
"Baby ingin sesuatu sayang?" tanya Mommy Jane.
"Mommy, apa boleh temani baby berjemur?" tanya baby.
"Iya sayang, tunggu mommy ambil kursi roda dulum ya," ucap Mommy Jane memanggil Suster.
"Iya mommy," kata baby.
Tak lama suster datang, masuk keruangan baby.
"Sus, tolong kursi roda dan bantu membawa infus baby, baby ingin berjemur," pinta Mommy Jane pada Suster.
"Iya Miss, tunggu sebentar ya adik manis," pamit Suster mengambil kursi roda. Di jawab anggukan oleh baby.
Selang beberapa saat Suster kembali dengan kursi roda yang baby akan gunakan. Suster membantu memegang tiang infus baby, sedangkan mommy Jane mendorong kursi roda baby menuju rooftop yang ada di lantai baby dirawat.
"Terima kasih Sus, kau boleh kembali. Nanti akan aku panggil, kalau baby sudah berjemur," ucap Mommy Jane
"Iya Miss," tukas Suster pamit pada mommy Jane dan baby.
Saat ini baby dan mommy Jane tengah duduk di salah satu bangku yang ada di rooftop. Sambil melihat gedung-gedung tinggi dan jalanan yang ramai kendaraan dan pejalan kaki.
"Mom, kapan baby bisa melihat makam Daddy?" tanya baby masih menatap gedung-gedung.
"Setelah baby keluar dari rumah sakit, baby dan mommy akan berkunjung ke makam Daddy sayang. Baby merindukan Daddy?" tanya Mommy Jane menatap siluet wajah samping baby yang begitu sempurna.
"Iya mommy, baby tidak merindukan Daddy. Karena Daddy datang dimimpi baby," ucap baby.
"Apa yang Daddy katakan, sayang?" tanya Mommy Jane penasaran.
"Daddy memeluk baby cukup lama sambil berbincara, baby tolong jaga mommy, jangan tinggalkan mommy dan jangan nakal, ikuti apa yang mommy katakan. Daddy mencintai baby dan mommy," tutur baby mengalihkan pandangannya ke wajah mommynya.
"Iya sayang, kita doakan Daddy dari sini, ya. Supaya Daddy di tempatkan di surga Tuhan," ucap Mommy Jane mengelus pipi kanan baby.
"Iya mommy, mari berdoa mommy. Tuhan tolong jaga dan tempatkan Daddy di surgamu Tuhan, Daddy orang baik, Daddy berhati tulus, sampaikan salam rindu dan cinta baby dan mommy pada Daddy Tuhan. Aamiin," ucap baby memimpin doa di ikuti mommy Jane.
"Aamiin," saut Mommy Jane mengaamiinkan doa baby.
"Aamiin," kata anak perempuan di atas baby 1 tahun yang berada di sana lebih dulu dari baby dan mommy Jane yang mendengar doa baby.
"Oh, hai sayang kamu sendiri di sini? Di mana orang tuamu?" tanya Mommy Jane.
"Mommy tolong, jangan sayang. Itu milik baby. Mommy milik baby," tegas baby tidak suka dengan panggilan sayang yang mommynya berikan pada anak perempuan yang mendengar doanya tadi.
"Oh, maaf sayang. Tidak akan lagi," sesal Mommy Jane mengelus pipi baby. Di jawab anggukan dari baby.
Astaga begini rasanya di cemburui anak sendiri. Hahah ... Kamu lucu sayang, batin mommy Jane.
"Sebelumnya perkenalkan aunty dan adik kecil, aku Ryujin. Aku bersama eomma di sini, tapi eomma sedang ke toilet sebentar aunty," terang Ryujin.
"Nama yang bagus, baby perkenalkan nama baby sayang," ucap Mommy Jane.
__ADS_1
"Hai unnie, perkenalkan baby," ucap baby dengan senyum manisnya.
