BABY ALUNA

BABY ALUNA
Tolong Baby


__ADS_3

Sementara di sekolah baby.


"Ayo Rose, kita tanya keberadaan baby dengan guru kelasnya," ajak aunty Chu menarik masuk tangan aunty Osi ke kelas baby.


"Permisi Miss, maaf mengganggu waktunya. Saya aunty baby, saya tidak melihat keberadaan baby di kelas, dimana baby?" tanya aunty Chu.


"Ah, iya. Aluna tadi di jemput dengan seorang pria berjas yang mengatakan kalau dirinya adalah karyawan dari mommynya untuk membawa Aluna pulang lebih awal," Miss menjelaskan.


"What's!" pekik aunty Osi dan aunty Chu.


"Iya Miss, pria berjas tadi memperlihatkan isi chatan dirinya dengan mommy Aluna yang memerintah dirinya untuk membawanya pulang," ulang Miss.


"Astaga," kaget aunty Chu dan aunty Osi.


"Maaf sebelumnya, ada masalah Miss?" tanya Miss yang mengajar di kelas baby.


"Mommy baby tidak pernah menyuruh siapa pun untuk menjemput baby, kecuali kami para aunty'snya," ucap aunty Chu dan aunty Osi langsung keluar kelas dan masuk keruangan Kepala Sekolah.


"Saya tidak mau tahu, segera buka rekaman CCTV yang ada di kelas dan luar kelas baby sekarang juga," perintah aunty Chu dengan amarah. Kepala sekolah takut-takut, siapa yang tidak mengenal geng's mereka apa lagi mommy Jane yang notabenenya adalah pemilik sekolah ini.


"Iya Miss," Kepala sekolah, berjalan keruangan pengawas CCTV menyuruh pengawas memperlihatkan rekaman CCTV. Di sana terlihat ada mobil hitam Van yang mengikuti mobil mommy Jane dan baby. Mobil itu juga yang digunakan laki-laki berjas hitam untuk membawa baby.


"Baby," lirih aunty Osi menangis, dia khawatir dengan baby.


"Shut, sudah sekarang kita beri tahu yang lain sembari menunggu Jane," ucap aunty Chu memeluk menenangkan aunty Osi.


"Tapi unn, bagaimana dengan baby? Baby dengan siapa?" tanya aunty Osi menangis di pelukan aunty Chu.


"Doakan baby baik-baik saja, ya," jawab aunty Osi.


Beberapa saat, mommy Jane tiba di sekolah baby.


"Unn, Rose dimana baby?" tanya mommy Jane dengan nafas tidak beraturan karena berlari dari parkiran sekolah hingga di ruangan Kepala Sekolah.


"Unn, baby, baby dibawa pria berjas," jawab aunty Osi menangis.

__ADS_1


"Apa maksudmu!" mommy Jane langsung emosi.


"Tenangkan dirimu Jane," bujuk aunty Chu.


"Bagaimana aku bisa tenang, sementara keberadaan anakku tidak diketahui unn. Dimana baby?" tanya mommy Jane emosi.


"Baby di bawa pria berjas hitam dengan mobil Van hitam," jawab aunty Chu.


"Apa! bagaimana bisa. Kau! kau! kepala sekolah d isini, bagaimana bisa kau membiarkan orang lain membawa anakku hah! bagaimana bisa!" bentak mommy Jane emosi sembari menunjuk Kepala Sekolah.


"Maaf Miss," sesal Kepala Sekolah menunduk.


"Apa maafmu bisa mengembalikan anakku hah!" murka mommy Jane.


"Sudah Jane, pria berjas hitam itu mengelabuhi mereka, seolah-olah dirimu memberikan perintah pada dirinya untuk menjemput baby," aunty Chu menjelaskan.


"Kau! urusan kita belum selesai!" pekik mommy Jane keluar dari ruangan kepala sekolah di ikuti aunty Chu dan aunty Osi.


Mommy Jane saat ini sedang menelepon Stiff untuk mengarahkan anak buahnya untuk mencari baby. Setelahnya dia menelepon daddy Kim. Stiff langsung melacak keberadaan pria yang membawa baby. Daddy Kim yang sedang berada di Swiss langsung melakukan penerbangan pulang ke Korea dan mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan baby.


"Jane, sudah kau harus kuat, ya. sekarang kita fokus mencari baby," ajak aunty Airin yang menghampiri mommy Jane dan memeluknya. Dia baru datang bersamaan dengan aunty Nay dan aunty Joy.


"Baby unn, aku mommy bodoh!" sesal mommy Jane di peluk aunty Airin.


"Tidak, baby akan sedih melihat mommynya seperti ini. Kuat, ya untuk baby. Kita cari baby," ucap aunty Airin mencium rambut mommy Jane, memberikan pelukan hangat untuk adiknya.


"Iya unn," saut mommy Jane.


***


Sementara di sebuah gudang bangunan tua yang kotor, gelap, dipenuhi dengan berbagai macam hewan, terdapat 4 laki-laki berjas hitam dan 1 laki-laki kemeja maroon. Serta anak kecil perempuan yang diikat di sebuah kursi dengan mata tertutup.


"Buka penutup matanya," perintah pria kemeja maroon memberikan perintah pada anak buahnya.


"Hahah, hai bocah sombong. Akhirnya aku bisa mendapatkan mu dan aku akan membalas perlakuan sombong mommymu itu," ujar pria kemeja maroon.

__ADS_1


"Paman, tolong lepaskan baby. Paman," mohon baby setelah penutup matanya di buka dan traumanya kembali melanda.


"Melepaskanmu, kau mimpi bocah. Aku akan membuat mommy mu menyesal, karena sudah menolakku mentah-mentah!" ledek pria kemeja maroon.


"Paman, tolong lepaskan baby. Ampun paman, jangan sakiti baby." lirih baby sudah menangis, suara serak dan tubuhnya berkeringat dingin.


"Hahah, memohonlah sayang. Memohon sesuka hatimu, hingga ajal menjemputmu," ucap pria kemeja maroon pada baby.


"Tidak paman, tolong lepaskan baby," mohon baby sudah mulai kehilangan kesadaran.


"Kemarikan cambuknya," pinta pria kemeja maroon.


"Iya tuan," saut laki-laki berjas hitam.


Ctas ... Ctas ... Ctas ... Tubuh baby berulang-ulang kali diterpa cambukan.


"Ampun paman, ini sakit," lirih baby dengan suara kecil, karena tenaganya sudah habis.


"Nikmati detik-detik terakhir mu di dunia ini bocah!" tekan pria kemeja maroon terus menyiksa baby tidak dengan cambukan saja, bahkan ia memberikan satu tusukan di perut sebelah kanan baby. Dia memvideokan keadaan baby dan mengirimkannya pada mommy Jane.


"Ini untuk kalian, lari sejauh mungkin dan jangan beri tahu aku adalah dalang dari penculikan bocah ini," titah pria kemeja maroon memberikan 4 amplop cokelat berisi sejumlah uang.


"Iya tuan," Mereka pergi bersama tuannya, keluar gedung meninggalkan baby yang sekarat.


"Da-ddy," lirih baby dengan senyum tercekat di wajahnya.


Sementara di dalam mobil aunty Chu yang sudah ada mommy Jane dan aunty's.


Ting ...


+63**** {Temui anakmu, sebelum ajal yang menemuinya}


Video kondisi baby.


"Baby!" mommy Jane memekik kuat di dalam mobil, air matanya tak terbendung lagi. Dia menjatuhkan handphonenya. Nyawanya benar-benar lepas dari raganya, seyelah melihat video putrinya.

__ADS_1


__ADS_2