
Suasana indah di kota Paris, begitu juga dengan suasana di salah satu rumah mewah yang saat ini sudah di sibukkan dengan menyiapkan sarapan dan menonton TV, dan ada yang masih bermalas-malasan di atas kasur.
"Sayang, bangun yuk." Mommy, membangunkan baby.
"Iya, mommy." Baby, sangat menunggu hari ini karena dia akan menghabiskan waktu berdua bersama mommynya.
"Good, apa baby baik suasana hatinya?" Mommy.
"Iya, mommy, karena baby akan menghabiskan waktu bersama dengan mommy hanya berdua." Baby, mengalungkan tangan ke leher mommynya minta di gendong untuk ke kamar mandi membersihkan diri.
"Iya sayang, kita akan menghabiskan waktu berdua." Mommy, dan baby menghabiskan waktu berdua dengan bersiap-siap dan baru turun ke bawah.
"Selamat pagi aunty, unnie." Baby, menyapa mereka yang sudah duduk rapi di meja makan.
"Selamat pagi, sayang." Mereka kompak.
"Princess, akhirnya turun juga sayang." Aunty Chu.
"Iya aunty, aunty Nay baby senang aunty ada di sini." Baby.
"Aunty, juga senang bisa di dekat baby." Nayla.
"Iya aunty, Ayo kita makan. Baby akan pimpin doa." Baby, memimpin doa.
"Selamat makan." Baby, setelah selesai memimpin doa.
"Iya, selamat makan baby." Mereka kompak.
***
Saat ini mereka sedang berada di ruang TV bersantai ditemani film kartun kesukaan baby dan Sintia. Wanita dewasa sedang berbincang.
"Hari ini kita akan pergi kemana?" Nayla.
"Mungkin berbelanja." Aunty Chu.
"Iya, unnie tolong beritahu tempat-tempat penjual makanan enak untuk di jadikan oleh-oleh." Rose.
"Iya, kita akan ke sana, Rose". Nayla.
"Unnie, ikut saja dengan Sintia." Airin.
"Unn, Nay, Rose, aku dan baby memisahkan diri. Baby meminta waktu berjalan di kota Paris hanya denganku saja. Baby ingin berjanlan kaki, karena bosan terus naik mobil, dia ingin melihat orang berlalu lalang dan mencicipi kedai makanan pinggir jalan." Mommy.
"Iya, lakukan. Unnie, rasa baby benar-benar ingin waktu berdua dengan mommynya, jadi tolong baik-baik untuk kalian." Aunty Chu.
__ADS_1
"Iya unn, kalian bersenang-senanglah dengan kegiatan kalian." Mommy.
"Iya Jane, unn." Mereka kompak.
"By, ingin pergi sekarang sayang?" Mommy, memanggil baby.
"Iya mommy, bay-bay aunty, unnie baby pergi dulu dengan mommy." Baby, nyamperin mommy.
"Iya, by. Kami duluan." Mommy, menggandeng tangan baby pergi keluar rumah menaiki mobil mereka akan mulai berjalan kaki ketika sudah di dekat menara Eiffel.
"Iya, mom." Baby, berjalan bersama mommy.
Beberapa waktu mereka sudah tiba di dekat menara Eiffel, mommy berjalan bersama baby bergandeng tangan.
Mereka berbincang, baby sesekali bertanya pada mommynya dan menyenandungkan lagu dari mulutnya. Suasana hati baby benar-benar baik, mommy tersenyum melihat mood baby yang baik.
"Mommy, kita duduk di sana sebentar." Baby.
"Iya, sayang." Mommy, dan baby berjalan ke arah tempat yang di tunjuk baby. Tidak jauh dari mereka ada bodyguard yang mengawasi mereka.
"Baby lelah?" Mommy, menyeka keringat baby.
"Tidak mommy, baby justru merasa happy." Baby, dengan senyum manisnya.
"Syukurlah baby happy, mommy juga happy sayang." Mommy.
"Hai cantik, berdua aja nih dengan adiknya. Kita main yuk." Salah satu pria.
