
Pagi yang cerah, secerah senyum kedua perempuan yang saat ini sedang berada di kitchen, mommy dan anak perempuan itu sedang menunggu cake yang sedang di oven. Sembari menunggu anak perempuan itu bergelayut manja di punggung mommynya. Dia memeluk mommynya dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu mommynya.
"Mommy, apa masih lama?" tanya anak perempuan.
"Sebentar lagi sayang. Apa sudah benar-benar lapar hm?" tanya mommy anak perempuan itu sembari mengelus punggung tangan anaknya yang melingkar di perutnya.
"Ya mommy, baby sudah tidak sabar untuk mencobanya," jawab anak perempuan.
"Sabar, ya," ucap mommy anak perempuan itu masih dengan mengelus punggung tangan anaknya.
"Aunty's jam berapa ke Mansion mommy?" tanya anak perempuan.
"Sebentar lagi sepertinya sayang," jawab mommy anak perempuan itu membalikkan badannya, hingga posisinya mommy dan anak perempuan itu berhadapan.
"Terima kasih sayang sudah memilih kembali bersama mommy. Mommy tidak tahu apa yang akan mommy lakukan kalau baby lebih memilih bersama daddy," ungkap mommy Jane dengan senyum manisnya, sembari mengelus kedua pipi putrinya.
"Tidak, daddy yang mengatakan baby belum waktunya bersama daddy. Baby harus menjaga dan menyayangi mommy. Baby tidak akan meninggalkan mommy," balas anak perempuan itu sembari menikmati usapan yang diberikan mommynya.
"Love you princess mommy," ucap mommy anak perempuan itu mencium seluruh wajah anaknya dan terakhir bibirnya.
"Love you too my queen," balas anak perempuan itu memeluk mommynya.
"Terima kasih sudah menjaga dan menyayangi baby, mommy. Mommy adalah mommy terbaik di hati baby," ungkap anak perempuan itu di sela-sela pelukannya bersama mommynya.
Ya, hari, minggu, bulan, dan tahun sudah dilalui anak perempuan itu yang tak lain adalah baby dan mommy Jane. Baby sudah berusia 15 tahun, sedangkan mommynya berusia 39 tahun, walaupun sudah tidak muda lagi, tapi wajah dari mommy Jane itu masih terlihat cantik. Grandpa baby meninggal dunia, menghadap Tuhan ketika baby berusia 10 tahun.
Aunty's memilih untuk tidak menikah dan memilih untuk bersama-sama merawat baby. Aunty's sudah menganggap baby seperti putri mereka sendiri. Bahkan baby yang nantinya akan mewarisi seluruh kekayaan dan bisnis aunty'snya. Triliuner sekali bukan? Kim Company dan di tambah aset aunty'snya.
Mommy Jane, baby dan aunty's tinggal bersama di Mansion yang besar dan megah. Setelah kepergian grandpa baby, mommy Jane memutuskan untuk membeli Mansion dan aunty's mengatakan kalau mereka ingin ikut tinggal bersama juga dengan baby. Jadilah rumah mewah, besar dan megah itu ditempati mommy Jane, baby dan aunty's.
Baby tidak pernah kekurangan kasih sayang ataupun merasa kesepian. Mommy Jane benar-benar menepati janjinya untuk selalu memberikan baby kebahagiaan. Ketika baby ditinggal mommy Jane bekerja atau keluar negeri untuk urusan kantor, baby akan tidur dengan para aunty'snya. Dia bebas memilih untuk tidur dengan siapa dan ketika mommynya tidak bisa menjemput dirinya, ia akan dijemput dengan aunty's nya.
Ketika baby mengikuti olimpiade, acara sekolah, mommy Jane dan aunty's akan menghadirinya. Kebahagiaan apalagi yang kurang? Walaupun harus di tinggal pergi daddynya, baby tidak pernah merasa kesepian. Karena mommy Jane benar-benar menjalankan perannya sebagai seorang mommy dan daddy bagi baby, ditambah lagi dengan kehadiran aunty's.
Baby tetaplah baby, sekalipun dia sudah remaja. Dia tidak ingin mommy dan aunty's nya memanggilnya dengan nama lain selain panggilan baby dan baby tetaplah pewaris tunggal kaya raya yang rendah hati. Baby tidak pernah meminta untuk hal-hal yang mewah, bahkan pakaian, aksesorisnya yang bermerek itu dibelikan mommy Jane dan aunty'snya. Baby hanya menggunakan apa yang sudah di belikan mommy dan aunty'snya itu saja.
__ADS_1
Baby memiliki 1 kebiasaan yang selalu dia lakukan, dimana ketika dia berusia 12 tahun, dia sudah di berikan 1 kartu blackcard yang ia gunakan untuk membangun sekolah, tempat tinggal, menjadi donatur panti asuhan, hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan baby tidak akan sungkan untuk menggunakan blackcardnya. Uangnya habis? No, bukannya habis saldonya malah bertambah, karena mommy Jane dan aunty's mendukung perbuatan baby. Mommy dan aunty's bangga dengan kemurahan hati baby, disaat remaja seusianya memilih untuk menghamburkan uang untuk party, shopping, dan lainnya, baby justru memilih untuk menjadi donatur kemanusiaan.
