BABY ALUNA

BABY ALUNA
Baby Hilang?


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, secerah senyum baby yang hari ini adalah hari pertama sekolahnya. Dia sudah rapi dengan seragam sekolah, rambut di ikat 1 dan tak lupa sentuhan manis dari poninya. Ia sedang menunggu mommy Jane bersiap, hari pertama sekolah dia di antar mommy Jane dan aunty's.


"Mommy masih lama?" tanya baby yang sudah mulai bosan dengan ritual pagi mommynya.


"Sudah sayang, maaf mommy pasti lama, ya. Ayo, kita pergi sekarang. Baby sarapan di mobil saja, apa tidak masalah sayang," ucap mommy Jane.


"Ya mommy, tak apa," kata baby.


Mereka berdua keluar dari rumah daddy Kim menuju mobil mewah mommy Jane yang sudah dipanaskan pak Won. Yaps, hari ini mommy Jane membawa mobil sendiri, setelah mengantar anaknya, mommy Jane akan lanjut ke kantor.


"Silakan masuk tuan putri," mommy Jane membukakan pintu untuk princessnya.


"Terima kasih, mommy," ucap baby menyamankan dirinya dikursi depan, disamping mommynya.


"Pergi sekarang sayang?" tanya mommy Jane sudah masuk dan memegang stir mobil.


"Wait, berdoa dulu mommy," baby mengingatkan mommynya.


"Iya sayang," mommy Jane dan baby berdoa bersama.


"Ayo mommy, let's go," ajak baby.


Anak itu tidak henti-hentinya tersenyum memandangi pemandangan gedung yang di suguhkan dari jendela mobil mewah mommynya.


"Let's go, baby sarapan roti ini dulu, ya. Ini susunya sayang," ajak mommy Jane membuka bekal kotak makan berisi roti bakar selai cokelat dan 1 kotak susu cokelat kesukaan anaknya.


"Terima kasih mommy," ucap baby menerima itu, dan mulai memakan sarapannya. Ia menyuapi dirinya dan mommynya.


Beberapa waktu, akhirnya mommy Jane dan baby sampai di sekolah baby. Mommy Jane membukakan pintu untuk princessnya, memperbaiki penampilan baby dan membawa tas bekal makanan baby. Mommy Jane melihat aunty's baby sudah berkumpul menunggu kedatangan dirinya dan baby.


"Ayo by, kita hampiri aunty's baby dulu," ajak mommy Jane menuntun baby.


"Iya mommy," saut baby.


"Wah, princess mommy Jane cantik sekali sayang," puji aunty Osi.


"Princess mommy Jane," sombong mommy Jane.


"Hais, sudah, sudah kita foto dulu, kenang-kenangan hari pertama sekolah baby di antar mommy dan aunty's baby," ajak aunty Airin mengeluarkan handphone meminta tolong pada satpam untuk mengambil gambar mereka.


"Ayo sekarang kekelas baby, baby bisa telat nanti," ujar aunty Chu.


Mereka mengantar baby ke kelasnya. Di sana sudah ada wali murid yang mengantar anaknya sekolah di hari pertama.

__ADS_1


"Mommy dan aunty's akan ikut baby masuk ke kelas?" tanya baby.


"Iya sayang," jawab mommy Jane dan aunty's.


"Tidak mommy, aunty's. Baby berani ke kelas sendiri," tolak baby.


"Baiklah, mommy dan aunty's melihat baby dari luar saja, ya," bujuk mommy Jennie.


"Iya mommy, aunty's. Mommy baby masuk dulu," pamit baby.


"Iya sayang," saut mommy Jane dan aunty's.


Selang beberapa saat, guru baby masuk dan memperkenalkan diri dan bergantian dengan mereka memperkenalkan diri.


"Baiklah karena miss sudah memperkenalkan diri sekarang gantian dengan kalian. Siapa yang ingin memperkenalkan dirinya terlebih dahulu?" tanya Miss.