"Sayang, ah maaf, Miss-" Eomma Ryujin berhenti setelah melihat siapa wanita dewasa di depannya.
"Cha," panggil Mommy Jane.
"Jane,"
Mereka berpelukan. Sementara baby dan Ryujin memperhatikan mommy dan eomma mereka.
"Astaga Jane sudah lama sekali, apa kabar dirimu? Ini anakmu bersama Hans?" tanya Chahee sahabat mommy Jane di New Zealand, sedikit banyaknya chahee tahu soal Hans, tapi tidak dengan pernikahannya dengan Daddy baby.
"Ah, cha. Aku baik, ini anakku Kim Aluna Ruby," kata Mommy Jane.
"Oh," kata Cha yang sudah duduk dengan memangku anaknya dan mommy Jane yang sedang mengelus tangan baby.
"Iya, aku sebelum kembali bersama Hans. Aku sudah di jodohkan dan menikah dengan Daddy baby. Aku tidak bersama Hans, Cha," ucap Mommy Jane.
"Oh, takdir Tuhan benar-benar tidak ada yang tahu Jane," ucap Cha.
"Iya Cha, baby sapa aunty Cha sahabat mommy dari New Zealand sayang," kata Mommy Jane.
Baby hanya diam dan acuh dengan permintaan mommynya.
"Sayang, hei. Baby kenapa apa ada yang sakit sayang. Katakan pada mommy di mana yang sakit?" tanya Mommy Jane berlutut di hadapan baby memeriksa keadaan putrinya.
"Mommy ayo kembali kekamar, baby sudah berjemurnya," ketus baby tanpa menjawab pertanyaan mommynya.
"Biar aku bantu Jane, kamu dorong kursi baby dan aku yang membantu membawa tiang infusnya," ucap aunty Cha.
"Sayang, kita keruangan sahabat eomma dulu, ya," ajak Cha berbicara dengan anaknya. Di angguki oleh Ryujin.
"Terima kasih Cha. Ayo sayang," ajak Mommy Jane mendorong kursi roda baby.
Sedari tadi baby hanya diam tanpa membuka suara sedikit pun, entah apa yang membuat mood anak itu menjadi buruk.
Sampai diruangan baby, mommy Jane dan Aunty Cha membantu mengatur posisi baby di atas kasur agar nyaman. Setelahnya barulah mereka duduk di kursi samping kasur baby.
"Ada apa dengan anakmu Jane, kenapa bisa mendapatkan luka di keningnya?" tanya aunty Cha.
"Dia didorong orang dan berakhirlah mendapatkan luka jahitan. Bagaimana denganmu, kenapa kau berada di sini Cha?" tanya Mommy Jane.
"Astaga, jahat sekali orang itu. Anakku Ryujin demam tinggi semalam dan syukurlah ini sudah normal kondisinya," jawab aunty Cha menjelaskan sambil mengusap rambut anaknya.
"Hm, entahlah aku pun tak habis pikir dengan tindakan yang dilakukannya pada anak kecil. Sangat arogan. Syukurlah kalau kondisinya sudah membaik," tutur Mommy Jane menatap Cha dan Ryujin tapi tak berhenti mengelus tangan baby yang hanya diam saja.
"Ah, Jane sepertinya kita belum menyimpan nomor telepon, kita bisa bertukar kabar sesekali atau bisa untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak," tukas aunty Cha.
"Iya, ini," kata Mommy Jane menyodorkan handphonenya pada Chahee.
"Nah sudah, kalau begitu aku dan Ryujin pamit dulu ya Jane. Baby cepat sembuh sayang," pamit Chahee.
__ADS_1
"Iya terima kasih aunty Cha dan Ryujin sudah membantu dan mengunjungi baby," saut Mommy Jane mewakili baby yang hanya diam saja tanpa menjawab pernyataan aunty Cha.
