
Pagi telah tiba, semalam semua penghuni ruangan baby tidak ada yang mengistirahatkan tubuh mereka. Karena
baby semalam muntah-muntah dan suhu tubuhnya meningkat. Semuanya ikut membantu merawat baby, anak itu sama sekali tidak rewel, hanya diam dan meneteskan air mata. Baby semalam enggak turun dari gendongan mommynya. Dia hanya ingin digendong mommynya sekalipun aunty's sudah mengajak mommy Jane untuk bertukar menggendongnya.
Semalam untuk menurunkan suhu tubuh baby, mommy Jane membuka bajunya dan baby, ia memeluk anaknya. Dan syukurlah cara itu ampuh, dan berakhirlah mereka bisa mengistirahatkan tubuh walaupun hanya 2 jam. Aunty's sama sekali tidak tidur, mereka berjaga-jaga kalau ada sesuatu yang terjadi.
"Syukurlah suhu tubuh baby sudah turun," ucap aunty Airin mengecek kening baby guna memeriksa suhu tubuh ponakannya.
"Iya unn, kasihan sekali. Pasti kepala baby sangat sakit," ujar aunty Joy.
"Iya, syukurlah unn. Nay, sebaiknya bangunkan Jane, dengan pelan-pelan agar baby tidak bangun. Seperti sebentar lagi Dokter dan Suster akan datang memeriksa baby, Jane belum menggunakan pakaiannya," tukas aunty Chu.
"Iya unn. Jane, bangun pakai bajumu, sebentar lagi Dokter akan datang memeriksa baby," ucap Nayla berjalan dari sofa ke sebelah mommy Jane.
"Eungh ... syukurlah baby tidak demam lagi," lega Mommy Jane meletakkan punggung tangannya dikening baby, mengecek keadaan putrinya.
"Iya, pakailah bajumu dan sekalian bersihkan wajahmu," titah aunty Airin.
"Iya unn," saut Mommy Jane beranjak dari kasur dengan menutupi tubuhnya dan pergi ke toilet ruangan baby.
Tok ... tok ... tok ...
Dokter dan suster masuk keruangan baby.
"Permisi Miss kami akan memeriksa keadaan baby," ucap Dokter dengan ramah.
"Iya, silakan Dok," kata aunty Airin mewakili Geng's.
Mereka memberi ruang untuk Dokter dan Suster.
"Apa semalam suhu tubuh baby meningkatkan, Miss?" tanya Dokter sambil memeriksa baby dan Suster yang sudah meletakkan makanan baby, mengganti infus baby.
"Iya Dok, semalam baby demam dan muntah-muntah," jelas aunty Chu.
"Ah, baby merasakan efeknya, ya. Tak apa Miss itu hal wajar. Nanti setelah bangun tidur, berikan baby air hangat terlebih dahulu Miss. Setelahnya baru baby bisa memakan sarapannya," pesan Dokter sambil menyimpan alat-alatnya.
"Iya Dok. Dok apa baby sudah boleh mengkonsumsi susu cokelat?" tanya aunty Airin. Ia ingat kalau baby teramat menyukai susu cokelat, pasti baby akan meminta itu.
"Boleh Miss, setelah meminum air hangat," jawab Dokter.
"Iya Dok," ucap aunty Airin.
"Kalau begitu kami permisi dulu Miss. Cepat sembuh untuk baby," pamit Dokter dan Suster.
"Iya Dok, terima kasih," saut aunty Airin.
Klik ...
Mommy Jane keluar dari toilet dengan wajah segar.
"Ah, unn baby sudah di priksa?" tanya Mommy Jane.
"Iya, barusan Dokter memeriksa, mengganti infus baby dan suster mengantarkan sarapan baby," jelas aunty Airin.
"Apa ada yang serius unn?" tanya Mommy Jane.
"Tidak, Dokter hanya bilang baby setelah bangun nanti berikan minum hangat dan setelahnya boleh minum dan makan yang lainnya," jelas aunty Chu.
__ADS_1
"Iya unn," kata Mommy Jane memperhatikan Baby.
"Jane kamu ingin sarapan apa, biar kami belikan, sekalian unnie akan membeli susu cokelat baby, pasti baby akan menanyakan itu," ucap aunty Airin.
"Apa saja unn. Iya unn aku titip susu cokelat baby," ucap Mommy Jane.
"Iya Jane," kata Geng's pergi meninggalkan ruang baby menunju kantin rumah sakit.
Tok ... tok ... tok ...
Daddy Kim masuk.
"Baby belum bangun sayang?" tanya daddy Kim berdiri di sebelah baby.
"Belum dad, baby semalam demam dan muntah-muntah jadi baru bisa tidur beberapa jam lalu. Apa ingin berangkat sekarang?" tanya Mommy Jane.
"Hah ... malang sekali cucu grandpa. Iya daddy penerbangan pagi ini, tapi sebelum itu appa ingin melihat cucu dan anak daddy dulu. Ah, Jane. Jenazah Laskar akan langsung di makamkan di satu area dengan mommy dan nanti akan ada BamBam orang yang akan mengelola perusahaan baby datang kesini untuk melihat baby dan menjelaskan aset-aset baby," tutur daddy Kim mencium kening baby.
"Iya dad, Jane ingin melihat Laskar dimakamkan," ucap Mommy Jane memperhatikan daddy dan putrinya.
"Nanti saja, sekalian bersama baby. Sekarang utamakan kesembuhan baby terlebih dahulu," saran daddy Kim.