"Uncle, tolong jangan ganggu waktu mommy dan baby." Baby, berdiri melindungi mommy.
"Ah, adik manis menyingkirlah, uncle hanya ingin bermain dengan mommymu, sangat muda sudah memiliki anak." Pria satunya.
"Menyingkir dari kami!" Mommy, dengan nada tinggi dan berusaha memeluk baby. Namun, baby masih melindungi mommy.
"Galak sekali cantik." Pria ingin menyentuh pipi mommy, tapi lebih dulu di halangi baby.
"Kau menyingkir anak sialan. Aku butuh mommy mu bukan dirimu!" Pria yang tangannya di halau baby. Pria itu mengangkat baby dan menjatuhkannya begitu saja, kepala baby terbentur keras.
BUGH ...
Bodyguard datang dan mengamankan mereka berdua. Sementara mommy, sudah menangis dengan memeluk kepala baby. Supir yang bertugas menunggu mommy dan baby datang dan menyadarkan mommy untuk jangan berlarut dalam tangis, tapi untuk segera membawa baby kerumah sakit terdekat.
"Sayang, bangun!" Mommy, menyeka darah yang keluar dari kening baby.
"Sayang, tolong bangun, sayang!" Mommy, memanggil baby.
__ADS_1
Sampailah baby dan mommy di rumah sakit.
"Suster Dokter tolong anakku, tolong cepat." Mommy, memeluk baby dengan baju berlumuran darah.
"Yes Mrs." Suster mengambil baby, di letakkan di bankar dan mendorong ke ruangan ICU.
"Mrs, silakan tunggu di luar." Suster, tak lama Dokter masuk.
"Tolong selamatkan, anakku!" Mommy, mundur dari pintu masuk ruangan ICU.
"Pak, tolong ambilkan HP saya di mobil." Mommy, pada supir yang baru sampai memarkirkan mobil.
"Iya, nonna." Supir pergi dan beberapa saat kembali.
"Ini nonna." Pak Supir.
Mommy, langsung menelpon aunty Chu dan meminta menyusul ke rumah sakit. Mommy, terduduk di depan ruangan baby yang sedang di tangani, dia menyesal. Slang beberapa saat aunty Chu dan lainnya datang dengan Nayla membawa satu stel baju baru untuk Jane.
"Jane, bagaimana dengan baby?" Tanya Airin.
"Baby, masih di dalam unn, baby sedang di tangani!" Mommy, dengan muka sendu.
"Jane, gantilah bajumu, lihat bajumu penuh dengan darah. Ayo, aku temani." Nayla.
Mommy menurut dan pergi ke toilet bersama Nayla.
"Unn, baby!" Aunty Osi dengan sendu dan sudah menangis.
"Doakan baby baik-baik saja." Aunty Chu, memeluk aunty Osi.
"Bu, apa baby baik-baik saja?" Sintia, dengan wajah penuh air mata.
"Baby, kuat sayang, kita harus mendoakan baby." Airin, memeluk Sintia menenangkan anaknya.
Mommy dan Nayla, sudah kembali dari toilet, mommy juga sudah memperbaiki penampilannya. Mereka bergabung menunggu di depan ruangan baby. Slang beberapa lama dokter keluar.
"Dok, bagaimana dengan kondisi anak saya?" Mommy, berdiri di depan Dokter.
"Anak Mrs, hampir saja tidak terselamatkan karena saat kami menjahit luka di keningnya, dia mengalami kejang, tapi syukurlah Tuhan masih memberikan kemurahan hati untuk anak Mrs bisa berkumpul dengan keluarganya. Anak Mrs, sedang berada di bawah pengaruh obat bius, beberapa jam kedepan putri Mrs akan sadar." Dokter.
"Apa luka yang di terima berbahaya Dok, sehingga anak saya koma?" Mommy.
"Kami belum bisa memastikan Mrs, setelah anak Mrs sadar dari koma kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut." Dokter.
"Apa saya bisa mengunjungi anak saya, Dok?" Mommy.
__ADS_1
"Silakan tapi hanya 1 orang, kalau begitu saya pamit Mrs." Dokter.