BABY ALUNA

BABY ALUNA
Love You Daddy


__ADS_3

Di kamar tamu tinggallah ibu dan anak, sang ibu yang memandangi anaknya yang tengah terlelap dalam alam bawah sadarnya. Sambil mengecek keadaan sang anak. Karena ingin mengajak anaknya untuk berjemur, akhirnya mommy, membangunkan baby.


"By, bangun yuk, sayang." Mommy, dengan elusan di pipi gembul baby. dan menciumi seluruh area wajah baby, berakhir di bibir baby.


"Euh, mommy." Lenguh baby, yang baru membuka mata dan di suguhi pemandangan mommynya.


"Pagi, sayang." Mommy.


"Pagi, mom." Baby, merentangkan tangan minta di peluk mommynya.


"Apa tidur baby, nyenyak?" Mommy, sambil mengelus punggung baby.


"Nyeyak mom, walaupun baby, tidak tidur di pelukan mommy dan daddy, tadi malam. Tapi ada aunty Osi, yang menyanyikan baby, lagu mom." Baby.


"Maaf sayang, mommy, tidak terbangun semalam." Mommy.


"Iya, tidak papa mom." Baby.


"Kita berjemur pagi yuk sayang, supaya badan baby, sehat." Mommy.


"Iya mom, tolong gendong baby mom, temani cuci muka dan gosok gigi setelahnya baru berjemur pagi mom."


Baby, melingkarkan tangannya di leher mommynya.


"Ayo, sayang." Mommy.


***


Setelah beberapa saat menyiapkan baby. Saat ini mommy, dan baby, sedang berjemur di taman belakang, dengan baby, yang hanya menggunakan kaos dalam dan celana pendek.


"Mom, apa daddy baby, tampan?" Baby, tiba-tiba bertanya pada mommynya.


"Iya sayang. Daddya sangat tampan." Mommy, mengusap punggung baby.


"Tampan? Kenapa bisa, mom?" Baby.

__ADS_1


"Ya, daddy baby, tidak hanya tampan tapi juga memiliki kepriadian yang baik, sayang. Wajah daddy benar-benar


sempurna di mata mommy, sayang. Karena ketampanan wajah dan kepribadian daddy. Daddy, banyak di gemari cewek-cewek cantik." Mommy, membayangkan wajah rupawan almarhum suaminya.


"Apa sebegitu rupawankah daddy, mom? Baby, tidak terbayang seberapa menakutkannya wajah daddy, ketika harus membujuk mommy, yang sedang cemburuan. Mommykan posesif dan bucin daddy." Baby, bergidik ngeri membayangkan perkataannya.


"Oh, sayang dari mana baby tahu posesif dan bucin? Lagian siapa yang tidak akan posesif dengan daddy baby. Daddy, berjalan saja semua mata tertuju pada, daddy baby. Walaupun daddy, biasa saja." Mommy.


"Aunty Chu, yang bilang kalau mommy posesif dan bucin dengan, daddy. Mommy, juga bisa berubah menjadi singa betina yang menyeramkan saat daddy, dikelilingi perempuan cantik." Baby.


"Astaga, jangan dengarkan aunty, jelek baby." Mommy.


"Mom, apa mommy, menikah dengan daddy, karena wajah tampan daddy?" Baby, sambil menatap mommynya.


"Iya, tapi wajah tampan daddy, bukan satu-satunya menjadi alasan mommy, menikah dengan daddy baby. Daddy baby, itu sama dengan baby, daddy, memiliki hati yang lembut, Daddy, tidak sungkan menolong orang lain, Daddy, memperlakukan mommy sebagai ratu di hidup daddy dan daddy tidak pernah kasar dengan mommy." Mommy, membawa baby duduk di kursi taman.


"Benarkah mom? (Menatap mata mommynya). Sangat di sayangkan baby, tidak bisa melihat daddy, secara


langsung, mom. Mommy, pasti bahagia menikah dengan, daddy." Baby.


"Benar sayang. Walaupun baby, tidak bisa melihat daddy, secara langsung, tapi baby harus percaya kalau daddy baby, ada di hati baby (Menunjuk hati baby). Mommy, beruntung mendapatkan daddy, sebagai pasangan mommy. Mommy, setiap detiknya mendapatkan kebahagiaan, sayang." Mommy.


mengelus punggung tangan mommynya.


