BABY ALUNA

BABY ALUNA
Flashback Daddy dan Mommy


__ADS_3

Di salah satu kampus ternama tepatnya di Garbu National University, hari ini melaksanakan kegiatan OSPEK untuk


MABA semua jurusan tanpa terkecuali. Semua MABA sudah berkelompok dan saat ini mereka sedang berdiri mendengarkan arahan dari wakil ketua presiden mahasiswa.


"Selamat datang di Garbu National University, perkenalkan  saya Jichu selaku wakil ketua presiden mahasiswa. Selamat untuk kalian semua yang sudah berhasil lulus dan masuk ke kampus ini. Sebagaimana jadwal yang sudah di tetapkan, hari ini semua mahasiswa akan di dampingi dengan 2 senior setiap kelompok untuk memperkenalkan keseluruhan letak gedung, peraturan apa saja yang dilarang di dalam kampus dan fasilitas yang bisa digunakan mahasiswa. Saya mohon kepada rekan-rekan saya yang sudah dibebankan dengan tanggung jawab untuk membimbing juniornya. Sekian arahan dari saya, kegiatan bisa di mulai."


Setelah arahan tadi masing-masing kelompok mulai berkeliling gedung dan mendengarkan intrupsi dari senior mereka. OSPEK yang berlangsung selama 3 hari, berjalan sukses tanpa ada kendalan hingga penutupan.


"Mohon perhatian, terimakasih sudah sama-sama bekerjasama menyukseskan kegiatan OSPEK yang di selenggarakan selama 3 hari. Saya mengucapkan terimakasih pada rekan-rekan yang sudah menjalankan tanggung jawab membimbing MABA. Terima kasih juga saya ucapkan pada semua MABA karena sudah mengikuti OSPEK sesuai dengan arahan senior. Dengan berakhirnya kegiatan OSPEK hari ini, maka kalian MABA sudah resmi menjadi bagian dari Kim National University, sekian." Kim Jichu.


Setelah kegiatan OSPEK selesai, perkuliahan pun berjalan sebagaimana mestinya. Saat ini aktivitas di kantin yang tadinya rame dan ricuh dengan mahasiswa yang berlalu lalang, sedang makan, bertukar cerita, canda dan tawa, tiba-tiba hening karena atensi mereka tertuju pada sekelompok perempuan yang sedang berjalan menuju arah meja mereka biasa makan. Kelompok itu terdiri dari 4 anggota yang semuanya bervisual dewi yunani, mereka semua satu kelas, satu jurusan dan satu angkatan.


Jichu selaku wakil ketua presiden mahasiswa, visual, yang paling tua dari anggotanya, anak orang kaya, tegas. Nayla, visual, anak dari kepala kepolisian, ramah. Joy, visual, anak dari tokoh politik berpengaruh lembut dan ramah. Dan yang terakhir Queen Bee, princess Jane anak pemilik kampus, memiliki sifat yang dingin, tidak tersentuh, cerdas dan sebagai ketua presiden mahasiswa.


***


Sampailahmereka di meja dan salah satu dari mereka pergi memesan makanan, di rasa sedari tadi menjadi pesat perhatian seluruh penghuni kantin, salah satu mereka menegur untuk bersikap biasa saja. Setelah selesai memesan satu anggota dari mereka kembali kemeja bergabung dengan kelompoknya membahas topik tentang 2 mahasiswa baru yang telat masuk, hingga tidak bisa mengikuti kegiatan OSPEK sebagaimana yang dilakukan MABA lainnya.


"Unn, aku dengar nanti akan kedatangan mahasiswa baru dari luar korea, jurusan apa unn?" Nayla.


"MABA jurusan bisnis seperti kita, kalau tidak salah dari Australia dan Thailnd." Jichu.


"Apa mereka akan di OSPEK juga, unn?" Joy.


"Mereka OSPEK juga. Ketua prodi memberikan unnie dan Jane tugas untuk membimbing mereka mengenalkan kampus." Jichu.


"Aku tidak tahu unn." Jane, akhirnya membuka suara.


"Karena, dirimu terlalu sibuk dengan novel kesayanganmu itu." Jichu.