Baby tumbuh menjadi remaja cantik berkulit putih bersih, memiliki tubuh tinggi, wajahnya adalah fotocopyan dari wajah daddynya. Sementara yang diwarisi dari mommynya adalah pipi yang sedikit chaby seperti mommynya. Baby adalah anak yang jenius. Dia saat ini sudah menguasai 5 bahasa dan masih akan terus bertambah karena anak itu benar-benar gemar dengan menambah ilmu pengetahuan. Dia selalu mendapat juara 1 di kelasnya, piala, piagam, mendali sudah ada di 3 lemari besar yang terletak di ruang khusus pencapaian baby.
Baby lebih suka menghabiskan waktu bersama mommy dan aunty's, ketimbang harus pergi keluar bersama teman-temannya. Bukannya tidak memiliki teman, tapi baby lebih nyaman dengan mommy dan aunty's nya, teman sekolahnya adalah temannya, hanya saja untuk teman dekat dia tidak ingin memilikinya. Dia lebih suka berteman dengan buku dan hewan kesayangannya Leo, kuncing gembul yang di belikan mommynya sebagai oleh-oleh dari Swiss karena dia ditinggal mommynya untuk perjalanan bisnis.
Kling ... Waktu memanggang cake sudah selesai.
"Yey," seru baby melepaskan pelukannya pada mommy Jane, membuka begitu saja oven dan menyentuhnya tanpa perduli kalau itu masih sangat panas.
"Awww," pekik baby mengeluarkan tangannya.
Mommy Jane mengambil tangan putrinya mencuci tangan anaknya, membawa anaknya ke ruang TV, sebelumnya mommy Jane memberikan amanat pada pelayannya untuk mematikan oven dan mengangkat cakenya.
"Sudah jangan menangis, ya, sudah mommy obati. Lain kali hati-hati sayang," ucap mommy Jane meniup-niup jari baby yang sudah di berikan salep.
"Ya mommy, terima kasih," litih baby dengan mata berkaca-kaca.
"Shut, sudah. Jangan menangis," ujar mommy Jane mengelus rambut anaknya menyandarkan kepala anaknya di bahunya, dia tahu anaknya butuh di manja kalau sudah melihat mata anaknya berkaca-kaca
"Oh, sepertinya ada yang moodnya kurang baik," ucap aunty Airin membuka obrolan.
"Ya aunty's, jari-jari baby terkena oven panas," saut mommy Jane mewakili baby yang diam saja.
"Astaga, sudah di obati sayang?" tanya aunty Osi langsung duduk di sebelah baby mengambil tangan baby dan meniupnya.
"Sudah aunty, mommy obati," jawab mommy Jane mewakili putrinya.
"Hati-hati lain kali sayang. Ayo kita makan, aunty's membelikan banyak makanan, aunty beli daging panggang kesukaan baby juga," ajak aunty Airin.
"Susu mommy," ucap baby minta di ambilkan susu cokelat kotak pada mommy Jane.
"Ya sayang, tunggu sebentar," balas mommy Jane berdiri ke arah kitchen, membuka kulkas mengambil susuk kotak cokelat kegemaran putrinya.
Sementara aunty's menata semua makanan yang mereka beli tadi di atas meja ruang TV.
__ADS_1
"Baby, aunty beli puding cokelat kesukaan baby, baby ingin?" tanya aunty Nayla.
"Tolong 1 aunty," jawab baby dengan lembut.
"Ya sayang," aunty Nayla mengambil dari paper bag dan membukanya lalu di berikan pada baby.
"Nih sayang," ucap mommy Jane memberikan 1 kotak susu cokelat kegemaran baby.
"Terima kasih mommy," ujar baby menerimanya dan melajutkan makan puding cokelatnya.
"Berhenti dulu sayang, baby makan dulu, nanti lanjutkan lagi sayang," ucap aunty Joy mengambil alih puding cokelat dari tangan baby dengan lembut.
"Ya aunty," jawab baby, sembari tangannya di lap dengan tisu basah oleh aunty Chu.
"Doa, (mereka berdoa dengan di pimpin baby), selamat makan," seru baby.
"Selamat makan sayang," ucap mommy Jane dan aunty's.
Terima kasih Tuhan kau selalu limpahkan kami kebahagiaan, batin aunty Nayla.
Tuhan semoga kebahagiaan ini selalu bisa kami rasakan, batin aunty Joy.
Terima kasih Tuhan, kau hadirkan malaikat ditengah-tengah kami, batin aunty Airin.
Tolong beri kami selalu kebahagiaan seperti ini Tuhan, batin aunty Chu.
Sehat selalu sayang, terima kasih sudah mewarnai hari aunty, batin aunty Osi.
Terima kasih Tuhan kau berikan aku kesempatan untuk dapat merasakan merawat malaikat cantikku, lindungi selalu dia Tuhan, limpahi dia kebahagiaan. Panjangkan usiaku Tuhan, agar aku selalu bisa mendampinginya dalam situasi apa pun. Terima kasih Laskar, maaf atas kesalahanku di masa lalu. Terima kasih sudah menjaga buah hati kita dan berkat didikanmu, princess kita tumbuh menjadi perempuan cantik rupa dan cantik hatinya. Aku mencintaimu dan baby, batin mommy Jane sembari melihat putrinya yang sedang mengunyah daging panggang.
Tiba-tiba baby berdiri memeluk mommy Jane dan meminta aunty's memeluknya juga.
"Terima kasih mommy, aunty's. Baby love mommy dan aunty's," ucap baby di dalam pelukan aunty's dan mommynya.
"Ya sayang," balas mommy Jane dan aunty's.
__ADS_1