
"Mom-mommy, mommy," pekik baby sambil menangis kencang memegangi keningnya. Semua orang yang sedang berada di sekitar store mendekat dan melihat betapa malangnya kondisi baby.
Mommy Jane yang mendengar teriakan dan tangisan dari anaknya, berhenti memilih pakaian baby. Mpmmy Jane melepaskan begitu saja dan berjalan cepat ke arah ke rumunan. Setelah melewati kerumunan orang dia melihat anaknya terduduk menangis kencang, memanggil nama Daddynya sambil memegang keningnya yang mengeluarkan darah, wajah anak itu di penuhi darah, dan laintai tempat baby terduduk sudah menetes darah.
"Sayang, hei apa yang terjadi?" tanya mommy Jane memegang kedua tangan baby yang menutupi wajahnya.
"Mommy, aunty itu jahat, dia mendorong baby. Mommy,,, Daddy,,, mommy,,, Daddy,,," pinta baby dengan sesegukan.
"Bubar! Kau urusan kita belum selesai! Iya sayang kita ke rumah sakit dulu sayang," ajak mommy Jane memeluk anaknya dan keluar dari pusat perbelanjaan menuju mobil, mengendarai dengan cepat menuju rumah sakit. Untung lah jaraknya tidak terlalu jauh.
"Suster, dokter, tolong anak saya!" pekik mommy Jane masih memeluk baby.
"Iya Miss, kami akan menolong anak Miss," saut Suster mengambil Baby dari gendongan mommy Jane dan meletakkan baby di bankar dan mendorongnya ke ruangan IGD.
Mommy Jane menunggu di depan ruangan. Mommy Jane menunggu sambil menelepon.
"Unn, tolong datang ke Asan Medical, sekalian aku titip baju baru untuk aku dan baby," pinta mommy Jane menelepon Jichu. Mommy Jane tidak menjelaskan, langsung mematikan telepon dan dilanjut dengan menelepon manajer pusat perbelanjaan milikinya tadi.
"Kau urusan pagawai store Chanel yang sudah membuat anakku masuk rumah sakit, masukkan dia kepenjara dan jangan buat dia di terima kerja dimana pun, aku tidak mendengar kata penolakan!" tekan mommy Jane langsung mematikan telepon, tanpa menunggu jawaban dari orang yang dia telepon.
Maafkan mommy sayang, mommy ceroboh menjaga baby. Baby kuat sayang, jangan buat mommy cemas sayang, batin mommy Jane melihat ke arah ruang IGD baby.
Drrt ... drrt ... drrt ...
Panggilan video masuk di handphone mommy Jane dari Daddy baby. Mommy Jane yang melihat itu cemas, apa yang akan dia katakan pada suaminya, tentang kondisi anaknya. Akhirnya ia menjawab juga.
"Hallo," kata Mommy Jane dengan muka gelisahnya.
"Hallo mommy, apa Daddy dan Mimi mengganggu mommy?" tanya Daddy di seberang sana bersama Mimi.
"Ah, tidak Dad," jawab Mommy Jane.
"Mommy, Daddy dan Mimi merindukan baby. Dimana baby?" tanya Daddy lagi.
__ADS_1
"Ah, maaf Dad, Mimi, mommy ceroboh menjaga baby," sesal Mommy Jane dengan wajah sendunya.
"Apa yang terjadi dengan baby, katakan Jane!" cemas Mimi langsung memegang handphone Daddy bertanya dengan nada tinggi pada mommy Jane.
"Sayang, tenang dulu, jangan seperti itu kasihan little baby," kata Daddy menenangkan Mimi.
"Apa yang terjadi dengan baby, Mom?" tanya Daddy dengan lembut.
"Ba-by, baby dilarikan keruang IGD kening baby mengeluarkan banyak darah," terang Mommy Jane dengan penyesalan.
"Kau ini bagaimana bisa ceroboh hah! kalau kau keberatan dengan baby, kembalikan baby! Kami akan kesana!" murka Mimi dengan emosinya, dia tidak bisa melihat baby terluka, apalagi ini sampai masuk IGD.
"Maaf," sesal Mommy Jane.
"Sudah-sudah, kami akan kesana. Tolong jaga baby," kata Daddt mematikan sambungan telpon video pada mommy Jane, dia tidak ingin memperkeruh suasana hati kedua istrinya.
"Daddy ayo cepat kita ke bandara, temui baby. Aku tidak bisa seperti ini. Aku tidak ingin baby kenapa-kenapa, dia akan mencarimu," tutur Mimi menjelaskan sambil menangis. Baby kalau sedang sakit dia akan lebih menempel pada Daddynya.
"Iya sayang, kita berangkat sekarang," kata Daddy dan mimi berangkat ke bandara. Mereka hanya membawa handphone dan dompet serta paspor, tidak perduli dengan pakaian mereka nanti disana, yang dia pentingkan hanya kondisi baby. Sepanjangan jalan Mimi menangis di temani suasana hujan yang turun.
"Jane," panggil aunty Chu, menghampiri mommy Jane yang sedang duduk menunggu baby yang masih ditangani Dokter.
