BABY ALUNA

BABY ALUNA
Aunty Airin (2)


__ADS_3

Tok ... tok ... tok ...


"Masuk," pekik aunty Airin yang sedang melihat hasil edit cover buku dari karyawannya untuk di jadikan cover buku kliennya.


"Sibuk sekali CEO satu ini," sapa mommy Jane membuka pintu melihat aunty Airin di depan laptopnya dan baby sudah masuk terlebih dahulu setelah mommy Jane membuka pintu.


"Ah Jane, unnie kira kamu dan baby akan ke sini siang nanti. Hai baby," sapa aunty Airin.


"Hai aunty," balas baby dengan senyum manisnya.


"Ada yang tidak sabaran ingin ke sini melihat-lihat kantor auntynya," ucap mommy Jane duduk di sofa.


"Baby suka dengan buku?" tanya aunty Airin masih dengan posisi yang sama tapi menghadap baby dan mommy Jane.


"Iya aunty," jawab baby.


"Sedang sibuk unn?" tanya mommy Jane meletakkan barangnya berjalan bersama baby menuju kursi yang sedang aunty Airin duduki.


"Hanya sedang memilih cover buku untuk klien," jawab aunty Airin.


"Ini bagus aunty, hanya perlu sedikit diturunkan warnanya jadi lebih soft dan sejuk di pandang," saran baby setelah  berada di meja dan di depan laptop aunty Airin.


"Oh, baby tahu dari mana? Pintar sekali sayang," puji aunty Airin mendudukkan baby di pangkuannya.


"Tidak, baby suka saja warnanya soft sesuai dengan judul bukunya," ungkap baby.


"Terima kasih sayang, nanti aunty sampaikan pada karyawan aunty. Ah, di kulkas aunty ada cokelat, baby ingin?" tanya aunty Airin.


"Apa boleh mommy?" tanya baby menatap mommynya.


"Boleh sayang," jawab mommy Jane yang sedari tadi memperhatikan masukan yang diberikan baby pada aunty Airin.


"Apa baby boleh meminta cokelatnya aunty?" tanya baby dengan sopan.


"Tentu sayang, ayo," ajak aunty Airin berdiri dengan baby di gendongannya membuka pintu kulkas di ruangannya dan memberikan baby cokelat dan duduk bersama di sofa ruangan aunty Airin.


"Aunty tolong buka," pinta baby.


"Ini sayang," aunty Airin. Baby menikmati cokelatnya sembari duduk di pangkuan aunty Airin dan mendengarkan obrolan mommy dan auntynya itu.


Selang beberapa saat, mommy Jane memperhatikan baby yang sudah dirasa cukup dengan cokelat, jadi ia menghentikannya.


"By, sudah cukup sayang. Kemari cokelatnya mommy simpan dan baby lap tangan dan mulutnya dulu," ucap Mommy Jane mengeluarkan tisu basa.


"Iya mommy," saut baby turun dari pangkuan aunty Airin berjalan ke mommy Jane memberikan cokelat dan kedua tangannya untuk di bersihkan.

__ADS_1


"Ah, baby ingin melihat kantor aunty?" tanya aunty Airin setelah melihat kegiatan mommy Jane dan baby selesai. Karena mommy Jane cerita kalau baby begitu antusias untuk mengelilingi kantornya.


"Iya aunty, baby mau," saut baby dengan senyum manisnya.


"Ayo sayang, mommy ingin ikut atau menunggu disini?" tanya aunty Airin menghampiri baby dan mommy Jane.


"Mommy tunggu di ruangan aunty Airin saja ya by. Baby jangan jauh-jauh dari aunty dan dengarkan perkataan aunty, iya sayang," ucap mommy Jane.


"Iya mommy," jawab baby menyambut uluran tangan aunty Airin.


"Kami berkeliling dulu mommy," pamit aunty Airin pergi bersama baby bergandeng tangan.


***


Sepeninggalan aunty Airin dan baby, mommy Jane yang ingin mengistirahatkan tubuh nya sebentar, terganggu dengan suara pesan masuk dari handphonenya.


+54321: (Hai Jane, save chahee).


Mommy Jane: (Iya Cha).


+54321: (Kau sedang apa Jane?).


Mommy Jane: (Bersantai saja Cha).


Mommy Jane: (Nanti aku tanyakan pada baby dulu Cha).


+5432: (Ah, baiklah Jane)


Percakapan mereka berakhir. Mommy Jane pun melanjutkan niat awalnya untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar, sembari menunggu putrinya pulang bersama unnienya.


