BABY ALUNA

BABY ALUNA
Baby Lega


__ADS_3

Mereka sedang di dalam mobil menuju menara Eiffel, dengan posisi baby, duduk ditengah bersama Sintia kanan


kiri mommy, dan aunty Airin. Di belakang aunty Osi dan di depan aunty Nay dan aunty Chu.


"Unnie, nanti kita akan berfoto di menara Eiffel." Baby.


"Apa menara Eiffel itu besar?" Sintia, menatap baby.


"Iya unn, menara Eiffel itu tinggi, indah sekali unn." Baby.


"Apa boleh berfoto ke sana, by?" Sintia.


"Tentu unn, nanti kita akan berfoto." Baby.


"Iya, by." Sintia.


Mereka sudah sampai di lokasi dekat menara Eiffel, mereka berkeliling sebentar dan mengabadikan momen mereka dengan banyak-banyak berfoto. Sementara mommy dan baby menyimak yang lain, yang sedang berfoto dan mencicipi jajanan di dekat menara Eiffel.


"Mommy, apa Paris ada tempat favorit, Daddy?" Baby, dalam pangkuan mommynya.


"Iya sayang, Paris adalah tempat favorit Daddy. Dulu Daddy, mengajak mommy honeymoon di berbagai negara dan salah satu favorit Daddy adalah Paris. Daddy bilang Paris adalah tempat yang romantis." Mommy, mencium rambut baby.


"Mommy, baby rindu Daddy. Semalam Daddy tidak memeluk baby, apa baby nakal mommy?" Tanya baby sendu.


"Tidak, baby tidak nakal sayang, baby anak yang baik. Daddy, sedang ada urusan di sana sayang. Jadi, Daddy, tidak bisa memeluk baby semalam." Mommy.


"Begitu ya mommy. Mommy, apa Daddy bertemu dengan Grandma?" Baby.


"Iya, Daddy pasti bertemu dan sedang menjaga Grandma baby, di sana." Mommy.


"Mengapa Daddy tidak memilih tinggal disini bersama mommy dan baby? apa Daddy lebih menyayangi Grandma?" Baby.


"Tidak sayang, dengar setiap yang bernyawa pasti akan meninggal dan menghadap Tuhan. Begitu pun dengan Daddy dan Grandma sayang, Waktu mereka sudah selesai di dunia, karena Tuhan menyayangi Daddy dan Grandma, jadi Daddy dan Grandma di pulangkan ke pelukan Tuhan sayang." Mommy.


"Mommy, bagaimana kalau baby duluan yang Tuhan panggil untuk bersama Daddy dan Grandma?" Baby.


"Mommy, akan menyusul baby, mommy tidak bisa tanpa baby. Setelah kepergian Daddy, mommy hidup di dunia ini karena baby. Kalau baby menyusul Daddy dan halmoni, mommy akan ikut baby." Mommy.


"Sayang, kenapa dari kemarin baby selalu membahas hal-hal yang seakan-akan baby ingin sekali menyusul Daddy dan meninggalkan mommy. Apa baby tidak menyayangi mommy, baby ingin meninggalkan mommy?" Mommy, dengan muka sendu.


"Mommy, apa baby boleh bercerita. Baby tidak tahan lagi, hati baby sakit." Baby.


"Iya, sayang, ceritakan." Mommy, mengucap punggung anaknya dan mencium rambut baby.


"Mommy, waktu halmoni Daddy berkunjung kerumah sakit menjenguk baby yang sakit karena jatuh dari tangga, baby tidak sengaja mendengar pembicaraan Grandpa dan Grandma. Grandma, bilang baby adalah menyebab kematian Daddy, Grandma tidak menerima kehadiran baby. Grandma, tidak akan menerima baby dan ingin baby


menyusul Daddy. Itu menyakitkan mommy. Mommy apa dengan baby yang ikut menyusul Daddy akan membuat Grandma memaafkan baby? tapi baby tidak ingin meninggalkan mommy sendirian. Baby harus apa mommy? Kata-kata Grandma terus berkeliaran di kepala baby mommy!" Baby, menangis,


Grandma Daddy baby, sudah meninggal 1 tahun lalu saat baby berusia 4 tahun, baby hanya memiliki Grandpa & grandma Darmawa (Orang tua Laskar) dan Grandpa (Daddy Jane). Semenjak kematian Laskar, Daddy Laskar tidak menerima baby, dan menganggap kematian Laskar karena baby.


