BABY ALUNA

BABY ALUNA
Hallo Paris


__ADS_3

Hari ini baby, mommy, aunty dan Sintia berangkat liburan ke Paris, sesuai dengan permintaan baby. Saat ini mereka sedang bersiap-siap menuju bandara. Mereka berangkat dari mansion baby, karena mereka semalam menginap di mansion baby.


Sambil menunggu mommy dan auntynya bersiap, baby yang sudah selesai dengan urusannya saat ini sedang bermain bersama Leo dan rabbit. Sintia masih bersiap dengan ibunya.


"Leo, baby liburan dulu ke Paris, Leo jangan nakal di mansion. Leo ajak bermain rabbit ya, Leo juga harus menurut dengan, Nek Han." Baby, sambil memeluk dan mengelus tubuh Leo.


"Leo harus banyak makan, tapi jangan gendut. Karena baby akan kesusahan menggendong Leo. Leo harus minum susu dan jangan lupa vitamin juga, ya." Baby, masih di posisi yang sama. Di jawab Leo dengan mendusel kan kepalanya ke perut baby dan membuat baby terkekeh karena kegelian.


"By, kemari. Lepaskan Leo. Kita akan berangkat sayang, nanti bulu Leo menempel di baju baby." Mommy, turun dari tangga lantai 2, dan duduk di sofa ruang tamu.


"Iya mommy, mommy apa masih lama?" Tanya Baby melepaskan Leo dan berjalan kearah mommynya.


"Kita tunggu aunty dan Sintia unnie. Baby, tidak ingin minum susu cokelat?" Mommy, mengelap tangan baby dengan tisu dan membersihkan bulu-bulu Leo yang menempel di baju baby.


"Iya mommy, nanti saja mom. Baby, masih kenyang sarapan roti tadi. Terima kasih mommy." Setelah selesai membersihkan tangan baby dan baju baby. Baby, naik di sofa dan mendudukkan dirinya di pangkuan mommynya, berhadapan dengan mommynya.


"Iya sayang, sama-sama. Di Paris nanti baby ingin kemana sayang?" Mommy, menyelipkan anak rambut baby, ke belakang telinga baby.


"Baby, ingin ke menara Eiffel, makan daging di tempat kita pernah kesana mom dan baby ingin berjalan kaki di trotoar berdua saja dengan mommy, apa boleh mom?" Tanya baby tersenyum manis.


"Tentu sayang, kenapa ingin jalan berdua saja dengan mommy sayang, tidak ingin mengajak aunty dan Sintia unnie?" Mommy menciumi jemari tangan kanan baby.


"Karena kita selalu kemana-mana pakai mobil mom. Baby ingin jalan berdua bersama mommy, menikmati waktu dengan bergandengan tangan, melihat orang berlalu lalang, makan di kedai-kedai kecil mom. Baby bosan setiap makan harus di restoran mom. Baby ingin memiliki waktu yang banyak bersama mommy, nanti kita berfoto mom. Apa bisa mom?" Baby, menatap wajah mommy.


"Of course sayang, apapun yang baby minta akan mommy berikan selama mommy bisa penuhi sayang. Kita akan menghabiskan waktu di Paris sesuai dengan keinginan yang baby inginkan tadi sayang." Mommy, mencium pipi kanan kiri baby, di balas senyuman merekah dari baby.


"So sweet sekali pemandangan pagi ini yang sebentar lagi akan menuju ke Paris." Aunty Chu keluar dari kamar tamu bersama dengan aunty Osi yang sudah siap dengan barang-barang mereka, nyamperin baby dan mommy yang sedang berbincang di sofa ruang tamu.


"Sedang membicara apa sih by, sampai senyumnya semanis ini hemmmm?" Aunty Osi, yang sudah duduk di dekat mommy dan baby.


"Secret aunty, secret antara baby dan mommy. Apa aunty Chu dan aunty Osi akan menggunakan pakaian seperti itu ketika di bandara nanti?" Baby, menunjukkan muka tidak sukanya. Oh, ayolah, salah satu sifat yang turun dari mommynya adalah sifat posesif. Posesif baby lebih menjaga orang-orang yang ada disekitarnya


"Iya sayang, kenapa? Apa ada yang salah dengan pakaian aunty? Baby terpesona dengan pakaian aunty? Astaga


kenapa tidak bilang saja kalau aunty baby ini cantik. Aunty jadi malu kan." Aunty Chu, dengan percaya dirinya.


Sementara aunty Osi yang sudah tahu dari pertanyaan dan gestur wajah ponakannya, paham apa yang harus dia lakukan. dia pun memakai Hoodie untuk menutup lekuk tubuhnya.

__ADS_1


"Aunty ini terlalu percaya diri sekali. Kalau aunty masih pakai baju seperti itu, lebih baik aunty tidak usah ikut. Biar saja aunty tinggal, biar baby, mommy, aunty Osi, aunty Airin dan Sintia unnie yang ke Paris. Aunty bekerja saja." Baby, dengan kekesalannya.


"Oh, astaga jahat sekali ponakan aunty ini. Baiklah-baiklah aunty menyerah, aunty akan ganti baju aunty, oke. Baby, jangan tinggalkan aunty." Aunty Chu, membujuk baby L, berdiri, berjalan mengganti bajunya dengan pakaian yang tertutup.


"Jangan marah-marah, sayang. Kan mau pergi berlibur, harusnya baby bahagia.  Sudah maafkan aunty Chu, oke cinta." Mommy, memberikan ciuman di bibir baby.


"Ah, maaf Jane, Rose, baby. Aunty dan Sintia terlambat." Aunty Airin dan Sintia yang baru keluar dari kamar tamu yang mereka tempati dengan beberapa barang yang dibawa. Mereka tadi melihat aunty Chu, masuk lagi kekamar tamu.