"Hey, apa yang baby bicarakan sayang. Dengar sayang, baby adalah anugrah terindah yang saat itu ditunggu-tunggu daddy dan mommy. Selama berada di dalam kandungan mommy, daddy selalu menyapa baby setiap bangun pagi, ketika daddy ingin pergi kerja dan pulang kerja, daddy tidak pernah melupakan baby. Saat mommy mengidam ingin makan sesuatu ketika tengah malam. Daddy, yang kelelahan bekerja rela bangun untuk mencari


keinginan mommy, sayang. Daddy, selalu berkata ketika baby dalam kandungan mommy." Jeda mommy.


"Daddy bilang: Cintanya daddy, kesayangan daddy dan kebanggan daddy, sehat-sehat ya sayang di dalam perut mommy. Daddy, dan mommy menunggu baby lahir. Nanti baby harus menyayangi dan menjaga mommy ya sayang. Daddy, melakukan itu semua setiap harinya sayang. Daddy, menantikan baby lahir. Jadi jangan bicara seperti itu lagi sayang." Mommy, membelai balik tangan baby.


"Terima kasih daddy, karena sudah menyayangi baby, baby berjanji akan menyayangi dan menjaga mommy. Baby


janji tidak akan membuat mommy sedih dan membuat daddy, kecewa pada baby.  Love you daddy, tolong tunggu baby dan mommy nanti ya daddy. Mommy, baby kangen daddy. Semalam daddy, tidak memeluk baby. Apa baby melakukan kesalahan mom?" Baby.


"Kalau baby rindu daddy baby, pejamkan mata baby, letakkan tangan baby di hati baby dan bilang daddy baby,

__ADS_1


rindu. Tidak sayang, mungkin karena semalam baby tidurnya tidak bersama mommy, jadi daddy tidak memeluk baby." Mommy, mengelap keringan di kening baby.


"Iya, mommy." Baby.


"Sayang, kita masuk yuk, badan baby, juga sudah mulai berkeringat dan sepertinya aunty baby, sudah selesai


membuat sarapan." Mommy.


"Unnie, baby, ayo sarapan." Panggil aunty Osi.


"Iya." Mommy dan baby, menjawab kompak.


"Rose, unn. Aku keatas dulu membersihkan badan baby, dulu." Mommy, berjalan ke lantai 2.


"Iya." Aunty kompak.


***


Selang beberapa menit akhirnya mereka sudah selesai dengan urusannya dan sudah berada di ruang makan.


"Baby, ingin sarapan dengan apa, sayang?" Tanya  aunty Osi.


"Aunty, boleh tolong roti selai coklat dan susu coklat." Dengan senyum manis baby.


"Iya, sayang." Aunty Osi, mengambil makanan untuk baby dan menaruhnya di depan baby.


"Terima kasih aunty, selamat makan mommy, aunty." Baby, dengan wajah cerianya.


"Selamat makan, baby". Mommy, aunty Chu, dan aunty Osi.


Selesai makan aunty Chu dan aunty Osi pergi meninggalkan kediaman baby, untuk melanjutkan aktivitas mereka yakni kembali bekerja. Setelah kemarin mereka meninggalkan pekerjaan mereka secara tiba-tiba karena panggilan baby, yang rindu pada mereka.


"Unn, unnie dengar bukan baby, tadi bilang kalau baby adalah sebab daddynya meninggal. Dari mana baby bisa berkata seperti itu, unn?" Aunty Osi, membuka obrolan dengan aunty Chu yang sedang menyetir. Di pertengahan pembicaraan mommy, dan baby, aunty Osi dan aunty Chu mendengarkan dialog mereka.


"Unnie, juga bingung dari mana baby bisa berpikir dan berkata seperti itu." Aunty Chu.

__ADS_1


"Apa baby, mendengarkan perkataan dari nenek daddynya, unn?" Tanya aunty Osi.


"Entahlah Rose, nanti coba kita tanyakan langsung pada, baby." Aunty Chu.


__ADS_2