BABY ALUNA

BABY ALUNA
Penyesalan Mommy (2)


__ADS_3

Saat ini Geng's sedang berkumpul di ruangan CEO Jane Kim. Mereka sedang membicarakan keberadaan Baby dan Laskar yang sudah 2 tahun di cari di berbagai belahan negara, tapi nihil hasilnya. Geng's sudah mendengar kebenaran dari Jichu.


Mereka kecewa dengan Jane dan teramat menyesal dengan Laskar dan baby. Untuk itu mereka membantu mencari keberadaan baby dan Laskar, selain itu mereka juga kasihan melihat Jane yang tidak memiliki semangat hidup. Mereka melihat penyesalan di mata dan dari perbuatan Jane.


"Unn, bukannya ini seperti baby?" Joy yang sedang melihat foto seorang wanita dewasa dengan anak kecil yang menyerupai baby.


"Mana!" Jane langsung berdiri dari kursi CEO nya menghampiri sofa yang di duduki geng's. Jane mengambil HP Joy.


"By, baby. Unn, baby, Unn!" Tangannya gemetar memegang HP Joy dan sudah menitihkan air mata.


"Mana, sini Unnie lihat." Jichu dan Airin.


"Iya ini baby, syukurlah Tuhan menjawab doamu Jane." Jichu dan Airin setelah memastikan kalau di foto itu adalah baby.


"Lalu siapa wanita itu? Dimana Laskar?" Nayla setelah melihat foto itu.


"Apa wanita itu kekasih Laskar" Joy bertanya.


"Tidak, Laskar tidak boleh memiliki kekasih. Aku istrinya. Aku masih istrinya, Joy!" Jane tidak terima meninggikan suara di hadapan Joy.


"Sudah-sudah jangan bertengkar, Joy buang jauh-jauh pikiran burukmu. Sekarang kita cari tahu keberadaan baby dan Laskar melalui foto ini." Airin menengahi dengan suara tegas.


"Maaf, Unn." Joy memeluk Jane.


"Jane, bukannya ini salah satu rekan bisnismu yang dari Thailand. Perusahaan dia yang mengandungmu di acara peresmian dia diangkat menjadi CEO menggantikan ayahnya. Waktu itu kita ikut sekalian pergi berliburkan?" Nayla.


Atensi mereka semua teralihkan pada wanita dewasa yang ada di foto itu bersama baby.


"Iya, kau benar Nay. Ini salah satu rekan kerjamu Jane dari Thailand. Kemungkinan besar dia tahu dimana keberadaan Laskar dan baby." Airin.


"Diana, iya dia diana, dari Thailand!" Jane.


"Segera hubungi perusahaannya minta untuk bertemu karena ada beberapa hal yang ingin di bahas dan katakan dirimu sudah ada di Thailand Jane." Jichu.

__ADS_1


"Iya, Unn." Jane menghubungi sekertarisnya mengatakan apa yang di sarankan Jichu padanya. Pertemuan di setujui besok ketika jam makan siang di salah satu restoran Thailand.


Mereka semua mempersiapkan diri untuk nanti sore berangkat ke Thailand ikut dengan Jane untuk meminta maaf secara langsung pada Laskar dan baby.


"Daddy, sore nanti Jane dan teman-teman akan pergi ke Thailand untuk menemui baby dan Laskar. Daddy tunggu kami pulang. Jane janji akan membawa Laskar dan baby pulang, Dad." Jane yang sedang di dalam rumah, berbicara dengan Daddy Kim yang ada di dalam ruang kerjanya.


"Bawa cucu dan menantuku pulang!" Daddy Kim dengan tegas tanpa melihat Jane.


"Iya Daddy, Jane pergi dulu." Jane pamit, tak mendapat jawaban apa pun dari Daddy Kim.


Selama kurang lebih 2 tahun hubungan anak dan ayah itu sangat jauh dari kata akur. Daddy Kim terus mendiamkan Jane, walaupun Jane sudah meminta maaf.


Tuhan kembalikan cucu dan menantuku. Batin Daddy Kim.