"Belum terlambat unn, kami juga masih berbincang sambil menunggu mobil dipanaskan dan Ji unnie ganti baju." Mommy, sambil melihat ke arah Airin.


"Syukurlah. Mengapa Jichu ganti baju. Apa ada yang salah?" Tanya Airin.


"Ada bayi posesif unn, yang tidak suka kalau auntynya pergi dengan pakaian yang terbuka." Aunty Osi, menjelaskan sambil membantu Sintia mengikat tali sepatunya.


"Terima kasih aunty." Sintia, setelah aunty Osi mengikat tali sepatunya.


"Iya." Aunty Osi, dengan senyumnya.


"Oh, maksudnya baby." Airin, memastikan jawabannya dengan menoleh pada aunty Osi.


"Hahah, bukan posesif aunty, tapi baby menjaga orang-orang yang dia sayangi." Airin, duduk di sebelah aunty Osi, sambil menatap baby yang anteng di pangkuan mommynya. Sintia, duduk di pangkuan ibunya.


"Iya, aunty Airin benar sekali, 100 untuk aunty." Baby, bersuara menirukan Aunty Osinya yang meledek dirinya, sekarang diledek balik dengan baby. Dan jawaban baby, sukses mengundang tawa wanita dewasa yang ada di sana.


"Wah, asik sekali. Sedang, menertawakan apa kok aunty Chu tidak di ajak?" Aunty Chu, sudah berganti pakaian dengan kaos di lapisi jaket kulit hitam, yang bergabung dengan mereka.


"Aunty lama, pembahasannya di tutup. Ayo, mom kita berangkat." Baby, masih kesal dengan auntynya.


"Astaga by, masih juga salah aunty. Aunty, janji tidak akan berbaju seperti itu lagi sayang." Aunty Chu, mencuri ciuman di pipi kanan baby.


"Iih, aunty. Mommy, lihat aunty curi-curi ciuman di pipi baby." Baby, mengadu pada mommynya.


"Aunty, baby masih kesal tolong jangan membuat baby tambah kesal AUNTY". Mommy, diakhir kalimat dengan nada penekanan sambil mencium pipi anaknya yang dicium unnienya tadi.


"Ah, maafkan aunty, sayang." Aunty Chu, yang sudah gugup dengan nada bicara mommy baby.


"Iya baby maafkan, jangan di ulang lagi. Baby, tidak ingin tubuh kurus aunty masuk angin kalau pakai baju kekurangan bahan. Nanti kalau aunty sakit, siapa yang akan jahili baby, yakan?" Baby, tanpa dosa mengejek auntynya, karena merasa di bela sebelumnya dengan mommynya.

__ADS_1


"Astaga sayang, jujur sekali dirimu." Aunty Chu, dan di balas gelak tawa dengan yang lainnya.


Wanita dewasa si sana tahu, kalau jawaban baby tadi hanya bentuk gengsinya pada auntynya, sebenarnya ia benar-benar peduli dengan orang-orang yang dia sayang.


Sekalipun aunty Chunya adalah orang yang selalu menjahilinya. Dan sifat gengsi ini adalah sifat kedua yang di turunkan mommynya pada dirinya.


"Sudah-sudah, ayo, ke mobil nanti bisa terlambat penerbangan." Aunty Osi.


"Iya, Rose tolong bawa baby ke mobil dahulu.  Unnie, ingin menemui bibi Han dan berbicara pada Stiff. Airin unnie, Sintia pergi lah ke mobil bersama Rose terlebih dahulu." Mommy, sambil memberikan baby pada aunty Osi.


"Iya, Jane/Unn." Airin dan aunty Osi.


"Yah Jane, terus apa yang harus unnie lakukan?" Aunty Chu.


"Unnie tinggal, ya unnie ke mobil juga lah." Mommy, menjahili aunty Chu.


"Astaga tidak baby, tidak mommynya sama saja. Sama-sama menyebalkan." Aunty Chu, dengan suara pelan sambil berjalan menuju mobil.


"Aku masih mendengarnya unn, dirimu yang menyebalkan, suka menjahili baby." Balas mommy yang mendengar ucapan aunty Chu. Mendengar hal itu, langsung saja aunty Chu memperbesar langkahnya menuju mobil


***


Saat ini mommy sedang mengintupsikan arahan pada bibi Han dan Stiff, sedangkan pak Wonsudah di dalam mobil.


"Bi, aku titip mansion. Tolong perhatikan Leo, beri makan, vitamin dan susunya bi, jangan sampai Leo sakit bi. Bisa ngamuk princess kecil nanti, bi. Dan jangan menerima siapa pun masuk ke mansion bi, tanpa terkecuali." Mommy.


"Iya non, bibi akan merawat Leo dan tidak akan menerima tamu. Non dan tuan putri semoga liburnya menyenangkan." Bibi Han.


"Iya, terima kasih, bi." Mommy.


"Stiff, tolong angkat koper ke bagasi mobil khusus untuk membawa barang-barang kami ke bandara. Aku, titip rumah, jangan ada yang di izinkan masuk kerumah tanpa terkecuali dan aku minta 2 orang yang akan menjaga diriku dan princessku dari jauh ketika kami berjalan berdua." Mommy.


"Iya nonna, koper akan di antar dengan mobil yang berbeda. Kevin dan Key akan menjaga nonna dan nonna muda dari jauh." Stiff.


"Good. Kalau begitu, bi kami berangkat dulu." Mommy, pamit pada bibi Han.


"Iya, nonn." Bibi Han.

__ADS_1


__ADS_2