***


Sementara di bawah lantai CEO, aunty Airin menjadi pemandu wisata kantor, untuk memperlihatkan kantornya dengan baby dan menjelaskan beberapa hal yang baby tanyakan. Anak itu sangat antusias, bahkan ada beberapa hal yang dia coba utarakan kepada aunty Airin untuk di tinjau ulang, seperti butuh perluasan ruangan untuk bagian percetakan, warna ruangan karyawan bagian pengeditan terlalu monoton dan lain halnya. Bukannya marah, aunty Airin justru mempertimbangkan ucapan baby, ya walaupun baby mengucapkannya seolah-olah sedang berbicara biasa saja.


"Aunty, kata mommy aunty suka membaca. Buku apa yang aunty suka baca?" tanya baby pada aunty Airin yang saat ini sedang berada di kantin perusahaan. Tour mereka berakhir di kantin perusahaan, karena baby dan aunty Airin merasa haus.


"Iya sayang, aunty sedang suka membaca novel kisah yang bisa menginspirasi aunty. Baby suka baca?" tanya aunty Airin balik.


"Suka aunty, daddy dan mimi suka membacakan baby buku dan membelikan baby buku," jawab baby.


"Oh, itu bagus sayang. Katakan pada aunty, baby lebih suka buku apa?" tanya aunty Airin.


"Baby suka buku yang membahas alam semesta aunty, seperti planet, matahari, bintang," jawab baby.


"Wow, itu luar biasa sayang. Ayo, kebetulan aunty punya buku yang kemarin baru terbit, aunty akan berikan pada baby," tutur aunty Airin.

__ADS_1


Setelah baby dan aunty Airin selesai dengan urusan menghilangkan dahaga di tenggorokan mereka pergi ke bagian hasil percetakan.


"Nah, ini untuk baby dari aunty, semoga baby suka," ucap aunty Airin memberikan baby 1 buku baru.


"Terima kasih aunty, baby akan membacanya," ujar baby mengambil buku dengan senyum manis.


"Nah, karena baby sudah melihat seluruh kantor aunty, bagaimana kalau sekarang kita kembali menghampiri mommy," ajak aunty Airin.


"Iya aunty," kata baby. Mereka menaiki lift menuju ruangan aunty Airin.


Klik ...


"Hai sayang," sapa mommy Jane meletakkan majalah yang dia baca.


"Mommy, lihat baby diberikan aunty buku," seru baby berlari, setelah aunty Airin membuka pintu menyuruh baby masuk terlebih dahulu.


"Wah, baby sudah berterima kasih pada aunty?" tanya mommy Jane mendudukkan anaknya di pangkuannya, mengelap keringat baby.


"Hahah, sudah mommy. Baby antusias sekali mom," saut aunty Airin.


"Iya, terima kasih aunty," ucap mommy Jane.


"Iya mommy, ingin ke agensi aunty Chu sekarang, sepertinya aunty Osi, aunty Nayla dan aunty Joy sudah ada di sana," ajak aunty Airin.


"Iya unn, by kita ke agensi aunty Chu sayang?" tanya mommy Jane.


"Oh, agensi artis-artis mommy?" tanya baby.


"Iya artis-artis, penyanyi, penari," jawab mommy Jane.


"Wah, aunty Chu penari mommy?" tanya baby.


"Aunty bukan penari sayang, aunty CEO agensinya," tutur Mommy Jane sembari mengelus rambut baby.


"What's, mommy tidak bercanda bukan? Aunty mommy tidak sedang mengerjai baby 'kan?" tanya baby.


"Iya sayang, mommy baby berkata jujur. Aunty Chu CEO nya," timpal aunty Airin dengan senyum manisnya.


"Astaga, bagaimana ini. Mommy dan aunty's orang-orang hebat, bagaimana dengan baby nanti," kata baby.


"Hahah, astaga ada-ada saja. Ya sudah sekarang kita berangkat ke agensi aunty Chu, ya?" tanya aunty Airin.


"Iya aunty," jawab mommy Jane dan baby.


Baby, baby, tidak sadarkah dirimu. Dirimu yang saat ini saja sudah menjadi 2 pewaris tunggal dari perusahaan besar, bagaimana nanti kalaubesar dan dirimu yang mengeoprasikan perusahaan itu. Yang ada hartamu tidak akan habis-habis sayang. Sedari kecil saja sudah memiliki 3 blackcard, batin aunty Airin.

__ADS_1


__ADS_2