BABY ALUNA

BABY ALUNA
Memori Daddy dan Mommy


__ADS_3

Di kediaman rumah megah dan mewah Thailand, semua orang bersiap-siap untuk pegi ke pasar malam.


"Daddy, apa baby boleh mencicipi semua makanan yang ada di sana?" tanya baby.


"Boleh sayang, selama makanan itu tidak membuat baby alergi dan berhenti makan sebelum merasa kenyang sayang," ucap Daddy tengah mengelus rambut baby yang sedang di pakaikan jaket oleh mommy Jane.


"Iya Daddy. Daddy bisakah nanti kita menghabiskan waktu bersama bertiga bersama mommy?" tanya baby menatap mata Daddy Laskar.


"Katakan pada Mimi dengan hati-hati sayang," ujar Daddy.


"Iya Daddy," kata baby.


"Ayo sayang, baby sudah cantik dan siap," puji mommy Jane.


"Terima kasih mommy," saut baby.


"Sama-sama sayang," ucap Mommy Jane menggenggam tangan baby dan mengajaknya untuk turun ke lantai bawah bergabung dengan yang lain.


"Ayo Daddy," ajak Mommy Jane memeluk lengan suaminya.


"Iya mommy," kata Daddy, mommy Jane dan Baby berjalan menuruni tangga ke arah lantai dasar.


Setibanya mereka di lantai dasar, mereka sudah melihat Mimi dan aunty's sedang mengobrol di ruang tamu, mereka sudah siap. Mereka sedang menunggu baby, Daddy dan Mommy Jane. Kedatangan mereka di sambut dengan senyum oleh semua wanita dewasa di sana.


"Sudah siap untuk berangkat sekarang sayang?" tanya Mimi.


"Iya mommy, baby tidak sabaran untuk ke pasar malam. Kata Daddy baby boleh mencicipi semua makanan yang ada di sana. Tapi tidak membuat baby alergi dan tidak mobeh berlebihan makannya Mimi," ucap baby menghampiri mimi yang sedang duduk di sofa bersama aunty's.


"Benar yang di katakan Daddy, sayang. Jangan makan berlebihan dan yang bisa membuat baby alergi." Mimi memeluk dan mencium pipi baby.


"Mimi, apa boleh nanti baby banyak menghabiskan waktu bersama Daddy dan mommy?" tanya Baby dengan hati-hati, takut menyakiti hati Miminya.


"Tentu sayang, bukankah mimi bilang kebahagiaan baby adalah yang utama untuk mimi. Mimi akan menemani aunty's memilih oleh-oleh yang bisa di bawa pulang ke Korea sayang. Jadi baby bisa pergi menghabiskan waktu bersama Dadda dan Mommy, jangan kelelahan, ya," ujar Mimi.


"Iya mimi, terima kasih mimi," kata Baby memberikan ciuman di pipi Mimi.


"Ayo, kita berangkat sekarang, agar tidak ke malaman pulangnya," usul Daddy, diangguki oleh mereka.


Di dalam mobil terpisah, mobil pertama di isi Daddy, Mommy Jane dan baby. Sedangkan di mobil kedua diisi Mimi dan aunty's.


"Baby happy?" tanya Mommy di dalam mobil duduk di kursi depan dengan baby di pangkuannya.


"Happy mommy, baby happy sekali," saut baby dengan mata berbinar dan senyum manis di wajahnya.

__ADS_1


"Daddy apa masih lama?" tanya baby, menatap Daddy yang sedang mengemudi.


"Oh, sepertinya ada yang tidak sabaran untuk ke pasar malam. Sebentar lagi sayang." Daddy membelai rambut baby dengan 1 tangan.


"Iya Daddy, baby tidak sabaran ingin menghabiskan waktu bersama mommy dan Daddy. Mommy tolong nanti pakai handphone mommy untuk mengambil banyak foto kita ya, mommy," pinta Baby.


"Iya, sayang." Mommy Jane menciumi pipi baby.


***


Tiba lah mereka di parkiran kendaraan di dekat pasar malam. Mereka turun dan berkumpul.


"Let's Go Daddy, Mommy," seru Baby memegang tangan Daddy dan Mommy Jane.


"Tunggu sebentar, sayang." Daddy.


"Sayang, aku pergi bersama baby dan Mommy. Mimi berhati-hati jangan sampai kelelahan. Telepon Daddy jika membutuhkan sesuatu. Aunty's, Daddy titip mimi dan little baby," ucap Daddy mencium kening Mimi dan memberikan senyuman pada aunty's.


"Iya sayang, buat baby bahagia dengan merasakan kasih sayang dari Daddy dan Mommynya. Mimi dan little baby akan baik-baik saja Daddy, ada aunty's yang menjaga," kata Mimi mengelus rahang suaminya.


"Iya Mimi, kalau begitu kami pergi dulu," pamit Daddy.


