BABY ALUNA

BABY ALUNA
Baby & Grandpa


__ADS_3

Saat ini baby dan grandpanya sedang duduk di taman Kota, sedari tadi anak itu hanya memperhatikan anak-anak yang berlarian, bermain sepeda, bermain permainan yang ada di taman, tanpa memiliki niat untuk ikut bergabung. Grandpa yang melihat mood cucunya sedang tidak baik, akhirnya membuka suara.


"Baby tidak ingin ikut bermain?" tanya Kim mengusap kepala baby.


"Tidak, baby melihat saja, grandpa," jawab baby menatap anak-anak yang sedang naik turun perosotan.


"Apa ada yang mengganggu pikiran baby? Katakan pada grandpa," ucap daddy Kim.


"Baby tidak suka mommy membentak baby. Baby tidak suka teman mommy yang membicarakan paman jahat,  baby bukan anak paman jahat, baby anak Daddy. Baby tidak suka mommy, grandpa," lirih baby menatap mata grandpanya.


"Baby anak daddy dan mommy baby, paman jahat bukan siapa-siapa baby. Grandpa akan memarahi mommy baby karena sudah membentak baby dan baby tidak perlu menyukai hal yang sebenarnya baby tidak sukai," tutur daddy Kim menatap balik mata cucunya.


"Tidak perlu grandpa, jangan marah pada mommy. Aunty's bilang, mommy tidak bermaksud membentak baby. Mommy hanya tidak suka baby berbicara dengan nada tinggi pada orang yang lebih tua dari baby," pinta baby.


"Iya sayang. Berbicara dengan nada tinggi pada orang yang lebih tua itu tidak baik. Tapi, mommy baby juga salah karena memberi tahu baby dengan membentak," ucap daddy Kim.


Hening sesaat hingga,


"Grandpa, apa baby boleh tinggal di Thailand bersama paman Bam?" tanya baby.


"Tidak, grandpa tidak akan mengizinkan itu. Baby masih punya mommy dan grandpa. Tidak baik tinggal bersama orang lain, terlebih paman Bam, bukan paman kandung dari Daddy atau mommy baby. Buang pikiran itu dari kepala baby, sampai kapanpun grandpa tidak akan pernah mengizinkannya," tolak daddy Kim mengangkat baby mendudukkannya di pangkuannya.


"Baby, merepotkan disini, grandpa," lirih baby.


"Tidak, tidak ada yang merasa direpotkan. Justru baby adalah pembawa warnai untuk mommy dan grandpa serta aunty's baby," ucap daddy Kim mencium rambut baby.


"Bagaimana kalau kita mengunjungi daddy baby?" tanya daddy Kim untuk mengembalikan mood baby.


"Bolehkah grandpa?" tanya baby semangat.


"Iya, sekarang kita ke tempat daddy," ucap daddy Kim memeluk baby menuju mobil, mobil berjalan ke arah pemakaman istrinya dan menantunya.


Beberapa menit akhirnya baby dan grandpa sampai di pemakaman khusus keluarga Kim. Di sana ada 2 makam, yakni makam daddy dan grandma baby. Daddy Kim dan baby berjalan bersama menuju makam daddy baby.


"Grandpa, tolong berikan baby waktu dengan daddy," ucap baby setelah sampai di depan makam daddynya.


"Tentu sayang, grandpa ke makam grandma dulu. Nanti panggil grandpa setelah selesai, ya," ucap daddy Kim mengelus rambut cucunya. Baby menganggukkan kepala.


"Hai daddy. Daddy apa kabar di sana bersama Mimi dan little baby? Daddy, baby merindukan Daddy. Daddy baik-baik di sana ya, tunggu baby, nanti kalau sudah waktunya baby akan ikut bergabung bersama daddy, tolong Jemput baby ya daddy. Daddy tahu, baby dan mommy sedang tidak baik-baik saja. Baby duluan yang salah, membuat mommy membentak baby. Tapi, bukankah cara memberi tahu kesalahan bisa dengan cara yang lembut, seperti yang daddy lakukan pada baby. Baby ingin sekali tinggal bersama paman bam, tapi aunty's dan grandpa tidak setuju. Mereka bilang baby harus memberikan mommy kesempatan dan baby tidak boleh tinggal dengan orang lain, karena baby masih punya mommy dan grandpa. Daddy baby mencintai dan rindu Daddy. Love you Daddy," ucap baby mencium nisan nama daddynya dan setelahnya berdoa sebentar. Baby menuju makam grandma tempat harapannya berada. Grandpanya sedang berdoa untuk grandmanya, baby ikut duduk dan berdoa juga.


"Aamiin," ucap baby setelah melihat grandpanya selesai berdoa di makam grandmanya.

__ADS_1


"Ah, baby sudah lama di sini?" tanya daddy Kim terkejut dengan baby yang mengaamiinkan doanya.


"Tidak, baru sebentar grandpa," ucap baby mencium nisan nama grandmanya.


"Sudah selesai bersama daddanya, ingin kembali sekarang sayang?" tanya daddy Kim tersenyum dengan tindakan baby.


"Iya grandpa, baby sudah selesai dan kita kembali sekarang," jawab baby berdiri di sebelah grandpanya.


"Ayo sayang, kita pulang," ajak daddy Kim mengulurkan tangannya agar baby bisa memegangnya.


"Iya grandpa," kata baby memegang tangan grandpanya menuju mobil.