***


Saat ini Jane dan geng's sudah ada di restoran yang sudah mereka buat janji. Jane duduk dengan meja yang sudah di pesan oleh Diana, ruangan VIP, sementara geng's berada di meja lain.


"Ah, maaf saya terlambat Mrs Kim." Diana baru datang menyapa Jane.


"Mrs. sendiri tidak bersama sekertaris Mrs?" Diana bertanya.


"Ah, iya. Sebenarnya saya mengajak anda bertemu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan." Jane menjelaskan dengan lembut.


"Ah, maaf, maksud Mrs?". Bertanya dengan bingung


"Saya ingin menanyakan sesuatu hal padamu." Jane dengan serius.


"Ah, iya Mrs silahkan tanyakan." Diana.


"Saya melihat postingan di sosial mediamu, apa kamu mengenal anak perempuan yang ikut berfoto bersamamu?" Jane.


"Ah, iya Mrs, tentu saya mengenal. Dia anak perempuanku Mrs. Namanya Aluna, Mrs bisa memanggilnya baby." Diana dengan antusias mengenalkan baby pada Jane.

__ADS_1


"Anak perempuanmu?" Jane dengan kebingungan, bagaimana bisa Diana mengatakan baby anaknya. Sementara dia yang melahirkan baby.


"Iya Mrs, dia berusia 7 tahun. Dia-" Ucapan Diana terpotong dengan sapaan dari 2 orang yang memiliki wajah yang sama persis.


"Sayang/Mimi!" Laskar dan baby.


Jane sudah terpaku dengan apa yang dia dengar dan lihat di depannya. Lidahnya keluh, hatinya benar-benar sakit, hancur sehancur-hancurnya.


"Maaf sayang, kami agak terlambat.  Baby mengalami sedikit kesulitan ketika buang air kecil." Laskar menjelaskan pada Diana, dia belum menyadari keberadaan Jane di depannya.


"Maaf Mimi." Baby di gendongan Daddynya.


"Apa sudah selesai sayang? Tidak papa baby. Ayo bergabung bersama Mimi, sapa dulu teman kerja Mimi sayang." Diana memberikan senyum manis pada Laskar dan baby.


"Iy Mimi. Hallo-" Ketika baby hendak menyapa rekan kerja Miminya dia terdiam dan masuk ke pelukan Daddynya.


"Oh, by kenapa seperti ini. Sapa dulu teman kerja Mimi sayang." Diana.


Laskar yang belum menyadari sebab dari tindakan baby.


"Ah, maaf Mrs-" Laskar terdiam seribu bahasa melihat mantan istrinya yang duduk di depan dirinya yang masih berdiri dengan baby di pelukannya, mantan istrinya melihat mereka dengan tatapan sendunya.


"Sayang hei, you okey?" Diana menyadarkan lamunan Laskar.


"Ah, iya sayang. Maaf sayang. Saya Laskar suami dari  Diana, rekan kerja anda Mrs dan ini anak kami Aluna." Laskar mengenalkan dirinya dan berusaha untuk biasa saja.


Jane sudah meneteskan air mata, hatinya benar-benar hancur. Suaminya sudah menjadi suami orang lain dan anaknya sudah memiliki ibu yang lebih menyayanginya. Bahkan dia bisa melihat kalau rekan kerjanya itu sedang hamil. Karena tak mampu menahan sakit dan air mata lagi dia pamit meninggalkan meja makan.


"Mrs. Diana saya permisi dulu!" Jane berdiri berjalan hendak keluar dari pintu.


"Tunggu!" Laskar memanggil dan memberikan baby pada Diana.


Laskar pamit sebentar untuk berbicara pada Jane. Nanti Laskar akan menjelaskan semuanya pada Diana. Dia meminta Diana dan baby menunggu dirinya dan Jane berbicara. Yang di jawab dengan tatapan teduh dan senyum manis dari Diana.

__ADS_1


Laskar pergi berjalan menyusul Jane yang berhenti melangkah.  Dan berkata;


"Ikut denganku!" Laskar jalan terlebih dahulu ke arah rooftop restoran yang diikuti Jane dari belakang.


__ADS_2