Aunty's dan Mimi menganggukkan kepala. Daddy, mommy dan baby pergi meninggalkan mereka. Dadda, mommy dan baby berpegangan tangan dengan baby di tengah-tengah.


"Ayo, sayang," ajak Daddy, mereka berjalan ke arah penjual.


"Mommy ingin permen kapas juga?" tanya Daddy menawarkan mommy Jane.


"Plis 2 untuk mommy dan baby, Daddy," pinta Mommy Jane menirukan suara baby.


"Iya untuk 2 kesayangan Daddy," kata Daddy memesan 2 permen kapas.


Setelah mendapatkan permen kapas, keluarga kecil itu melanjutkan perjalana sambil mengunyah permen kapas.


"Daddy, baby ingin naik itu." Tunjuk Baby.


"Ayo, sayang," ajak Daddy membeli tiket dan meletakkan baby di permainan kuda putar.


Setelah memastikan anaknya aman Daddy menghampiri mommy Jane dan mereka melihat baby.


"Daddy, besok malam mommy, aunty's dan baby akan melakukan penerbangan ke Korea," kata Mommy Jane.


"Besok malam? cepat sekali. Apa tidak ingin tinggal beberapa waktu lagi?" tanya Daddy.

__ADS_1


"Pekerjaan mommy dan aunty's sudah menunggu Daddy. Grandpa baby juga sudah tidak sabaran untuk bertemu baby," ungkap Mommy Jane mengambil potret baby yang sedang tertawa, tersenyum dan sesekali melambaikan tangan pada orang tuanya.


"Daddy titip baby mommy, tunggu Daddy dan Mimi akan menyusul," kata Daddy menatap mommy Jane dengan kegiatannya.


"Mommy akan menjaga baby. Daddy love you," ucap Mommy Jane mengakhiri kegiatannya dan langsung menatap mata Daddy.


"Ah, Iya, love you too Mommy," saut Daddt memeluk mommy dan mencium kening mommy Jane.


"Nyaman sekali berada di pelukan orang yang kita cintai, maaf karena baru berani mengakui perasaan mommy pada Dadda. Mommy tahu ini terlambat, tapi mommy benar-benar tidak sanggup lagi untuk menyembunyikannya. Maaf untuk semua kesalahan mommy," jelas Mommy Jane mencium dada Daddy.


"Lupakan semua yang sudah terjadi, nikmati dan syukuri apa yang sedang kita miliki dan rasakan," Dadda mencium kening mommy Jane.


"Iya, Daddy terima kasih sudah membesarkan baby dan melimpahkan baby dengan banyak kasih sayang," kata Mommy Jane dengan tulus menatap Daddy.


"Baby adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan dalam hubungan kita. Sudah menjadi tanggung jawab Daddy untuk memberikan yang terbaik untuk baby dan mengajarkan baby semua hal yang diperlukan baby. Daddy senang melakukan itu," ucap Daddy menatap mata mommy Jane.


"Aku mencintaimu," Mommy Jane memeluk erat tubuh Daddy.


"Ne, aku mencintaimu Nini". Dadda mencium rambut mommy J


Pelukan mereka terlepas karena kuda putar baby sudah berhenti. Daddy menghampiri baby dan membawa ke tempat mommy Jane.


"Baby ingin apa lagi?" tanya Mommy Jane sambil menyeka keringan dikening baby yang sedang di gendongan Daddy.


"Mommy ayo berfoto bersama dengan belakangnya gambar kuda putar," ajak Baby.


"Iya sayang," kata Mommy Jane mengambil foto mereka sebanyak mungkin. Hingga baby meminta untuk beralih ke permainan lempar kaleng.


"Semangat Daddy. Daddy pasti bisa," ujar Baby dan mommy Jane menyemangati Daddy yang akan memulai permainan lempar kaleng.


Benar saja hanya dengan 1 kali mencoba, baby sudah mendapatkan boneka anak ayam. Daddy mencoba yang kedua kalinya dan hadiah yang dipilih adalah boneka beruang kecil untuk mommy Jane.


"Terima kasih Daddy tampan," puji Mommy Jane dan baby, kompak dengan di akhiri ciuman di pipi kanan kiri Daddy. Daddy tersenyum.


"Apa lagi yang ingin baby coba sayang," tawar Mommy Jane.


"Sudah mommy, Daddy apa baby boleh meminta uang?" tanya baby, mengelus kedua pipi Daddy yang sedang menggendongnya.


"Uang? Untuk apa sayang?" tanya balik Daddy memperhatikan wajah baby.


"Daddy, baby kasihan dengan nenek itu. Ayo bantu nenek itu, sepertinya belum ada yang membeli jualannya," Baby menunjuk arah nenek tua dan dagangannya.


"Ayo sayang, mommy," Daddy memegang tangan mommy dan satunya menggendong baby.

__ADS_1


"Iya." Mommy Jane mengikuti keinginan suami dan anaknya.


__ADS_2