BABY ALUNA

BABY ALUNA
Keajaiban Tuhan untuk Baby


__ADS_3

"Rose, Jane belum juga sadar?" tanya aunty Airin pada aunty Osi yang sedari tadi menggenggam tangan mommy Jane.


"Belum unn," jawab aunty Osi dengan lesu.


"Eugh," lenguh mommy Jane membuka mata mendudukkan dirinya.


"Baby, baby, Rose, baby," panggil mommy Jane dengan air matanya menangis kencang karena mengingat kalau putrinya sudah menyusul suaminya.


"Ya unn, sabar ya," ujar aunty Osi memeluk mommy Jane menenangkan. Karena aunty Osi belum tahu juga kondisi terbaru baby.


"Unnie, baby unn. Bagaimana ini unn, aku harus apa?" tanya mommy Jane benar-benar seperti orang gila. Dia tidak siap ditinggal baby.


"Jane, sabar, ya," kata aunty Airin.


"Sabar? sabar? putriku unn. Putriku pergi meninggalkan aku sendirian, unn. Bagaimana aku bisa sabar, unn!" pekik mommy Jane.


Belum sempat aunty Airin menjawab pertanyaan mommy Jane, tiba-tiba aunty Chu datang dengan tergesa-gesa.


"Jane, cepat. Baby membutuhkanmu," seru aunty Chu dengan napas memburu.


Mommy Jane melepas selang infus ditangannya dan berjalan cepat keruangan baby. Tangan mommy Jane menetes darah karena selang infus di lepas begitu saja. Aunty's mengikuti langkah mommy Jane keruangan baby. Setelah masuk mommy Jane melihat baby gelisah dalam tidurnya.


Mommy Jane melihat baby merintih kesakitan dan memanggil mommynya. Mommy Jane naik ke atas kasur baby, memeluk baby dengan hati-hati, takut terkena luka tusuk baby. Mommy Jane mengelus dan menyayikan lagu yang biasa dia nyayaikan ketika baby ingin tidur, dengan suara menahan tangisnya. Dia tidak percaya kalau baby kembali, anaknya berada di dalam dekapannya lagi.


Terima kasih tuhan, batin aunty Osi melihat mommy Jane dan baby.


Tolong jangan pisahkan mereka lagi Tuhan, batin aunty Chu.


Terima kasih Tuhan kau kembalikan kebahagiaan kami, batin aunty Airin.

__ADS_1


Cepat pulih cintanya mommy, batin mommy Jane.


***


Hari sudah sore, mommy Jane sudah bangun dari tidurnya dan sudah makan dengan disuap oleh aunty Osi. Sedari tadi mommy Jane memperhatikan lekuk wajah baby yang masih terlelap di pelukannya. Karena hal inilah yang membuat mommy Jane di suap oleh aunty Osi, mommy Jane tidak ingin mengganggu tidur baby.


"Eugh," lenguh baby membuka sedikit-demi sedikit matanya, menyesuaikan cahaya lampu masuk kematanya.


"Hai cintanya mommy," sapa mommy Jane menyapa baby.


"Hai baby," sapa aunty's serempak.


Bukannya menjawab baby malah diam seribu bahasa. Dia terus melihat wajah mommynya, hingga membuat mommy Jane bingung.


"Baby butuh sesuatu sayang?" tanya mommy Jane.


Bukannya menjawab, baby malah menatap air yang berada di meja belakang punggung mommy Jane. Mengerti dengan tatapan baby. Aunty Airin membuka botol minum dan memberikannya pada mommy Jane untuk membantu baby minum.


Aunty Airin menbantu mommy Jane mengatur posisi baby dan setelahnya mommy Jane memberikan baby minum, hingga di rasa cukup.


"Apa yang baby rasakan saat ini sayang?" tanya aunty Chu.


"Sakit disini aunty," lirih baby menunjuk bekas luka jahitannya, karena baby masih menggunakan perban penutup luka jahitnya.


"Ya sayang, sebentar lagi akan sembuh. Aunty sembuhkan, ya," ucap aunty Osi meniup tempat yang tunjuk baby.


"Apa yang baby pikirkan sayang, sedari tadi baby hanya diam hm? Katakan pada mommy, baby butuh sesuatu?" tanya mommy Jane mengelus pucuk rambut baby.


"Daddy," panggil baby dengan lirih.

__ADS_1


"Ya sayang daddy bersama Mimi dan little baby di surga," ucap mommy Jane memberikan pengertian.


"Daddy, jemput baby," ucap baby.


Perkataan baby sukses membuat mommy Jane dan aunty's terdiam, hati mereka benar-benar perih ditikam 100 mata pisau.


"Sayang, apa mommy saja tidak cukup untuk baby?" tanya mommy Jane dengan lembutnya menatap mata putrinya.


"Daddy bilang baby harus jaga mommy. Aunty bilang mommy hanya ingin di jaga baby, aunty tidak ingi menjaga dan menyayangi mommy. Jadi daddy mengantar baby pulang untuk menjaga dan menyayangi mommy," ungkap baby dengan menatap mata mommynya sendu.


"Ya sayang, mommy hanya ingin di jaga dan di sayang baby. Kalau baby pergi, tolong bawa mommy juga sayang, jangan tinggalkan mommy sendiri di sini," ujar mommy Jane dengan meteskan air mata.


"Peluk baby mommy," pinta baby pada mommy Jane yang pastinya langsung di penuhi oleh mommynya.


"Mommy mencintaimu sayang," ucap mommy Jane sembari memeluk baby dan menciumi rambut baby.


"Sakit mommy, sakit aunty's, paman jahat selalu menjahati baby. Paman jahat mencambuk baby, menusuk baby, sakit mommy, sakit aunty's," baby mengadu pada mommy Jane dan aunty's dalam pelukan mommynya.


"Ya sayang, aunty akan sembuhkan sakit baby," saut aunty Osisudah menatap sendu keponakannya, sepertinya trauma baby kembali lagi.


"Paman jahat tidak ada lagi sayang, tidak ada lagi yang akan menjahati baby. Percaya pada aunty sayang," kata aunty Airin mengelus rambut baby.


"Paman jahat sudah pergi ketempat jauh sayang, aunty akan menjaga baby. Jangan diingat lagi, ya," ujar aunty Chu.


"Sayang dengarkan mommy, Mommy akan menjaga, melindungi dan menyayangi baby. Tidak ada paman jahat dan orang jahat yang akan menyakiti baby lagi. Baby akan mendapatkan kebahagiaan setiap saat sayang, jadi jangan menangis lagi, ya. Mommy dan aunty's menyayangi baby. Ah, grandpa kemarin menelepon mommy untuk mengajak baby ke Swiss, jadi baby harus segera sembuh, ya. Kita akan liburan sayang," tutur mommy Jane.


"Benarkah mommy?" seketika trauma baby teralihkan dengan ajakan grandpanya untuk menyusul ke Swiss sekalian berlibur bersama mommy Jane.


"Ya sayang, jadi baby harus cepat sembuh," tukas mommy Jane mencium rambut baby.

__ADS_1


"Ya mommy," saut baby dengan nada cerianya.


Hal ini membuat aunty's dan mommy Jane yang mendengarnya menjadi lega. Karena bisa mengalihkan trauma baby dan bisa mendengar suara ceria dari baby.


__ADS_2