
Hari demi hari telah berlalu, hari ini tepat berkurangnya usia dari mommy baby. Perayaan besar-besaran dilakukan daddy Kim dan mommy Jane, sekalian memperkenalkan baby di hadapan publik. Rekan kerja, sahabat, wartawan turut diundang dalam perayaan kali ini.
Saat ini mommy Jane dan baby sedang berhias, lebih tepatnya mommy Jane yang sedari tadi sibuk dengan mempercantik diri. Sedangkan baby sudah mulai bosan menunggu mommynya sedari tadi.
"Mommy, masih lama kah?" tanya baby kesekian kalinya.
"Tunggu sebentar sayang, sedikit lagi," jawab mommy Jane memperbaiki bulu mata dan menata rambutnya.
"Mommy, sedari tadi berbicara sedikit, sedikit, sedikit lagi. Baby lelah, mommy sudah cantik," kesal baby akhirnya mengeluarkan unek-uneknya.
"Maaf sayang. Ayo, mommy sudah selesai. Bagaimana dengan penampilan mommy?" tanya mommy Jane memamerkan dirinya pada baby.
"Mommy selalu beautiful," puji baby dengan senyum.
Akhirnya mereka keluar dari kamar hotel menuju aunty's.
"Wah, cantik sekali baby," puji aunty Osi menggendong baby.
"Terima kasih, aunty yang lebih cantik," balas baby.
"Happy birthday Mommy Jane, itu kado dari kami sudah kami kirim langsung kerumah, agar dirimu tidak repot-repot lagi membawanya," ucap aunty Airin.
"Jangan nilai harganya, tapi lihat ketulusannya oke," ujar aunty Nayla.
"Selamat ulang tahun unn, semoga unnie panjang umur, berlimpah rezeki, selalu dilindungi Tuhan dan menjadi mommy yang baik untuk baby," ucap aunty Joy.
"Happy birthday to you, mommy Jane," ujar aunty Chu.
"Thanks guys untuk ucapan doanya, aamiin," saut mommy Jane.
__ADS_1
"Jane," panggil daddy Kim datang menghampiri mereka.
"Iya dad," saut mommy Jane.
"Ayo, ke atas panggung, acara akan dimulai," ajak daddy Kim mengambil baby dari gendongan aunty Osi.
"Iya dad, guys kami ke atas dulu. Nanti di sambung lagi, nikmati hidangannya," pamit mommy Jane pamit dengan di belakangnya diikuti daddy Kim dan baby.
Aunty's mengangguki perkataan mommy Jane, mereka kembali duduk di meja yang khusus untuk mereka.
"Berhubung tuan rumah yang memiliki acara sudah berada di atas panggung, acara akan kita mulai saat ini. Kepada tuan Kim di persilahkan untuk memberikan sepatah dua patah kata untuk putrinya yang sedang berulang tahun," ujar MC.
"Perhatian semuanya, saya Tuan Kim ayah dari Jennie CEO muda dari Kim Company. Mengucapkan selamat ulang tahun untuk putri semata wayang daddy. Daddy minta maaf belum bisa menjadi daddy yang baik untuk princess. Tapi, daddy akan selalu terus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk princess. Daddy mencintai mu sayang," ucap daddy Kim mencium kening mommy Jane yang berada di sampingnya. Sementara baby sedang di pelukan bibi Han.
"Terima kasih daddy. Daddy adalah salah satu hal terindah yang Jennie miliki di hidup ini. Love you too dad," balas mommy Jane memeluk daddy Kim.
"Dan ada satu hal lagi yang akan saya sampaikan di acara ulang tahun putri saya ini. Saya akan memperkenalkan pewaris tunggal dari kekayaan Kim Company. Dia cucu saya anak kandung dari putri saya, Kim Aluna Ruby. Kemari sayang," ucap daddy Kim memanggil baby yang sudah diturunkan dari pelukan bibi Han untuk berjalan sendiri menghampiri grandpa dan mommynya.
"Hm, baby malu mommy, grandpa," ucap baby yang suaranya terkena Microphone yang di dengar semua isi ruangan dan mengundang tawa serta kegemasan dari mereka semua karna perkataan baby.
"Hahah, tidak perlu malu sayang. Perkenalkan saja diri baby, baby pemberani," kata mommy Jane meyakinkan baby.
"Hai, grandpa, grandma, uncle, aunty, perkenalkan baby. Kim Aluna Ruby cucu grandpa Kim, anak daddy Laskar dan mommy Kim Ruby Jane," tutur baby dengan senyum lebarnya. Seketika isi ruangan menjadi meleleh dengan melihat senyum baby.
"Ah, keponakan aunty paling beautiful in the world," puji aunty Chu berterik tak sadar, dan mendapat perhatian semua orang dan menertawakan tingkahnya.
"Astaga, Jichu. Kamu ini memalukan, lihat kita jadi pusat perhatian orang," tegur aunty Airin.
"Iya aunty baby beautiful in the world dan aunty beautiful in the sun," balas baby menjawab teriakan auntynya.
__ADS_1
Semua orang tertawa dengan tingkah baby dan aunty Chu.
"Hahah, sudah sayang. Kalian bisa menikmati hidangan yang sudah di sediakan," ucap daddy Kim kemudian memberikan Microphone pada MC dan berjalan ke bawah panggung menghampiri rekan bisnisnya dengan baby masih di gendongaannya.
"Baby tidak ingin ikut bersama mommy ke tempat aunty's sayang?" tanya mommy Jane ingin mengambil baby.
"Baby masih ingin bersama grandpa, mommy," jawab baby.
"Biar baby dengan daddy, pergi temui sahabat-sahabat mu sayang," ujar daddy Kim pada mommy Jane.
"Iya daddy," ucap mommy Jane berjalan bergabung bersama aunty's.
"Baby, kenapa tidak di bawa unn?" tanya aunty Osi pada mommy Jane yang bergabung di meja mereka.
"Ingin bersama grandpanya," jawab mommy Jane memakan puding stroberi yang ada di atas meja.
"Jane, usia baby bukan seharusnya sudah masuk sekolah?" tanya aunty Airin.
"Iya unn. Aku dan daddy sudah sepakat untuk memasukkan baby sekolah, di Kim School, unn," jawab mommy Jane sembari memakan puding stroberinya.
"Aku ikut mengantar baby sekolah di hari pertama, unn," ucap aunty Osi menimpali obrolan mereka.
Mommy Jane mengangguk selagi makan dan sesekali melihat anaknya yang sedang di gendong daddynya.
"Kamu tak kembali ke Australia, Rose? Bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya aunty Joy.
"Aku memutuskan untuk pindah ke Korea saja, unn. Sudah cukup rasanya untuk menghabiskan waktu di Australia. Di sini aku bisa berkumpul dengan kalian dan bisa melihat perkembangan baby," jawab aunty Osi.
"Kalau begitu, bergabunglah dengan agensi unnie, Rose. Unnie selalu membuka pintu untukmu," tawar aunty Chu.
__ADS_1
"Iya unn," jawab aunty Osi.