
Daddy baby. Laskar Raga Darmawa 23 tahun, anak tunggal, sudah tidak memiliki orang tua. Bekerja sebagai karyawan biasa di salah satu perusahaan terbesari di Korea. Berkepribadian baik, memiliki hati yang tulus, berbicara lembut dan hidup sederhana.
Suami dari CEO tempat dia bekerja, tapi tidak ada yang mengetahuinya, hanya teman-teman istrinya yang tahu. Selalu mendapatkan perlakuan semena-mena dari istrinya, namun tetap mencintai istrinya. Sangat menyayangi baby.
Baby, Kim Aluna Ruby. Anak yang tidak di inginkan mommynya sendiri, anugerah untuk Daddynya. Sangat mencintai Daddynya, Sering mendapatkan perlakuan atau perkataan kasar dari mommy dan teman-teman mommynya. Berusia 6 tahun, dewasa, anak penurut dan sangat pengertian dengan situasi Daddynya.
***
Pagi sudah tiba, sudah 3 hari setelah baby sadar dari komanya, dia di bolehkan pulang hari ini. Selama 3 hari juga dia hanya bersama Daddynya. Mommynya tidak sama sekali menjenguknya lagi, setelah berbicara dengan Daddynya. Hari ini baby dan Daddy akan pergi menemui Grandpa untuk berpamitan secara langsung dan setelahnya mereka akan pergi meninggalkan Korea.
"By, apa sudah baikan sayang?" Daddy mengelus rambut baby yang sedang berada di gendongannya.
"Sudah Daddy." Baby masih nyaman dengan pelukan Daddynya.
"Syukurlah, hari ini kita akan ke rumah Grandpa sayang." Daddy.
"Kenapa Daddy, apa Daddy akan meninggalkan baby lagi. Daddy akan berikan baby pada Grandpa dan Daddy meninggalkan baby?" Baby, menatap kedua mata Daddy dengan sendu.
"Tidak sayang, kita akan pamit dengan Grandpa, setelah itu kita akan pergi pindah keluar negeri sayang." Daddy dengan senyum manisnya.
"Apa benar Daddy, Daddy tidak membohongi babykan? Baby ikut kemanapun Daddy pergi, baby hanya memiliki Daddy. Jangan tinggalkan baby Daddy, baby tidak akan nakal, baby akan menurut pada Daddy." Baby, dengan wajah sendu mengelus kedua pipi Daddynya.
"Iya sayang, Daddy tidak akan meninggalkan baby. Baby bukan anak nakal sayang, baby adalah anak yang penurut. Ingin pergi sekarang sayang?" Daddy.
"Iya, Daddy." Menaruh kepalanya di bahu Daddynya.
Mereka pergi meninggalkan rumah sakit setelah mengurus semua keperluan dan sekarang mereka sedang menuju kerumah Daddy Kim menggunakan Taxi. Tidak ada pembicaraan di antara mereka, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Selama baby di rumah sakit Daddy Kim sesekali mengunjungi baby, karena kesibukan keluar masuk negara lain.
Daddy Kim menyayangi baby dan menganggap Laskar menantu yang baik. Daddy Kim tidak memandang status sosial, yang dia lihat dari Laskar adalah hati yang murni dan seorang pekerja keras. Hanya saja dia tidak mengetahui sikap buruk putrinya pada cucu dan menantunya.
__ADS_1
"Ayo sayang, kita temui Grandpa di dalam." Laskar, menuntun baby yang sudah keluar dari Taxi. Di angguki baby.
"Pak, tolong tunggu sebentar ya Pak." Laskar, berbicara pada supir.
"Iya, Tuan." Supir.
Di ruang makan sudah ada Daddy Kim yang sedang menyantap sarapan paginya. Daddy Kim yang melihat kedatangan Laskar dan baby, berdiri dan menghampiri mereka memberikan pelukan hangat sesaat.
"Hai baby, Grandpa pagi ini ingin menjenguk baby. Tapi syukurlah baby sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit." Daddy Kim.
"Terima kasih Grandpa, baby sudah sembuh." Baby, dengan senyum manisnya.
"Apa kabar, Daddy?" Laskar.
