
Sampai lah mereka di rumah baby. Mereka sedang duduk di ruang tamu, baby sedang bermain bersama Leo dan Jane. Tinggal lah aunty's, Daddy dan Mimi di ruang tamu.
"Laskar, unnie minta maaf atas ke salahan kami selama ini," sesal Airin, mewakili Geng'snya.
"Saling memaafkan saja nona, aku dan baby juga minta maaf kalau kami memiliki kesalahan pada nona-nona," ucap Laskar.
"Panggil unnie saja, jangan nona, Laskar. Itu terlalu formal," tolak Jesya.
"Iya unn, lupakan semua yang sudah terjadi unn. Yang terpenting sekarang kita sudah memiliki hubungan yang baik," terang Laskar dengan senyumnya.
"Astaga, jangan tersenyum seperti itu, Laskar. Yang ada aku akan meminta tanggung jawab mu untuk menikahi ku," seru Airin.
"Astaga unnie, unnie ini pintar sekali mencari-cari cela, ya. Akan aku katakan pada Jane unnie," ucap Joy.
"Katakan Joy, benar-benar tidak bisa melihat yang bening-bening sedikit saja matamu, unn," timpal Nayla.
"Hahah, jangan di tanggapi dengan serius Laskar, Diana. Unnie, kami yang satu ini memang sedikit agak berbeda dari kami. Jadi maklumi saja," canda Jesya.
"Hahah, kalian lucu sekali," ucap Diana sudah tertawa dengan senyum manisnya.
Laskar menyimak saja obrolan para perempuan.
Tak lama datang lah baby di gendongan Jane dengan Leo di pelukannya.
"Daddy, baby ingin susu cokelat," pinta baby, Jane mendudukkan dirinya di samping Daddy.
"Ah, maafkan Mimi sayang. Mimi lupa kalau ini sudah waktunya baby minum susu cokelat, tunggu sebentar, ya. Mimi ambilkan dulu," ucap Mimi ingin berdiri, tapi di tahan Daddy.
"Tetap disini sayang, biar Daddy yang ambilkan sekalian membuatkan Mimi dan little baby susu," kata Daddy berdiri menuju dapur.
"Iya, terima kasih Daddy," kata Mimi.
"Apa itu tadi? Pantas saja Jane tidak ingin kehilangan Daddy. Wanita mana yang tidak mau di ratukan dengan pasangannya," puji Airin.
"Dadda baby, sangat menghargai perempuan, aunty. Perlakuan Daddy benar-benar lembut dan perhatian," jelas Mimi.
"Itu salah satunya, aunty." timpal Jane mencium kepala baby.
"Mommy tangan baby," ujar baby melepaskan Leo dan menyodorkan tangannya pada Jane.
"Mommy, baby minta tolong bersihkan tangan baby dengan tisu basah. Itu menjadi kebiasaan baby sebelum melakukan apa pun pasti tangannya harus bersih," tutur Mimi yang mengerti raut kebingungan di wajah Jane.
__ADS_1
"Sudah sayang," kata Jane setelah membersihkan tangan baby.
"Terima kasih mommy,"ujar baby.
"Ah, Mimi di mana tempat berbelanja untuk membeli oleh-oleh?" tanya Joy.
"Ah, sudah membahas oleh-oleh saja. Di pasar malam tradisional pusat kota," jawab Mimi dengan senyumnya melihat baby yang benar-benar menempeli mommynya.
"Apa kita bisa ke sana?" tanya Joy lagi.
"Tentu, malam nanti kita pergi kesana. Baby tidak ingin tidur lagi sayang? Nanti malam kita akan pergi ke pasar malam bersama aunty's dan mommy," tukas Mimi.
"Tidak Mimi, baby ingin bersama mommy dulu," tolak baby dengan halus.
Biasa anak-anak kalau tidak tidur siang akan cepat tidur malamnya. Sedangkan mereka nanti malam akan pergi ke pasar malam. Kasian baby kalau di pasar malam nanti harus tidur.
"By, susunya sayang dan ini untuk Mimi dan little baby," kata Daddy datang dengan satu kotak susu cokelat dan segelas susu putih untuk ibu hamil.
"Terima kasih Daddy," ucap Baby dan Mimi.
"Daddy, nanti malam kita akan kepasar malam untuk menemani aunty's dan mommy Jane untuk membeli oleh-oleh dan sekalian jalan-jalan. Apa tidak masalah Daddy?" tanya Mimi mengelus lengan suaminya.
"Tentu mimi. Ah, baby ingin kepasar malam. Tidur siang dulu sayang, baby tidurnya hanya sebentar tadi," tutur Daddy.
Baby ingin merasakan di peluk dan tidur bersama kedua orang tua kandungnya. Dan lihat, begitu Daddynya yang angkat suara, tidak ada kata tidak yang keluar dari mulut baby.
"Iya sayang, baby tidur bersama mommy dan Daddy. Habiskan segera susu baby, dan ajak Daddy dan mommy tidur di kamar baby," ujar Mimi dengan senyum manisnya.
"Sayang," panggil Daddy dengan suara rendah.
Daddy menjaga perasaan Mimi takut menyakiti hati Mimi.