"Unn," panggil Mommy Jane berdiri dan memeluk aunty Chu, dia menangis mengadu kecerobohannya pada unnienya.
"Sudah-sudah jangan menangis, tenangkan dirimu. Baby membutuhkan mu, sekarang ganti bajumu terlebih dahulu, lihat bajumu penuh dengan darah. Unnie akan menunggu di sini dan mengabari daddy Kim dan geng's," tutur aunty Chu memberikan 1 steel pakaian baru untuk mommy Jane.
"Ne unn, aku titip baby unn". Mommy J pergi ke toilet rumah sakit mengganti baju dan membenarkan keadaannya.
Sepeninggal mommy Jane ke toilet, aunty Chu menelpon daddy Kim dan geng's untuk memberi tahu keadaan baby yang sedang di ruang IGD. Mereka saat ini sedang dalam perjalanan. Dokter keluar bersama suster dari ruangan baby.
"Dok, bagaimana keadaan keponakan saya?" tanya aunty Chu berdiri menghampiri Dokter. Suster berlalu dengan membawa peralatan.
"Ah, keponakan Miss, mendapat 4 jahitan di keningnya. Luka yang dia terima cukup dalam, hingga mengharuskan ia mendapat jahitan untuk menutup luka sobeknya. Saat ini dia masih tidur karena pengaruh obat bius, 1 jam lagi dia akan bangun, dan tolong jangan banyak mengajak ia berbicara terlebih dahulu. Kemungkinan juga dia akan mengalami sakit kepala dan demam, tapi nanti panggil saja kami, jika terjadi sesuatu. Kalau begitu saya undur diri dulu Miss," ujar Dokter.
__ADS_1
"Iya, terima kasih Dok," kata Jichu. Jichu yang ingin masuk berhenti dengan panggilan Airin.
"Ji, bagaimana dengan keadaan baby?" tanya Airin datang dengan napas memburu, karena berlari dari parkiran rumah sakit sampai keruangan baby.
"Unn, bagaimana dengan baby?" tanya Mommy Jane menghampiri aunty Airin dan aunty Chu.
"Baby sudah di tangani dan mendapat 4 luka jahitan di keningnya," jelas aunty Chu.
"Aku ingin melihat baby unn," pinta Mommy Jane ingin masuk ke ruangan terhenti dengan kedatangan 2 suster.
"Maaf Miss, kami akan memindahkan baby keruangan khusus, setelahnya Miss bisa melihat baby," ujar Suster.
"Ruangan khusus, aku belum memesannya," ujar Mommy Jane yang bingung.
"Daddy yang memesannya, biarkan suster membawa baby dan kau ikut aku!" tegas daddy Kim berlalu ke rooftop rumah sakit, sementara Jichu dan Airin mengikuti suster.
Tiba lah daddy Kim dan mommy Jane di rooftop rumah sakit. Daddy Kim berbalik badan dan ,,,
Plak ...
Satu tamparan mommy Jane dapat dari daddy Kim. Mommy Jane menunduk sambil memegang pipinya yang di tampar daddy Kim.
"Apa yang kau lakukan hingga anakmu harus dilarikan kerumah sakit hah! Kau ini benar-benar tidak bisa di percaya. Kalau kau tak sanggup menjaganya, biarkan anakmu bersamaku, kau hiduplah semaumu, aku tidak peduli!" bentak daddy Kim.
"Maaf daddy, aku ceroboh membiarkan baby menunggu sendiri, sedangkan aku asik memilih pakaian untuknya. Sehingga dia menerima perlakuan kasar dari pegawai toko dan membuat dia harus mendapat luka jahitan. Aku memang ceroboh dad, tapi daddy tidak berhak untuk mengambil baby dariku. Aku mommynya!" tekan Mommy Jane menatap daddy Kim.
"Kau mommynya, tapi kau lupa siapa yang berkuasa disini. Kau berdiri karena aku, aku yang memberikan semua fasilitas padamu. Kau jangan ulangi kesalahanmu, atau kau benar-benar akan aku jauhkan dari cucuku. Kau pegang kata-kata ku!" ancam daddy Kim berlalu meninggalkan mommy Jane yang terduduk menangis memegangi dadanya yang terasa sakit karena ucapan daddynya sendiri. Mereka seperti musuh bebuyutan, padahal mereka ayah dan anak. Sebegitu bencinya appanya pada dirinya karena kebodohannya di masa lalu dan kecerobohannya pada baby.
Slang beberapa saat Airin datang menghampiri mommy Jane yang masih di posisi sama.
"Jane, sudah berhenti menangis baby membutuhkan mu. Ini, sedari tadi handphone mu tidak berhenti berbunyi," tutur aunty Airin menenangkan sambil memberikan handphone pada mommy Jane.
"Iya unn," kata Mommy Jane menetralkan suara tangisnya dan menjawab panggilan teleponnya.
__ADS_1
"Hallo," saut Mommy Jane, langsung syok dengan informasi dari telepon selulernya dia tak sanggup berdiri, dia langsung terduduk dan menangis kencang. Handphonenya ia genggam erat-erat, dia memukul dadanya berkali-kali, berharap ini mimpi.