
Saat ini aunty's dan mommy Jane dan baby sedang berada di restoran yang berada di dalam mall milik mommy Jane. Mereka sedang mengisi perut terlebih dahulu sebelum menuju kekediaman aunty Chu, karena aunty Osi akan tinggal bersama unnie tertuanya. Baby masih tidur di pelukan aunty Osinya.
"Rose, baby belum ada tanda-tanda ingin bangun?" tanya aunty Airin.
"Sepertinya belum unn, tidurnya pulas sekali," jawab aunty Osi.
"Jane bangunkan baby, kasihan sudah waktunya masuk jam makan siang," ucap aunty Chu.
"Iya unn," ucap mommy Jane berjalan ke kursi aunty Osi yang sedang menggendong baby yang masih nyaman tidur.
"Sayang bangun yuk," ajak mommy Jane sembari mencium bibir, hidung dan mata baby.
"Eugh, mommy," ucap baby langsung merentangkan tangannya untuk meminta gendong mommynya. Ia masih belum sadar dengan kehadiran aunty Osinya
"Iya sayang, bangun dulu yuk. Sudah waktunya baby makan," ucap mommy Jane mengusap rambut anaknya.
"Iya mommy, tolong antar baby cuci muka dan tangan mommy," ucap baby masih di pelukan mommynya.
"Dengan aunty saja bagaimana sayang?" tanya aunty Osi menawarkan diri. Baby menoleh pada aunty Osi, dengan tatapan bingung dan bertanya-tanya.
"Sayang ini adik paling kecil di pertemanan mommy dan aunty's, aunty Osi penyanyi yang bekerja di luar negeri, jadi aunty jarang berada di Korea," ucap Mommy Jane mengerti dengan kebingungan yang dirasakan anaknya.
"Hallo baby, perkenalkan aunty Osi," ujar aunty Osi memberikan tangannya untuk di salami baby.
"Hallo aunty Osi," balas baby menanggapi salam aunty Osi.
"Karena sudah kenal, bagaimana kalau baby dengan aunty saja ke toiletnya. Aunty juga ingin ke toilet," ucap aunty Osi. Baby meminta persetujuan mommynya dan di balas anggukan oleh mommy Jane.
"Iya aunty, tolong baby," ucap baby merentangkan tangannya meminta digendong aunty Osi.
"Iya sayang. Unn kami pergike toilet sebentar, unnie tolong pesan kan dulu untuk kami," ucap aunty Osi berlalu meninggalkan aunty's dan mommy Jane menuju toilet bersama baby.
"Kalian ingin pesan apa?" tanya aunty Airin.
"Mandu, ramyon pedas, seafood panggang, susu coklat nasi goreng kimchi, jus strawberry, jus mangga, capuccino, unn," ucap mommy Jane dan aunty's setelah menyebutkan makanan mereka.
"Iya, tunggu sebentar unnie pesankan dulu," pamit aunty Airin.
"Iya unn," jawab mereka kompak.
Sementara di toilet
"Aunty bisa tolong gulungkan lengan baju baby," pinta baby pada aunty Osi.
"Iya sayang," sahut aunty Osi menggulung lengan baju baby.
"Terima kasih aunty," ucap baby melanjutkannya kegiatannya mencuci muka dan tangannya. Sedangkan aunty Osi sudah selesai dengan mencuci tangan dan memperbaiki pakaian dan makeupnya.
"Aunty tolong tisu dan turunkan lengan baju baby, aunty," ucap baby.
"Iya sayang," melakukan permintaan baby.
"Sudah sayang, ingin kembali kemeja sekarang?" tanya aunty Osi sudah mulai menggendong baby.
"Terima kasih aunty. Iya aunty kembali kemeja mommy dan aunty's," jawab baby mengalungkan tangannya di leher aunty Osi.
__ADS_1
"Sudah selesai sayang?" tanya mommy Jane mengambil anaknya dari gendongan aunty Osi.