"Mommy Jane, istri Daddy juga. Dan biarkan baby merasakan tidur di atas kasur yang sama dengan Daddy dan mommynya. Mimi tidak apa-apa Daddy. Kebahagiaan baby adalah yang utama," ucap Mimi mengelus lengan suaminya dan berbicara dengan suara rendah.
"Terima kasih Mimi. Mimi jangan sedih. Baby hanya ingin merasakan di peluk dan tidur bersama mommy dan daddy. Baby tidak bermaksud menyakiti hati Mimi. Apa baby nakal Mimi?" tanya baby menghentikan kegiatan minum susu cokelatnya.
"Tidak, kemari sayang. Mimi mengerti ke inginan baby. Baby bukan anak nakal, baby ke banggaan Mimi. Mimi justru senang melihat baby bahagia sayang. Cepat habiskan susu baby, ajak Daddy dan mommy tidur. Mimi dan aunty's juga harus beristirahat untuk mengumpulkan energi agar malam nanti bisa sepuasnya keliling pasar malam," ucap Mimi yang sedang memeluk dan mencium rambut baby.
"Iya Mimi. Ayo Daddy, mommy," ucap Baby, setelah menghabiskan susunya dan mengajak orang tuanya tidur di kamarnya. Dia sudah pamit dengan aunty's dan Miminya. Begitu juga dengan Daddy dan mommy Jane.
Sepeninggal baby, Daddy dan mommy Jane. Sekarang di ruang tamu tersisa Mimi dan aunty's.
__ADS_1
"Hatimu benar-benar tulus," ujar Airin membuka suara.
Selama pembicaraan tadi aunty's menyimak saja dan terharu dengan kemurnian hati Diana dan kedewasaan baby.
"Tidak unn, ini semua karena Laskar. Dia berperan penting dalam perubahan sifat dan sikapku, di tambah lagi dengan kedewasaan baby, unn. Mereka benar-benar membawa pengaruh positif untuk hidupku,"tutur Diana.
"Laskar benar-benar menjadi Daddy yang baik untuk baby dan menjadi suami yang di idam-idamkan semua perempuan," puji Jesya.
"Iya unn, baby sangat menuruni sifat dan sikap Daddynya, unn. Baby tidak pernah membantah perkataan Daddynya, unn. Laskar berhasil menjadikan dirinya idola di depan baby. Laskar tidak pernah merendahkan perempuan, unn. Apa lagi kalian pasti sudah mendengar kondisi diriku yang sedang hamil, bukan anak Laskar. Tapi dia tidak mempermasalah kan itu unn, dia justru memperlakukan ku dan little baby dengan penuh kasih. Dia bisa saja menerima imbalan dari Daddy karena sudah mau menikahi ku unn, tapi dia menolak dan membiarkan aku yang menjadi CEO dan dia membantuku. Dia dan baby adalah anugerah terindah dalam hidupku" ungkap Diana dengan tulus sambil membayangkan perlakuan manis Laskar selama ini kepadanya dan calon anaknya.
"So sweet sekali, aku terharu unn. Daddy dan suami idaman," puji Joy.
"Kamu tak cemburu?" tanya Nayla.
"Untuk apa aku cemburu, bagaimanapun mereka adalah pasangan suami istri dan Jane juga mommy dari baby. Aku bahagia melihat mereka bersatu, aku bahagia melihat baby merasakan keluarga yang utuh. Bagiku ke bahagiaan baby adalah yang utama," ucap Diana dengan senyuman di wajah.
Geng's yang mendengar dan melihat raut wajah kebahagiaan di wajah Diana, ikut tersenyum. Benar yang di katakan Jane, Diana dan Laskar adalah 2 manusia berhati malaikat.
***
Sementara di kamar baby, terjadi kecanggungan antara Daddy dan mommy Jane. Karena mereka sudah lama tidak tidur bersama, dan sekarang harus mereka lakukan untuk memenuhi keinginan sang buah hati.
"Daddy, mommy, ayo tidur," ajak baby yang sudah berada di tengah-tengah kasur.
"Iya sayang," saut Mommy dan Daddy menaiki kasur.
Baby mengambil tempat dengan tidur di atas tubuh Daddynya, meletakkan kepalanya di atas dada Laskar. Baby suka mendengarkan ketukan jantung Daddynya.
"Mommy kemari, beri kami pelukan". Baby L memanggil mommynya yang sedikit berjarak dari mereka
"Ne sayang". Mommy J mendekat dan memeluk baby L dan Dadda. Lisa pun memeluk mommy J dan baby L
"Selamat tidur Dadda, mommy". Baby L memberikan ciuman pada orang tuanya
"Selamat tidur sayang,"ucap Daddy dan mommy, kompak.
"Selamat tidur Mommy,". kata Daddy pada Jane.
"Selamat tidur Daddy," jawab Jane pada Daddy dan memberikan ciuman di bibir Daddy.
Daddy syok, tapi karena rasa mengantuk tiba, akhirnya ia pun tidur menyusul anak dan istrinya.
__ADS_1
Aunty's dan Mimi juga sudah tidur, di kamar tamu dan di kamar Mimi.