Sepanjang perjalanan baby hanya diam di pangkuan grandpanya. Grandpanya pun diam saja, mengikuti mood cucunya. Hingga beberapa saat mereka tiba di kediaman rumah mewah daddy Kim.


"Baby, pergi bermain ke taman belakang dulu. Grandpa ingin berbicara dengan mommy," grandpa.


"Iya grandpa, tolong jangan marah pada mommy," ucap baby berjalan menuju taman belakang rumah yang di sana sudah ada bibi Han yang sedang melihat-lihat bunga.


Daddy Kim berjalan ke ruangan kerja mommy Jane.


Klik ... Daddy Kim membuka pintu ruangan kerja mommy Jane.


"Daddy," mommy Jane langsung berdiri dari kursinya dan menghentikan aktivitasnya.


"Iya dad," ucap mommy Jane kembali duduk di kursi ruang kerjanya.


"Daddy tidak akan marah dengan sikapmu pada baby. Tapi, daddy tidak membenarkan juga atas sikapmu pada baby. Lebih bersabar lagi dalam menghadapi anakmu, dia masih anak-anak. Kamu sebagai mommynya harus selalu mengawasi dan menjadi contoh yang baik untuk anakmu, bukan berarti mengekang atau berlaku semaumu. Baby memang anak yang dewasa, tapi sedewasa apa pun baby, baby tetap anak-anak," nasihat daddy Kim memberikan pengertian pada anaknya.


"Iya daddy, Jane mengaku salah dan menyesal dengan sikapku pada baby. Aku akan lebih pengertian lagi dengan baby," ucap mommy Jane dengan wajah menyesal.


"Jangan memaksa baby menyukai hal yang dia tidak sukai, dia akan membencimu dan menjauhimu Jane. Ah, bagaimana dengan hasil trauma baby?" tanya daddy Kim.


"Iya daddy, Jane tidak akan memaksa baby. Baby harus mengikuti beberapa kegiatan untuk pemulihan traumanya. Baby sangat sensitif dengan hal-hal yang berhubungan dengan kekerasan, hingga dia tidak berani untuk tidur sendiri. Tapi, trauma baby masih bisa di atasi daddy," jawab mommy Jane.


"Bajingan itu, berani-beraninya membuat cucuku trauma. Akan ku buat dirinya trauma juga," murka daddy Kim dengan emosi nya.


"Iya daddy, buat dia menderita!" geram mommy Jane emosional.


"Akan, akan daddy lakukan untuk cucu daddy. Bagaimana dengan luka baby?" tanya daddy Kim.


"Lukanya sudah mulai menutup daddy, beberapa hari lagi akan di lepas tali jahitan baby," jawab mommy Jane.

__ADS_1


"Syukurlah, sekarang temui baby di taman belakang. Daddy menyuruh baby menunggu disana sembari daddy berbicara denganmu," ucap daddy Kim.


"Iya dad," ucap mommy Jane berdiri memeluk sebentar daddynya dan pergi ketaman belakang rumah.


Sementara di taman belakang rumah, baby dan bibi Han sedang berbincang ringan.


"Oma, lihat kupu-kupunya cantik," seru baby.


"Iya baby, sangat cantik seperti baby," ucap bibi Han.


"Oma pun cantik," puji baby.


"Hahah, baby bisa saja. Oma ini sudah tua, mana mungkin cantik," elak bibi Han.


"Cantik itu bukan fisik saja Oma. Tapi cantik hati, canti hati itu lebih baik dari cantik fisik," jelas baby.


"So sweet sekali baby, iya sayang. Cantik hati adalah yang paling penting," ucap bibi Han.


"Seru sekali, sedang berbicara apa baby dengan Oma?" tanya mommy Jane baru datang.


"Tidak ada," jawab baby.


"Masih marah dengan mommy?" tanya mommy Jane berlutut menatap mata anaknya memegang kedua tangan baby dan menciuminya. Bibi Han sudah kembali ke dapur memberikan waktu untuk mommy dan anak itu.


"Sayang, mommy benar-benar minta maaf. Seharusnya mommy tidak memberi tahu baby dengan cara membentak baby dan tidak memaksa baby dengan hal yang tidak baby suka. Mommy minta maaf, ya," tutur mommy Jane dengan wajah sendu.


"Baby tidak suka mommy bentak, itu mengingatkan baby pada paman jahat," lirih baby dengan suara pelan menghadap rumput yang sedang dia pijak.


"Iya sayang, maaf. Mommy tidak akan mengulanginya," ucap mommy Jane memeluk anaknya.


"Maafkan baby juga mommy," kata baby sudah menitihkan air mata.


"Iya sayang," ucap mommy Jane berdiri menggendong anaknya berjalan ke arah kamarnya untuk mengajak baby tidur siang.


"Daddy ingin kemana?" tanya mommy Jane melihat appanya yang sepertinya ingin keluar rumah.


"Ada hal yang perlu daddy urus. Daddy pergi dulu. Baby tidur?"  tanya daddy Kim mencium kening anak dan cucunya.


"Baru ingin dad. Hati-hati dad. Jane menidurkan baby dulu," pamit mommy Jane berlalu menuju kamarnya di lantai 2.


"Iya sayang," ucap daddy Kim.

__ADS_1


"Mimpi indah sayang. Mommy mencintai baby," ujar mommy Jane mencium bibir baby. Kemudian mengambil handphonenya mengirim pesan pada Chahee kalau dia dan baby tidak bisa ikut menghabiskan waktu di akhir pekan. Setelahnya ia  ikut tertidur dengan baby.


__ADS_2