"Sudah mommy, apa boleh baby dengan aunty Osi duduknya mom?" tanya baby.
"Sayang, aunty pas-" ucapan mommy Jane terpotong dengan ucapan aunty Osi.
"Tentu sayang, baby bisa duduk dipangkuan aunty. Tak apa unn, aku bisa unn," ucap aunty Osi.
"Iya, maaf ya aunty Osi. Dirimu pasti lelah dan harus mengikuti keinginan baby," kata mommy Jane.
"Tidak, lelahku hilang dengan melihat baby dan baby yang bermanja padaku, unn," tutur aunty Osi.
"Maaf Miss, pesanannya," ucap pelayan datang menyusun pesanan mereka di meja.
"Selamat menikmati, Miss," ucap pelayan berjalan ke arah dapur lagi.
"Baby ingin makan apa sayang?" tanya mommy Jane.
"Mommy apa boleh baby makan yang dimakan aunty Nay?" tanya baby tertarik dengan makanan seafood aunty Nayla.
"Tentu sayang," jawab aunty Nayla tanpa ragu ingin memberikan pada baby.
"Tidak Nay, baby tidak boleh makan seafood sayang. Baby alergi seafood, yang lain saja, ya," ucap mommy Jane.
"Bagaimana kalau daging panggang sayang?" tanya aunty Osi mengalihkan perhatian baby dari seafood aunty Nayla.
"Iya aunty," jawab baby.
"Ini sayang, susu cokelat baby," kata mommy Jane meletakkan di depan baby.
"Mari makan," ajak aunty Joy dengan semangatnya.
"Aunty, kita berdoa dulu, ya," ucap baby mengingatkan aunty'snya.
"Iya sayang, baby pimpin doa," balas aunty Joy yang lain sudah tersenyum dengan perlakuan baby.
"Selamat makan aunty's, mommy," kata baby setelah selesai memimpin doa dan mereka makan dengan aunty Osi yang memangku baby sambil memanggang daging untuk dirinya dan baby.
Setelah selesai makan, mereka duduk sebentar sembari menunggu isi perut makanan tadi turun dengan berbincang.
"Setelah ini kita jadi Jane ke toko kamera?" tanya aunty Nayla.
"Jadi Nay, aku sudah janji dengan baby kalau kamera pertama baby adalah hadiah pertama dari mommynya," jawab mommy Jane, yaps mereka makan di mall karena sekalian ingin membelikan baby kamera.
"Iya Jane, anakmu tadi dipuji dengan fotografer unnie, dia bilang baby sangat berbakat dengan dunia fotografi," jelas aunty Chu.
"Benarkah, waw. Baby multitalenta sekali. Dia cerdas sekali, suka membaca, jago foto, pandai berbicara, pemikiran dewasa, kau sungguh mommy beruntung Jane, baby benar-benar jenius," puji aunty Airin kagum dengan ke cerdasan baby.
"Iya unn, aku benar-benar bersyukur mendapatkan baby sebagai anakku," sahut mommy Jane menatap anaknya yang tengah berbincang berdua dengan aunty Osinya.
"Dan kalian tahu, baby tadi mendapat undangan langsung dari GG ku yang sedang berlatih untuk menghadiri konser mereka dan salah satu dari GG ku memberikan baby mainan gantungan kunci," ucap aunty Chu.
"Benar-benar pesona anakmu Jane," puji aunty Nayla.
"Tidak diragukan lagi didikan daddynya," timpal aunty Joy.
__ADS_1
"Iya unn, aku tidak ada cela untuk tidak bersyukur memiliki baby dihidupku. Aku rela mati untuknya," tutur mommy Jane. Aunty's mendengar itu tersenyum, karena melihat perubahan dalam diri mommy Jane semenjak ia merawat baby.
"By, sudah selesai makannya sayang? Ingin pergi beli kamera sejati?" tanya mommy Jane memanggil anaknya yang tengah mengobrol dengan aunty Osinya.