"Hahah, unn, kurangilah hobi membaca novelmu yang membuat dirimu tenggelam dalam dunia novel. Nanti yang ada kami sudah memiliki pasangan, unnie masih sibuk dengan pasangan hayalan unnie." Joy.


"Betul sekali, Jane tidak ada pasangan yang sempurna seperti keinginanmu di dunia ini seperti hayalanmu di dunia novelmu." Nayla.


"Mengapa jadi aku yang kalian, bully. Hei, sesama jomblo, jangan saling menasehati." Jane.


Di balas gelak tawa dengan teman satu gengnya. Mereka sangat suka menjahili si Queen Bee, namun juga takut kalau harus menerima amukannya. Sedang asik berbincang di selingi dengan menyantap makanan mereka, ada salah satu mahasiswa baru yang datang menghampiri meja mereka.


"Permisi kak. Kak Jichu dan Kak Jane di panggil Pak Jhon sekarang untuk menemuinya di ruangannya. Permisi Kak." MABA.


"Ayo Jane, unnie rasa pak Jhon ingin membahas soal MABA yang telat. Nay, Joy, kami pergi dulu." Jichu, berjalan sambil menarik tangan Janeke ruangan pak Jhon.


"Iya, unn." Nayla dan Joy.


***


TOK ... TOK ... TOK ...


"Masuk." Pak Jhon.


"Jichu, Jane duduk ada yang ingin Bapak bicarakan." Pak Jhon.

__ADS_1


"Jichu, Jane ini 2 MABA yang akan kalian OSPEK secara personal, karena mereka telat tidak bisa mengikuti kegiatan OSPEK dengan MABA lainnya. Bapak, minta tolong pada kalian untuk mengenalkan mereka tentang materi OSPEK yang sama dengan MABA lainnya dan kalian akan Bapak izinkan untuk tidak menghadiri kelas kalian dulu. Kalian bisa memulainya dari sekarang." Pak Jhon.


"Iya, Pak." Mereka pun keluar berempat meninggalkan ruangan pak Jhon.


"Hem, terima kasih Kak, sudah bersedia untuk meluangkan waktunya memberikan materi OSPEK pada kami." Perempuan berambut pirang.


"Sama-sama, tidak usah canggung. Lagian ini juga menjadi bagian dari tugas kami." Jichu.


"Lagian sudah tahu jadwal OSPEK di selenggarakan, masih juga telat!" Jane.


"Ah, maaf Kak." Laki-laki tinggi berkulit putih.


"Astaga, Jane tidak baik seperti itu. Maafkan sikap teman saya, jangan di ambil hati, dia memang seperti itu dengan orang baru. BTW kita dari tadi belum berkenalan, perkenalkan saya Jichu wakil ketua presiden mahasiswa dan ini Jane selaku ketua presiden mahasiswa. Kalian bisa memanggil kami Unnie tidak perlu formal." Jichu.


"Iya, Unn. saya Rose." Rose.


"Laskar Raga Darmawa, panggil saja Laskar, unn. Senang berkenalan dengan, unnie." Laskar


"Ah baiklah, perkenalannya di rasa cukup. Kita bagi 2 kelompok saja, Rose dengan Unnie dan Laskar dengan Jane."Jichu.


"Iya, unn." Laskar dan Rose.


***


"Unn, apa kita bisa mulai tour mengelilingi gedung kampusnya?" Laskar.


"Hm." Jane.


"Unn, bisakah kita jangan canggung. Kalau unnie merasa keberatan dengan menjadi penanggung jawab OSPEK ku. Ayo kita temui Pak Jhon, aku yang akan berbicara pada pak Jhon untuk tidak menjadikan unnie sebagai penanggungjawab OSPEK ku." Laskar.


"Astaga, mari lanjutkan perjalanannya, princess." Laskar.


Hal itu sukses membuat kesan yang mendalam di dalam di hati Jane, dengan panggilan princess diiringi dengan senyuman manis. Tidak tahu kenapa Jane, suka dengan panggilan princess dari Laskar, padahal panggilan itu selalu dia dengar dari fans-fansnya, namun biasa saja respon hati Jane.


"Kau, menyebalkan." Jane dan Laskar kembali berjalan menyusuri gedung.


