?


Di sini banyak kamarnya, ada banyak mainan, ada baby, ada mommy. Why, mommy?" Baby dengan mata menahan berkaca-kaca.


"Baby!" Bentak mommy.


"Mommy tidak pernah mengajarkan baby, untuk berteriak apalagi dengan orang yang lebih tua dari baby." Mommy, kelepasan, membentak putrinya.


"Baby, ikut aunty ke kolam ikan dulu yuk, paman Sttif belum memberi makan ikan." Aunty Osi langsung

__ADS_1


menggendong baby, tanpa menunggu jawaban baby. Karena dia paham situasinya saat ini. Kalau unnienya tidak segera di pisahkan dari baby, bisa-bisa unnienya akan meluapkan amarahnya pada baby. Dan aunty Osi tidak ingin hal itu terjadi.


Pergi lah aunty Osi dan baby, ke kolam ikan dan di ikuti dengan Sintia, yang merasa iba dengan baby. Sintia merasakan ke sedihan yang di rasakan baby.


__ADS_2