"Daddy baik, bagaimana dengan dirimu dan Jane?" Daddy Kim.
"Tidak, katakan sekarang Laskar." Daddy Kim yang merasa ada yang tidak beres dengan perkataan Laskar langsung menunda acara sarapan paginya. Karena dia tahu ini pasti penting.
"Baby, tunggu Daddy di ruang tamu sayang. Nanti Daddy akan menyusul baby." Laskar.
Setelah baby pergi barulah Laskar membuka obrolan.
"Daddy, aku minta maaf karena sudah menduakan anak Daddy. Aku suami dan menantu yang tidak tahu diri. Aku sudah berselingkuh di belakang anak Daddy. Untuk itu aku memutuskan menceraikan dirinya." Laskar dengan tatapan sendu.
BUGH ... Darah segar mengalir dari kening Lakar karenaterkena gelas yang di lempar Daddy Kim.
"Kau benar-benar tidak tahu diri, ku kiri kau memiliki hati yang tulus, ternyata kau hanya seorang bajingan yang tidak tahu di untung. Baguslah kalau kau sadar, pergi dari kehidupan putriku dan bawa anakmu. Jangan kau tampakkan lagi wajah kalian di hadapanku dan anakku!" Daddy Kim.
"Iya Daddy, sekali lagi aku minta maaf." Laskar, memegang keningnya yang masih mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Jangan kau panggil aku Daddy, aku tidak sudi!" Daddy Kim dengan amarah memuncak.
"Iya uncle, kalau begitu saya pamit." Laskar, membungkuk berjalan ke arah pintu keluar yang sudah ada baby di ruang tamu.
"Daddy, ada apa dengan kening Daddy, apa Grandpa yang melakukannya?" Baby, yang sudah berada di dalam dekapan Daddynya.
"Tidak sayang, ini hanya luka kecil jangan khawatirkan Daddy. Kita pergi sekarang, sayang." Daddy dengan senyum manisnya tak memperdulikan keningnya yang masih mengeluarkan darah. Di jawab anggukan dengan baby yang terus memperhatikan kening Daddynya yang berdarah.
Sesaat mereka melewati pintu keluar rumah, mereka melihat Jane turun dari mobil aunty Airin, di dalamnya sudah ada aunty Jichu, Joy dan Nayla, mereka baru pulang dari berlibur di Hawai. Jane yang melihat mereka terpaku, apa lagi melihat kening Laskar yang berdarah.
Dia ingin menyapa mereka, hanya saja gengsinya tinggi, hingga mereka hanya lewat saja. Jane, tidak tahu kalau itu adalah terakhir kalinya dia bisa melihat suami dan anaknya sebelum Daddy dan baby pergi keluar negeri. Daddy yang melihat itu hanya menghidup udara dalam dan membuangnya secara perlahan, keluarganya harus berakhir dengan surat perceraian.
Ketika ingin memasuki mobil, Laskar menyapa dan menebarkan senyum ke arah mobil Airin yang di tumpangi teman-teman Jane.
"Tolong jaga Mrs. Kim, Nona. Kami permisi." Daddy, dengan senyum manisnya, membungkuk dan masuk mobil.
"Jalan Pak." Daddy dengan baby di sampingnya.
Sementara di dalam mobil
"Baguslah, si parasit pergi juga dari hidup Jane. Aku kasihan melihat Jane harus menanggung tanggung jawab sebagai CEO dan belum lagi harus menanggung 2 manusia sialan itu!" Airin.
"Iya unn, Jane benar-benar diperas dengan mereka berdua!" Nayla.
"Akhirnya mereka pisah juga, Jane bisa bersama dengan Hans yang statusnya sama dengan Jane!" Joy.
"Tapi apa kalian tidak merasa ada yang ganjal, lihat dia keluar dari rumah Daddy Kim dengan kening yang berdarah dan dia menitipkan Jane kepada kita seolah-olah mereka akan pergi jauh?" Jichu.
"Ada apa denganmu Jichu? Kau menyukai Laskar? biarkan saja, bukankah itu lebih baik. Jane bisa bebas menentukan jalan hidupnya tanpa ada lagi 2 parasit di kehidupannya!" Airin sewot.
__ADS_1