"Iya dad," kata Mommy Jane dengan sendu.
"Yang lain kemana Jane?" tanya daddy Kim baru menyadari kalau aunty's tidak ada di dalam ruangan baby.
"Membeli sarapan dan susu cokelat baby, dad," ucap Mommy Jane.
"Iya, cepat sembuh cucu kesayangan grandpa (membisikkan ditelinga baby). kalau begitu apa pergi sekarang, ya," pamit daddy Kim menghampiri mommy Jane memeluk anaknya.
"Ah, pagi uncle, ingin berangkat sekarang uncle?" tanya aunty Chu.
"Iya, uncle penerbangan pagi. Uncle titip baby dan Jane," ucap daddy Kim.
"Iya uncle," saut aunty's membungkuk memberikan salam dan daddy Kim berlalu dari ruangan baby.
"Belum bangun baby, Jane?" tanya aunty Airin menenteng plastik makanan sambil di bantu yang lain menyiapkan meja.
"Belum unn," jawab Mommy Jane.
"Kemari makan, selagi baby belum bangun. Isi terlebih dahulu perutmu, nanti setelahnya baru bangunkan baby, kasihan perutnya kosong dari semalam," tukas aunty Chu.
"Iya unn," saut Mommy Jane bergabung dengan geng's di sofa dan menyantap sarapannya.
Mereka selesai dengan kegiatan makan, mommy Jane sudah membersihkan mulut dan tangannya, ia menghampiri kasur baby.
"Sayang bangun yuk," kata Mommy Jane mencium wajah baby.
"Eugh ..." lenguh baby membuka sedikit demi sedikit matanya menyesuaikan cahaya lampu kamar inapnya dan terusik karena ciuman yang diberikan mommynya.
"Morning cintanya mommy," sapa Mommy Jane.
"Morning too mommy," balas baby meminta untuk di dudukkan di kasur.
"Baby minum air hangat dulu sayang," kata Mommy Jane menyodorkan air putih hangat, yang langsung diminum baby dengan hati-hati.
"Sudah mommy," ujar baby mengedarkan pandangannya dan melihat ada aunty's.
__ADS_1
"Morning baby," sapa Aunty's.
"Morning too aunty's," balas baby dengan senyum manisnya.
"Sudah lebih baik sayang?" tanya aunty Airin berdiri menghampiri sisi kosong baby.
"Sudah aunty. Terima kasih mommy, aunty's sudah merawat baby. Maaf merepotkan," lirih baby.
"Sama-sama sayang, tidak sama sekali merepotkan sayang. Itu sudah menjadi kewajiban aunty's untuk menjaga baby," ujar aunty Airin.
"Iya aunty," kata baby.
"Sayang ingin makan dulu atau lap tubuh dulu sayang?" tanya Mommy Jane.
"Boleh minum susu sambil lap tubuh terlebih dahulu mommy?" tanya baby balik.
"Iya sayang," saut Mommy Jane dibantu aunty's.
Mommy Jane dan aunty's mengelap tubuh baby dan setelahnya baru diberikan minyak penghangat badan dan bedak, setelahnya mommy Jane mengganti pakaian baby.
"Dah harum princess mommy," puji Mommy Jane mencium rambut baby.
"Terima kasih mommy, aunty's," ucap baby setelah selesai meminum susu cokelatnya.
"Makan sekarang by?" tanya Mommy J.
"Iya mommy," jawab baby.
Mommy Jane menyuapi baby menu sarapan yang diantar suster ke kamar baby.
"Jane, apa tak masalah kami tinggal pulang terlebih dahulu?" tanya aunty Airin.
"Tak apa unn, terima kasih sudah membantu merawat baby, geng's," tutur Mommy Jane.
"Iya, kami akan kembali lagi nanti sedikit sorean. Baby cepat sembuh sayang," ucap aunty Chu.
"Kabari kami kalau ada sesuatu hal, unn," ujar aunty Joy.
"Cepat sembuh sayang," ucap Nayla mengelus tangan baby.
"Iya geng's," kata Mommy Jane.
"Terima kasih aunty's," ucap baby dengan senyum manisnya setelah menelan makanan di dalam mulutnya.
Aunty's pergi meninggalkan ruangan baby, tinggallah baby dan mommy Jane di dalam ruangan baby.
"Mommy, grandpa mana?" tanya baby.
"Grandpa tadi pagi menjenguk baby, tapi baby masih tidur. Grandpa pagi tadi berangkat ke Swiss sayang. Baby rindu grandpa?" tanya Mommy Jane memberikan baby minum setelah selesai makan.
"Iya mommy, hanya grandpa yang baby punya," ucap baby menatap pintu ruangannya.
"Hei sayang, dengarkan mommy. Sekali pun Daddy dan Mimi sudah di surga bersama grandma dan grandpa baby. Baby masih memiliki mommy, grandpa Kim dan aunty's yang akan selalu menyayangi baby. Terutama mommy, mommy akan memberikan nyawa mommy untuk baby," papar Mommy Jane mengelap mulut baby.
"Tolong jangan katakan itu mommy, sudah cukup Daddy dan Mimi saja. Mommy stay with baby, please mommy," ucap baby memegang tangan mommynya yang sudah selesai mengelap bibirnya.
"Iya sayang, apa pun untuk baby," ujar Mommy Jane mencium kedua pipi putrinya.
__ADS_1