Aunty Chu dan aunty Osi mendengar percakapan baby dan mommy. Benar dugaan mereka, kalau baby mendengar percakapan Grandma Laskar dan Daddy Darmawa waktu di rumah sakit. Mereka ikut bergabung dengan mommy dan baby, sementara aunty Nay, aunty Airin dan Sintia masih sibuk dengan menjelajah kuliner dan berfoto di dekat menara.


"By, kenapa baby memendam ini begitu lama sayang? Dengarkan mommy sayang, baby bukan penyebab Daddy


meninggal dan jangan coba-coba untuk meninggalkan mommy. Baby adalah anugerah terindah di dalam hidup mommy yang Tuhan berikan. Jangan dengarkan siapa pun, apa mendengarkan mommy saja itu tidak cukup untuk baby?" Mommy, menghapus air mata baby.


"Anugerah terindah juga yang Tuhan berikan untuk aunty sayang. Cukup dengarkan kata mommy baby saja sayang, tolong buang pikiran buruk yang menyakiti hati baby." Aunty Osi memeluk baby dan mommy, mencium kepala baby.


"Dan hadiah terindah untuk aunty, baby adalah segalanya untuk aunty sayang. Jangan pernah berpikiran untuk meninggalkan kami sayang. Aunty mencintai baby." Aunty Chu, ikut berpelukan dengan mereka.


"Terima kasih mommy, aunty. Baby janji tidak akan berpikir seperti itu lagi, baby lega mommy, aunty." Baby.

__ADS_1


"Sayang, jangan memendam apa pun, katakan dan ceritakan pada mommy dan aunty apa pun yang ada di hati dan pikiran baby, ya sayang." Mommy, mengusap air mata baby yang sudah mulai tersenyum.


"Berbagi pada aunty baby." Aunty Chu dan aunty Osi.


"Iya mommy, aunty. Baby mencintai mommy dan aunty." Baby, dengan senyum manisnya walaupun air mata masih mengalir di pipinya.


"Good." Mommy, mengelap air mata baby, dengan tisu yang diberikan aunty Osi. Mereka sudah melepaskan pelukan.


"Baby tidak ingin berfoto lagi?" Aunty Osi.


"Tidak aunty, baby lelah. Apa Sintia unnie suah selesai aunty, apa kita bisa pergi makan es krim sekarang?" Baby, yang sudah bersih tidak ada air mata lagi dan moodnya benar-benar bagus.


"Iya, sayang, aunty tanya dengan Sintia unnie baby dulu ya." Aunty Osi, hendak berdiri namun di tahan dengan baby.


"Tidak aunty, biarkan saja dulu Sintia unnie, lihat Sintia unnie sangat bahagia. Biarkan sampai Sintia unnie sendiri yang datang kesini aunty." Baby, menjelaskan, setelah melihat antusias sulgi yang masih ingin mengeksplor ke indahan menara Eiffel.


"Iya, sayang." Aunty Osi, kembali duduk. Mereka sibuk memandangi keadaan sekitar dan menatap menara


Eiffel.


Hingga setelah beberapa saat, Sintia, Airin dan Nayla datang menghampiri mereka dengan wajah puas.


"Baby benar, menaranya besar dan tinggi. Sangat indah dan banyak makanan yang enak. Terima kasih sudah mengajak unnie ke sini by." Sintia, dengan antusias berbagi pengalamannya dengan baby.


"Iya unnie, lain kali baby akan mengajak unnie ke negara lain. Unnie suka melihat menara Paris?" Baby.


"Benarkah by? Iya unnie sangat suka by." Sintia.


"Tentu unn, apa bisa sekarang kita berkunjung kekedai es krim beruang unn?" Baby.


"Iya, tentu by." Sintia, dengan senyum merekah.


"Mommy, aunty ayo, kita ke kedai es krim. Biarkan aunty Nay yang mentraktir kita, karena aunty tidak memberikan baby kado ulang tahun, jadi biarkan aunty yang membayar sebagai kado ulang tahun baby." Baby, dengan memegang tangan Sintia dan bermaksud menjahili Nayla.


"Hahah, baby hanya bercanda aunty, jangan di pikirkan. But baby menerima ajak aunty untuk mentraktir kami makan, apa bisa pergi sekarang aunty, mommy." Baby.


"Iya, sayang." Mommy dan aunty.