"Kamera? Sekarang beli kameranya mommy?" tanya baby terkejut, ia pikir bukan dalam waktu dekat ini dia mendapat hadiah pertama dari mommynya itu.
"Iya sayang, sekarang. Bisa kita membeli sekarang sayang atau baby masih ingin duduk dulu di sini," tutur mommy Jane.
"Tidak mommy, let's go mommy. Ayo aunty, baby akan tunjukkan pada Aunty juga kamera yang bagus sesuai kriteria aunty tadi," ajak baby bersemangat, ya dia dan aunty Osi nya sedari tadi membahas tentang kamera aunty Osi tabjuk dengan pengetahuan baby tentang kamera.
"Iya sayang, ayo" jawab mommy Jane dan aunty's.
"Wah, itu aunty, itu yang cocok dengan kriteria aunty," kata baby menunjuk salah satu kamera berwarna biru yang sangat pas untuk di pakai pribadi.
"Iya sayang," kata aunty Osi bertanya-tanya pada pelayan toko dan setelahnya ia fix mengambil kamera yang disarankan baby, mengingat spesifikasi nya sesuai dengan keinginannya dan warnanya juga adalah warna kesukaannya. Harga? Hahah, apa itu harga untuk geng's mereka.
"Lalu baby ingin yang mana sayang?" tanya mommy Jane.
"Ah, mommy baby ingin yang ini but ini terlalu mahal untuk baby bukan," jawab baby fokus dengan kamera yang ada di depannya.
"Ambil sayang, jangan melihat harga okey. Apa pun untuk baby," kata mommy Jane.
"Benarkah mommy, apa ini tidak akan membuat mommy kesulitan membayarnya, ini terlalu mahal mommy, baby yang biasa saja," tolak baby masih melihat kamera itu.
"Astaga sayang, dengar mommy baby tidak akan jatuh miskin hanya dengan kamera seharga 154 juta. Uang mommy baby melimpah sayang," tutur aunty Chu.
"Benarkah aunty?" tanya baby tidak percaya dengan perkataan aunty Chu.
"Iya sayang, ambillah. Bukankah ini hadiah pertama dari mommy baby, jadi jangan di tolak oke," sambung aunty Airin.
"Mommy baby ingin yang ini apa boleh?" tanya baby akhirnya meminta pada mommynya.
"Tentu sayang, apa pun untuk baby. Pelayan sekalian dengan perlengkapannya," jawab mommy Jane mengeluarkan blackcardnya.
"Wah, baby punya mainan baru nih," goda aunty Joy.
"By, harga mainan baru baby tidak tanggung-tanggung ya, seharga koleksi tas mommy baby," canda aunty Nayla.
"Astaga, unnie. Biarkan baby dengan hadiah pertama nya, jangan menggodanya sebelum nanti dia berubah pikiran," ucap aunty Osi membela baby.
"Hahah, aunty bercanda sayang," ucap aunty Nayla dan aunty Joy dengan kompak. Di jawab anggukan oleh baby.
"Miss, ini pesanannya dan ini kartunya," ucap pelayan.
"Iya, terima kasih," ucap mommy Jane menerimanya.
"Ini punya baby," kata mommy Jane memberikan paperbag isi kamera baby.
"Terima kasih mommy, love you mommy," ucap baby dengan senyum manisnya.
"Astaga, apa itu tadi. Aunty bisa belikan baby pabriknya asal aunty bisa melihat senyum manis baby," pinta aunty Osi.
"Iya, setuju, hanya dengan kamera senyumnya bisa semanis itu, astaga baby," ucap aunty Joy dan aunty Nayla baper.
"Sama-sama sayang, apa pun untuk baby," balas mommy Jane memegang tangan anaknya dan mereka sudah berjalan keluar dari mall menaiki mobil menuju rumah aunty Chu.
__ADS_1