Mommy Jane mengantar Aunty Cha dan Ryujin keluar dari ruangan baby dan kembali lagi kesisi baby. Mommy Jane penasaran dengan mood anaknya yang tiba-tiba berubah menjadi buruk.
"Sayang, ingin berbicara pada mommy?" tanya Mommy Jane, tapi baby tak bergeming sama sekali.
"Hah, baikalah mommy memberikan baby waktu sendiri. Katakan kalau baby butuh sesuatu ya, sayang," ucap Mommy Jane menatap anaknya, memberikan baby waktu sendiri dulu dengan diamnya. Sementara mommy Jane duduk memperhatikan wajah anaknya.
Tok ... tok ... tok ...
Masuklah seorang pria dengan stelan kantor rapi dengan Jas hitam.
"Uncle," seru baby memanggil pria yang dia amat kenal.
"Hai baby," sapa Pria itu berjalan ke arah sisi baby yang kosong.
"Maaf jangan mendekat, anda siapa?" tanya Mommy Jane berdiri memeluk baby.
"Ah, maaf Miss Jane. Perkenalkan saya BamBam orang yang diutus untuk mengelola perusahaan dan aset yang di tinggalkan tuan Laskar dan nyonya Diana untuk baby," ucap uncle Bam.
"Ah, iya," kata Mommy Jane melepaskan pelukan dari baby. Membiarkan bam berinteraksi dengan baby.
"Bagaimana kondisi baby?" tanya uncle Bam pada baby.
"Sudah lebih baik uncle. Uncle jauh-jauh ke sini ada apa?" tanya baby.
"Syukurlah, uncle mengantar jenazah Daddy dan sekalian berbicara dengan mommy baby soal aset-aset Mimi dan Daddy yang ditinggal atas nama baby," tutur uncle Bam mengelus rambut baby.
"Uncle, Daddy sudah disurga bersama Mimi, Little baby juga ikut," adu baby pada uncle kesayangannya.
Mereka berdua memang dekat, BamBam yang awalnya menjadi kaki tangan dari Daddy Diana dan setelahnya turun ke Diana, setelah mengenal Daddy baby yang murah hati, dia cepat akrab dengan Daddy dan baby.
"Iya sayang, baby yang ikhlas ya. Selalu doakan Daddy, Mimi dan little baby," saut uncle Bam.
"Iya uncle," ucap baby.
"Ah, maaf Miss Jane apa bisa kita membahas soal jenazah Daddy dan aset-aset baby?" tanya uncle Bam.
"Iya, sayang mommy dan uncle berbicara sebentar, ya," ucap Mommy Jane mengelus rambut baby, yang hanya diam saja.
Akhirnya mereka berdua duduk berhadapan di sofa ruangan baby, dengan sesekali mommy Jane memperhatikan baby sambil mendengarkan uncle Bam.
Setelah berdiskusi, akhirnya di sepakati jenazah Laskar akan di makamkan di satu area dengan makam mommy Jane, dan baby diberikan 3 blackcard yang berisi uang bulanan yang akan baby terima dari perusahaan dan aset-aset baby yang lainnya dibiarkan saja, tidak untuk dijual. Perusahaan di kelola oleh uncle Bam, hingga baby nanti sudah bisa mengoperasikan perusahaannya.
Setelah diskusi panjang lebar, akhirnya uncle Bam pamit pada baby dan mommy Jane.
"Baby, uncle pamit dulu, ya," pamit uncle Bam.
"Iya uncle, sering-sering kemari menjenguk baby, uncle," ucap baby.
"Iya sayang, Miss saya izin pamit. Tolong jaga keponakan saya," ucap uncle Bam keluar dari ruangan baby setelah diangguki oleh mommy Jane.
__ADS_1
Tinggallah mommy Jane dan baby. Karena mommy Jane melihat anaknya belum memiliki mood yang baik, akhirnya dia memilih diam dan tidak bertanya pada baby. Sampai nanti baby ingin berbicara sendiri pada dirinya.