Ketika mereka sedang melewati lapangan sepak bola, bola datang menuju arah Jane, Laskar yang menyadarinya, memeluk Jane dan membiarkan tubuhnya yang terkena bola. Berakhirlah bola mendarat sempurna di kepala Laskar, membuat Laskar, menjatuhkan tubuhnya sepenuhnya pada Jane. Berakhirlah Laskar, di brankar ruang kesehatan kampus.


"Apa dia terluka?" Jane, duduk di samping brankar Laskar.


"Tidak ada luka di kepalanya. Hanya saja nanti setelah dia bangun, dia akan merasakan sakit kepala atau bahkan memuntahkan isi perutnya, efek dari sakit kepalanya." Pelayan kesehatan.


"Apa yang harus dilakukan?" Jane.


"Setelah dia bangun, kompres bagian kepalanya yang terkena bola dan berikan dia banyak air putih untuk di minum. Berikan dia buah-buah untuk di konsumsi, sembari menunggu mood makannya kembali normal. Kalau tidak ada lagi yang di tanyakan, saya tinggal dulu." Pelayan kesehatan.


"Jane, bagaimana keadaannya?" Jichu datang bersama Rose.


"Seperti yang unnie lihat, Dia masih belum sadar dan untungnya dia tidak mendapat luka di kepala." Jane.


"Eugh, sakit sekali." Laskar, sedang mengumpulkan kesadarannya, belum menyadari ada 3 pasang mata yang memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"Kau, sadar jagoan!" Jane, dengan nada sinisnya, padahal di dalam hatinya mengucap syukur melihat Laskar yang sudah sadar.


"Astaga, unnie, mengejutkan ku, untung diriku tidak memiliki penyakit jantung." Laskar.


"Kau, berlebihan." Jane.


"Apa yang kamu rasakan saat ini?" Rose, yang sudah berdiri di samping Laskar. Belum sempat Laskar, menjawab pertanyaan Rose, dia memuntahkan isi perutnya ke arah Rose, dan mengenai lengan kanan baju Rose.


"Maaf Rose, aku tidak sengaja." Laskar, meminta maaf dengan Rose, dengan wajah pucat.


"It's okay, aku tahu kondisimu. Aku bersihkan diri dulu." Rose, izin membersihkan diri.


"Perlu unnie, panggil pelayan kesehatan?" Jichu.


"Tidak perlu unn, unnie tolong bantu aku membawa Dia ke mobilku." Jane.


"Ah, uun. Tour kita belum selesai. Unnie, tidak sabaran sekali ingin mengajak ku berkencan." Laskar, percaya diri.


"Hahah, dirimu menggombali Queen Bee, kamu sudah menyetok banyak persediaan nyawa?" Jichu.


"Manusia, terlalu percaya diri. Siapa, juga yang ingin berkencan dengan Kau. Kau, ikut aku dan diam, jangan banyak bertanya. Unn, ayo." Jane.


"Iya." Jichu, membantu memapah Laskar.


Slang bebersapa waktu akhirnya mereka sampai di mobil. Jane, langsung membuka kunci mobil.


"Unn, terima kasih. Kami, duluan." Jane.


Jane, apa dirimu mulai menyukai Laskar, Unnie berdoa atas kebahagiaanmu. Sudah seharusnya kamu bahagia lagi Jane. Batin Jichu, berbalik dan menuju kelas


"Unn, di mana, Jane unnie?" Joy.


"Mengantar Laskar." Jichu.


"Laskar, siapa, unn?" Nayla.


"MABA, dari Thailand. Laskar Raga Darmawa." Jichu.


"What's! apa aku tidak salah dengar, unn. Jane unnie, mengantar anak baru?" Joy.


"Sepertinya, ada yang tidak beres dengan Queen Bee kita." Nayla.


"Astaga Joy suaramu. Laskar, menjadi tameng Jane dari bola yang mengarah pada Jane, bola itu mengenai kepala Laskar dan membuat dia masuk ruang kesehatan." Jichu.


"Baik sekali anak baru itu, unn." Joy.


"Cool, aku rasa Jane, menyukainya." Nayla.


"Unnie, rasa juga begitu Nay, Jane sepertinya mulai menyukainya." Jichu.


"Aku jadi penasaran unn, ingin melihat wajahnya." Nayla.

__ADS_1


"Aku pun sama". Joy


"Besok kalian bisa melihatnya." Jichu.


__ADS_2