BABY ALUNA

BABY ALUNA
Aunty Airin


__ADS_3

"Morning baby," sapa mommy Jane menyapa putrinya yang baru bangun dari tidur.


"Morning too mom," balas baby ingin mengucek matanya, tapi ditahan mommynya.


"Nanti merah mata baby, ayo mommy temani baby bersiap, ya," ajak mommy Jane.


"Kita ingin kemana, mom?" tanya baby yang sudah di gendong mommy Jane di bawa ke kamar mandi untuk mandi, sebelumnya mommynya sudah menyiapkan air hangat untuk baby mandi.


"Kita akan ke tempat kerja aunty Airin sayang. Aunty mengajak mommy dan baby berkunjung kesana," jawab mommy Jane membuka seluruh pakaian baby dan memasukkan badan baby ke dalam rendaman air hangat.


"Aunty kerja apa mom?" tanya baby melihat wajah mommynya.


"Aunty, CEO dari perusahaan percetakan buku yang terkenal di Korea sayang," jawab mommy Jane menatap balik baby dengan senyum dan mulai membasuh tubuh putrinya.


"Oh, aunty suka membaca mom?" tanya baby.


"Iya, aunty suka membaca," ucap mommy Jane.


"Wah, akan ada banyak buku di sana mom?" tanya baby antusias.


"Iya sayang, akan ada banyak buku di sana. Bahkan buku yang belum terbitpun sudah ada di kantor aunty Airin," jawab mommy Jane.


"Benarkah mom? Pasti aunty sangat sibuk," ucap baby.


"Iya aunty sangat sibuk, tapi kantor penerbitan buku aunty Airin itu hanya salah satu bagian dari bisnis yang aunty miliki sayang," tutur mommy Jane setelah selesai memandikan baby. Membalut tubuh baby dengan handuk dan membawa putrinya kembali ke atas kasur untuk di pakaikan baju.


"Wah, banyak sekali pekerjaan aunty. Baby nanti tidak ingin mom, memiliki banyak bisnis, baby pusing dan capek mom mikirinnya," keluh baby jika dia seperti aunty Airinnya nanti.


"Hahah, iya sayang. Lakukan apa pun yang baby inginkan nanti, mommy akan selalu mendukung baby," ucap mommy Jane setelah memakaikan pakaian baby dan sentuhan terakhir menyemprotkan parfum ke baju putrinya.


Hah, gimana ceritanya sayang. Baby aja masih di umur segini sudah punya 3 blackcard, perusahaan, aset-aset, belum lagi nanti di tambah dengan punya mommy dan grandpa yang akan diwariskan ke baby, batin mommy Jane.


"Dah siap, ayo sayang kita turun sarapan, ya," ucap mommy Jane menggenggam tangan baby.


"Iya mom," kata baby dan mommy Jane keluar dari kamar menuruni tangga menuju lantai dasar yang sudah tersedia berbagai macam hidangan.


"Baby ingin sarapan apa sayang?" tanya mommy Jane setelah dia dan baby sudah duduk di meja makan.

__ADS_1


"Susu cokelat dan nasi goreng sosis saja mom," jawab baby.


Mommy Jane langsung menyiapkan pesanan anaknya dan langsung memberikan nya pada baby.


"Ayo makan sayang," ajak mommy Jane setelah selesai mengambil makan untuk dirinya juga.


"Mom, Oma Han dan Opa Won boleh makan bersama dengan kita mom? Kasihan makanannya ini terlalu banyak untuk kita berdua mom," ucap baby.


"Ah, Iya sayang. Sebentar mommy panggil dulu, ya," kata mommy Jane berdiri berjalan ke arah dapur dan beberapa saat kembali bersama bibi Han dan pak Won.


"Iya young princess, ada apa memanggil bibi dan pak Won. Young princess butuh sesuatu?" tanya bibi Han dan pak Won masih berdiri di dekat meja makan.


"Oma, opa ayo makan bersama. Temani mommy dan baby makan. Ini terlalu banyak untuk baby dan mommy," ajak baby dengan senyumnya. Sementara pak Won dan bibi Han terkejut, pasalnya belum pernah mereka merasakan makan satu meja bersama majikannya, walaupun perlakuan majikan mereka baik.


Mommy Jane yang melihat pak Won dan bibi Han yang masih terkejut, berdehem, menyakinkan mereka kalau mereka bisa bergabung dan menuruti keinginan anaknya


"Ah, iya young princess," saut bibi Han dan pak Won.


"Panggil baby saja Oma, opa, tidak perlu young princess. Ayo Oma opa ambil makanan yang diinginkan," ucap baby.