***


Mereka sedang berada di kedai es krim dengan berbagai menu pesanan tersedia di meja mereka.


"Baby ingin es krim yang mana sayang?" Mommy.


"Baby ingin yang itu mommy, beruang berwarna cokelat kepala besar." Baby.


"Besar sekali sayang, jangan di habiskan ya, nanti baby batuk." Mommy, memberikan es krim yang diinginkan baby.


"Ne mommy." Baby, memakan es krimnya. Sementara yang lain sibuk dengan mengobrol, baby  dan Sintia menikmati es krim mereka.


"Nay, bagaimana butik?" Aunty Chu.


"Bagus unn, di Paris prospek usaha fasion pakaian sangat tinggi peminatnya unn." Nayla.


"Nay, Joy sering menghubungimu?" Mommy.


"Sesekali bertukar kabar Jane, dia merindukan kita berkumpul dan sangat merindukan baby." Nayla.


"Sampaikan salam ku pada Joy, lain waktu kita akan reuni." Mommy.


"Ne, ah bagaimana dengan kabar agensi unn?" Nayla.

__ADS_1


"Agensi semakin meningkat semenjak Rose bergabung di agensi unnie." Aunty Chu.


"Wah, benar-benar pengaruh Rose, kau tahu Rose namamu di Paris menjadi perbincangan baik di dunia fasion atau pun musik." Nayla.


"hahah, bisa saja unn, syukurlah kalau begitu unn." Aunty Osi.


"Ah, unn. Maaf, kami jadi melupakanmu." Nayla.


"Gak papa Nay, unnie maklum kalian sedang reunian, lagian unnie juga tidak terlalu paham." Airin, dengan senyum.


"Ah, unnie bekerja dimana?" Nayla


"Unnie bekerja dengan Jichu sebagai sekertarisnya, berkat kebaikan hati baby." Airin, dengan senyum manisnya.


"Ah, baby?" Nayla dengan bingung.


"Iya, baby yang awalnya bertemu dengan Sintia dan Airin unnie. Baby, yang tahu keadaan Sintia, meminta unnie untuk memberikan irene unnie pekerjaan." Aunty Chu.


"Benar-benar malaikat versi mini Daddynya, Kamu benar-benar beruntung Jane." Nayla.


"Iya, aku benar-benar beruntung Nay." Mommy.


"Mommy, sudah." Baby, memajukan es krimnya ke mommy.


"Iya, sayang." Mommy, mengelap muka dan tangan baby.


"Mommy, baby ingin buang air kecil." Baby.


"Iya sayang, ayo mommy temani." Mommy, menggandeng tangan baby.


"Unn, kami ke toilet." Mommy pamit.


"Iya." Mereka kompak.


Setelah beberapa saat baby dan mommy sudah kembali dari toilet. Dengan baby di gendongan mommy.


"Unn, Nay, Ayo pulang. Baby, lelah ingin istirahat." Mommy.


"Ah, baby tidur Jane?" Aunty Chu.


"Iya unn, kelelahan sepertinya. Sintia apa boleh kita pulang sekarang?" Mommy.


"Iya aunty, Sintia juga sudah selesai makan. Kita pulang sekarang saja aunty, baby juga sepertinya sangat kelelahan." Sintia.


"Iya. Nay, Unn, Ayo." Mommy, mereka pergi menuju mobil.


"Kamu ingin di antar pulang atau ikut menginap bersama kami Nay?" Aunty Chu.


"Aku meginap saja unn, tidak apakan Jane?" Nayla.


"Menginaplah, baby pasti senang, bangun pagi auntynya sudah ada di meja makan." Mommy, masuk ke mobil dan menyesuaikan duduknya untuk memeluk baby.


"Iya" Nayla.


Selama di perjalanan mereka tidak banyak berbincang, karena takut mengganggu tidur baby dan Sintia yang tidur selama di perjalanan. Sampailah mereka di depan rumah baby.


"Nay, unn, Rose aku ke kamar, kalian beristirahatlah, selamat malam." Mommy, pamit naik ke atas lantai 2.


"Iya." Mereka.


Baby dan mommy di dalam kamar.

__ADS_1


"Selamat istirahat kesayangan mommy, mommy mencintai baby." Mommy, mencium wajah baby.


Sayang tolong peluk kami, aku dan baby merindukan, Boo. Selamat malam, Boo. Batin Mommy.


__ADS_2