Baby menunjuk tangan dan Miss mengajak baby ke depan kelas untuk memperkenalkan dirinya di depan kelas


"Hai, perkenalkan Kim Aluna Ruby, salam kenal," ujar baby dengan senyum manisnya.


"Hai Aluna. Aluna pergi ke sekolah diantar dengan siapa?" tanya Miss.


"Baby di antar mommy dan aunty's. Itu mommy dan aunty's," baby menunjuk mommy Jane dan aunty's yang sedang mengintip dirinya melalui jendela kelas.


"Hahah, tetap memanggil baby sekali pun di sekolah," ledek aunty Nayla.


"Iya unn, baby tetaplah baby," ujar aunty Joy.


"Pemberani sekali baby," puji aunty Osi.


"Anaknya mommy Jane," mommy Jane bangga dengan baby.


"Iya, iya, mommy Jane. Ah sepertinya guys kita harus membubarkan diri untuk bekerja dan biarkan baby sekolah, nanti kita akan jemput baby oke," tutur aunty Airin setelah melihat jam tangannya.


"Ya unn," jawab mereka kompak.


Mommy Jane dan aunty's pergi meninggalkan sekolah baby menuju tempat kerja mereka masing-masing.


***


Mommy Jane sampai di kantornya, dia keluar dari mobil, berjalan masuk ke kantor dan singgah ke ruangan sekretarisnya.


"Somi, tolong capuccino dan cake strawberry bawa keruangan," perintah mommy Jane.

__ADS_1


"Iya Miss," saut Somi.


Mommy Jane berjalan masuk kerungannya dan mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya.


"Hah, banyak sekali. Semangat mommy Jane," keluh mommy Jane mengingat baby yang sedang berada di sekolah.


Tok ... tok ... tok ...


"Masuk," pekik mommy Jane.


"Miss pesanannya," ujar Somi masuk meletakkan pesanan mommy Jane.


"Iya, apa jadwal ku hari ini?" tanya mommy Jane sembari menikmati cake strawberry dan cappucinonya.


"Tidak ada pertumuan hari ini Miss, hanya menandatangani dan memeriksa beberapa lembar kerjasama dengan klien," kata Somi.


"Iya, tolong bawa berkas-berkasnya keruangan," perintah mommy Jane.


"Iya Miss," kata Somi keluar dan kembali beberapa saat membawa berkas-berkas yang diminta mommy Jane.


"Kau boleh keluar somi, ingatkan saya jam 12 nanti untuk menjemput baby," pesan mommy Jane.


"Iya Miss," Somi keluar ruangan mommy Jane.


***


Drrt ... drrt ... drrt ... Suara dering handphone mommy Jane.


"Jane kau sedang bersama baby?" tanya aunty Chu menelepon mommy Jane.


"Tidak unn, baby keluar kelas jam 12:45. Aku di kantor, baby di sekolah," jawab mommy Jane.


"Aku dan Rose datang lebih awal untuk melihat baby, tapi baby tidak ada di kelas," ujar aunty Chu.


"Jangan bercanda unn," mommy Jane mulai gelisah.


"Aku sedang tidak bercanda," tolak aunty Chu dengan serius.


"Unn, tolong tanyakan baby pada guru kelas dan kepala sekolah atau satpamnya. Aku segera ke sekolah baby," pinta mommy Jane memasukkan barangnya, mematikan telepon begitu saja. Berjalan keluar.


"Somi aku jemput baby sekarang," pamit mommy Jane tak payah menunggu jawaban Somi.


Dia langsung berjalan cepat menuju mobilnya melaju ke sekolah baby. Firasatnya benar-benar tidak enak dengan anaknya, pasalnya ketika dia berkendara berdua dengan baby menuju sekolah baby. Dia melihat mobil Van hitam yang mengikuti mobilnya.

__ADS_1


"Baby dimana sayang, tolong jangan buat mommy khawatir sayang," lirih mommy Jane tak terasa air matanya menetes.


__ADS_2