"Tidak, berdoa dulu. Baby pimpin doa sebentar, ya," ucap baby mulai berdoa dalam hati memimpin doa diantara orang dewasa.


"Mari makan," ajak baby setelah selesai memimpin doa.


"Iya baby," saut bibi Han dan pak Won.


"Pintarnya anak mommy," puji mommy Jane mengelus rambut baby. Mommy Jane bangga dengan hasil didikan daddy baby, karena belum tentu dirinya akan mendidik baby seperti itu.


Semoga dengan adanya baby bisa membawa warna baru bagi Miss Jane, batin bibi Han yang disela-sela kunyahannya sambil melihat baby yang sedang menyantap sarapannya.


Young princess murah hati, semoga kehadiran young princess bisa membuat Miss Jane lebih baik lagi pribadinya, batin pak Won.


Setelah selesai sarapan, baby saat ini sedang berada di halaman depan bersama pak Won yang sedang mengelap-ngelap mobil, sembari menunggu mommy Jane yang tengah bersiap.


"Opa, apa opa memiliki istri, anak dan cucu?" tanya baby sembari memperhatikan pak Won.


"Iya baby, Opa memiliki istri dan anak. Opa tidak memiliki cucu," jawab pak Won menghadap baby dengan memberikan senyum manisnya sembari melanjutkan aktivitasnya.

__ADS_1


"Di mana istri dan anak Opa, kenapa baby tidak pernah melihat opa kembali ke rumah? Opa selalu menghabiskan waktu opa di rumah ini," jelas baby.


"Iya, istri dan anak Opa, sudah berada disurga terlebih dahulu," saut pak Won dengan senyum manisnya setelah selesai mengelap-ngelap mobil, dilanjutkan mencuci tangan dan mengeringkannya.


"Ah, maaf baby. Baby tidak tahu Opa," ucap baby dengan raut wajah penyesalan.


"Tidak papa, baby juga tidak tahukan," ucap pak Won menghampiri baby.


"Baby turut berduka untuk istri dan anak Opa," ucap baby.


"Terima kasih baby," kata pak Won.


"Serius sekali mengobrolnya, by," ucap mommy Jane yang selesai dengan kegiatannya dan menghampiri baby dan pak Won.


"Iya mommy, baby hanya mengobrol biasa dengan Opa, mom. Mommy sudah selesai?" tanya baby.


"Iya sayang, kita pergi sekarang?" tanya mommy Jane.


"Iya mommy, baby sudah tidak sabar ingin melihat banyak buku," ucap baby dengan antusias sembari menyodorkan kedua tangannya pada mommynya, meminta untuk mommynya mengelap tangannya dengan tisu.


"Hahah, ada yang tidak sabaran. Baiklah kita berangkat sekarang sayang. Pak Won, kita ke kantor aunty Airin," ucap mommy Jane mengelap tangan baby dan setelahnya mengajak putrinya masuk ke dalam mobil.


"Iya Miss," saut pak Won membuka pintu untuk mommy Jane dan baby. Setelahnya ia masuk ke dalam kemudi mobil dan mulai menjalankan mobil menuju perusahaan aunty Airin.


Mobil berhenti di lampu merah, baby melihat ada 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan yang sepertinya mereka kakak beradik sedang mengamen di depan 2 mobil dari mobil baby. Baby memperhatikan kakak beradik itu, hingga mereka menepi ke pinggir jalan, karena lampu sebentar lagi akan hijau. Dan setelahnya mobil kembali jalan menuju perusahaan aunty Airin.


"Sudah sampai Miss, ingin bapak tinggal atau tunggu, Miss?" tanya pak Won menghadap ke belakang sembari bertanya pada mommy Jane yang sedang mengemasi barang-barangnya dan bersiap untuk turun dari mobil bersama baby.


"Bapak pulang saja, saya sepertinya akan pulang bersama Airin unnie," ucap mommy Jane turun dari mobil memegang tangan baby dan menutup pintu mobil.


"Baik, Miss," saut pak Won menjalankan mobil meninggalkan perusahaan aunty Airin.


"Ingin mommy gendong sayang?" tanya mommy Jane menawarkan diri untuk menggendong putrinya.


"Terima kasih mommy, baby jalan saja," tolak baby dengan lemut.


Sepanjang ruangan dan lantai yang di lalui, karyawan aunty Airin menyapa mommy Jane dan penasaran dengan anak perempuan yang datang bersama CEO perusahaan terbesar di Korea.

__ADS_1


__ADS_2